{"id":15755,"date":"2025-12-05T06:28:57","date_gmt":"2025-12-05T06:28:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15755"},"modified":"2025-12-05T06:48:18","modified_gmt":"2025-12-05T06:48:18","slug":"tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/","title":{"rendered":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com.Jakarta<\/strong> &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan Kalimantan berubah drastis. Hutan-hutan lebat yang dahulu menjadi penyangga kehidupan kini berganti menjadi tambang terbuka, perkebunan kelapa sawit monokultur, dan industri kayu serat (HTI). Kombinasi tiga sektor ini, bila tidak dikendalikan, sedang menciptakan lingkaran kematian ekologis yang mempercepat laju bencana di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/\">Banjir bandang<\/a>, tanah longsor, kekeringan ekstrem, krisis air bersih, hingga kabut asap yang menutup langit adalah sebagian kecil dari dampaknya. Para pakar menyebutnya sebagai \u201ctriple ecological pressure\u201d\u2014tekanan berlapis yang menghancurkan sistem alam secara bersamaan.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Hutan_Hilang_Bencana_Datang_Pola_yang_Berulang\" >Hutan Hilang, Bencana Datang: Pola yang Berulang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Tambang_Luka_Terbuka_di_Atas_Tanah\" >Tambang: Luka Terbuka di Atas Tanah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Sawit_Monokultur_Penguras_Tanah\" >Sawit: Monokultur Penguras Tanah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Kayu_Serat_HTI_Penghabis_Ruang_Hidup_Flora_dan_Fauna\" >Kayu Serat (HTI): Penghabis Ruang Hidup Flora dan Fauna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Kombinasi_Mematikan_Ketika_Tiga_Sektor_Ini_Bertemu\" >Kombinasi Mematikan: Ketika Tiga Sektor Ini Bertemu**<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Siapa_yang_Paling_Menderita\" >Siapa yang Paling Menderita?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Apakah_Ada_Jalan_Keluar\" >Apakah Ada Jalan Keluar?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#Alarm_Besar_untuk_Indonesia\" >Alarm Besar untuk Indonesia**<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hutan_Hilang_Bencana_Datang_Pola_yang_Berulang\"><\/span><strong>Hutan Hilang, Bencana Datang: Pola yang Berulang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setiap tahun, ribuan hektare hutan alam\u2014yang berfungsi sebagai penyerap air, stabilisator tanah, dan penyimpan karbon\u2014beralih menjadi kawasan industri ekstraktif. Ketika pohon hilang, tanah kehilangan penyangga alami dan menjadi rapuh. Akibatnya:<\/p>\n<ol>\n<li>Banjir meningkat, karena air hujan tidak lagi terserap tanah.<\/li>\n<li>Longsor makin sering, karena akar yang merekatkan tanah telah hilang.<\/li>\n<li>Sungai penuh sedimentasi, akibat erosi berkepanjangan.<\/li>\n<li>Krisis air bersih muncul**, karena daerah resapan menghilang.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pola ini terlihat jelas di Sumatra Barat, Aceh, Riau, Jambi, hingga Kalimantan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tambang_Luka_Terbuka_di_Atas_Tanah\"><\/span><strong>Tambang: Luka Terbuka di Atas Tanah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tambang terbuka (open pit) meninggalkan bekas luka besar di permukaan bumi. Lubang-lubang bekas galian yang tidak direhabilitasi menjadi kolam raksasa berisi air asam, berbahaya bagi manusia dan biota.<\/p>\n<p>Kerusakan yang ditimbulkan tambang meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li>Hilangnya tutupan hutan secara permanen,<\/li>\n<li>Perubahan bentang alam yang memicu longsor<\/li>\n<li>Pencemaran air akibat limbah tambang<\/li>\n<li>Pemanasan lokal karena hilangnya vegetasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam banyak kasus, tambang membuat bentang alam kehilangan fungsi ekologisnya secara total.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sawit_Monokultur_Penguras_Tanah\"><\/span><strong>Sawit: Monokultur Penguras Tanah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perkebunan kelapa sawit digadang-gadang sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Tetapi riset demi riset menunjukkan bahwa monokultur sawit merusak tanah dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Dampak ekologis kelapa sawit:<\/p>\n<ol>\n<li>Tanah menjadi panas, kering, dan keras karena sinar matahari langsung.<\/li>\n<li>Makropori rusak, sehingga tanah tak mampu menyerap air hujan.<\/li>\n<li>Erosi meningkat, mencemari sungai dan mematikan organisme air.<\/li>\n<li>Keanekaragaman hayati hilang hingga 90% dalam radius perkebunan.<\/li>\n<li>Gas rumah kaca meningkat, terutama di area gambut.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sawit memang mendatangkan pemasukan jangka pendek, namun mengorbankan keberlanjutan lingkungan generasi mendatang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kayu_Serat_HTI_Penghabis_Ruang_Hidup_Flora_dan_Fauna\"><\/span><strong>Kayu Serat (HTI): Penghabis Ruang Hidup Flora dan Fauna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Industri kayu serat (akasia, eucalyptus) membutuhkan area yang luas dan umumnya menggantikan hutan alam. HTI, meskipun tampak hijau dari atas, sebenarnya adalah *hutan semu*.<\/p>\n<p>Mengapa HTI berbahaya?<\/p>\n<ol>\n<li>Menghilangkan habitat satwa seperti harimau Sumatra, gajah, dan orangutan.<\/li>\n<li>Menyedot air tanah dalam volume besar.<\/li>\n<li>Menciptakan daerah kering yang rentan terbakar.<\/li>\n<li>Memutus koridor ekologis, membatasi pergerakan satwa liar.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bersama sawit dan tambang, HTI membentuk \u201csabuk kerusakan\u201d yang membelah pulau-pulau besar Indonesia.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kombinasi_Mematikan_Ketika_Tiga_Sektor_Ini_Bertemu\"><\/span><strong>Kombinasi Mematikan: Ketika Tiga Sektor Ini Bertemu<\/strong>**<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di banyak daerah, tambang, sawit, dan kayu serat berada dalam radius yang sama. Ketika ketiganya hadir berdampingan, efek kerusakannya *berlipat ganda*:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Resapan hilang total<\/strong>. Sawit dan HTI menutup tanah dengan akar dangkal, sementara tambang menghilangkan tanah sama sekal<\/li>\n<li><strong>Air larian meningkat 4\u201310 kali lipa<\/strong>t. Hal ini memicu *banjir bandang* yang muncul lebih cepat dari biasanya.<\/li>\n<li><strong>Tanah kehilangan kestabilannya<\/strong>. Gabungan erosi tambang + panas sawit + kekeringan HTI menjadikan tanah rapuh.<\/li>\n<li><strong>Ekosistem runtuh<\/strong>. Satwa kehilangan ruang hidup; tanaman asli punah; sungai rusak permanen.<\/li>\n<li><strong>Krisis iklim lokal<\/strong>. Suhu naik, kelembaban turun, hujan menjadi semakin ekstrem.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hasil akhirnya adalah bencana yang tidak lagi bersifat insidental, tetapi struktural.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_yang_Paling_Menderita\"><\/span><strong>Siapa yang Paling Menderita?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ironisnya, korban terbesar bukan para pelaku industri, melainkan: masyarakat desa di hilir sungai, petani dan nelayan, perempuan yang bergantung pada air bersih, anak-anak yang terkena ISPA akibat asap, komunitas adat yang kehilangan wilayah hidupnya.<\/p>\n<p>Bencana ekologis ini adalah bentuk ketidakadilan yang tak terlihat, namun paling dalam dirasakan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Ada_Jalan_Keluar\"><\/span><strong>Apakah Ada Jalan Keluar?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ya, namun membutuhkan keberanian politik dan komitmen jangka panjang.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Moratorium total di kawasan rawan ekologis<\/strong>. Gunung, hulu sungai, dan kawasan lindung harus *bebas industri ekstraktif.<\/li>\n<li><strong>Reforestasi berbasis spesies lokal<\/strong>. Bukan akasia atau eucalyptus, tetapi meranti, keruing, damar, dan jenis asli lainnya.<\/li>\n<li><strong>Audit lingkungan yang transparan<\/strong>.\u00a0 Setiap izin harus dievaluasi berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.<\/li>\n<li><strong>Penguatan ekonomi masyarakat<\/strong>. Ekowisata, pertanian organik, perikanan air tawar, dan hutan desa terbukti lebih berkelanjutan.<\/li>\n<li><strong>Penegakan hukum tanpa pandang bulu<\/strong>. Sebab kerusakan ekologis adalah kejahatan terhadap generasi mendatang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alarm_Besar_untuk_Indonesia\"><\/span><strong>Alarm Besar untuk Indonesia*<\/strong>*<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kombinasi tambang, sawit, dan kayu serat bukan sekadar masalah tata ruang atau ekonomi. Ini adalah ancaman eksistensial bagi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas. Bila pola eksploitasi hari ini tidak diubah, Indonesia tidak hanya kehilangan hutan\u2014tetapi kehilangan masa depan.<\/p>\n<p>Bencana yang datang silih berganti adalah tanda bahwa alam sedang menagih kembali keseimbangan yang kita rusak.<\/p>\n<blockquote><p>Saatnya Indonesia memilih:<br \/>\nmelanjutkan jalan kehancuran, atau mulai membangun ulang harmoni dengan alam.<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: acank| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[2476,1796,2475,2474,358,2477],"newstopic":[],"class_list":["post-15755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-bencana-banjir","tag-kerusakan-alam","tag-rusaknya-ekologi","tag-sawit","tag-tambang","tag-tanah-longsor"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-05T06:28:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-05T06:48:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana\",\"datePublished\":\"2025-12-05T06:28:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-05T06:48:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/\"},\"wordCount\":732,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/tambang-1-min.jpg\",\"keywords\":[\"bencana banjir\",\"kerusakan alam\",\"rusaknya ekologi\",\"sawit\",\"tambang\",\"tanah longsor\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/\",\"name\":\"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/tambang-1-min.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-05T06:28:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-05T06:48:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/tambang-1-min.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/tambang-1-min.jpg\",\"width\":666,\"height\":375},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/12\\\/05\\\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-12-05T06:28:57+00:00","article_modified_time":"2025-12-05T06:48:18+00:00","og_image":[{"width":666,"height":375,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana","datePublished":"2025-12-05T06:28:57+00:00","dateModified":"2025-12-05T06:48:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/"},"wordCount":732,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg","keywords":["bencana banjir","kerusakan alam","rusaknya ekologi","sawit","tambang","tanah longsor"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/","name":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg","datePublished":"2025-12-05T06:28:57+00:00","dateModified":"2025-12-05T06:48:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg","width":666,"height":375},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/05\/tambang-sawit-dan-kayu-serat-kombinasi-mematikan-yang-mempercepat-bencana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tambang, Sawit, dan Kayu Serat: Kombinasi Mematikan yang Mempercepat Bencana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min.jpg",666,375,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tambang-1-min-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211;\u00a0 Dalam dua dekade terakhir, Sumatra dan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15755"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15759,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15755\/revisions\/15759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15755"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}