{"id":18519,"date":"2026-06-18T09:31:48","date_gmt":"2026-06-18T09:31:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18519"},"modified":"2026-06-18T09:32:40","modified_gmt":"2026-06-18T09:32:40","slug":"kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/","title":{"rendered":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Petani_Masih_Menjadi_Kelompok_yang_Terpinggirkan\" >Petani Masih Menjadi Kelompok yang Terpinggirkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Pertanian_Belum_Menjadi_Soko_Guru_Pembangunan_Nasional\" >Pertanian Belum Menjadi Soko Guru Pembangunan Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Warisan_Kemiskinan_yang_Terus_Direproduksi\" >Warisan Kemiskinan yang Terus Direproduksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Masalah_Utama_Bukan_Produksi_Melainkan_Kesejahteraan\" >Masalah Utama Bukan Produksi, Melainkan Kesejahteraan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Lima_Agenda_Besar_Reformasi_Pertanian_Nasional\" >Lima Agenda Besar Reformasi Pertanian Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Membangun_Pertanian_Berkelanjutan\" >Membangun Pertanian Berkelanjutan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Pertanian_dan_Kedaulatan_Bangsa\" >Pertanian dan Kedaulatan Bangsa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#Saatnya_Mengembalikan_Martabat_Petani\" >Saatnya Mengembalikan Martabat Petani<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Petani_Masih_Menjadi_Kelompok_yang_Terpinggirkan\"><\/span><strong>Petani Masih Menjadi Kelompok yang Terpinggirkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIdonesia.com<\/strong>&#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Hamparan sawah, perkebunan, dan lahan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/\">pertanian<\/a> membentang dari Sabang hingga Merauke. Namun di balik potensi besar tersebut, terdapat sebuah ironi yang terus berlangsung dari masa ke masa: petani sebagai produsen pangan justru menjadi kelompok yang paling rentan secara ekonomi.<\/p>\n<p>Sejak era kolonial hingga sekarang, sektor pertanian sering diposisikan hanya sebagai pelengkap pembangunan. Berbagai kebijakan ekonomi nasional lebih banyak berorientasi pada sektor industri, properti, perdagangan, dan infrastruktur, sementara pertanian kerap ditempatkan di pinggir arena pembangunan.<\/p>\n<p>Akibatnya, petani menghadapi persoalan yang nyaris sama dari generasi ke generasi: sempitnya kepemilikan lahan, lemahnya posisi tawar, ketidakpastian harga hasil panen, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi.<\/p>\n<p>Pertanyaan mendasarnya adalah, sampai kapan petani akan terus menjadi kelompok yang menopang bangsa tetapi tidak memperoleh kesejahteraan yang layak?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanian_Belum_Menjadi_Soko_Guru_Pembangunan_Nasional\"><\/span><strong>Pertanian Belum Menjadi Soko Guru Pembangunan Nasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam Refleksi Hari Tani Nasional yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan bahwa hingga hari ini belum terdapat kebijakan afirmatif yang benar-benar menjadikan pertanian sebagai soko guru pembangunan Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut terus berulang pada berbagai rezim pemerintahan. Pertanian sering kalah oleh kepentingan sektor lain yang dianggap lebih cepat menghasilkan pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Lahan pertanian yang semula ditetapkan sebagai kawasan hijau perlahan berubah fungsi menjadi kawasan industri, perumahan, pusat perdagangan, dan berbagai proyek komersial lainnya.<\/p>\n<p>Fenomena ini memperlihatkan bahwa pembangunan sering berjalan tanpa perlindungan yang cukup terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan kehidupan petani.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warisan_Kemiskinan_yang_Terus_Direproduksi\"><\/span><strong>Warisan Kemiskinan yang Terus Direproduksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Antropolog ternama Clifford Geertz pernah memperkenalkan konsep <em>agricultural involution<\/em> atau involusi pertanian, yaitu kondisi ketika sektor pertanian mengalami stagnasi dan tidak mampu menciptakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan bagi para pelakunya.<\/p>\n<p>Dalam banyak keluarga petani, lahan diwariskan kepada anak-anak secara turun-temurun. Semakin lama luas lahan semakin mengecil hingga akhirnya tidak lagi produktif untuk menopang kehidupan keluarga.<\/p>\n<p>Kemiskinan kemudian melahirkan kemiskinan baru.<\/p>\n<p>Petani kecil semakin sulit berkembang, sementara petani yang memiliki modal besar mampu memperluas kepemilikan lahannya melalui mekanisme pasar.<\/p>\n<p>Akibatnya muncul kesenjangan antara petani rakyat dan petani kapital. Yang kuat semakin kuat, sedangkan yang lemah semakin kehilangan daya saing.<\/p>\n<p>Fenomena inilah yang harus menjadi perhatian serius negara, karena jika terus dibiarkan akan mempercepat hilangnya basis produksi pangan rakyat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masalah_Utama_Bukan_Produksi_Melainkan_Kesejahteraan\"><\/span><strong>Masalah Utama Bukan Produksi, Melainkan Kesejahteraan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selama ini keberhasilan pertanian sering diukur dari angka produksi.<\/p>\n<p>Padahal persoalan utama yang dihadapi petani bukan semata-mata produksi, melainkan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Petani mampu menghasilkan padi, jagung, sayuran, buah-buahan, maupun komoditas perkebunan dalam jumlah besar. Namun ketika panen tiba, harga sering jatuh sehingga keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.<\/p>\n<p>Kenaikan harga pupuk, benih, pestisida, dan biaya tenaga kerja semakin mempersempit margin keuntungan petani.<\/p>\n<p>Karena itu, ukuran keberhasilan pertanian tidak boleh hanya dilihat dari jumlah tonase produksi, tetapi juga dari:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatnya pendapatan petani,<\/li>\n<li>Membaiknya kualitas hidup keluarga petani,<\/li>\n<li>Bertambahnya petani muda,<\/li>\n<li>Menguatnya kelembagaan ekonomi pedesaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lima_Agenda_Besar_Reformasi_Pertanian_Nasional\"><\/span><strong>Lima Agenda Besar Reformasi Pertanian Nasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apabila pemerintah ingin membangun sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan, setidaknya terdapat lima agenda strategis yang perlu menjadi prioritas.<\/p>\n<p><strong>1. Perlindungan Lahan dan Reformasi Tata Ruang<\/strong><\/p>\n<p>Alih fungsi lahan pertanian harus dikendalikan secara serius.<\/p>\n<p>Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) perlu dijalankan secara konsisten agar lahan produktif tidak terus berkurang akibat ekspansi sektor non-pertanian.<\/p>\n<p>Negara harus memastikan bahwa lahan pertanian tetap menjadi aset strategis bangsa.<\/p>\n<p><strong>2. Harga yang Adil dan Perlindungan Pasar<\/strong><\/p>\n<p>Petani membutuhkan kepastian harga.<\/p>\n<p>Harga Pembelian Pemerintah (HPP) harus disesuaikan secara berkala mengikuti kenaikan biaya produksi.<\/p>\n<p>Selain itu, impor komoditas pangan harus dikendalikan terutama pada saat musim panen raya agar tidak menyebabkan harga hasil panen petani lokal anjlok.<\/p>\n<p>Petani membutuhkan pasar yang adil, bukan persaingan yang merugikan mereka.<\/p>\n<p><strong>3. Akses Modal dan Perlindungan Risiko<\/strong><\/p>\n<p>Banyak petani masih bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi.<\/p>\n<p>Program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian perlu diperluas dan dipermudah agar petani memiliki akses modal yang sehat.<\/p>\n<p>Di sisi lain, program asuransi pertanian harus diperkuat untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat perubahan iklim, banjir, kekeringan, maupun serangan hama.<\/p>\n<p><strong>4. Modernisasi dan Regenerasi Petani<\/strong><\/p>\n<p>Pertanian masa depan harus berbasis inovasi.<\/p>\n<p>Pemerintah perlu memperluas akses petani terhadap:<\/p>\n<ul>\n<li>Alat dan mesin pertanian modern,<\/li>\n<li>Teknologi digital,<\/li>\n<li>Sistem informasi pasar,<\/li>\n<li>Pendampingan penyuluh yang profesional.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada saat yang sama, generasi muda harus diberikan ruang untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan memiliki masa depan.<\/p>\n<p>Jika tidak ada regenerasi, ketahanan pangan nasional akan menghadapi ancaman serius dalam beberapa dekade mendatang.<\/p>\n<p><strong>5. Penguatan Koperasi dan Hilirisasi Pertanian<\/strong><\/p>\n<p>Petani tidak boleh hanya menjadi penjual bahan mentah.<\/p>\n<p>Melalui koperasi modern dan industri pengolahan berbasis desa, petani dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar.<\/p>\n<p>Koperasi harus menjadi instrumen ekonomi rakyat yang mampu:<\/p>\n<ul>\n<li>Memperkuat posisi tawar petani,<\/li>\n<li>Membuka akses pasar,<\/li>\n<li>Menyediakan pembiayaan,<\/li>\n<li>Dan menghubungkan petani dengan rantai pasok yang lebih luas.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Pertanian_Berkelanjutan\"><\/span><strong>Membangun Pertanian Berkelanjutan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masa depan pertanian Indonesia tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pertanian harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan yang menyeimbangkan tiga aspek utama:<\/p>\n<p><strong>Profit (Ekonomi)<\/strong><\/p>\n<p>Pertanian harus memberikan keuntungan yang layak bagi petani dan keluarganya.<\/p>\n<p><strong>People (Sosial)<\/strong><\/p>\n<p>Pertanian harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, memperkuat keadilan sosial, dan menciptakan kesempatan kerja yang bermartabat.<\/p>\n<p><strong>Planet (Lingkungan)<\/strong><\/p>\n<p>Pertanian harus menjaga kesuburan tanah, kelestarian air, keanekaragaman hayati, serta mengurangi kerusakan lingkungan untuk generasi mendatang.<\/p>\n<p>Ketiga pilar tersebut harus berjalan secara seimbang agar pembangunan pertanian tidak hanya menguntungkan hari ini, tetapi juga berkelanjutan untuk masa depan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanian_dan_Kedaulatan_Bangsa\"><\/span><strong>Pertanian dan Kedaulatan Bangsa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pertanian bukan sekadar urusan ekonomi.<\/p>\n<p>Pertanian adalah urusan kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>Negara yang kehilangan petaninya akan kehilangan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ketika pangan semakin bergantung pada impor, maka ketahanan nasional menjadi semakin rentan terhadap gejolak global.<\/p>\n<p>Karena itu, keberpihakan kepada petani bukanlah pilihan politik semata, melainkan kebutuhan strategis bangsa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saatnya_Mengembalikan_Martabat_Petani\"><\/span><strong>Saatnya Mengembalikan Martabat Petani<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa yang kuat tanpa petani yang sejahtera.<\/p>\n<p>Sudah saatnya pembangunan nasional menempatkan pertanian sebagai sektor strategis dan petani sebagai subjek utama pembangunan.<\/p>\n<p>Petani tidak membutuhkan belas kasihan.<\/p>\n<p>Petani membutuhkan kebijakan yang adil.<\/p>\n<p>Petani tidak meminta keistimewaan.<\/p>\n<p>Mereka hanya meminta kesempatan untuk hidup layak dari profesi yang selama ini menjaga pangan bangsa.<\/p>\n<blockquote><p>Ketahanan pangan dimulai dari petani yang berdaya. Kedaulatan pangan lahir dari kebijakan yang berpihak. Dan Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun di atas fondasi pertanian yang kuat serta petani yang sejahtera.<strong> (<\/strong>emha)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18520,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis emha Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3178],"tags":[932,1959,72,366],"newstopic":[],"class_list":["post-18519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","tag-kesejahteraan-petanni","tag-masa-depan-petani","tag-pertanian","tag-petani"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-18T09:31:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-18T09:32:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani\",\"datePublished\":\"2026-06-18T09:31:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-18T09:32:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/\"},\"wordCount\":1025,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/petani-1-1.jpg\",\"keywords\":[\"kesejahteraan petanni\",\"masa depan petani\",\"pertanian\",\"petani\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/\",\"name\":\"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/petani-1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-18T09:31:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-18T09:32:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/petani-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/petani-1-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/18\\\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia","og_description":"Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-06-18T09:31:48+00:00","article_modified_time":"2026-06-18T09:32:40+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani","datePublished":"2026-06-18T09:31:48+00:00","dateModified":"2026-06-18T09:32:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/"},"wordCount":1025,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg","keywords":["kesejahteraan petanni","masa depan petani","pertanian","petani"],"articleSection":["Akademi PPM"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/","name":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg","datePublished":"2026-06-18T09:31:48+00:00","dateModified":"2026-06-18T09:32:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/18\/kebijakan-pertanian-nasional-harus-berpihak-kepada-petani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebijakan Pertanian Nasional Harus Berpihak kepada Petani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petani-1-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a>","rttpg_excerpt":"Dari Warisan Kemiskinan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18519"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18522,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18519\/revisions\/18522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18519"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}