{"id":18322,"date":"2026-06-09T09:49:17","date_gmt":"2026-06-09T09:49:17","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18322"},"modified":"2026-06-09T09:56:22","modified_gmt":"2026-06-09T09:56:22","slug":"dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/","title":{"rendered":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Ketika_Kesalehan_Ritual_Belum_Sepenuhnya_Berubah_Menjadi_Kekuatan_Transformasi_Sosial\" >Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan Transformasi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Paradoks_Religiusitas_dan_Realitas_Sosial\" >Paradoks Religiusitas dan Realitas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#_Dakwah_yang_Melampaui_Mimbar\" >\u00a0Dakwah yang Melampaui Mimbar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#_Spirit_Kekhalifahan_dalam_Dakwah\" >\u00a0Spirit Kekhalifahan dalam Dakwah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Pendapat_Tokoh\" >Pendapat Tokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Dari_Objek_Menjadi_Subjek_Perubahan\" >Dari Objek Menjadi Subjek Perubahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Qaryah_Thayyibah_Laboratorium_Dakwah_Pemberdayaan\" >Qaryah Thayyibah: Laboratorium Dakwah Pemberdayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Religiusitas_yang_Membebaskan\" >Religiusitas yang Membebaskan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#Saatnya_Dakwah_Menjadi_Gerakan_Perubahan\" >Saatnya Dakwah Menjadi Gerakan Perubahan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Kesalehan_Ritual_Belum_Sepenuhnya_Berubah_Menjadi_Kekuatan_Transformasi_Sosial\"><\/span>Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan Transformasi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA, PPMIndonesia.com<\/strong> &#8211; Indonesia sering disebut sebagai salah satu bangsa paling religius di dunia. Rumah ibadah berdiri megah di berbagai pelosok negeri. Pengajian, majelis taklim, pesantren, dan berbagai kegiatan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/\">keagamaan<\/a> tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat. Secara statistik maupun kultural, agama memiliki posisi yang sangat kuat dalam kehidupan bangsa.<\/p>\n<p>Namun di balik wajah religius tersebut, terdapat sebuah paradoks yang perlu direnungkan bersama.<\/p>\n<p>Mengapa di tengah tingginya tingkat religiusitas masyarakat, kemiskinan, ketimpangan sosial, korupsi, kerusakan lingkungan, dan berbagai persoalan kemanusiaan masih terus berlangsung?<\/p>\n<p>Mengapa kesalehan yang berkembang luas belum sepenuhnya mampu melahirkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi titik berangkat penting bagi konsep.Dakwah Pemberdayaan yang dikembangkan oleh Pusat Peranserta Masyarakat (PPM).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paradoks_Religiusitas_dan_Realitas_Sosial\"><\/span>Paradoks Religiusitas dan Realitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam banyak kesempatan, agama sering dipahami sebagai urusan ritual dan moral individual.<\/p>\n<blockquote><p>Ukuran keberagamaan sering kali diidentikkan dengan: \u00a0intensitas ibadah, simbol-simbol keagamaan,atau kepatuhan terhadap aturan formal agama.<\/p><\/blockquote>\n<p>Padahal Al-Qur&#8217;an berulang kali menegaskan bahwa keimanan harus melahirkan amal saleh yang berdampak pada kehidupan sosial.<\/p>\n<p>Ironisnya, dalam banyak kasus, masyarakat yang sangat religius belum tentu memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi atau tata kelola sosial yang baik.<\/p>\n<p>Fenomena ini menunjukkan adanya jarak antara kesalehan personal dan kesalehan sosial.<\/p>\n<p>Agama hadir dalam ruang ibadah, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam ruang ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"_Dakwah_yang_Melampaui_Mimbar\"><\/span>\u00a0Dakwah yang Melampaui Mimbar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PPM memandang bahwa tantangan dakwah abad ke-21 tidak lagi cukup dijawab dengan ceramah dan penyampaian pesan moral semata.<\/p>\n<blockquote><p>Masyarakat membutuhkan dakwah yang mampu menjawab persoalan nyata: kemiskinan, pengangguran, \u00a0ketimpangan ekonomi, \u00a0krisis lingkungan,rendahnya kualitas pendidikan,serta melemahnya solidaritas sosial.<\/p><\/blockquote>\n<p>Karena itu, dakwah harus bergerak dari pendekatan verbal menuju pendekatan transformasional.<\/p>\n<p>Dakwah harus hadir sebagai proses membangun kapasitas manusia agar mampu mengubah kehidupannya sendiri.<\/p>\n<p>Inilah yang disebut Dakwah Pemberdayaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"_Spirit_Kekhalifahan_dalam_Dakwah\"><\/span>\u00a0Spirit Kekhalifahan dalam Dakwah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Al-Qur&#8217;an menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi:<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u064f\u0651\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p>&#8220;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.&#8221; *(QS. Al-Baqarah: 30)<\/p>\n<p>Khalifah bukan hanya bermakna pemimpin, tetapi juga pengelola kehidupan.<\/p>\n<p>Sebagai khalifah, manusia memiliki tanggung jawab:<\/p>\n<ul>\n<li>Memakmurkan bumi,<\/li>\n<li>Menjaga keseimbangan lingkungan,<\/li>\n<li>Menegakkan keadilan,<\/li>\n<li>Dan membangun kesejahteraan bersama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam perspektif ini, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari amanah kekhalifahan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Tokoh\"><\/span>Pendapat Tokoh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Prof. M. Dawam Rahardjo<\/strong><\/p>\n<p>Ekonom dan cendekiawan Muslim ini pernah menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p>\u00a0&#8220;Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga membangun sistem sosial dan ekonomi yang berkeadilan.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut Dawam Rahardjo, dakwah harus mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan ketergantungan.<\/p>\n<p><strong>Prof. Kuntowijoyo<\/strong><\/p>\n<p>Melalui konsep Ilmu Sosial Profetik, Kuntowijoyo menjelaskan bahwa agama harus menghadirkan tiga misi utama:<\/p>\n<ul>\n<li>Humanisasi (memanusiakan manusia)<\/li>\n<li>Liberasi (membebaskan manusia dari penindasan)<\/li>\n<li>Transendensi (menghubungkan manusia dengan nilai-nilai ketuhanan)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pandangan ini sangat dekat dengan paradigma Dakwah Pemberdayaan PPM.<\/p>\n<p><strong>KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur<\/strong>)<\/p>\n<p>&#8220;Tugas agama adalah memuliakan manusia.&#8221;<\/p>\n<blockquote><p>Bagi Gus Dur, ukuran keberhasilan agama bukan banyaknya simbol keagamaan, melainkan sejauh mana agama mampu menghadirkan keadilan dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial.<\/p><\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Objek_Menjadi_Subjek_Perubahan\"><\/span>Dari Objek Menjadi Subjek Perubahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu kelemahan pembangunan selama ini adalah menempatkan masyarakat sebagai objek bantuan.<\/p>\n<blockquote><p>Akibatnya muncul budaya: ketergantungan, pasivitas, dan rendahnya partisipasi sosial.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dakwah Pemberdayaan menawarkan paradigma berbeda.<\/p>\n<p>Masyarakat harus diposisikan sebagai:<\/p>\n<ul>\n<li>Subjek pembangunan,<\/li>\n<li>Pelaku perubahan,<\/li>\n<li>Dan pemilik masa depannya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena pemberdayaan sejati bukan memberi ikan, melainkan membangun kemampuan untuk mengelola kolam, mengembangkan usaha, dan menciptakan sistem yang berkelanjutan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_Laboratorium_Dakwah_Pemberdayaan\"><\/span>Qaryah Thayyibah: Laboratorium Dakwah Pemberdayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam kerangka pemikiran PPM, konsep Qaryah Thayyibah menjadi model konkret dakwah pemberdayaan.<\/p>\n<blockquote><p>Qaryah Thayyibah adalah masyarakat yang:\u00a0kuat spiritualitasnya,\u00a0mandiri ekonominya,\u00a0sehat lingkungan hidupnya,harmonis kehidupan sosialnya, dan partisipatif tata kelolanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Di dalamnya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga pusat:<\/p>\n<ul>\n<li>Pendidikan,<\/li>\n<li>Pemberdayaan ekonomi,<\/li>\n<li>Pengembangan kader,<\/li>\n<li>Dan pelayanan sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Religiusitas_yang_Membebaskan\"><\/span>Religiusitas yang Membebaskan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Religiusitas yang sejati tidak membuat manusia menjauh dari persoalan dunia.<\/p>\n<p>Sebaliknya, religiusitas yang matang justru melahirkan:<\/p>\n<ul>\n<li>Etos kerja,<\/li>\n<li>Tanggung jawab sosial,<\/li>\n<li>Kepedulian terhadap kaum lemah,<\/li>\n<li>Keberanian melawan ketidakadilan,<\/li>\n<li>dan komitmen membangun kesejahteraan bersama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Agama tidak hadir untuk melanggengkan kemiskinan.<\/p>\n<p>Agama hadir untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk keterbelakangan dan penindasan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saatnya_Dakwah_Menjadi_Gerakan_Perubahan\"><\/span>Saatnya Dakwah Menjadi Gerakan Perubahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Paradoks religiusitas yang kita saksikan hari ini harus menjadi bahan refleksi bersama.<\/p>\n<p>Tantangan umat bukan kekurangan ajaran agama.<\/p>\n<p>Tantangannya adalah bagaimana menjadikan nilai-nilai agama sebagai energi perubahan sosial.<\/p>\n<p>Dakwah tidak boleh berhenti di mimbar.<\/p>\n<p>Dakwah harus hadir di sawah, pasar, sekolah, koperasi, lingkungan hidup, dan ruang-ruang kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya, keberhasilan dakwah bukan hanya diukur dari banyaknya orang yang mendengar ceramah, tetapi dari banyaknya kehidupan yang berubah menjadi lebih adil, lebih berdaya, dan lebih bermartabat.<\/p>\n<p>Inilah semangat Dakwah Pemberdayaan yang diperjuangkan PPM: menghadirkan agama sebagai kekuatan pembebasan, pemberdayaan, dan pembangunan peradaban menuju Qaryah Thayyibah, masyarakat yang baik, sejahtera, dan diridhai Allah SWT. (A Mohammed]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18323,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Kajian Syahida Quran bil Quran, Penulis; A Mohammed","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[452,857,1013,3130],"newstopic":[],"class_list":["post-18322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-ppm","tag-pusat-peranserta-masyarakat","tag-qaryah-thayyibah","tag-teologi-pemberdayaan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-09T09:49:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-09T09:56:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas\",\"datePublished\":\"2026-06-09T09:49:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-09T09:56:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/\"},\"wordCount\":771,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg\",\"keywords\":[\"ppm\",\"pusat peranserta masyarakat\",\"qaryah thayyibah\",\"teologi pemberdayaan\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/\",\"name\":\"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-09T09:49:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-09T09:56:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/09\\\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia","og_description":"Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-06-09T09:49:17+00:00","article_modified_time":"2026-06-09T09:56:22+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas","datePublished":"2026-06-09T09:49:17+00:00","dateModified":"2026-06-09T09:56:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/"},"wordCount":771,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg","keywords":["ppm","pusat peranserta masyarakat","qaryah thayyibah","teologi pemberdayaan"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/","name":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg","datePublished":"2026-06-09T09:49:17+00:00","dateModified":"2026-06-09T09:56:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/09\/dakwah-pemberdayaan-di-tengah-paradoks-religiusitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dakwah Pemberdayaan di Tengah Paradoks Religiusitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Keagamaan_20260609_152243_0000-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"Ketika Kesalehan Ritual Belum Sepenuhnya Berubah Menjadi Kekuatan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18322"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18327,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18322\/revisions\/18327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18322"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}