{"id":15030,"date":"2025-10-15T06:50:31","date_gmt":"2025-10-15T06:50:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15030"},"modified":"2025-10-15T06:51:08","modified_gmt":"2025-10-15T06:51:08","slug":"ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/","title":{"rendered":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Di berbagai tempat dan masa, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/\">agama<\/a> yang sejatinya membawa rahmat dan kasih sayang justru sering berubah menjadi sumber konflik dan kebencian. Ironisnya, kekerasan itu kerap dilakukan atas nama Tuhan, seolah-olah Sang Pencipta membenarkan darah tumpah demi membela keyakinan yang dianggap paling benar. Padahal, inti dari setiap ajaran Ilahi adalah kemanusiaan: menjaga kehidupan, menebar kasih, dan menegakkan keadilan.<\/span><\/p>\n<p><b>Agama untuk Kehidupan, Bukan Kematian<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an menegaskan bahwa tujuan utama diutusnya para rasul adalah membawa rahmat bagi semesta. Allah berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0670\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b\u06ed \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(QS Al-Anbiya [21]: 107)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menegaskan, bahwa risalah Islam tidak hanya ditujukan bagi kaum Muslim, tetapi bagi seluruh makhluk. Rahmat \u2014 bukan permusuhan \u2014 adalah wajah sejati agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam realitas sosial, agama kerap dijadikan alat legitimasi kekuasaan, ideologi politik, atau pembenaran terhadap kebencian. Ketika tafsir agama dipersempit oleh ego kelompok, maka hilanglah substansi kasih sayang itu. Yang tersisa hanyalah simbol dan klaim kebenaran.<\/span><\/p>\n<p><b>Kebenaran yang Tergelincir Menjadi Kesombongan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah manusia memperlihatkan bahwa perang atas nama agama lebih banyak dipicu oleh kesombongan menafsirkan wahyu, bukan oleh kebenaran itu sendiri. Padahal Allah memperingatkan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d\u06e2 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064d\u06e2<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS Luqman [31]: 18)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesombongan spiritual \u2014 merasa paling benar, paling suci, paling dekat dengan Tuhan \u2014 adalah akar dari dehumanisasi atas nama agama. Dari sinilah muncul pengkafiran, penghakiman, bahkan kekerasan terhadap mereka yang berbeda pandangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pandangan Islam, manusia diciptakan berbeda bukan untuk bertengkar, tetapi untuk saling mengenal. Allah menegaskan dalam firman-Nya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d\u06e2 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064f\u0648\u0628\u064b\u06ed\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0653\u0627\u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670\u0643\u064f\u0645\u0652\u06da<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(QS Al-Hujurat [49]: 13)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini adalah deklarasi universal bahwa pluralitas adalah kehendak Tuhan, bukan kesalahan sejarah. Maka, agama yang benar tidak menolak perbedaan, justru mengajarkan bagaimana manusia hidup secara bermartabat di tengah perbedaan itu.<\/span><\/p>\n<p><b>Tuhan Tidak Butuh Dibela dengan Kebencian<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali, manusia merasa perlu \u201cmembela\u201d Tuhan dan agamanya dengan cara menyerang orang lain. Padahal, Tuhan Yang Maha Kuasa tidak butuh pembelaan, apalagi dengan kebencian. Yang sejatinya harus dibela adalah nilai-nilai ketuhanan dalam diri manusia: keadilan, kasih sayang, dan kejujuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah \ufdfa pernah bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya (disakiti).\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HR. Bukhari dan Muslim)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi pedoman etis dalam beragama: bahwa setiap tindakan keagamaan harus menjaga kemanusiaan. Sebab, kehilangan kemanusiaan berarti kehilangan ruh agama itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><b>Menjaga Wajah Lembut Agama<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agama, jika dipahami secara jernih, seharusnya melahirkan manusia yang lembut hatinya, bukan keras. Al-Qur\u2019an mengingatkan Nabi Muhammad \ufdfa:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d\u06e2 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652\u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u064e\u0638\u0651\u064b\u06ed\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064e \u0671\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0671\u0646\u0641\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627\u06df \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e<\/b><b><br \/>\n<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(QS Ali Imran [3]: 159)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lemah lembut adalah kekuatan spiritual yang melahirkan kepercayaan dan keteduhan. Di tangan mereka yang berjiwa lembut, agama menjadi cahaya. Tetapi di tangan mereka yang berhati keras, agama berubah menjadi bara yang membakar kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p><b>\u00a0Mengembalikan Agama pada Tujuannya<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika agama dijadikan alasan untuk meniadakan kemanusiaan, maka sesungguhnya agama itu telah kehilangan jiwanya. Kebenaran yang sejati tak pernah bertentangan dengan kasih sayang, dan tak mungkin menumbuhkan kebencian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, tugas kita hari ini bukan lagi sekadar menjadi orang beragama, tetapi menjadi manusia yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beragama dengan benar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 yang menghadirkan rahmat dalam setiap langkah, bukan luka di atas nama Tuhan.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di berbagai tempat dan masa, agama&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15031,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; acank| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[413,2266,1706],"newstopic":[],"class_list":["post-15030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-agama","tag-agama-seabagai-alasan","tag-kebencian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di berbagai tempat dan masa, agama...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-15T06:50:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-15T06:51:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1376\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban\",\"datePublished\":\"2025-10-15T06:50:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T06:51:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/\"},\"wordCount\":560,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/ketika-agama-1.jpg\",\"keywords\":[\"agama\",\"agama seabagai alasan\",\"kebencian\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/\",\"name\":\"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/ketika-agama-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-15T06:50:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T06:51:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/ketika-agama-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/ketika-agama-1.jpg\",\"width\":1376,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di berbagai tempat dan masa, agama...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-15T06:50:31+00:00","article_modified_time":"2025-10-15T06:51:08+00:00","og_image":[{"width":1376,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban","datePublished":"2025-10-15T06:50:31+00:00","dateModified":"2025-10-15T06:51:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/"},"wordCount":560,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg","keywords":["agama","agama seabagai alasan","kebencian"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/","name":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg","datePublished":"2025-10-15T06:50:31+00:00","dateModified":"2025-10-15T06:51:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg","width":1376,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/ketika-agama-menjadi-alasan-dan-kemanusiaan-menjadi-korban\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Agama Menjadi Alasan, dan Kemanusiaan Menjadi Korban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di berbagai tempat dan masa, agama...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ketika-agama-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di berbagai tempat dan masa, agama...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15030"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15033,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15030\/revisions\/15033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15030"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}