{"id":18094,"date":"2026-05-18T10:27:29","date_gmt":"2026-05-18T10:27:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18094"},"modified":"2026-05-18T10:28:22","modified_gmt":"2026-05-18T10:28:22","slug":"ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/","title":{"rendered":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta|PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun atas cita-cita <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/\">keadilan sosial<\/a>. Para pendiri bangsa meletakkan dasar negara bukan semata untuk membangun kekuasaan politik, melainkan menciptakan masyarakat yang berkeadilan, bermartabat, dan sejahtera bersama. Karena itu, sila kelima Pancasila berbunyi sangat tegas: <em>\u201cKeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Namun dalam realitas kehidupan sehari-hari, banyak rakyat kecil justru merasa semakin tersisih di negeri sendiri.<\/p>\n<p>Petani kehilangan lahan. Nelayan terdesak industrialisasi pesisir. Pedagang kecil kalah oleh jaringan ritel besar. UMKM sulit mendapat akses modal. Buruh menghadapi ketidakpastian kerja. Sementara di sisi lain, kekayaan nasional tampak semakin terkonsentrasi pada kelompok elite ekonomi dan politik tertentu.<\/p>\n<p>Ironisnya, semua itu terjadi di negara yang mengaku menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#Pancasila_dan_Amanat_Ekonomi_Kerakyatan\" >Pancasila dan Amanat Ekonomi Kerakyatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#Negara_yang_Semakin_Jauh_dari_Rakyat\" >Negara yang Semakin Jauh dari Rakyat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#Rakyat_Kecil_dan_Beban_Kehidupan\" >Rakyat Kecil dan Beban Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#Menghidupkan_Kembali_Spirit_Pancasila\" >Menghidupkan Kembali Spirit Pancasila<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pancasila_dan_Amanat_Ekonomi_Kerakyatan\"><\/span>Pancasila dan Amanat Ekonomi Kerakyatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konstitusi Indonesia sebenarnya telah memberikan arah yang sangat jelas mengenai sistem ekonomi nasional. Dalam Pasal 33 UUD 1945 disebutkan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPerekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Kalimat ini mengandung filosofi yang sangat mendalam. Ekonomi Indonesia seharusnya dibangun di atas semangat gotong royong, bukan persaingan bebas yang saling mematikan. Negara tidak boleh membiarkan kekuatan modal menguasai seluruh sumber daya dan menyingkirkan masyarakat kecil.<\/p>\n<p>Karena itu, para pendiri bangsa menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Bung Hatta bahkan menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk nyata demokrasi ekonomi.<\/p>\n<p>Sayangnya, semangat itu perlahan memudar.<\/p>\n<p>Hari ini, wajah ekonomi nasional lebih banyak memperlihatkan dominasi korporasi besar dibanding penguatan ekonomi rakyat. Koperasi kalah bersaing, pasar tradisional melemah, dan sektor-sektor vital semakin terbuka terhadap kepentingan pemilik modal besar.<\/p>\n<p>Akibatnya, jurang kesenjangan sosial semakin terasa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Negara_yang_Semakin_Jauh_dari_Rakyat\"><\/span>Negara yang Semakin Jauh dari Rakyat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Banyak kebijakan publik hari ini dinilai lebih berpihak kepada pertumbuhan ekonomi makro dibanding perlindungan masyarakat kecil. Ukuran keberhasilan pembangunan sering kali hanya dilihat dari angka investasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur besar.<\/p>\n<p>Padahal pertumbuhan ekonomi tidak selalu identik dengan keadilan sosial.<\/p>\n<p>Ketika investasi besar masuk tetapi menggusur ruang hidup rakyat, maka pembangunan kehilangan makna kemanusiaannya. Ketika sumber daya alam dieksploitasi besar-besaran sementara masyarakat sekitar tetap miskin, maka negara sedang menjauh dari amanat konstitusi.<\/p>\n<p>Di sinilah kritik terhadap praktik oligarki menjadi relevan. Oligarki bukan hanya soal orang kaya, tetapi tentang kekuasaan ekonomi yang mampu mempengaruhi arah kebijakan negara demi kepentingannya sendiri.<\/p>\n<p>Akibatnya, suara rakyat kecil sering kalah oleh kepentingan modal dan politik jangka pendek.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rakyat_Kecil_dan_Beban_Kehidupan\"><\/span>Rakyat Kecil dan Beban Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, rakyat kecil menghadapi tekanan yang semakin berat. Harga kebutuhan pokok naik, akses pendidikan dan kesehatan belum merata, sementara lapangan kerja formal tidak tumbuh secepat kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Petani bekerja keras tetapi hasil panennya murah. Nelayan melaut jauh tetapi pendapatannya tidak menentu. Pedagang kecil bertahan di tengah persaingan yang tidak seimbang. Anak muda desa mulai meninggalkan sektor pertanian karena dianggap tidak menjanjikan masa depan.<\/p>\n<p>Kondisi ini perlahan melahirkan rasa keterasingan sosial: rakyat merasa hadir dalam statistik, tetapi tidak benar-benar menjadi pusat pembangunan.<\/p>\n<p>Padahal hakikat negara Pancasila adalah menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan nyata oleh seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghidupkan_Kembali_Spirit_Pancasila\"><\/span>Menghidupkan Kembali Spirit Pancasila<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pancasila tidak boleh berhenti menjadi simbol atau slogan seremonial. Ia harus hidup dalam kebijakan ekonomi, politik, pendidikan, dan tata kelola negara.<\/p>\n<blockquote><p>Negara harus kembali memperkuat ekonomi kerakyatan melalui: perlindungan terhadap petani, nelayan, dan UMKM, penguatan koperasi modern, distribusi sumber daya yang lebih adil, pembatasan monopoli dan kartel, serta keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pembangunan juga harus diukur bukan hanya dari pertumbuhan angka ekonomi, tetapi dari seberapa jauh rakyat kecil merasakan keadilan dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Indonesia membutuhkan pembangunan yang berjiwa Pancasila: manusiawi, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.<\/p>\n<p>Sebab jika rakyat kecil terus tersisih di negeri Pancasila, maka yang hilang bukan hanya kesejahteraan ekonomi, tetapi juga kepercayaan terhadap cita-cita kebangsaan itu sendiri.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bagi bangsa ini bukan sekadar \u201cberapa besar pertumbuhan ekonomi?\u201d, melainkan: <em>untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dijalankan? (emha)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18095,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[3111,602,3112,3113],"newstopic":[],"class_list":["post-18094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-ekonomi-pancasila","tag-keadilan-sosial","tag-pancasila","tag-rakta-miskin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-18T10:27:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-18T10:28:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila\",\"datePublished\":\"2026-05-18T10:27:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T10:28:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/\"},\"wordCount\":620,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/rakyat-kecil-2.jpg\",\"keywords\":[\"ekonomi pancasila\",\"keadilan-sosial\",\"pancasila\",\"rakta miskin\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/\",\"name\":\"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/rakyat-kecil-2.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-18T10:27:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T10:28:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/rakyat-kecil-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/rakyat-kecil-2.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/18\\\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia","og_description":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-05-18T10:27:29+00:00","article_modified_time":"2026-05-18T10:28:22+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila","datePublished":"2026-05-18T10:27:29+00:00","dateModified":"2026-05-18T10:28:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/"},"wordCount":620,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg","keywords":["ekonomi pancasila","keadilan-sosial","pancasila","rakta miskin"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/","name":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg","datePublished":"2026-05-18T10:27:29+00:00","dateModified":"2026-05-18T10:28:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/ketika-rakyat-kecil-tersisih-dalam-negeri-pancasila\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Rakyat Kecil Tersisih dalam Negeri Pancasila"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rakyat-kecil-2-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"Jakarta|PPMIndonesia.com&#8211;\u00a0 Diatas kertas, Indonesia adalah negeri yang dibangun...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18094"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18097,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18094\/revisions\/18097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18094"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}