{"id":16238,"date":"2026-01-11T06:42:30","date_gmt":"2026-01-11T06:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=16238"},"modified":"2026-01-11T06:43:29","modified_gmt":"2026-01-11T06:43:29","slug":"kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/","title":{"rendered":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com. Jakarta<\/strong> &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis dari pusat-pusat kekuasaan di Jawa atau Sumatra. Di Timur Indonesia, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/\">Kesultanan Ternate<\/a> pernah berdiri sebagai salah satu poros peradaban maritim dunia\u2014menghubungkan perdagangan global, penyebaran Islam, dan dinamika geopolitik internasional sejak abad pertengahan.<\/p>\n<p>Dari pulau kecil di Maluku Utara, Ternate tumbuh menjadi kekuatan regional yang disegani, sekaligus simbol ketahanan Nusantara Timur menghadapi arus kolonialisme global.<\/p>\n<p>Kesultanan Ternate\u2014yang pada awalnya dikenal sebagai Kerajaan Gapi\u2014didirikan pada tahun 1257 M oleh Baab Mashur Malamo. Pada fase awal, kerajaan ini belum bercorak Islam, tetapi telah menunjukkan ciri kuat sebagai masyarakat maritim yang terbuka terhadap interaksi lintas bangsa dan budaya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Dari_Kerajaan_Gapi_ke_Pusat_Maritim_Nusantara\" >Dari Kerajaan Gapi ke Pusat Maritim Nusantara<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Moloku_Kie_Raha_dan_Politik_Keseimbangan_Kawasan\" >Moloku Kie Raha dan Politik Keseimbangan Kawasan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Islamisasi_dan_Identitas_Maritim\" >Islamisasi dan Identitas Maritim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Rempah_Kolonialisme_dan_Perlawanan\" >Rempah, Kolonialisme, dan Perlawanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Di_Bawah_Cengkeraman_VOC\" >Di Bawah Cengkeraman VOC<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#Warisan_dan_Relevansi_Kontemporer\" >Warisan dan Relevansi Kontemporer<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Kerajaan_Gapi_ke_Pusat_Maritim_Nusantara\"><\/span>Dari Kerajaan Gapi ke Pusat Maritim Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pulau Gapi mulai ramai pada awal abad ke-13 akibat migrasi penduduk dari Halmahera. Empat kampung awal dipimpin oleh para <em>momole<\/em> (kepala marga), yang kemudian bersepakat membentuk struktur kekuasaan lebih terorganisasi demi keamanan dan kelancaran perdagangan. Momole Ciko diangkat sebagai <em>kolano<\/em> (raja) pertama dengan gelar Baab Mashur Malamo.<\/p>\n<p>Pusat kerajaan berada di kampung Ternate yang berkembang pesat menjadi <em>Gam Lamo<\/em> (kampung besar), kemudian dikenal sebagai Gamalama. Seiring perubahan sosial dan politik, identitas Kerajaan Gapi bertransformasi menjadi Kerajaan Ternate\u2014nama yang kelak dikenal luas di jalur perdagangan internasional.<\/p>\n<p>Letak geografis yang strategis, serta kekayaan cengkih dan pala, menjadikan Ternate simpul penting dalam jaringan perdagangan Asia\u2013Timur Tengah\u2013Eropa jauh sebelum bangsa Barat datang secara langsung.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Moloku_Kie_Raha_dan_Politik_Keseimbangan_Kawasan\"><\/span>Moloku Kie Raha dan Politik Keseimbangan Kawasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kebangkitan Ternate tidak terlepas dari dinamika regional Maluku Utara. Persaingan dengan Tidore, Jailolo, dan Bacan mendorong lahirnya model politik kolektif yang dikenal sebagai <em>Moloku Kie Raha<\/em> (Empat Gunung Maluku).<\/p>\n<p>Persekutuan ini bukan sekadar aliansi simbolik, melainkan mekanisme keseimbangan kekuasaan kawasan yang mencerminkan kecanggihan politik lokal. Dalam konteks modern, Moloku Kie Raha dapat dibaca sebagai bentuk awal tata kelola regional berbasis konsensus dan stabilitas.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Islamisasi_dan_Identitas_Maritim\"><\/span>Islamisasi dan Identitas Maritim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Islam mulai dikenal di Ternate melalui jalur perdagangan sejak abad ke-14. Pedagang Arab, Gujarat, dan Melayu memainkan peran penting dalam penyebaran ajaran Islam, yang kemudian diadopsi secara resmi oleh keluarga kerajaan pada masa Kolano Marhum (1432\u20131486).<\/p>\n<p>Transformasi besar terjadi pada masa Sultan Zainal Abidin (1486\u20131500), yang mengganti gelar kolano menjadi sultan, menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan, serta mendirikan lembaga pendidikan Islam. Sejak saat itu, Kesultanan Ternate berkembang sebagai pusat Islam maritim di kawasan Timur Nusantara.<\/p>\n<p>Karakter kemaritiman masyarakat Ternate\u2014yang terbiasa dengan mobilitas, keterbukaan, dan jaringan lintas wilayah\u2014mempercepat internalisasi Islam sebagai sistem nilai sosial dan politik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rempah_Kolonialisme_dan_Perlawanan\"><\/span>Rempah, Kolonialisme, dan Perlawanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Abad ke-15 hingga ke-16 menjadi puncak kejayaan Kesultanan Ternate. Cengkih, komoditas strategis dunia saat itu, menempatkan Ternate dalam pusaran kepentingan global. Kedatangan Portugis pada 1512 awalnya diterima sebagai mitra dagang, namun berubah menjadi ancaman ketika monopoli dan intervensi politik mulai diberlakukan.<\/p>\n<p>Puncak perlawanan terjadi di bawah Sultan Baabullah (1570\u20131583). Pada 1577, ia berhasil mengusir Portugis dari Ternate\u2014sebuah peristiwa penting yang sering disebut sebagai kemenangan pertama kekuatan Nusantara atas kolonialisme Eropa. Di masa pemerintahannya, wilayah pengaruh Ternate membentang dari Maluku, Sulawesi, hingga Filipina Selatan. Sultan Baabullah dikenang sebagai <em>Penguasa 72 Pulau<\/em>.<\/p>\n<p>Namun wafatnya Sultan Baabullah menjadi titik balik. Serangan Spanyol dan masuknya VOC Belanda mengubah keseimbangan kekuasaan. Aliansi politik yang awalnya bersifat strategis perlahan menjelma menjadi ketergantungan struktural.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Di_Bawah_Cengkeraman_VOC\"><\/span>Di Bawah Cengkeraman VOC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perjanjian monopoli dagang dengan VOC pada 1607 menandai awal subordinasi ekonomi dan politik Ternate. Penebangan massal pohon cengkih dan pala demi stabilisasi harga global memicu perlawanan rakyat Maluku sepanjang abad ke-17.<\/p>\n<p>Meski berbagai pemberontakan muncul, kekuatan kolonial yang terorganisasi akhirnya berhasil mengendalikan Kesultanan Ternate. Perjanjian tahun 1683 secara de facto mengakhiri kedaulatan penuh kerajaan, menjadikannya kerajaan dependen Belanda.<\/p>\n<p>Namun, seperti banyak kerajaan Nusantara lainnya, Ternate tidak runtuh secara kultural. Spirit perlawanan dan identitas politiknya tetap hidup hingga masa pergerakan nasional.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warisan_dan_Relevansi_Kontemporer\"><\/span>Warisan dan Relevansi Kontemporer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hingga kini, Kesultanan Ternate masih eksis sebagai lembaga adat dan simbol sejarah. Istana Kesultanan, Masjid Jami\u2019, kompleks makam para sultan, serta museum kesultanan menjadi penanda keberlanjutan peradaban Ternate.<\/p>\n<p>Sultan Ternate saat ini, Sultan Hidayatullah Syah bin Mudaffar Syah, dinobatkan pada 18 Desember 2021, melanjutkan tradisi lebih dari tujuh abad.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia hari ini, sejarah Kesultanan Ternate bukan sekadar narasi masa lalu. Ia adalah cermin tentang pentingnya kedaulatan maritim, ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal, serta kecerdikan diplomasi dalam menghadapi kekuatan global.<\/p>\n<p>Dari Timur Nusantara, Ternate mengajarkan bahwa peradaban besar tidak selalu lahir dari daratan luas, melainkan dari laut\u2014tempat gagasan, perdagangan, dan perlawanan bertemu. (emha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16239,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,155],"tags":[2555,2627,2626],"newstopic":[],"class_list":["post-16238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sejarah","tag-kerajaan-islam","tag-kerajaan-islam-ternate","tag-kesultanan-ternate"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-11T06:42:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-11T06:43:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur\",\"datePublished\":\"2026-01-11T06:42:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-11T06:43:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/\"},\"wordCount\":711,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/kerajaan-ternate-1.jpg\",\"keywords\":[\"kerajaan islam\",\"kerajaan islam ternate\",\"kesultanan ternate\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/\",\"name\":\"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/kerajaan-ternate-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-11T06:42:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-11T06:43:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/kerajaan-ternate-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/kerajaan-ternate-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896,\"caption\":\"Keraton Kesultanan Ternate\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/11\\\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-01-11T06:42:30+00:00","article_modified_time":"2026-01-11T06:43:29+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur","datePublished":"2026-01-11T06:42:30+00:00","dateModified":"2026-01-11T06:43:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/"},"wordCount":711,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg","keywords":["kerajaan islam","kerajaan islam ternate","kesultanan ternate"],"articleSection":["Berita","Sejarah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/","name":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg","datePublished":"2026-01-11T06:42:30+00:00","dateModified":"2026-01-11T06:43:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg","width":1600,"height":896,"caption":"Keraton Kesultanan Ternate"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/11\/kesultanan-ternate-jejak-peradaban-maritim-dan-ketahanan-nusantara-timur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesultanan Ternate: Jejak Peradaban Maritim dan Ketahanan Nusantara Timur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kerajaan-ternate-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sejarah\/\" rel=\"category tag\">Sejarah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Sejarah Nusantara tidak hanya ditulis...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16238"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16241,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16238\/revisions\/16241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16238"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}