{"id":16831,"date":"2026-02-19T07:57:58","date_gmt":"2026-02-19T07:57:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=16831"},"modified":"2026-02-19T07:59:44","modified_gmt":"2026-02-19T07:59:44","slug":"materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/","title":{"rendered":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta|PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/\">Korupsi<\/a> kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia diukur dari jumlah kasus, nilai kerugian negara, dan beratnya vonis pengadilan. Namun di balik angka-angka itu, ada dimensi yang lebih dalam: perubahan nilai dalam masyarakat. Korupsi bukan hanya soal lemahnya pengawasan atau celah regulasi, tetapi juga cermin dari pergeseran cara pandang tentang makna sukses dan kehormatan.<\/p>\n<p>Dalam beberapa dekade terakhir, ukuran keberhasilan sosial semakin identik dengan akumulasi materi. Rumah besar, kendaraan mewah, gaya hidup konsumtif, dan simbol-simbol kemapanan menjadi representasi utama pencapaian. Integritas, dedikasi, dan kontribusi sosial sering kali tidak memperoleh panggung yang sama.<\/p>\n<p>Di ruang inilah materialisme menemukan momentumnya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#Kekayaan_sebagai_Standar_Pengakuan\" >Kekayaan sebagai Standar Pengakuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#Pergeseran_Orientasi_Moral\" >Pergeseran Orientasi Moral<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#Lingkaran_Ketimpangan\" >Lingkaran Ketimpangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#Mengoreksi_Cara_Pandang\" >Mengoreksi Cara Pandang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#Menjaga_Arah_Bangsa\" >Menjaga Arah Bangsa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekayaan_sebagai_Standar_Pengakuan\"><\/span>Kekayaan sebagai Standar Pengakuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Materialisme tidak selalu tampil dalam bentuk ekstrem. Ia hadir secara halus, melalui normalisasi bahwa kekayaan adalah tujuan utama hidup. Media sosial memperkuatnya dengan etalase gaya hidup. Pengakuan sosial diberikan kepada mereka yang terlihat berhasil secara finansial, tanpa selalu mempertanyakan proses di baliknya.<\/p>\n<p>Dalam konteks seperti ini, korupsi dapat tumbuh sebagai konsekuensi logis. Ketika hasil akhir lebih dipentingkan daripada cara, maka batas etika menjadi relatif. Kekuasaan dipandang sebagai alat percepatan, jabatan sebagai akses, dan kebijakan sebagai komoditas.<\/p>\n<p>Ukuran keberhasilan seorang pejabat tidak lagi sepenuhnya pada tata kelola yang bersih, melainkan pada seberapa besar proyek yang dibangun atau seberapa cepat kekayaan terakumulasi. Selama simbol kemajuan terlihat, proses sering kali luput dari perhatian publik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pergeseran_Orientasi_Moral\"><\/span>Pergeseran Orientasi Moral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan nilai ini berdampak luas. Generasi muda tumbuh dalam narasi bahwa sukses adalah soal capaian materi. Pendidikan karakter dan etika publik berhadapan dengan arus budaya instan yang menawarkan kemewahan sebagai indikator utama keberhasilan.<\/p>\n<p>Akibatnya, integritas berisiko dipandang sebagai pilihan idealistis, bukan kebutuhan praktis. Dalam situasi tertentu, kejujuran bahkan dianggap merugikan. Mereka yang bertahan pada prinsip sering kali kalah cepat dibanding yang memilih jalan pintas.<\/p>\n<p>Korupsi lalu menjadi lebih dari sekadar pelanggaran hukum; ia menjadi gejala krisis moral kolektif. Ketika masyarakat tidak lagi memberikan sanksi sosial yang tegas terhadap pelaku korupsi, maka norma perlahan bergeser. Yang dipersoalkan bukan lagi benar atau salah, melainkan untung atau rugi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lingkaran_Ketimpangan\"><\/span>Lingkaran Ketimpangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Materialisme yang tak terkendali juga memperlebar ketimpangan. Mereka yang memiliki akses kekuasaan dapat mengakumulasi sumber daya lebih cepat, sementara masyarakat luas tetap berjuang dalam keterbatasan. Korupsi mempercepat konsentrasi kekayaan pada segelintir orang dan menghambat distribusi kesejahteraan.<\/p>\n<p>Dana publik yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menjadi bocor. Dampaknya bukan hanya pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi pada kualitas hidup warga sehari-hari.<\/p>\n<p>Lingkaran ini berulang: ketimpangan mendorong obsesi terhadap kekayaan, obsesi membuka ruang penyimpangan, dan penyimpangan memperdalam ketimpangan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengoreksi_Cara_Pandang\"><\/span>Mengoreksi Cara Pandang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Upaya pemberantasan korupsi selama ini lebih banyak berfokus pada penindakan. Langkah tersebut penting, tetapi tidak cukup. Tanpa pembenahan nilai sosial, korupsi akan selalu menemukan pembenaran kultural.<\/p>\n<p>Perubahan harus dimulai dari redefinisi sukses. Keberhasilan perlu dimaknai sebagai kombinasi antara pencapaian, integritas, dan kontribusi bagi masyarakat. Keteladanan pemimpin menjadi kunci, karena nilai publik sering kali mengikuti contoh elite.<\/p>\n<p>Institusi pendidikan, keluarga, dan media memiliki peran strategis dalam membentuk orientasi moral. Menghargai proses, menegaskan pentingnya etika, dan memberi ruang apresiasi bagi mereka yang berintegritas adalah bagian dari upaya jangka panjang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjaga_Arah_Bangsa\"><\/span>Menjaga Arah Bangsa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Materialisme bukanlah musuh kemajuan. Kesejahteraan dan kemapanan ekonomi adalah tujuan yang sah. Namun ketika materi menjadi satu-satunya ukuran nilai, keseimbangan sosial terganggu. Korupsi muncul sebagai konsekuensi dari orientasi yang timpang.<\/p>\n<p>Refleksi ini penting agar bangsa tidak terjebak pada ilusi kemajuan yang rapuh. Pembangunan yang bertumpu pada integritas akan lebih kokoh dibanding yang dibangun di atas kompromi etika.<\/p>\n<blockquote><p>Pertanyaannya kini bukan sekadar bagaimana menghukum pelaku korupsi, melainkan bagaimana membangun kembali fondasi nilai yang menempatkan integritas sejajar\u2014bahkan lebih tinggi\u2014dari kekayaan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sebab pada akhirnya, kualitas sebuah bangsa ditentukan bukan hanya oleh seberapa besar kekayaan yang dimiliki, tetapi oleh seberapa kuat ia menjaga kejujuran sebagai nilai bersama. (acank)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211; Korupsi kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16832,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis : acank| Editor : asyary","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[2085,863,2811,2812],"newstopic":[],"class_list":["post-16831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-komisi-pemberantasan-korupsi","tag-korupsi","tag-materialis","tag-metal-bangsa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211; Korupsi kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-19T07:57:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-19T07:59:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1344\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat\",\"datePublished\":\"2026-02-19T07:57:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-19T07:59:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/\"},\"wordCount\":610,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/materialisme-1.jpg\",\"keywords\":[\"komisi pemberantasan korupsi\",\"korupsi\",\"materialis\",\"metal bangsa\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/\",\"name\":\"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/materialisme-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-19T07:57:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-19T07:59:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/materialisme-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/materialisme-1.jpg\",\"width\":1344,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/02\\\/19\\\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia","og_description":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211; Korupsi kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-02-19T07:57:58+00:00","article_modified_time":"2026-02-19T07:59:44+00:00","og_image":[{"width":1344,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat","datePublished":"2026-02-19T07:57:58+00:00","dateModified":"2026-02-19T07:59:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/"},"wordCount":610,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg","keywords":["komisi pemberantasan korupsi","korupsi","materialis","metal bangsa"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/","name":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg","datePublished":"2026-02-19T07:57:58+00:00","dateModified":"2026-02-19T07:59:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg","width":1344,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/materialisme-dan-korupsi-cermin-perubahan-nilai-dalam-masyarakat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materialisme dan Korupsi: Cermin Perubahan Nilai dalam Masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-200x114.jpg",200,114,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211; Korupsi kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1.jpg",1344,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/materialisme-1-200x114.jpg",200,114,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211; Korupsi kerap dibaca sebagai persoalan hukum. Ia...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16831"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16835,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16831\/revisions\/16835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16831"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}