{"id":15375,"date":"2025-11-04T08:37:20","date_gmt":"2025-11-04T08:37:20","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15375"},"modified":"2025-11-04T08:37:44","modified_gmt":"2025-11-04T08:37:44","slug":"antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/","title":{"rendered":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmidonesia.com. Jakarta<\/strong> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/\">Hukum dan politik<\/a> kini telah berpindah panggung\u2014dari ruang debat publik ke layar ponsel.<br \/>\nApa pun yang viral segera menjadi \u201ckebenaran\u201d baru.<br \/>\nSebuah video berdurasi tiga puluh detik bisa membentuk opini lebih kuat daripada dokumen hukum setebal seratus halaman.<\/p>\n<p>Kita hidup di masa ketika <em>like<\/em> lebih berpengaruh daripada logika.<br \/>\nFenomena ini menggambarkan krisis literasi hukum dan politik yang semakin dalam di tengah masyarakat digital Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Demokrasi yang Serba Emosional<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah derasnya arus media sosial, perdebatan politik dan hukum sering kali kehilangan arah.<br \/>\nAlih-alih berbasis argumen, ruang publik kini dipenuhi komentar emosional dan opini spontan tanpa dasar yang kuat.<\/p>\n<p>Ketika Mahkamah Konstitusi membacakan putusan penting, lebih banyak warganet menonton <em>clip reaction<\/em> ketimbang membaca naskah resminya.<br \/>\nBegitu pula dalam politik: rakyat sibuk memperdebatkan gaya bicara pemimpin, bukan isi kebijakannya.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cKita rajin berkomentar, tapi jarang membaca; rajin mengkritik, tapi enggan memahami.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Demokrasi digital memang membuka kebebasan berekspresi, tapi tanpa literasi, kebebasan itu berubah menjadi kebisingan.<\/p>\n<p><strong>Antara Hukum, Hoaks, dan Histeria<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu gejala paling mencolok dari krisis literasi hukum adalah mudahnya publik percaya pada kabar palsu.<br \/>\nKetika sebuah kasus hukum mencuat, masyarakat cepat sekali membentuk opini tanpa memeriksa fakta.<\/p>\n<p>Narasi disusun dari potongan video, bukan dari pasal undang-undang.<br \/>\nOpini dibangun dari tajuk yang bombastis, bukan dari isi perkara.<br \/>\nPadahal, hukum adalah soal ketepatan, bukan perasaan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cKetika emosi menggantikan argumentasi, keadilan berubah menjadi drama.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Krisis ini bukan hanya karena rendahnya minat baca, tapi juga karena cara media sosial bekerja.<br \/>\nAlgoritma dirancang untuk memanjakan emosi pengguna, bukan menumbuhkan nalar kritis.<br \/>\nSemakin marah kita, semakin sering konten itu muncul di layar.<\/p>\n<p><strong>Politik Sebagai Spektakel<\/strong><\/p>\n<p>Fenomena serupa terjadi dalam dunia politik.<br \/>\nKampanye kini tak lagi soal gagasan, tetapi soal gaya.<br \/>\nKandidat yang pandai tersenyum dan fasih bermain di media sosial sering kali lebih mudah menarik dukungan ketimbang yang tekun menjelaskan program kerja.<\/p>\n<p>Politik berubah menjadi pertunjukan, dan rakyat menjadi penonton.<br \/>\nPemilu diukur dari jumlah <em>viewers<\/em>, bukan dari jumlah warga yang memahami substansi kebijakan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cKita sedang menyaksikan politik yang lebih banyak menghibur daripada mencerdaskan.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Masalahnya bukan hanya pada politisi, tapi juga pada publik.<br \/>\nKita lebih cepat tersentuh oleh narasi personal ketimbang gagasan publik.<br \/>\nKita ingin pemimpin yang \u201cnyambung\u201d, bukan yang berpikir.<\/p>\n<p><strong>Media Sosial dan Ilusi Partisipasi<\/strong><\/p>\n<p>Media sosial seolah memberi ruang bagi partisipasi rakyat.<br \/>\nNamun sering kali, partisipasi itu hanya sebatas klik, komentar, dan <em>share<\/em>.<br \/>\nKita merasa sudah ikut berpolitik hanya karena menulis status atau memberi emoji marah di kolom komentar.<\/p>\n<p>Padahal, partisipasi sejati memerlukan keterlibatan rasional\u2014memahami isu, menimbang argumen, dan menuntut akuntabilitas.<br \/>\nTanpa itu, politik digital hanyalah pesta pikiran yang dangkal.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cKita mengira sedang berpartisipasi, padahal hanya sedang terhibur oleh kegaduhan.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Membangun Literasi, Menjaga Akal Sehat<\/strong><\/p>\n<p>Krisis literasi hukum dan politik tidak bisa diatasi dengan imbauan moral semata.<br \/>\nIa butuh strategi nasional yang melibatkan pendidikan, media, dan masyarakat sipil.<\/p>\n<p>Pertama, <strong>pendidikan kewargaan digital<\/strong> harus diajarkan sejak dini.<br \/>\nSiswa perlu dilatih untuk berpikir kritis terhadap informasi hukum dan politik yang mereka temui di dunia maya.<\/p>\n<p>Kedua, <strong>media arus utama<\/strong> perlu kembali menegaskan fungsinya sebagai penjernih, bukan sekadar penyalur informasi.<br \/>\nKecepatan boleh penting, tetapi kedalaman jauh lebih bermakna.<\/p>\n<p>Ketiga, <strong>pemimpin publik<\/strong> perlu menjadi teladan dengan komunikasi yang jujur dan edukatif, bukan sekadar viral.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cRakyat tidak butuh pemimpin yang pandai bermain algoritma, tapi yang mampu menuntun logika.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Menutup dengan Kesadaran Baru<\/strong><\/p>\n<p>Kita mungkin tak bisa menolak era digital, tapi kita bisa memilih cara hidup di dalamnya.<br \/>\nDi antara banjir informasi, tugas kita adalah menjaga kejernihan berpikir.<br \/>\nSebab, demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh di atas fondasi rasionalitas, bukan popularitas.<\/p>\n<p>Kita boleh berdebat di dunia maya, tapi marilah kita belajar kembali membaca dengan hati dan berpikir dengan nalar.<br \/>\nKarena hanya dengan begitu, <em>like<\/em> tidak lagi mengalahkan logika. (acank)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmidonesia.com. Jakarta &#8211; Hukum dan politik kini telah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15376,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; acank| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,131],"tags":[332,1398,741],"newstopic":[],"class_list":["post-15375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-politik","tag-hukum","tag-media-sosial","tag-politik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmidonesia.com. Jakarta &#8211; Hukum dan politik kini telah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-04T08:37:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-04T08:37:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1376\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita\",\"datePublished\":\"2025-11-04T08:37:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-04T08:37:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/\"},\"wordCount\":613,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga-menonton.jpg\",\"keywords\":[\"hukum\",\"media sosial\",\"politik\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Politik\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/\",\"name\":\"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga-menonton.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-04T08:37:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-04T08:37:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga-menonton.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga-menonton.jpg\",\"width\":1376,\"height\":768,\"caption\":\"Warga memantau sidang Mahkamah Konstitusi melalui siaran langsung di media sosial. Reaksi publik lebih banyak muncul dari potongan video daripada membaca naskah putusan.(ilustrasi)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/04\\\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia","og_description":"ppmidonesia.com. Jakarta &#8211; Hukum dan politik kini telah...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-11-04T08:37:20+00:00","article_modified_time":"2025-11-04T08:37:44+00:00","og_image":[{"width":1376,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita","datePublished":"2025-11-04T08:37:20+00:00","dateModified":"2025-11-04T08:37:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/"},"wordCount":613,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg","keywords":["hukum","media sosial","politik"],"articleSection":["Berita","Politik"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/","name":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg","datePublished":"2025-11-04T08:37:20+00:00","dateModified":"2025-11-04T08:37:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg","width":1376,"height":768,"caption":"Warga memantau sidang Mahkamah Konstitusi melalui siaran langsung di media sosial. Reaksi publik lebih banyak muncul dari potongan video daripada membaca naskah putusan.(ilustrasi)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/04\/antara-like-dan-logika-krisis-literasi-hukum-dan-politik-kita\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Like dan Logika: Krisis Literasi Hukum dan Politik Kita"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmidonesia.com. Jakarta &#8211; Hukum dan politik kini telah...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-menonton-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/politik\/\" rel=\"category tag\">Politik<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmidonesia.com. Jakarta &#8211; Hukum dan politik kini telah...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15375"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15378,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15375\/revisions\/15378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15375"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}