{"id":15034,"date":"2025-10-15T15:30:14","date_gmt":"2025-10-15T15:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15034"},"modified":"2025-10-15T15:31:32","modified_gmt":"2025-10-15T15:31:32","slug":"guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/","title":{"rendered":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ppmindonesia.com\"><b>ppmindonesia.com<\/b><\/a><b>. Banten<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, kembali membuka perdebatan lama tentang wibawa guru, disiplin siswa, dan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/\">krisis kepemimpinan<\/a> moral di dunia pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala sekolah bernama Bu Dini dinonaktifkan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Teguran itu berujung keributan, sebagian murid menolak masuk kelas, dan situasi sekolah menjadi tidak terkendali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLangkah penonaktifan ini bersifat sementara, semata untuk menstabilkan kondisi sekolah, bukan hukuman,\u201d ujar Gubernur Banten Andra Soni di Serang, Rabu (15\/10\/2025). Ia menegaskan bahwa hak-hak Bu Dini tetap dijaga selama proses evaluasi berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Andra, sang kepala sekolah sudah mengakui bahwa emosinya sempat muncul saat menegur siswa. Namun ia menilai hal itu tidak didasari niat buruk.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasa iya guru melihat murid merokok dan diam saja? Yang penting niatnya mendidik,\u201d kata Gubernur Andra.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Kawasan Tanpa Rokok dan Aturan yang Dilanggar<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Larangan merokok di sekolah sesungguhnya diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Pasal 1 ayat (4) disebutkan, kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok, memproduksi, menjual, dan\/atau mempromosikan rokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tersebut berlaku untuk semua pihak di sekolah \u2014 kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Pasal 4 menegaskan, sekolah wajib memasang tanda larangan merokok, melarang penjualan rokok di kantin atau koperasi sekolah, dan menolak segala bentuk promosi rokok di lingkungan sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Pasal 5 ayat (4) bahkan memberi hak kepada guru dan siswa untuk saling menegur jika ada pelanggaran. Dalam hal kepala sekolah lalai menegakkan aturan, dinas pendidikan berwenang memberi teguran atau sanksi administratif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah juga mempertegas larangan rokok bagi anak di bawah umur. Dalam Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 Pasal 25 huruf b, disebutkan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cDilarang menjual produk tembakau kepada anak di bawah usia 18 tahun.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, sekolah bukan hanya kawasan bebas rokok, tapi juga simbol keteladanan bagi masyarakat dalam membangun generasi sehat dan berkarakter.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Niat Baik Guru Berbalik Jadi Masalah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kasus di SMAN 1 Cimarga menunjukkan betapa rapuhnya posisi guru di tengah sistem pendidikan modern. Apa yang semestinya menjadi tindakan disipliner justru berbalik menjadi bumerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivis pendidikan dari Pusat Peranserta Masyarakat (PPM), Gus Hikam, menyebut fenomena ini sebagai tanda \u201chilangnya kepercayaan\u201d antara orang tua dan guru.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cGuru kini tidak lagi dipandang sebagai amanah untuk mendidik anak, melainkan pekerja jasa yang bisa dilaporkan kapan saja. Ini krisis kepemimpinan moral yang serius,\u201d ujarnya.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Gus Elam , setiap guru memiliki jiwa pendidik dan tidak akan menyakiti anak didiknya dengan sengaja. \u201cKalau guru tidak boleh marah, tidak boleh menegur, bagaimana mungkin kita bisa mendidik generasi yang berdisiplin?\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Dulu Guru Dihormati, Kini Dicurigai<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada era 1980\u20131990-an, guru masih dianggap \u201corang tua kedua\u201d di sekolah. Murid yang nakal dan ditegur biasanya akan dimarahi lagi di rumah, bukan dibela.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kini, di era generasi Z, teguran guru sering dianggap sebagai bentuk kekerasan atau perundungan (bullying).<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cZaman dulu, guru bisa memukul dengan penggaris dan orang tua tidak marah karena mereka tahu itu demi kebaikan. Sekarang, guru baru meninggikan suara saja sudah dilaporkan,\u201d kata Gus Elam menambahkan.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan ini, menurutnya, bukan hanya persoalan kebijakan, tapi juga perubahan nilai sosial di masyarakat. \u201cOrang tua sekarang lebih takut pada opini publik ketimbang nilai moral anaknya,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Moralitas yang Pudar dan Keteladanan yang Hilang<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergeseran nilai tersebut tampak jelas dalam perilaku keseharian siswa. Banyak anak muda kini tidak lagi terbiasa mengucapkan \u201cpermisi\u201d ketika melewati orang yang lebih tua, berbicara tanpa etika, atau enggan menghormati guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Gus Elam , akar masalahnya terletak pada hilangnya teladan di rumah dan sekolah.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cKetika orang tua sibuk bekerja dan anak dibesarkan oleh pembantu atau baby sitter, pendidikan moral kehilangan pondasinya. Guru pun tidak bisa bekerja sendirian,\u201d katanya.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menilai, pendidikan moral bukan hanya soal teori Pancasila atau budi pekerti di kelas, tetapi soal keteladanan nyata dari orang tua dan guru yang saling mendukung.<\/span><\/p>\n<p><strong>Krisis Kepemimpinan Moral<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus Cimarga hanyalah satu dari banyak contoh benturan antara idealisme pendidikan dan realitas sosial. Guru kini bekerja di tengah situasi yang serba sensitif: menegur salah, diam pun salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini, kata Gus Elam, menandakan krisis kepemimpinan moral di sekolah.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGuru kehilangan otoritas moralnya karena masyarakat kehilangan respek. Pendidikan akhirnya hanya soal nilai akademik, bukan pembentukan karakter,\u201d ujarnya.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara, \u201cPendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika guru terus disalahkan dan murid terus dimanjakan, maka arah pendidikan nasional sedang menuju jurang kehilangan makna. Sekolah tanpa rokok bisa diwujudkan, tapi sekolah tanpa moral \u2014 itulah yang paling berbahaya. (acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com. Banten \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15035,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; acank| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,164],"tags":[173,2268,2271,2267,2270,2269],"newstopic":[],"class_list":["post-15034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-edukasi","tag-guru","tag-guru-tidak-dihormati","tag-krisis-kepemimpinan","tag-murid","tag-murid-merokok","tag-urid-melawan-guru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com. Banten \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-15T15:30:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-15T15:31:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1184\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah\",\"datePublished\":\"2025-10-15T15:30:14+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T15:31:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/\"},\"wordCount\":744,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/murid-merokok-1.jpg\",\"keywords\":[\"guru\",\"guru tidak dihormati\",\"krisis kepemimpinan\",\"murid\",\"murid merokok\",\"urid melawan guru\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/\",\"name\":\"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/murid-merokok-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-15T15:30:14+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-15T15:31:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/murid-merokok-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/murid-merokok-1.jpg\",\"width\":1184,\"height\":672},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/15\\\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com. Banten \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-15T15:30:14+00:00","article_modified_time":"2025-10-15T15:31:32+00:00","og_image":[{"width":1184,"height":672,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah","datePublished":"2025-10-15T15:30:14+00:00","dateModified":"2025-10-15T15:31:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/"},"wordCount":744,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg","keywords":["guru","guru tidak dihormati","krisis kepemimpinan","murid","murid merokok","urid melawan guru"],"articleSection":["Berita","Edukasi"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/","name":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg","datePublished":"2025-10-15T15:30:14+00:00","dateModified":"2025-10-15T15:31:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg","width":1184,"height":672},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/15\/guru-yang-disalahkan-murid-yang-dimanja-krisis-kepemimpinan-moral-di-sekolah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Guru yang Disalahkan, Murid yang Dimanja: Krisis Kepemimpinan Moral di Sekolah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-200x114.jpg",200,114,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com. Banten \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/murid-merokok-1-200x114.jpg",200,114,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/edukasi\/\" rel=\"category tag\">Edukasi<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com. Banten \u2014 Kasus penonaktifan sementara Kepala Sekolah...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15034"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15038,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15034\/revisions\/15038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15034"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}