{"id":18546,"date":"2026-06-21T00:56:04","date_gmt":"2026-06-21T00:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18546"},"modified":"2026-06-21T01:04:17","modified_gmt":"2026-06-21T01:04:17","slug":"pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/","title":{"rendered":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar-Ra&#8217;d [13]: 11)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com-<\/strong>\u00a0 <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/\">Kemiskinan<\/a> sering dipahami sebagai persoalan kekurangan harta. Ukurannya adalah pendapatan, kepemilikan aset, atau kemampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal, dalam kenyataannya, banyak masyarakat yang hidup di wilayah kaya sumber daya alam tetap berada dalam lingkaran kemiskinan. Sebaliknya, tidak sedikit negara yang miskin sumber daya justru mampu menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.<\/p>\n<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa akar persoalan kemiskinan tidak selalu terletak pada keterbatasan sumber daya, tetapi sering kali bersumber dari <em><strong>cara berpikir, budaya, dan paradigma masyarakat.<\/strong><\/em>\u00a0Inilah yang oleh banyak ilmuwan sosial disebut sebagai kemiskinan kultural.<\/p>\n<p>Dalam perspektif\u00a0 Pusat Peranserta Masyarakat (PP), kemiskinan kultural merupakan tantangan besar pembangunan bangsa. Karena itu, solusi yang ditawarkan tidak cukup hanya berupa bantuan sosial atau pertumbuhan ekonomi semata, melainkan melalui pemberdayaan masyarak\u00a0 yang membangun kesadaran, kemampuan, dan kemandirian.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Ketika_Kemiskinan_Menjadi_Budaya\" >Ketika Kemiskinan Menjadi Budaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Pemberdayaan_Mengubah_Objek_Menjadi_Subjek\" >Pemberdayaan: Mengubah Objek Menjadi Subjek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Kekhalifahan_Landasan_Teologis_Pemberdayaan\" >Kekhalifahan: Landasan Teologis Pemberdayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Pendapat_Tokoh\" >Pendapat Tokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#_Qaryah_Thayyibah_Model_Pemberdayaan_Berbasis_Komunitas\" >\u00a0Qaryah Thayyibah: Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Dari_Bantuan_Menuju_Kemandirian\" >Dari Bantuan Menuju Kemandirian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Pemberdayaan_sebagai_Gerakan_Peradaban\" >Pemberdayaan sebagai Gerakan Peradaban<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#Saatnya_Memerdekakan_Masyarakat\" >Saatnya Memerdekakan Masyarakat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Kemiskinan_Menjadi_Budaya\"><\/span>Ketika Kemiskinan Menjadi Budaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kemiskinan kultural bukan berarti menyalahkan orang miskin atas kondisi yang mereka alami. Sebaliknya, konsep ini mengajak kita melihat bahwa kemiskinan sering kali dipengaruhi oleh budaya, sistem, dan pola pikir yang diwariskan secara turun-temurun.<\/p>\n<ul>\n<li>Kemiskinan kultural ditandai oleh beberapa gejala, antara lain:<\/li>\n<li>Rendahnya kepercayaan diri untuk berkembang;<\/li>\n<li>Ketergantungan pada bantuan pihak lain;Minimnya budaya inovasi dan kewirausahaan;<\/li>\n<li>Lemahnya etos kerja produktif;<\/li>\n<li>serta sikap pasrah yang tidak disertai ikhtiar untuk mengubah keadaan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akibatnya, masyarakat kehilangan daya dorong untuk memanfaatkan potensi yang sebenarnya mereka miliki.<\/p>\n<p>Padahal Allah SWT telah menganugerahkan kepada setiap manusia akal, kemampuan belajar, dan kesempatan untuk berkembang. Kemiskinan tidak boleh dipandang sebagai takdir yang membelenggu, melainkan sebagai tantangan yang harus dihadapi melalui ilmu, kerja keras, dan kerja sama.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemberdayaan_Mengubah_Objek_Menjadi_Subjek\"><\/span>Pemberdayaan: Mengubah Objek Menjadi Subjek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi PPM, pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi mengubah posisi masyarakat dari objek pembangunan menjadi subjek pembangunan.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, banyak program pembangunan lebih menekankan pada distribusi bantuan. Pendekatan ini memang dapat mengurangi beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi sering kali tidak menyelesaikan akar persoalan.<\/p>\n<p>Pemberdayaan menawarkan pendekatan yang berbeda.<\/p>\n<p>Pemberdayaan berarti membangun kemampuan masyarakat agar mampu: mengenali potensi dirinya;<\/p>\n<ul>\n<li>Mengelola sumber daya yang dimiliki;<\/li>\n<li>Mengambil keputusan secara mandiri;<\/li>\n<li>Membangun usaha produktif;<\/li>\n<li>Memperkuat kelembagaan sosial di tingkat komunitas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan, tetapi mampu menjadi pelaku utama pembangunan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekhalifahan_Landasan_Teologis_Pemberdayaan\"><\/span>Kekhalifahan: Landasan Teologis Pemberdayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam Al-Qur&#8217;an, manusia diberi amanah sebagai <em><strong>khalifah fil ardh, yaitu wakil Allah di bumi.<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Allah SWT berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u064f\u0651\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p>&#8220;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &#8216;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.'&#8221;(QS. Al-Baqarah [2]: 30)<\/p><\/blockquote>\n<p>Konsep khalifah mengandung makna bahwa manusia diberi mandat untuk memakmurkan bumi, mengelola sumber daya secara adil, menjaga keseimbangan alam, dan membangun kesejahteraan bersama.<\/p>\n<p>Karena itu, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari pelaksanaan amanah kekhalifahan.<\/p>\n<p>Orang yang memberdayakan sesama sesungguhnya sedang menjalankan tugas sucinya sebagai khalifah.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Tokoh\"><\/span>Pendapat Tokoh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Paulo Freire:<\/strong> Pendidikan sebagai Pembebasan<\/p>\n<p>Pendidik asal Brasil, Paulo Freire, menyatakan bahwa pemberdayaan dimulai ketika masyarakat mampu menyadari kondisi yang mereka hadapi dan menjadi pelaku perubahan atas kehidupannya sendiri.<\/p>\n<p>Menurut Freire:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Tidak ada seorang pun yang membebaskan orang lain; manusia membebaskan dirinya melalui kerja sama.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Pandangan ini sejalan dengan filosofi PPM bahwa masyarakat tidak boleh diposisikan sebagai penerima belas kasihan, tetapi sebagai mitra dalam membangun perubahan.<\/p>\n<p><strong>Prof. Kuntowijoyo<\/strong>: Agama Harus Melahirkan Transformasi<\/p>\n<p>Cendekiawan Muslim Prof. Kuntowijoyo melalui konsep Ilmu Sosial Profetik menegaskan bahwa agama memiliki tiga misi besar:<\/p>\n<ol>\n<li>Humanisasi, memanusiakan manusia;<\/li>\n<li>Liberasi, membebaskan dari kemiskinan, kebodohan, dan penindasan;<\/li>\n<li>Transendensi, menghubungkan seluruh aktivitas dengan nilai-nilai ketuhanan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam perspektif ini, pemberdayaan masyarakat adalah bagian dari misi profetik Islam.<\/p>\n<p><strong>Prof. M. Dawam Rahardjo<\/strong>: Pembangunan Berbasis Rakyat<\/p>\n<blockquote><p>Ekonom Muslim Prof. M. Dawam Rahardjo menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan harus bertumpu pada ekonomi rakyat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurutnya, masyarakat harus diberi akses terhadap modal, pendidikan, teknologi, dan kelembagaan agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi.<\/p>\n<p>Gagasan tersebut sejalan dengan pendekatan pemberdayaan yang dikembangkan PPM.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"_Qaryah_Thayyibah_Model_Pemberdayaan_Berbasis_Komunitas\"><\/span>\u00a0Qaryah Thayyibah: Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebagai implementasi dari Teologi Pemberdayaan, PPM mengembangkan konsep **Qaryah Thayyibah**, yaitu komunitas yang dibangun atas dasar nilai-nilai Islam, partisipasi masyarakat, dan kemandirian ekonomi.<\/p>\n<p>Qaryah Thayyibah bukan hanya desa yang religius, tetapi desa yang mampu menghadirkan keseimbangan antara:<\/p>\n<ul>\n<li>Spiritualitas dan produktivitas;<\/li>\n<li>Ekonomi dan keadilan;<\/li>\n<li>Pembangunan dan kelestarian lingkungan;<\/li>\n<li>Kepemimpinan dan partisipasi warga.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam konsep ini, masjid berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, koperasi menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat, pendidikan menjadi sarana kaderisasi, dan gotong royong menjadi budaya yang mengikat kehidupan masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Bantuan_Menuju_Kemandirian\"><\/span>Dari Bantuan Menuju Kemandirian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PPM meyakini bahwa bantuan tetap diperlukan dalam situasi darurat. Namun, bantuan yang tidak diikuti proses pemberdayaan dapat melahirkan ketergantungan.<\/p>\n<p>Karena itu, paradigma pembangunan harus bergeser:<\/p>\n<blockquote><p>dari charity menuju capacity building;<br \/>\ndari belas kasihan menuju kemitraan;<br \/>\ndari ketergantungan menuju kemandirian;<br \/>\ndari objek pembangunan menuju *subjek perubahan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Inilah hakikat pemberdayaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemberdayaan_sebagai_Gerakan_Peradaban\"><\/span>Pemberdayaan sebagai Gerakan Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pemberdayaan bukan sekadar program ekonomi, melainkan gerakan membangun peradaban.<\/p>\n<p>Peradaban yang kuat lahir dari masyarakat yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Percaya pada kemampuannya sendiri;<\/li>\n<li>Memiliki etos kerja yang tinggi;<\/li>\n<li>ampu bekerja sama;<\/li>\n<li>Menjunjung keadilan;<\/li>\n<li>dan menjadikan agama sebagai energi perubahan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di sinilah PPM menempatkan pemberdayaan sebagai bagian dari dakwah bil hal\u2014dakwah yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saatnya_Memerdekakan_Masyarakat\"><\/span>Saatnya Memerdekakan Masyarakat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kemiskinan kultural tidak dapat diputus hanya dengan pertumbuhan ekonomi atau bantuan sosial.<\/p>\n<p>Yang lebih mendasar adalah membangun kesadaran baru, paradigma baru, dan budaya baru yang menumbuhkan keberanian untuk berubah.<\/p>\n<p>Pemberdayaan adalah proses memerdekakan manusia dari rasa tidak berdaya, dari ketergantungan, dan dari keyakinan bahwa nasib tidak dapat diubah.<\/p>\n<p>Sebagaimana ditegaskan Al-Qur&#8217;an, perubahan dimulai dari diri sendiri, kemudian meluas menjadi perubahan keluarga, komunitas, desa, hingga bangsa.<\/p>\n<p>Inilah jalan yang ditempuh **Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)**: membangun masyarakat yang sadar akan potensi dirinya, kuat dalam nilai-nilai spiritual, mandiri dalam ekonomi, adil dalam kehidupan sosial, dan harmonis dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Karena sesungguhnya, pemberdayaan bukan sekadar metode pembangunan, melainkan<em><strong> jalan menuju lahirnya<\/strong> <\/em>Qaryah Thayyibah dan terwujudnya <em><strong>baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur<\/strong><\/em>\u2014negeri yang baik, makmur, berkeadilan, dan mendapat limpahan rahmat Allah SWT.(<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18548,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha, Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[3178],"tags":[2324,94,1164],"newstopic":[],"class_list":["post-18546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","tag-gerakan-pemberdayaan","tag-kekhalifahan","tag-kemiskinan-struktural"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-21T00:56:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-21T01:04:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural\",\"datePublished\":\"2026-06-21T00:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-21T01:04:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/\"},\"wordCount\":960,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/1000355895.jpg\",\"keywords\":[\"gerakan pemberdayaan\",\"kekhalifahan\",\"kemiskinan struktural\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/\",\"name\":\"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/1000355895.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-21T00:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-21T01:04:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/1000355895.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/1000355895.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/21\\\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia","og_description":"\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-06-21T00:56:04+00:00","article_modified_time":"2026-06-21T01:04:17+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural","datePublished":"2026-06-21T00:56:04+00:00","dateModified":"2026-06-21T01:04:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/"},"wordCount":960,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg","keywords":["gerakan pemberdayaan","kekhalifahan","kemiskinan struktural"],"articleSection":["Akademi PPM"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/","name":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg","datePublished":"2026-06-21T00:56:04+00:00","dateModified":"2026-06-21T01:04:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/21\/pemberdayaan-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan-kultural\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemberdayaan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan Kultural"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000355895-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a>","rttpg_excerpt":"\u2002&#8221;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18546"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18552,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18546\/revisions\/18552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18546"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}