{"id":15655,"date":"2025-11-19T05:08:05","date_gmt":"2025-11-19T05:08:05","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15655"},"modified":"2025-11-19T05:08:54","modified_gmt":"2025-11-19T05:08:54","slug":"kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/","title":{"rendered":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com.Jakarta \u2014<\/strong> Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/\">kelapa<\/a> dunia. Namun, di balik luasnya perkebunan rakyat yang mencapai lebih dari 3,4 juta hektar, terdapat masalah struktural yang terus menggerus daya saing komoditas strategis ini. Mulai dari kebun kelapa yang menua, limbah air kelapa yang terbuang, hingga minimnya industrialisasi hilir, semua berujung pada satu persoalan besar: hilangnya nilai tambah di tingkat petani.<\/p>\n<p>Dari ujung Sumatera hingga Maluku, kelapa masih menjadi penopang ekonomi jutaan keluarga. Tetapi, produktivitas yang rendah dan rantai pasok yang belum efisien membuat komoditas ini terjebak sebagai <strong>\u201c<\/strong>pohon seribu manfaat yang tidak dimanfaatkan dengan baik<strong>.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kebun Tua dan Produktivitas yang Merosot<\/strong><\/p>\n<p>Data Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen kebun kelapa rakyat saat ini sudah memasuki kategori tua dan tidak produktif. Banyak pohon sudah berusia 40\u201370 tahun, jauh melewati usia optimal untuk menghasilkan buah dalam jumlah maksimal.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKebun yang menua membuat produktivitas mandek. Tanpa program peremajaan yang agresif, kita akan terus tertinggal,\u201d ujar <b>ashari <\/b>\u00a0aktivis PPM nasional Pemerhati Tanaman Kelapa.<\/p><\/blockquote>\n<p>Produktivitas kebun kelapa rakyat rata-rata hanya 0,8\u20131 ton kopra per hektar per tahun, jauh di bawah potensi optimal <strong>3\u20134 ton<\/strong>. Ketimpangan ini membuat pendapatan petani stagnan selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p>Sayangnya, program peremajaan berjalan lambat akibat keterbatasan bibit unggul, minimnya pendampingan teknis, dan tiadanya skema insentif jangka panjang yang menarik bagi petani.<\/p>\n<p><strong>Air Kelapa Terbuang Percuma<\/strong><\/p>\n<p>Masalah berikutnya muncul pada rantai pasok industri. <strong>Air kelapa<\/strong>, yang sebenarnya dapat menjadi bahan baku minuman, kecantikan, hingga fermentasi, sebagian besar justru terbuang di sentra-sentra produksi.<\/p>\n<p>Setiap tahun, diperkirakan jutaan liter air kelapa tidak termanfaatkan. Sebagian dibuang ke saluran air, sebagian lain dibiarkan mengalir begitu saja dari pengupasan buah di tingkat pengrajin.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDalam industri kelapa global, air kelapa adalah emas cair. Namun di Indonesia, ia masih dianggap limbah,\u201d kata <strong>Marcella Tandiono<\/strong>, pelaku industri pengolahan kelapa di Sulawesi Utara.<\/p><\/blockquote>\n<p>Padahal, permintaan internasional untuk <strong>coconut water<\/strong> terus meningkat, bahkan menjadi komponen penting dalam pasar minuman kesehatan dan olahraga. Peluang pasar bernilai tinggi ini belum banyak disentuh oleh pelaku industri kecil dan menengah di daerah.<\/p>\n<p><strong>Hilangnya Nilai Tambah Hilir<\/strong><\/p>\n<p>Pada tataran hilir, struktur industri kelapa Indonesia masih terpusat pada produk dengan nilai tambah rendah seperti kopra dan kelapa bulat. Konversi menjadi produk modern\u2014seperti VCO, nata de coco, coconut sugar, coconut milk powder, activated carbon, hingga coconut water RTD\u2014belum berkembang merata.<\/p>\n<p>Akibatnya, sebagian besar nilai tambah justru dinikmati industri besar atau negara lain yang mengimpor bahan baku dari Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKetergantungan pada kopra adalah masalah klasik. Kita harus naik kelas. Tanpa industrialisasi desa, petani akan terus berada di posisi paling lemah,\u201d ujar <strong>Risma Damanik<\/strong>, ekonom agribisnis Universitas Hasanuddin.<\/p>\n<p>Hilirisasi kelapa yang lambat membuat pendapatan petani sulit meningkat signifikan meskipun permintaan global terhadap produk turunan kelapa sebenarnya tumbuh cepat.<\/p>\n<p><strong>Rantai Pasok yang Tidak Terintegrasi<\/strong><\/p>\n<p>Permasalahan lain muncul pada minimnya integrasi rantai pasok dari kebun hingga industri. Banyak sentra kelapa belum memiliki: pusat pengumpulan buah yang standar, koperasi pengolahan berbasis desa, teknologi sortasi dan grading, koneksi digital rantai pasok, fasilitas logistik dingin untuk produk air kelapa.<\/p>\n<p>Ketiadaan ekosistem pendukung ini membuat harga di tingkat petani tidak stabil, bahkan sering jatuh di bawah biaya produksi.<\/p>\n<p><strong>Butuh Transformasi Sistemik<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah tengah menyusun peta jalan hilirisasi kelapa 2025\u20132045, yang mencakup program peremajaan massal, industrialisasi berbasis desa, dan digitalisasi rantai pasok. Namun, banyak pihak menekankan bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada dokumen kebijakan.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan harus mulai dari kebun. Petani harus mendapat bibit unggul, pelatihan teknis, dan akses pembiayaan yang terjangkau,\u201d ujar Syaiful.<\/p>\n<p>Sementara itu, para pelaku industri menilai bahwa insentif investasi di sektor pengolahan kelapa, termasuk untuk air kelapa, perlu diperluas.<\/p>\n<p><strong>Menjemput Momentum<\/strong><\/p>\n<p>Kelapa adalah komoditas yang menyimpan potensi besar dalam ekosistem pangan, energi terbarukan, dan produk kesehatan dunia. Namun, selama masalah fundamental\u2014kebun tua, limbah air kelapa, dan stagnasi industri hilir\u2014tidak dibenahi, Indonesia hanya akan menjadi pemasok bahan mentah murah bagi pasar global.<\/p>\n<p>Dengan lebih dari <strong>6<\/strong>,5 juta kepala keluarga bergantung pada komoditas ini, pembenahan sektor kelapa bukan hanya urgensi ekonomi, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan sosial pedesaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Indonesia selama ini dikenal sebagai salah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15656,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[36],"tags":[2309,1182,2453],"newstopic":[],"class_list":["post-15655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hilirisasi-kelapa","tag-kelapa","tag-potret-kelapa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Indonesia selama ini dikenal sebagai salah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-19T05:08:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-19T05:08:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1376\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-11-19T05:08:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-19T05:08:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":657,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/potret-kelapa.jpg\",\"keywords\":[\"Hilirisasi Kelapa\",\"kelapa\",\"potret kelapa\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/\",\"name\":\"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/potret-kelapa.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-19T05:08:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-19T05:08:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/potret-kelapa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/potret-kelapa.jpg\",\"width\":1376,\"height\":768,\"caption\":\"Ilustrasi potret kelapa indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/11\\\/19\\\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Indonesia selama ini dikenal sebagai salah...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-11-19T05:08:05+00:00","article_modified_time":"2025-11-19T05:08:54+00:00","og_image":[{"width":1376,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia","datePublished":"2025-11-19T05:08:05+00:00","dateModified":"2025-11-19T05:08:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/"},"wordCount":657,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg","keywords":["Hilirisasi Kelapa","kelapa","potret kelapa"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/","name":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg","datePublished":"2025-11-19T05:08:05+00:00","dateModified":"2025-11-19T05:08:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg","width":1376,"height":768,"caption":"Ilustrasi potret kelapa indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/19\/kebun-tua-air-kelapa-terbuang-nilai-tambah-hilang-potret-masalah-kelapa-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebun Tua, Air Kelapa Terbuang, Nilai Tambah Hilang: Potret Masalah Kelapa Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Indonesia selama ini dikenal sebagai salah...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa.jpg",1376,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/potret-kelapa-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Indonesia selama ini dikenal sebagai salah...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15655"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15658,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15655\/revisions\/15658"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15655"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}