{"id":15148,"date":"2025-10-23T04:30:08","date_gmt":"2025-10-23T04:30:08","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15148"},"modified":"2025-10-23T04:32:37","modified_gmt":"2025-10-23T04:32:37","slug":"tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/","title":{"rendered":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;<\/strong> Dalam perjalanan sejarah Islam, kata <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/\">tafarraq\u016b<\/a> (berpecah-belah) sering digunakan untuk menggambarkan kondisi umat yang kehilangan arah. Perpecahan itu bukan hanya persoalan teologis, melainkan juga sosiologis\u2014ketika umat lebih sibuk memperjuangkan \u201cnama\u201d kelompok daripada menghidupkan ajaran kebenaran itu sendiri. Al-Qur\u2019an menyinggung fenomena ini secara tegas, memperingatkan bahwa perpecahan bukanlah tanda kekayaan intelektual, tetapi gejala menjauhnya manusia dari sumber petunjuk sejati: wahyu.<\/p>\n<p><strong>Ayat Pembuka: Peringatan terhadap Perpecahan<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0650\u0651\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c<br \/>\n&#8220;Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat azab yang berat.&#8221;*(QS. \u0100li \u2018Imr\u0101n [3]: 105)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini tidak hanya menyoroti perpecahan teologis, tetapi juga menyinggung kemerosotan moral yang terjadi setelah datangnya bayyin\u0101t\u2014keterangan yang jelas dari Allah. Tafarruq muncul ketika wahyu dijadikan alat legitimasi kelompok, bukan sumber penyatuan hati.<\/p>\n<p><strong>Agama yang Terbelah oleh Nama<\/strong><\/p>\n<p>Perpecahan umat sering dimulai dari hal yang tampak sepele: penamaan. Sebagian menyebut dirinya Sunni, sebagian Syiah, sebagian lagi Salafi atau Sufi. Namun, Al-Qur\u2019an tidak menamai agama dengan label-label itu. Allah menyebut agama-Nya dengan satu sebutan universal: al-Isl\u0101m\u2014penyerahan diri kepada-Nya.<\/p>\n<blockquote><p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f<br \/>\n\u201cSesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.\u201d(QS. \u0100li \u2018Imr\u0101n [3]: 19)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ketika manusia mulai menamai dirinya berdasarkan kelompok atau mazhab, mereka tanpa sadar sedang mengganti identitas yang ditetapkan Allah dengan identitas buatan manusia. Inilah awal dari *tafarraq*\u2014pecahnya kesatuan spiritual menjadi sekadar loyalitas sosial.<\/p>\n<p><strong>\u00a0Tafarruq dan Krisis Kepemimpinan Ruhani<\/strong><\/p>\n<p>Perpecahan juga muncul karena krisis ulul amr\u2014otoritas moral dan intelektual yang berpegang pada Al-Qur\u2019an. Dalam banyak komunitas, kepemimpinan agama berubah menjadi perebutan pengaruh dan status, bukan pencarian kebenaran. Padahal Allah menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627<br \/>\n\u201cBerpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.\u201d*QS. \u0100li \u2018Imr\u0101n [3]: 103)<\/p><\/blockquote>\n<p>Tali Allah (\u1e25ablull\u0101h) bukanlah sekadar simbol ukhuwah, tetapi sistem nilai yang mempersatukan manusia di bawah otoritas kebenaran wahyu. Ketika tali itu ditinggalkan, setiap kelompok mulai menafsirkan kebenaran menurut kepentingannya sendiri.<\/p>\n<p><strong>\u00a0Tafarruq sebagai Gejala Sosial dan Epistemologis<\/strong><\/p>\n<p>Dalam konteks modern, *tafarraq* tak hanya berarti perpecahan akidah, melainkan juga *fragmentasi pengetahuan*. Masing-masing kelompok mengklaim \u201ckebenaran tunggal\u201d berdasarkan sumber-sumber sekunder, sementara ayat-ayat Al-Qur\u2019an ditinggalkan atau dibaca secara parsial. Ini yang dimaksud dengan *tafarraq* epistemik\u2014perpecahan cara berpikir umat terhadap wahyu.<\/p>\n<blockquote><p>Fenomena ini menjelaskan mengapa perbedaan pandangan sering berubah menjadi konflik sosial. Tafsir yang mestinya memperluas cakrawala justru menyempitkan ruang berpikir, karena digunakan untuk menegaskan identitas kelompok, bukan mencari hikmah.<\/p>\n<p>\u201cUmat tidak berpecah karena perbedaan tafsir, tetapi karena menjadikan tafsir sebagai alat kekuasaan.\u201d asyary hasan<\/p><\/blockquote>\n<p><strong> Jalan Kembali \u2013 Dari Nama ke Esensi<\/strong><\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an mengajak manusia kembali pada *millah Ibr\u0101h\u012bm*\u2014jalan penyerahan diri yang murni. Identitas keislaman sejati bukan ditentukan oleh simbol atau mazhab, melainkan oleh ketundukan hati dan amal saleh.<\/p>\n<blockquote><p>\u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<br \/>\n\u201c(Ikutilah) agama ayahmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu orang-orang Muslim sebelumnya.&#8221;(QS. Al-\u1e24ajj [22]: 78)*<\/p><\/blockquote>\n<p>Ketika kita menyadari bahwa Islam adalah \u201cpenyerahan diri kepada kebenaran,\u201d maka perbedaan mazhab atau pemikiran tidak lagi menjadi ancaman. Justru di situlah letak rahmat\u2014selama semuanya kembali pada sumber yang sama: Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p><strong>Tafarruq<\/strong><\/p>\n<p>\u201cTafarruq\u201d bukan sekadar perpecahan organisasi, tetapi pecahnya kesadaran umat dari nilai ilahiah. Ia terjadi ketika nama lebih diagungkan daripada ajaran, ketika simbol lebih diutamakan daripada substansi. Jalan keluarnya bukan meniadakan perbedaan, melainkan mengembalikan arah pandang: dari nama menuju hakikat, dari kelompok menuju wahyu.*(emha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam perjalanan sejarah Islam, kata tafarraq\u016b&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15149,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1922,416,1140,2308],"newstopic":[],"class_list":["post-15148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-ajaran-islam","tag-islam","tag-perpecahan-umat","tag-perpecahan-umat-karena-nama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam perjalanan sejarah Islam, kata tafarraq\u016b...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-23T04:30:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-23T04:32:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran\",\"datePublished\":\"2025-10-23T04:30:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-23T04:32:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/\"},\"wordCount\":544,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Perpecahan-umat.jpg\",\"keywords\":[\"ajaran islam\",\"islam\",\"perpecahan umat\",\"perpecahan umat karena nama\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/\",\"name\":\"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Perpecahan-umat.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-23T04:30:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-23T04:32:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Perpecahan-umat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Perpecahan-umat.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896,\"caption\":\"Umat Islam di berbagai penjuru dunia memiliki keragaman mazhab dan pemikiran\u2014namun Al-Qur\u2019an mengingatkan bahwa perpecahan yang sesungguhnya lahir dari sikap meninggalkan wahyu, bukan dari perbedaan penafsiran.(doc.ppm)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/23\\\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam perjalanan sejarah Islam, kata tafarraq\u016b...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-23T04:30:08+00:00","article_modified_time":"2025-10-23T04:32:37+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran","datePublished":"2025-10-23T04:30:08+00:00","dateModified":"2025-10-23T04:32:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/"},"wordCount":544,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg","keywords":["ajaran islam","islam","perpecahan umat","perpecahan umat karena nama"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/","name":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg","datePublished":"2025-10-23T04:30:08+00:00","dateModified":"2025-10-23T04:32:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg","width":1600,"height":896,"caption":"Umat Islam di berbagai penjuru dunia memiliki keragaman mazhab dan pemikiran\u2014namun Al-Qur\u2019an mengingatkan bahwa perpecahan yang sesungguhnya lahir dari sikap meninggalkan wahyu, bukan dari perbedaan penafsiran.(doc.ppm)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/tafarruq-ketika-umat-terpecah-oleh-nama-bukan-oleh-ajaran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tafarruq: Ketika Umat Terpecah oleh Nama, Bukan oleh Ajaran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam perjalanan sejarah Islam, kata tafarraq\u016b...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Perpecahan-umat-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam perjalanan sejarah Islam, kata tafarraq\u016b...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15148"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15154,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15148\/revisions\/15154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15148"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}