{"id":18202,"date":"2026-05-26T14:00:30","date_gmt":"2026-05-26T14:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18202"},"modified":"2026-05-26T14:01:22","modified_gmt":"2026-05-26T14:01:22","slug":"teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/","title":{"rendered":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan Sosial<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA|PPMIndonesia.com-<\/strong> Di tengah arus globalisasi dan pembangunan yang semakin terpusat di kota-kota besar, desa sering diposisikan sekadar sebagai wilayah pinggiran: pemasok tenaga kerja, penyedia bahan mentah, dan objek kebijakan pembangunan.<\/p>\n<p>Padahal dalam sejarah peradaban manusia, desa adalah fondasi utama kehidupan.<\/p>\n<blockquote><p>Di desa: pangan diproduksi, solidaritas sosial tumbuh, budaya diwariskan, dan hubungan manusia dengan alam masih terjaga.<\/p><\/blockquote>\n<p>Karena itu, Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) memandang bahwa kebangkitan bangsa tidak mungkin terjadi tanpa kebangkitan desa.<\/p>\n<p>Di sinilah konsep <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/\">Qaryah Thayyibah<\/a> menjadi penting sebagai jalan baru pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Qaryah_Thayyibah_Desa_sebagai_Ruang_Peradaban\" >Qaryah Thayyibah: Desa sebagai Ruang Peradaban<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Krisis_Desa_Modern\" >Krisis Desa Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Pendapat_Tokoh\" >Pendapat Tokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Jalan_Baru_Pemberdayaan_Desa\" >Jalan Baru Pemberdayaan Desa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Dari_Desa_Objek_Menjadi_Desa_Subjek\" >Dari Desa Objek Menjadi Desa Subjek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Qaryah_Thayyibah_dan_Dakwah_Bil_Hal\" >Qaryah Thayyibah dan Dakwah Bil Hal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#Desa_sebagai_Masa_Depan_Bangsa\" >Desa sebagai Masa Depan Bangsa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_Desa_sebagai_Ruang_Peradaban\"><\/span>Qaryah Thayyibah: Desa sebagai Ruang Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Istilah <em>Qaryah Thayyibah<\/em> berangkat dari spirit Al-Qur\u2019an tentang kehidupan yang baik, adil, dan penuh keberkahan.<\/p>\n<blockquote><p>Qaryah Thayyibah bukan sekadar desa yang maju secara fisik, tetapi desa yang: kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, sehat secara sosial, dan lestari secara ekologis.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam perspektif PPM, desa bukan objek pembangunan, melainkan <strong>subjek peradaban<\/strong>.<\/p>\n<p>Masyarakat desa harus ditempatkan sebagai pelaku utama perubahan sosial.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Krisis_Desa_Modern\"><\/span>Krisis Desa Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hari ini desa menghadapi tantangan besar: urbanisasi, ketergantungan ekonomi, kerusakan lingkungan, serta hilangnya generasi muda produktif.<\/p>\n<blockquote><p>Banyak desa kaya sumber daya, tetapi miskin pengelolaan.<br \/>\nLahan subur luas, tetapi petani hidup dalam ketidakpastian.<br \/>\nPotensi alam besar, tetapi nilai tambah ekonomi justru dinikmati pihak luar.<\/p><\/blockquote>\n<p>Akibatnya desa kehilangan daya hidupnya.<\/p>\n<p>Yang tersisa hanyalah ketergantungan terhadap bantuan dan proyek jangka pendek.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Tokoh\"><\/span>Pendapat Tokoh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Prof. Emil Salim<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>\u201cPembangunan sejati harus dimulai dari desa, karena desa adalah basis kehidupan bangsa.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut Emil Salim, pembangunan yang tidak memperkuat desa hanya akan memperbesar ketimpangan sosial dan ekologis.<\/p>\n<p><strong>Prof. Soedjatmoko<\/strong><\/p>\n<p>Cendekiawan besar Indonesia ini menekankan bahwa pembangunan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, tetapi proses memanusiakan manusia.<\/p>\n<blockquote><p>Desa harus menjadi ruang tumbuhnya: kreativitas, partisipasi, dan kemandirian masyarakat.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>E.F. Schumacher<\/strong><\/p>\n<p>Dalam bukunya <em>Small is Beautiful<\/em>, Schumacher mengkritik pembangunan modern yang terlalu sentralistik dan industrialistik.<\/p>\n<p>Ia percaya bahwa ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang dekat dengan manusia dan komunitas lokal.<\/p>\n<p>Pandangan ini sejalan dengan konsep pemberdayaan desa berbasis komunitas yang dikembangkan PPM.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalan_Baru_Pemberdayaan_Desa\"><\/span>Jalan Baru Pemberdayaan Desa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>PPM melihat bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur.<\/p>\n<blockquote><p>Yang lebih penting adalah membangun: kesadaran masyarakat, kapasitas produksi, kelembagaan sosial, dan kepemimpinan partisipatif.<\/p><\/blockquote>\n<p>Karena itu, konsep Qaryah Thayyibah dikembangkan melalui beberapa pilar utama:<\/p>\n<p><strong>1. Ekonomi Komunitas<\/strong><\/p>\n<p>Desa harus memiliki kekuatan ekonomi berbasis rakyat: koperasi, pertanian terpadu, peternakan komunitas, UMKM desa, dan pasar lokal.<\/p>\n<p>Ekonomi desa tidak boleh hanya bergantung pada pasar eksternal.<\/p>\n<p><strong>2. Pendidikan Pemberdayaan<\/strong><\/p>\n<p>Pendidikan tidak cukup menghasilkan pencari kerja.<\/p>\n<blockquote><p>Desa membutuhkan kader: penggerak sosial,minovator lokal, dan pemimpin komunitas.<\/p><\/blockquote>\n<p>Karena itu kaderisasi menjadi inti gerakan PPM.<\/p>\n<p><strong>3. Spiritualitas Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Agama harus hadir sebagai energi gotong royong, kejujuran, dan solidaritas sosial.<\/p>\n<p>Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi pusat: pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan moral sosial.<\/p>\n<p><strong>4. Kelestarian Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>Qaryah Thayyibah tidak memisahkan manusia dari alam.<\/p>\n<p>Tanah, air, hutan, dan lingkungan dipandang sebagai amanah kekhalifahan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Desa_Objek_Menjadi_Desa_Subjek\"><\/span>Dari Desa Objek Menjadi Desa Subjek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selama ini banyak program pembangunan menjadikan desa sebagai penerima bantuan.<\/p>\n<p>Akibatnya: kreativitas masyarakat melemah, ketergantungan meningkat, dan partisipasi sosial menurun.<\/p>\n<blockquote><p>PPM mendorong perubahan paradigma:<br \/>\nDesa harus menjadi subjek yang: merancang masa depannya sendiri, mengelola sumber dayanya sendiri, dan membangun ekonominya sendiri.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_dan_Dakwah_Bil_Hal\"><\/span>Qaryah Thayyibah dan Dakwah Bil Hal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam perspektif Teologi Pemberdayaan PPM, dakwah tidak berhenti pada ceramah moral.<\/p>\n<blockquote><p>Dakwah harus hadir dalam: pemberdayaan petani, penguatan koperasi, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan ekonomi rakyat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Inilah dakwah bil hal:<br \/>\nagama yang bekerja bersama masyarakat.<\/p>\n<p>Karena kesalehan sejati bukan hanya banyaknya ritual, tetapi kemampuan menghadirkan kemaslahatan sosial.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Desa_sebagai_Masa_Depan_Bangsa\"><\/span>Desa sebagai Masa Depan Bangsa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kebangkitan bangsa Indonesia tidak akan lahir hanya dari gedung-gedung tinggi di kota besar.<\/p>\n<blockquote><p>Ia akan lahir dari desa-desa yang: berdaya, mandiri, berkeadilan, dan bermartabat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Qaryah Thayyibah adalah visi tentang desa yang tidak kehilangan akar spiritualnya, tetapi juga tidak tertinggal dalam kemajuan sosial-ekonomi.<\/p>\n<p>Desa bukan masa lalu.<br \/>\nDesa adalah masa depan peradaban Indonesia.<\/p>\n<p>Dan dari desa yang berdaya, lahirlah bangsa yang kuat. (emha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18203,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[1014,1430,3122,3130],"newstopic":[],"class_list":["post-18202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-desa-sejahtera","tag-pemberdayaan-desa","tag-qoryah-thayibah","tag-teologi-pemberdayaan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-26T14:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-26T14:01:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa\",\"datePublished\":\"2026-05-26T14:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T14:01:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/\"},\"wordCount\":646,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/qoriyah-1.jpg\",\"keywords\":[\"desa sejahtera\",\"pemberdayaan desa\",\"qoryah thayibah\",\"teologi pemberdayaan\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/\",\"name\":\"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/qoriyah-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-26T14:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T14:01:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/qoriyah-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/qoriyah-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/05\\\/26\\\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia","og_description":"Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-05-26T14:00:30+00:00","article_modified_time":"2026-05-26T14:01:22+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa","datePublished":"2026-05-26T14:00:30+00:00","dateModified":"2026-05-26T14:01:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/"},"wordCount":646,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg","keywords":["desa sejahtera","pemberdayaan desa","qoryah thayibah","teologi pemberdayaan"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/","name":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg","datePublished":"2026-05-26T14:00:30+00:00","dateModified":"2026-05-26T14:01:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/05\/26\/teologi-pemberdayaan-ppm-serial-4-qaryah-thayyibah-dan-jalan-baru-pemberdayaan-desa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teologi Pemberdayaan PPM (Serial 4) Qaryah Thayyibah dan Jalan Baru Pemberdayaan Desa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/qoriyah-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"Membangun Desa sebagai Pusat Peradaban, Kemandirian, dan Keadilan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18202"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18202\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18205,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18202\/revisions\/18205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18202"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}