{"id":18139,"date":"2026-05-20T16:01:17","date_gmt":"2026-05-20T16:01:17","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18139"},"modified":"2026-05-20T16:01:59","modified_gmt":"2026-05-20T16:01:59","slug":"apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/","title":{"rendered":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi?"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan Umat<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>Jakarta|PPMIndonesia.com-<\/strong> Pertanyaan ini mungkin terdengar provokatif: <em>apakah religiusitas justru menghambat kemajuan ekonomi?<\/em><\/p>\n<p>Di tengah masyarakat yang dikenal sangat<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/\"> religius<\/a>, realitas sosial menghadirkan paradoks. Rumah ibadah penuh, aktivitas keagamaan hidup, tradisi spiritual berkembang pesat\u2014namun di saat yang sama kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan ketergantungan sosial masih menjadi wajah keseharian banyak komunitas.<\/p>\n<p>Apakah agama menjadi penyebabnya?<\/p>\n<p>Ataukah ada sesuatu yang keliru dalam cara kita memahami agama itu sendiri?<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Religiusitas_yang_Tidak_Selalu_Berbanding_Lurus\" >Religiusitas yang Tidak Selalu Berbanding Lurus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Ketika_Kesalehan_Berubah_Menjadi_Kepasrahan\" >Ketika Kesalehan Berubah Menjadi Kepasrahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Pendapat_Tokoh\" >Pendapat Tokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Paradoks_Bangsa_Religius\" >Paradoks Bangsa Religius<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Kesalahan_Paradigma_Dunia_vs_Akhirat\" >Kesalahan Paradigma: Dunia vs Akhirat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Dakwah_Baru_Dari_Ceramah_ke_Pemberdayaan\" >Dakwah Baru: Dari Ceramah ke Pemberdayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Menuju_Religiusitas_Transformatif\" >Menuju Religiusitas Transformatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#Iman_sebagai_Energi_Peradaban\" >Iman sebagai Energi Peradaban<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Religiusitas_yang_Tidak_Selalu_Berbanding_Lurus\"><\/span>Religiusitas yang Tidak Selalu Berbanding Lurus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berbagai riset sosial menunjukkan bahwa tingkat religiusitas suatu masyarakat tidak otomatis menghasilkan kemajuan ekonomi. Bahkan dalam beberapa kasus, masyarakat yang sangat religius tetap menghadapi persoalan korupsi, kemiskinan, dan rendahnya produktivitas.<\/p>\n<p>Fenomena ini bukan berarti agama bermasalah.<\/p>\n<p>Masalahnya terletak pada <strong>transformasi nilai<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>Religiusitas sering berhenti pada: ritual pribadi, simbol sosial, identitas kultural, namun belum berubah menjadi <strong>etos kerja, etika ekonomi, dan tanggung jawab sosial<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Agama dipraktikkan, tetapi belum diinternalisasi sebagai sistem peradaban.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Kesalehan_Berubah_Menjadi_Kepasrahan\"><\/span>Ketika Kesalehan Berubah Menjadi Kepasrahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam banyak komunitas, berkembang pemahaman bahwa kemiskinan adalah bentuk kesabaran spiritual, sementara kekayaan sering dicurigai sebagai tanda kecintaan berlebihan terhadap dunia.<\/p>\n<blockquote><p>Akibatnya muncul mentalitas: cukup dengan kondisi apa adanya, takut mengambil risiko ekonomi, enggan berinovasi, bergantung pada bantuan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Religiusitas yang seharusnya membangkitkan keberanian hidup justru berubah menjadi kepasrahan sosial.<\/p>\n<p>Padahal Islam sejak awal justru melahirkan masyarakat pedagang, petani produktif, inovator sosial, dan pengelola pasar yang adil.<\/p>\n<blockquote><p>Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang entrepreneur sebelum menjadi pemimpin spiritual.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Tokoh\"><\/span>Pendapat Tokoh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<blockquote><p><strong>Max Weber \u2013 Sosiolog Ekonomi<\/strong><br \/>\nDalam karya klasik <em>The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism<\/em>, Weber menjelaskan bahwa kemajuan ekonomi muncul ketika nilai agama melahirkan etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab sosial.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesannya jelas: agama bukan penghambat, tetapi dapat menjadi mesin kemajuan jika dimaknai secara produktif.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Prof. Nurcholish Madjid (Cak Nur) <\/strong><\/p>\n<p>\u201cIslam bukan hanya agama ibadah ritual, tetapi agama peradaban.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut Cak Nur, umat Islam tertinggal bukan karena ajaran Islam, melainkan karena kegagalan menerjemahkan nilai tauhid menjadi sistem sosial dan ekonomi yang maju.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Prof. M. Dawam Rahardjo \u2013 Ekonom Muslim<\/strong><\/p>\n<p>\u201cKeadilan ekonomi adalah bagian dari ibadah sosial.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi umat merupakan tanggung jawab moral keagamaan, bukan sekadar urusan pasar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paradoks_Bangsa_Religius\"><\/span>Paradoks Bangsa Religius<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Indonesia memperlihatkan kenyataan unik:<\/p>\n<ul>\n<li>religiusitas tinggi,<\/li>\n<li>solidaritas sosial kuat,<\/li>\n<li>tetapi ketimpangan ekonomi tetap besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ini menunjukkan adanya <strong>split consciousness<\/strong>\u2014kesadaran spiritual terpisah dari kesadaran ekonomi.<\/p>\n<p>Agama berada di masjid.<br \/>\nEkonomi berjalan tanpa nilai.<\/p>\n<p>Padahal Al-Qur\u2019an tidak pernah memisahkan keduanya.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an berbicara tentang:<\/p>\n<ul>\n<li>perdagangan,<\/li>\n<li>distribusi kekayaan,<\/li>\n<li>larangan monopoli,<\/li>\n<li>zakat sebagai redistribusi ekonomi,<\/li>\n<li>kerja sebagai amal saleh.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya, ekonomi adalah bagian dari spiritualitas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesalahan_Paradigma_Dunia_vs_Akhirat\"><\/span>Kesalahan Paradigma: Dunia vs Akhirat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu akar masalah adalah dikotomi yang keliru antara dunia dan akhirat.<\/p>\n<p>Banyak orang memahami:<\/p>\n<ul>\n<li>dunia = materi,<\/li>\n<li>akhirat = ibadah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Padahal Islam mengajarkan integrasi keduanya.<\/p>\n<blockquote><p>Bekerja adalah ibadah.<br \/>\nBerusaha adalah tawakal aktif.<br \/>\nProduktivitas adalah syukur.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ketika paradigma ini hilang, umat kehilangan daya transformasi sosial.<\/p>\n<p>Religiusitas tidak lagi menjadi energi perubahan, melainkan sekadar identitas simbolik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dakwah_Baru_Dari_Ceramah_ke_Pemberdayaan\"><\/span>Dakwah Baru: Dari Ceramah ke Pemberdayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) memandang bahwa tantangan umat hari ini bukan kekurangan iman, tetapi <strong>kekurangan sistem pemberdayaan<\/strong>.<\/p>\n<p>Dakwah masa depan tidak cukup melalui mimbar, tetapi melalui:<\/p>\n<ul>\n<li>koperasi komunitas,<\/li>\n<li>ekonomi desa,<\/li>\n<li>pertanian terpadu,<\/li>\n<li>wakaf produktif,<\/li>\n<li>pendidikan kewirausahaan sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Inilah dakwah bil hal\u2014agama yang bekerja dalam realitas sosial.<\/p>\n<p>Religiusitas harus melahirkan kemandirian ekonomi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menuju_Religiusitas_Transformatif\"><\/span>Menuju Religiusitas Transformatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pertanyaannya bukan lagi:<br \/>\n<em>Apakah religiusitas menghambat ekonomi?<\/em><\/p>\n<p>Pertanyaan yang lebih tepat adalah:<\/p>\n<blockquote><p>Apakah kita telah memahami agama secara transformatif?<\/p><\/blockquote>\n<p>Religiusitas yang sehat melahirkan:<\/p>\n<ul>\n<li>keberanian berusaha,<\/li>\n<li>etika bisnis,<\/li>\n<li>solidaritas ekonomi,<\/li>\n<li>keadilan distribusi,<\/li>\n<li>kesejahteraan kolektif.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Iman yang hidup selalu produktif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Iman_sebagai_Energi_Peradaban\"><\/span>Iman sebagai Energi Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah membuktikan bahwa peradaban Islam pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan, perdagangan global, dan kemajuan ekonomi dunia.<\/p>\n<blockquote><p>Artinya, agama tidak pernah menjadi penghalang kemajuan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Yang menghambat adalah cara berpikir umatnya.<\/p>\n<p>Ketika religiusitas kembali dipahami sebagai amanah kekhalifahan\u2014mengelola bumi, memakmurkan masyarakat, dan menghadirkan keadilan\u2014maka iman akan berubah menjadi energi peradaban.<\/p>\n<p>Bukan lagi sekadar doa di langit, tetapi kesejahteraan nyata di bumi.<\/p>\n<blockquote><p>Religiusitas sejati bukan menjauhkan manusia dari dunia, melainkan memampukannya memperbaiki dunia. (acank)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18140,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: acank| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[65,452,1464],"newstopic":[],"class_list":["post-18139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-peradaban-islam","tag-ppm","tag-religius"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-20T16:01:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-20T16:01:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi?\",\"datePublished\":\"2026-05-20T16:01:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-20T16:01:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/\"},\"wordCount\":654,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/religiusitas-1.jpg\",\"keywords\":[\"peradaban islam\",\"ppm\",\"religius\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/\",\"name\":\"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/religiusitas-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-20T16:01:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-20T16:01:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/religiusitas-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/religiusitas-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/20\\\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia","og_description":"Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-05-20T16:01:17+00:00","article_modified_time":"2026-05-20T16:01:59+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi?","datePublished":"2026-05-20T16:01:17+00:00","dateModified":"2026-05-20T16:01:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/"},"wordCount":654,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg","keywords":["peradaban islam","ppm","religius"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/","name":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi? - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg","datePublished":"2026-05-20T16:01:17+00:00","dateModified":"2026-05-20T16:01:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/20\/apakah-religiusitas-menghambat-kemajuan-ekonomi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Religiusitas Menghambat Kemajuan Ekonomi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/religiusitas-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"Membaca Ulang Hubungan Iman, Mentalitas Sosial, dan Kesejahteraan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18139"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18142,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18139\/revisions\/18142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18139"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}