{"id":15024,"date":"2025-10-15T06:12:40","date_gmt":"2025-10-15T06:12:40","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15024"},"modified":"2025-10-15T06:14:31","modified_gmt":"2025-10-15T06:14:31","slug":"qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/","title":{"rendered":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/\">tentang takdir<\/a> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">qadha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">qadar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sudah berlangsung sejak generasi awal umat. Di satu sisi ada golongan <\/span><b>Jabariyah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menegaskan bahwa manusia sama sekali tidak memiliki kuasa atas perbuatannya; segala sesuatu adalah kehendak Allah semata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain ada <\/span><b>Qadariyah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kemudian <\/span><b>Mu\u2019tazilah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang meyakini bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak dalam menentukan nasibnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di tengah dua kutub ekstrem itu, muncul jalan tengah yang dikenal sebagai <\/span>Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah<span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014yang menegaskan bahwa manusia memiliki ikhtiar, tetapi ikhtiar itu tetap berada dalam lingkup kehendak Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, tanpa disadari, banyak umat Islam hari ini justru berpikir seperti kaum <\/span>Mu\u2019tazilah<span style=\"font-weight: 400;\">, walau secara formal menolak mereka.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Manusia Menjadi \u201cTuhan\u201d atas Nasibnya<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ayat yang sering dijadikan dasar oleh kaum Qadariyah dan Mu\u2019tazilah untuk menegaskan kebebasan manusia adalah:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u06df \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Ar-Ra\u2019d [13]:11)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini sering dipahami secara dangkal: seolah-olah Allah baru akan \u201cbergerak\u201d jika manusia lebih dulu melakukan sesuatu. Dalam banyak ceramah, ayat ini dijadikan slogan motivasi perubahan \u2014dengan semangat manusiawi, tetapi sering kali kehilangan makna teologis yang mendalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita berteriak bahwa nasib ditentukan oleh usaha manusia, seolah-olah Allah hanya menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">penonton<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di langit. Di sinilah akar masalahnya: saat semangat \u201cberdaya\u201d berubah menjadi ilusi kemandirian dari Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Allah Diperlakukan Seperti Ponakan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buya Syakur Yasin menyoroti fenomena ini dengan sindiran tajam: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBanyak orang beragama seolah memperlakukan Allah seperti ponakan sendiri. Kalau kita berubah, Allah berubah. Kalau kita berbuat, Allah mengikuti. Siapa yang sebenarnya menjadi Tuhan di sini?\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sindiran ini bukan tanpa dasar. Dalam realitas kehidupan, manusia tidak pernah dilibatkan oleh Allah dalam hal-hal paling mendasar: di mana ia lahir, siapa orang tuanya, bagaimana ia mati. Semua itu murni kehendak Allah.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d7 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih (apa yang dikehendaki-Nya); sekali-kali tidak ada bagi mereka pilihan.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Al-Qashash [28]:68)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menegaskan bahwa pilihan tertinggi dalam hidup manusia bukan berada di tangannya, melainkan di tangan Sang Pencipta. Maka, pemahaman bahwa Allah \u201cmenunggu\u201d manusia berubah agar Dia bertindak adalah bentuk penyederhanaan yang terlalu berani terhadap Dzat Yang Maha Kuasa.<\/span><\/p>\n<p><b>Realitas, Bukan Teori<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perdebatan antara Jabariyah, Qadariyah, dan Ahlus Sunnah sering berhenti pada tataran teori. Namun, sebagaimana dikatakan Buya Syakur, realitaslah yang justru mengajarkan: manusia hidup dalam skenario yang tak pernah ia pilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia tidak memilih darahnya mengalir, jantungnya berdenyut, atau paru-parunya bekerja. Bahkan kematian pun tidak ia pilih. Maka, apa yang disebut \u201cpilihan bebas\u201d manusia sejatinya hanyalah bentuk keterlibatan dalam ruang sempit yang Allah kehendaki.<\/span><\/p>\n<p>Fazlur Rahman<span style=\"font-weight: 400;\">, pernah menulis dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Islam and Modernity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKehendak manusia bukanlah kemandirian dari Allah, tetapi bagian dari kehendak Allah yang lebih besar. Allah memberikan ruang bagi manusia untuk memilih agar ia layak dimintai pertanggungjawaban.\u201d<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, kebebasan manusia bukan mutlak, tetapi bersyarat \u2014ia eksis hanya karena Allah mengizinkannya.<\/span><\/p>\n<p><b>Ujian Keimanan: Menyerah dalam Kesadaran, Bukan Pasrah Buta<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ahlus Sunnah tidak menolak ikhtiar, tetapi menempatkannya di tempat yang proporsional. Ikhtiar adalah wujud ketaatan, bukan bentuk perlawanan terhadap takdir. Dalam pandangan Imam Al-Asy\u2019ari, manusia memang berbuat, tetapi perbuatannya \u201cdiciptakan\u201d oleh Allah.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0671\u0644\u0652\u0639\u064e\u0640\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan kamu tidak dapat menghendaki (sesuatu), kecuali apabila dikehendaki oleh Allah, Tuhan semesta alam.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. At-Takwir [81]:29)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menjadi fondasi keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Bahwa manusia boleh berusaha, tetapi tidak boleh merasa menentukan. Ia berjalan dalam kehendak Allah, bukan di luar-Nya.<\/span><\/p>\n<p><b>Kembali ke Tauhid: Menyadari Siapa yang Sebenarnya Berkehendak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita menempatkan diri seolah pengendali penuh atas nasib, sesungguhnya kita sedang bergeser dari tauhid menuju antitesisnya \u2014karena kita menempatkan kehendak kita setara dengan kehendak Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesadaran tauhid sejati justru muncul ketika kita berusaha sebaik-baiknya, lalu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah, sebagaimana pesan Nabi Ibrahim a.s.:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0649 \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0640\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAllah berfirman: Janjiku tidak akan mengenai orang-orang yang zalim.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Al-Baqarah [2]:124)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, hanya dengan kesadaran bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah, manusia dapat berjalan di jalan lurus \u2014bukan sebagai budak takdir, tapi juga bukan sebagai tuhan atas nasibnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><b>Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita boleh mengaku sebagai pengikut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah, tetapi ketika kita lebih percaya bahwa perubahan hanya terjadi karena usaha manusia tanpa campur tangan Allah, secara ideologis kita sedang berjalan di jalur Mu\u2019tazilah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, barangkali saatnya kita berhenti \u201cmengancam\u201d Allah dengan amal dan usaha kita, seolah-olah Dia wajib menuruti kemauan kita. Sebab, sebagaimana firman-Nya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAllah berbuat apa yang Dia kehendaki.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Al-Hajj [22]:14)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tugas kita hanyalah berbuat sebaik mungkin dalam wilayah ikhtiar, sambil menyadari dengan rendah hati: bahwa segala sesuatu kembali kepada kehendak-Nya semata. (emha)<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Catatan Redaksi:<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tulisan ini Artikel ini disarikan dari kajian Buya Syakur Yasin, merupakan ajakan untuk menata kembali cara berpikir keagamaan kita: agar tidak menjadikan semangat \u201cberdaya\u201d sebagai bentuk kesombongan spiritual, dan tidak pula menjadikan \u201ctakdir\u201d sebagai alasan untuk berhenti berikhtiar.<\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan tentang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15025,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[833,1937,2265],"newstopic":[],"class_list":["post-15024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-manusia","tag-nasib-manusia","tag-takdir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan tentang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-15T06:12:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-15T06:14:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah\",\"datePublished\":\"2025-10-15T06:12:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T06:14:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/\"},\"wordCount\":790,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Qadariyah_-1.jpg\",\"keywords\":[\"manusia\",\"nasib manusia\",\"takdir\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/\",\"name\":\"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Qadariyah_-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-15T06:12:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T06:14:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Qadariyah_-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Qadariyah_-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan tentang...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-15T06:12:40+00:00","article_modified_time":"2025-10-15T06:14:31+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah","datePublished":"2025-10-15T06:12:40+00:00","dateModified":"2025-10-15T06:14:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/"},"wordCount":790,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg","keywords":["manusia","nasib manusia","takdir"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/","name":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg","datePublished":"2025-10-15T06:12:40+00:00","dateModified":"2025-10-15T06:14:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/qadariyah-atau-ahlus-sunnah-saat-umat-diam-diam-jadi-mutazilah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Qadariyah, atau Ahlus Sunnah? Saat Umat Diam-diam Jadi Mu\u2019tazilah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan tentang...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Qadariyah_-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah pemikiran Islam, perdebatan tentang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15024"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15029,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15024\/revisions\/15029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15024"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}