{"id":15495,"date":"2025-11-11T06:33:34","date_gmt":"2025-11-11T06:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15495"},"modified":"2025-11-11T08:25:44","modified_gmt":"2025-11-11T08:25:44","slug":"kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/","title":{"rendered":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;<\/strong><a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/\"> Politik<\/a> di negeri ini perlahan berubah menjadi panggung hiburan.<br \/>\nTokoh-tokoh tampil seperti selebritas, pidato disulap menjadi konten viral, dan kebijakan dipromosikan layaknya iklan produk.<br \/>\nKita menyaksikan politik kehilangan kedalamannya, digantikan oleh sorak-sorai penggemar.<\/p>\n<p>Kultus individu telah menggantikan rasionalitas politik.<br \/>\nPublik lebih sibuk mengagumi sosok daripada menimbang gagasan.<br \/>\nDi tengah hiruk-pikuk ini, imajinasi politik kita mati\u2014bersama akal sehat yang perlahan surut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKita lebih sering memilih siapa yang kita suka, bukan apa yang kita yakini.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Politik yang Berubah Jadi Pertunjukan<\/strong><\/p>\n<p>Era media sosial membuat politik tak lagi sekadar urusan kebijakan publik.<br \/>\nIa kini bersinggungan erat dengan dunia hiburan.<br \/>\nFigur politik berlomba tampil menarik, lucu, dan menghibur\u2014seolah kualitas kepemimpinan diukur dari kemampuan mencuri perhatian layar.<\/p>\n<p>Panggung politik bergeser dari ruang debat menuju ruang panggung.<br \/>\nKeberanian menyanyi di televisi lebih menarik perhatian ketimbang keberanian menegakkan hukum.<br \/>\nSetiap gestur, busana, hingga komentar ringan tokoh politik berubah menjadi bahan pemberitaan.<\/p>\n<p>Akibatnya, politik tak lagi mendidik, melainkan menghibur.<br \/>\nIa kehilangan daya reflektifnya untuk menumbuhkan kesadaran publik.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPopularitas menggantikan integritas; pencitraan menyingkirkan substansi.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Media dan Logika Algoritma<\/strong><\/p>\n<p>Media sosial mempercepat transformasi ini.<br \/>\nDalam logika algoritma, yang viral dianggap relevan, yang ramai dianggap benar.<br \/>\nPolitik pun menyesuaikan diri: menjadi ringan, cepat, dan mudah dikonsumsi.<\/p>\n<p>Ketika perbincangan publik lebih sering menilai *siapa yang bicara* ketimbang *apa yang dibicarakan*, demokrasi kehilangan pijakan rasionalnya.<br \/>\nHukum kehilangan wibawa, dan politik kehilangan arah.<\/p>\n<p>Sosiolog politik Ariel Heryanto pernah menyebut fenomena ini sebagai \u201c*entertainmentalization of politics*\u201d\u2014politik yang terperangkap dalam logika hiburan, di mana substansi digantikan oleh sensasi.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cDi bawah sorot kamera, politik menjadi seni memikat, bukan seni memimpin.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Kultus Individu, Hilangnya Imajinasi Kolektif<\/strong><\/p>\n<p>Kultus individu tumbuh subur di ruang publik yang kehilangan nalar kritis.<br \/>\nKita menaruh harapan besar pada satu figur, seolah masa depan bangsa dapat diselamatkan oleh seorang penyelamat tunggal.<br \/>\nPadahal, demokrasi sejatinya adalah sistem yang bertumpu pada kesadaran kolektif, bukan pada keajaiban individu.<\/p>\n<p>Kultus individu mematikan imajinasi politik warga.<br \/>\nKita berhenti membayangkan sistem yang adil dan mulai menunggu figur yang karismatik.<br \/>\nPadahal, perubahan sejati lahir dari partisipasi aktif, bukan dari kekaguman pasif.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKekaguman yang berlebihan adalah bentuk lain dari penyerahan akal.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Krisis Dialog dan Hilangnya Keberanian Bertanya<\/strong><\/p>\n<p>Dalam kultur politik yang sarat simbol, bertanya sering dianggap tidak sopan.<br \/>\nPadahal, peradaban besar tumbuh dari keberanian untuk bertanya dan meragukan.<br \/>\nKetika ruang publik kehilangan dialog, politik berubah menjadi ajang pembenaran diri.<\/p>\n<p>Kritik terhadap tokoh tertentu kerap dianggap serangan personal.<br \/>\nPerbedaan pandangan disamakan dengan pengkhianatan.<br \/>\nAkal sehat digantikan loyalitas buta.<\/p>\n<p>Kita lupa bahwa demokrasi tumbuh dari perdebatan, bukan dari keseragaman.<br \/>\nDan ketika masyarakat lebih takut bertanya daripada percaya, saat itulah politik berhenti menjadi alat emansipasi, dan berubah menjadi alat domestikasi.<\/p>\n<p><strong>Menyalakan Kembali Imajinasi Politik<\/strong><\/p>\n<p>Untuk keluar dari jebakan kultus individu, bangsa ini perlu menyalakan kembali imajinasi politiknya.<br \/>\nPolitik harus dipulihkan sebagai ruang rasional, etis, dan visioner.<br \/>\nPemimpin harus dinilai dari gagasan, bukan gaya.<br \/>\nDan warga harus berani menjadi subjek politik\u2014berpikir, menimbang, dan mengoreksi.<\/p>\n<p>Pendidikan politik publik perlu diperkuat, bukan dengan jargon, tetapi dengan pembiasaan berpikir kritis.<br \/>\nMedia pun mesti kembali memainkan peran edukatif, bukan sekadar mengejar trafik.<br \/>\nKita butuh politik yang membebaskan, bukan yang meninabobokan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDemokrasi hanya hidup bila rakyatnya berani berpikir, bukan sekadar mengagumi.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Dari Kekaguman ke Kesadaran<\/strong><\/p>\n<p>Kultus individu hanya memberi ilusi stabilitas, bukan kemajuan.<br \/>\nIa menumpulkan daya kritis, menghapus keberagaman pandangan, dan menjauhkan kita dari cita-cita keadilan sosial.<\/p>\n<p>Politik yang sehat bukan tentang siapa yang paling dikagumi, tetapi tentang siapa yang paling siap melayani.<br \/>\nDan warga negara yang matang bukan yang paling loyal, melainkan yang paling rasional.<\/p>\n<p>Sebab, bangsa besar dibangun bukan oleh penggemar yang banyak, melainkan oleh warga yang berpikir.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKetika rakyat berhenti berpikir, politik berhenti bermakna.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Politik di negeri ini perlahan berubah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15496,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,131],"tags":[788,2411,1391],"newstopic":[],"class_list":["post-15495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-politik","tag-demokrasi","tag-demokrasi-zaman-modrn","tag-era-digital"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Politik di negeri ini perlahan berubah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-11T06:33:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-11T08:25:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1376\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik\",\"datePublished\":\"2025-11-11T06:33:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T08:25:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/\"},\"wordCount\":600,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga.jpg\",\"keywords\":[\"demokrasi\",\"demokrasi zaman modrn\",\"era digital\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Politik\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/\",\"name\":\"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-11T06:33:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T08:25:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/warga.jpg\",\"width\":1376,\"height\":768,\"caption\":\"Seorang warga menatap layar besar menayangkan pidato tokoh politik. Di sekelilingnya, orang-orang bersorak sambil mengangkat ponsel untuk merekam.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/11\\\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Politik di negeri ini perlahan berubah...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-11-11T06:33:34+00:00","article_modified_time":"2025-11-11T08:25:44+00:00","og_image":[{"width":1376,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik","datePublished":"2025-11-11T06:33:34+00:00","dateModified":"2025-11-11T08:25:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/"},"wordCount":600,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg","keywords":["demokrasi","demokrasi zaman modrn","era digital"],"articleSection":["Berita","Politik"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/","name":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg","datePublished":"2025-11-11T06:33:34+00:00","dateModified":"2025-11-11T08:25:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg","width":1376,"height":768,"caption":"Seorang warga menatap layar besar menayangkan pidato tokoh politik. Di sekelilingnya, orang-orang bersorak sambil mengangkat ponsel untuk merekam."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/11\/kultus-individu-dan-matinya-imajinasi-politi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kultus Individu dan Matinya Imajinasi Politik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Politik di negeri ini perlahan berubah...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/warga-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/politik\/\" rel=\"category tag\">Politik<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Politik di negeri ini perlahan berubah...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15495"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15504,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15495\/revisions\/15504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15495"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}