{"id":15179,"date":"2025-10-24T10:11:46","date_gmt":"2025-10-24T10:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15179"},"modified":"2025-10-24T10:17:24","modified_gmt":"2025-10-24T10:17:24","slug":"saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/","title":{"rendered":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com.Jakarta<\/strong>&#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/\">Demokrasi<\/a> seharusnya tumbuh dari nalar publik yang sehat, bukan dari sorak-sorai massa yang terpesona. Namun, politik Indonesia kini sering tampak lebih mirip panggung hiburan daripada forum kebijakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemimpin diperlakukan seperti selebritas, rakyat menjadi penonton, dan kritik berubah menjadi ancaman. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah wajah baru demokrasi kita: demokrasi yang bergeser dari rasionalitas menuju ritual pemujaan.<\/span><\/p>\n<p><strong> Politik di Era Citra<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan politik modern dikuasai oleh citra. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Figur politik bukan lagi dinilai dari gagasan dan rekam jejak, tetapi dari cara ia tampil di layar kaca dan media sosial.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kampanye menjadi pertunjukan visual, dan kebenaran sering kalah oleh viralitas. <\/span>\u201cKita sedang hidup di masa ketika yang dikagumi bukan isi pikirannya, tapi gaya bicaranya,\u201d<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika politik berubah menjadi panggung pemujaan, rakyat berhenti menjadi warga dan menjadi penonton.\u201d ujar <\/span>Guru Gembul**<\/p><\/blockquote>\n<p><strong> Demokrasi yang Kehilangan Daya Kritis<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Krisis demokrasi hari ini bukan karena kurangnya partisipasi rakyat, tetapi karena hilangnya kualitas partisipasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat hadir di ruang politik, tetapi tidak membawa pertanyaan kritis.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kita bersemangat mendukung, namun enggan menilai dengan jernih. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kultus terhadap figur politik mematikan tradisi berpikir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemimpin yang seharusnya diawasi justru dipuja; yang mestinya dikritik malah dilindungi dari pertanyaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat perdebatan ide berubah menjadi arena fanatisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, demokrasi kehilangan fungsi pendidikannya. Ia tidak lagi melatih warga menjadi rasional, tetapi hanya memelihara loyalitas emosional.<\/span><\/p>\n<p><strong> Media Sosial dan Ekonomi Emosi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peran media sosial semakin memperkuat budaya pemujaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pernyataan politik langsung menjadi konten.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kemarahan, kesetiaan, dan cinta buta diperdagangkan dalam bentuk <em>engagement<\/em>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Politik pun kehilangan nilai deliberatifnya\u2014tak lagi membicarakan kebijakan, tapi siapa yang paling disukai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini menciptakan apa yang disebut para sosiolog sebagai <em><strong>emotional democracy<\/strong><\/em>\u2014demokrasi yang digerakkan oleh emosi, bukan logika.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dan begitu emosi mengambil alih, rasionalitas publik terpinggirkan.<\/span><\/p>\n<p><strong> Jalan Pulang: Mengembalikan Akal Sehat Politik<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demokrasi sejati hanya bisa hidup bila warga mau berpikir. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik bukan tanda permusuhan, tetapi ekspresi cinta pada kebenaran.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kita harus berani menilai pemimpin dengan akal, bukan dengan perasaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pemimpin yang baik bukan yang disembah, melainkan yang mau dipertanggungjawabkan.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Gembul mengingatkan, \u201cKalau rakyat berhenti berpikir, maka pemimpin akan berhenti mendengar.**\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan ini sederhana tapi penting: hanya dengan akal sehat, demokrasi bisa diselamatkan dari jebakan pemujaan figur. <\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Demokrasi bukan panggung penyembahan, tapi ruang percakapan antara pikiran dan nurani.* (acank)<\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Demokrasi seharusnya tumbuh dari nalar publik yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15180,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: acank| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[788,2319,2320,2314],"newstopic":[],"class_list":["post-15179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-demokrasi","tag-figur-pemimpin","tag-kulyus-figur","tag-panggung-politik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Demokrasi seharusnya tumbuh dari nalar publik yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-24T10:11:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-24T10:17:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur\",\"datePublished\":\"2025-10-24T10:11:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T10:17:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/\"},\"wordCount\":371,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/panggung.jpg\",\"keywords\":[\"demokrasi\",\"figur pemimpin\",\"kulyus figur\",\"panggung politik\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/\",\"name\":\"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/panggung.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-24T10:11:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T10:17:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/panggung.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/panggung.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896,\"caption\":\"Politik yang seharusnya menjadi arena gagasan kini sering berubah menjadi panggung pemujaan figur. *(Ilustrasi)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/24\\\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Demokrasi seharusnya tumbuh dari nalar publik yang...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-24T10:11:46+00:00","article_modified_time":"2025-10-24T10:17:24+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur","datePublished":"2025-10-24T10:11:46+00:00","dateModified":"2025-10-24T10:17:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/"},"wordCount":371,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg","keywords":["demokrasi","figur pemimpin","kulyus figur","panggung politik"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/","name":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg","datePublished":"2025-10-24T10:11:46+00:00","dateModified":"2025-10-24T10:17:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg","width":1600,"height":896,"caption":"Politik yang seharusnya menjadi arena gagasan kini sering berubah menjadi panggung pemujaan figur. *(Ilustrasi)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/24\/saat-demokrasi-menjadi-panggung-pemujaan-figur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saat Demokrasi Menjadi Panggung Pemujaan Figur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Demokrasi seharusnya tumbuh dari nalar publik yang...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/panggung-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Demokrasi seharusnya tumbuh dari nalar publik yang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15179"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15183,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15179\/revisions\/15183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15179"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}