{"id":15078,"date":"2025-10-18T12:56:56","date_gmt":"2025-10-18T12:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15078"},"modified":"2025-10-18T13:05:01","modified_gmt":"2025-10-18T13:05:01","slug":"ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/","title":{"rendered":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan akses ilmu, masih saja muncul perdebatan klasik yang tak kunjung usai: apakah musik haram? Padahal, jika ditelusuri secara jujur dari sumber tertinggi Islam\u2014yakni Al-Qur\u2019an\u2014tidak ditemukan satu pun ayat yang secara eksplisit mengharamkan musik, nyanyian, atau bentuk seni suara lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang justru muncul adalah kecenderungan sebagian pihak untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">memfatwakan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> larangan atas dasar tafsir tekstual, sementara wahyu itu sendiri tidak pernah menegaskan demikian.<\/span><\/p>\n<p><b>Musik, Fitnah, dan Tafsir yang Diseret ke Arah Haram<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa kitab tafsir klasik, istilah <\/span><b>\u201clahwal hadits\u201d<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> pada QS Luqman ayat 6 sering dikaitkan dengan musik atau nyanyian. Padahal, jika ditelusuri konteks ayatnya, maknanya jauh lebih luas.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0640\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS Luqman [31]: 6)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini tidak sedang berbicara tentang musik, tetapi tentang <\/span><b>penggunaan ucapan dan narasi untuk menyesatkan dari jalan Allah.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tafsir yang mengaitkannya dengan alat musik hanyalah produk tafsir moral masyarakat pada masa itu, bukan hukum ilahi yang pasti.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Fatwa Menggeser Wahyu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian ulama terdahulu, seperti Ibn Qayyim al-Jauziyah dan Al-Ghazali, memiliki pandangan berbeda. Ibn Qayyim cenderung mengharamkan musik karena dianggap melalaikan, sementara Al-Ghazali justru menilai bahwa <\/span><b>musik dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bila isi dan niatnya suci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, yang sering diikuti oleh masyarakat adalah pendapat paling keras, bukan paling rasional. Seolah-olah keindahan ciptaan Allah\u2014dalam bentuk suara, irama, dan nada\u2014adalah sesuatu yang harus dihindari, bukan disyukuri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFatwa sering kali berubah menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pagar buatan manusia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sementara wahyu tetap terbuka bagi tafsir yang menyejukkan,\u201d ujar <\/span><b>Dr. M. Quraish Shihab<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam salah satu tafsirnya di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tafsir al-Mishbah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah adalah bentuk berlebih-lebihan dalam agama. Padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 (QS Al-A\u2019raf [7]: 31)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Musik sebagai Bahasa Ciptaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika musik dianggap maksiat, bagaimana mungkin Allah menciptakan harmoni suara burung, desiran angin, gemericik air, dan nada yang berulang dalam bacaan ayat-ayat Al-Qur\u2019an sendiri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musik bukanlah lawan dari iman, melainkan pantulan dari keindahan ciptaan Allah yang memiliki irama, ritme, dan keseimbangan. Dalam konteks itu, <\/span><b>larangan atas musik menjadi paradoks spiritual.<\/b><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u0649 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u0649 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya). Yang menentukan kadar dan memberi petunjuk.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS Al-A\u2019la [87]: 2\u20133)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menegaskan bahwa <\/span><b>segala sesuatu di alam ini diciptakan dengan ukuran dan harmoni.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Maka, bagaimana mungkin harmoni\u2014yang merupakan unsur dasar musik\u2014dipandang sebagai sesuatu yang kotor?<\/span><\/p>\n<p><b>Dari Keindahan Menjadi Ketakutan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terjadi justru sebaliknya. Banyak umat Islam diajarkan untuk takut terhadap keindahan. Musik, lukisan, bahkan puisi, sering dipandang sebagai jalan menuju kelalaian. Padahal, Rasulullah SAW sendiri membiarkan para budak perempuan bernyanyi di hadapannya pada hari raya tanpa melarang.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah riwayat sahih disebutkan, Aisyah RA berkata:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDua budak perempuan bernyanyi di rumahku pada hari \u2018Idul Fitri. Rasulullah masuk dan berbaring di tempat tidur sambil memalingkan wajahnya. Lalu Abu Bakar datang dan menegur, \u2018Seruling setan di rumah Rasulullah?\u2019 Maka Nabi berkata, \u2018Biarkan mereka, wahai Abu Bakar. Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.\u2019\u201d<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Bukhari dan Muslim)<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini justru menunjukkan <\/span><b>toleransi Rasul terhadap ekspresi kegembiraan dan seni suara<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan pengharaman.<\/span><\/p>\n<p><b>\u00a0Saatnya Kembali pada Wahyu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musik bukanlah haram. Yang haram adalah <\/span><b>penggunaan musik untuk menyesatkan, melalaikan, atau menjerumuskan manusia dari nilai-nilai kebenaran.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Maka yang harus dikritik bukanlah nadanya, tapi niat dan dampaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika manusia lebih mengagungkan fatwa daripada wahyu, di situlah agama kehilangan jiwanya. Sebab, <\/span><b>Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk membenci keindahan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Justru, Dia memerintahkan agar manusia bersyukur atasnya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKatakanlah: Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS Al-A\u2019raf [7]: 32)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, bila musik mampu menggetarkan hati untuk mengingat Allah, menyentuh nurani untuk berbuat baik, dan menumbuhkan rasa syukur, itu bukanlah dosa\u2014melainkan ibadah dalam bentuk yang lain.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15079,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[2285,2284,1857],"newstopic":[],"class_list":["post-15078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-keindahan-musik","tag-larangan-musik","tag-musik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-18T12:56:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-18T13:05:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1184\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an\",\"datePublished\":\"2025-10-18T12:56:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-18T13:05:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/\"},\"wordCount\":625,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/pemuda_-1.jpg\",\"keywords\":[\"keindahan musik\",\"larangan musik\",\"musik\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/\",\"name\":\"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/pemuda_-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-18T12:56:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-18T13:05:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/pemuda_-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/pemuda_-1.jpg\",\"width\":1184,\"height\":672,\"caption\":\"Musik telah menjadi bagian dari ekspresi spiritual manusia sejak berabad-abad. Namun, sebagian kelompok masih menganggapnya sebagai dosa besar.(ilustrasi.doc.ppm)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/18\\\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-18T12:56:56+00:00","article_modified_time":"2025-10-18T13:05:01+00:00","og_image":[{"width":1184,"height":672,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an","datePublished":"2025-10-18T12:56:56+00:00","dateModified":"2025-10-18T13:05:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/"},"wordCount":625,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg","keywords":["keindahan musik","larangan musik","musik"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/","name":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg","datePublished":"2025-10-18T12:56:56+00:00","dateModified":"2025-10-18T13:05:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg","width":1184,"height":672,"caption":"Musik telah menjadi bagian dari ekspresi spiritual manusia sejak berabad-abad. Namun, sebagian kelompok masih menganggapnya sebagai dosa besar.(ilustrasi.doc.ppm)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/18\/ketika-fatwa-mengalahkan-wahyu-menggugat-pengharaman-musik-dari-sudut-pandang-quran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Fatwa Mengalahkan Wahyu: Menggugat Pengharaman Musik dari Sudut Pandang Qur\u2019an"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-200x114.jpg",200,114,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pemuda_-1-200x114.jpg",200,114,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah kemajuan peradaban dan keterbukaan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15078"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15078\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15081,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15078\/revisions\/15081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15079"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15078"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}