{"id":18639,"date":"2026-06-25T15:39:54","date_gmt":"2026-06-25T15:39:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18639"},"modified":"2026-06-25T16:46:58","modified_gmt":"2026-06-25T16:46:58","slug":"ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/","title":{"rendered":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #003366;\"><strong>EDITORIAL\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan Pemberdayaan Umat<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<blockquote><p><em>&#8220;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Al-Qashash [28]: 77)<\/p><\/blockquote>\n<p>JAKARTA.PPMIndonesia.com- Di berbagai penjuru Indonesia, masjid dan mushala berdiri megah. Suara azan berkumandang lima kali sehari. Pengajian, majelis taklim, dan kegiatan keagamaan tumbuh subur. Setiap tahun, jutaan umat Islam berbondong-bondong menunaikan ibadah haji dan umrah. Secara kasat mata, kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia tampak sangat hidup.<\/p>\n<p>Namun di balik fenomena tersebut, terdapat pertanyaan yang sering muncul dalam berbagai diskusi sosial dan keumatan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>Mengapa masyarakat yang begitu rajin beribadah belum selalu menikmati tingkat kesejahteraan yang sepadan?<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Mengapa <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/\">kemiskinan<\/a>, pengangguran, ketimpangan ekonomi, dan ketergantungan sosial masih menjadi persoalan besar di tengah masyarakat yang religius?<\/p>\n<p>Pertanyaan ini bukan dimaksudkan untuk meragukan nilai ibadah atau mengecilkan peran agama. Sebaliknya, pertanyaan ini mengajak kita melakukan refleksi mendalam mengenai hubungan antara kesalehan ritual dan transformasi kehidupan sosial.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Ibadah_dan_Realitas_Sosial\" >Ibadah dan Realitas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Paradoks_Kesalehan\" >Paradoks Kesalehan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Ketika_Agama_Dipahami_Secara_Parsial\" >Ketika Agama Dipahami Secara Parsial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Al-Quran_dan_Spirit_Produktivitas\" >Al-Qur&#8217;an dan Spirit Produktivitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Kemiskinan_Kultural_dan_Mentalitas_Pasrah\" >Kemiskinan Kultural dan Mentalitas Pasrah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Pendapat_Tokoh\" >Pendapat Tokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Pemberdayaan_sebagai_Jembatan\" >Pemberdayaan sebagai Jembatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Qaryah_Thayyibah_Kesalehan_yang_Membumi\" >Qaryah Thayyibah: Kesalehan yang Membumi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#Menghubungkan_Langit_dan_Bumi\" >Menghubungkan Langit dan Bumi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ibadah_dan_Realitas_Sosial\"><\/span>Ibadah dan Realitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam Islam, ibadah memiliki kedudukan yang sangat penting. Shalat, puasa, zakat, dan haji merupakan fondasi spiritual yang membentuk hubungan manusia dengan Allah SWT.<\/p>\n<p>Namun Al-Qur&#8217;an tidak pernah memisahkan ibadah dari tanggung jawab sosial.<\/p>\n<p>Shalat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi latihan kedisiplinan.<\/p>\n<p>Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi pendidikan pengendalian diri.<\/p>\n<p>Zakat bukan semata kewajiban finansial, tetapi instrumen distribusi kesejahteraan.<\/p>\n<p>Haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi pembelajaran tentang persaudaraan, kesetaraan, dan kepemimpinan.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, ibadah seharusnya melahirkan perubahan perilaku yang berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paradoks_Kesalehan\"><\/span>Paradoks Kesalehan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di sinilah kita menghadapi sebuah paradoks.<\/p>\n<p>Di satu sisi, tingkat religiusitas masyarakat cukup tinggi. Di sisi lain, berbagai persoalan sosial masih terus berlangsung.<\/p>\n<p>Korupsi masih terjadi.<\/p>\n<p>Ketimpangan ekonomi masih melebar.<\/p>\n<p>Kerusakan lingkungan terus berlangsung.<\/p>\n<p>Kemiskinan kultural masih membelenggu sebagian masyarakat.<\/p>\n<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa kesalehan ritual belum selalu bertransformasi menjadi kesalehan sosial.<\/p>\n<p>Ibadah telah menjadi rutinitas, tetapi belum sepenuhnya menjadi energi perubahan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Agama_Dipahami_Secara_Parsial\"><\/span>Ketika Agama Dipahami Secara Parsial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu penyebab utama paradoks tersebut adalah cara memahami agama yang cenderung parsial.<\/p>\n<p>Agama sering dipersempit pada persoalan:<\/p>\n<ul>\n<li>Halal dan haram,<\/li>\n<li>Pahala dan dosa,<\/li>\n<li>Surga dan neraka.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara aspek pembangunan masyarakat, penguatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan umat sering kali belum mendapatkan perhatian yang seimbang.<\/p>\n<p>Akibatnya, muncul generasi yang rajin beribadah tetapi kurang memiliki:<\/p>\n<ul>\n<li>Etos kerja produktif,<\/li>\n<li>Kemampuan kewirausahaan,<\/li>\n<li>Budaya inovasi,<\/li>\n<li>Dan kesadaran sosial yang kuat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Padahal Islam sejak awal hadir sebagai agama yang membangun peradaban.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_dan_Spirit_Produktivitas\"><\/span>Al-Qur&#8217;an dan Spirit Produktivitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur&#8217;an tidak mengajarkan umatnya untuk menjauhi kehidupan dunia.<\/p>\n<p>Sebaliknya, manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi.<\/p>\n<p>Allah SWT berfirman:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627<\/strong><\/p>\n<p><em>&#8220;Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Hud [11]: 61)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menegaskan bahwa bekerja, berproduksi, mengelola sumber daya, membangun ekonomi, dan menciptakan kesejahteraan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah.<\/p>\n<p>Karena itu, produktivitas bukan lawan dari spiritualitas.<\/p>\n<p>Produktivitas adalah salah satu bentuk aktualisasi spiritualitas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kemiskinan_Kultural_dan_Mentalitas_Pasrah\"><\/span>Kemiskinan Kultural dan Mentalitas Pasrah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam banyak kasus, persoalan umat bukan semata-mata kekurangan sumber daya.<\/p>\n<p>Indonesia adalah negara yang kaya akan:<\/p>\n<ul>\n<li>Tanah subur,<\/li>\n<li>Laut yang luas,<\/li>\n<li>Hasil tambang,<\/li>\n<li>Serta bonus demografi yang besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun potensi tersebut sering kali tidak mampu diolah secara optimal karena adanya hambatan budaya dan paradigma.<\/p>\n<p>Sebagian masyarakat masih terjebak dalam:<\/p>\n<ul>\n<li>Mentalitas pasrah yang keliru,<\/li>\n<li>Ketergantungan terhadap bantuan,<\/li>\n<li>Rendahnya keberanian mengambil risiko,<\/li>\n<li>Dan minimnya budaya produktif.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di sinilah kemiskinan kultural menjadi persoalan yang lebih serius daripada kemiskinan material.<\/p>\n<p>Karena kemiskinan material dapat diatasi dengan sumber daya, sedangkan kemiskinan kultural membutuhkan perubahan cara berpikir.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Tokoh\"><\/span>Pendapat Tokoh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Prof. Kuntowijoyo<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Melalui konsep <em>Ilmu Sosial Profetik<\/em>, Kuntowijoyo menegaskan bahwa agama harus melahirkan: humanisasi, liberasi, dan transendensi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Agama tidak boleh berhenti pada ritual, tetapi harus membebaskan manusia dari berbagai bentuk keterbelakangan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>Prof. M. Dawam Rahardjo<\/strong><\/p>\n<p>Dawam Rahardjo berulang kali menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi umat.<\/p>\n<blockquote><p>Menurutnya, umat Islam tidak cukup kuat dalam bidang spiritual saja, tetapi juga harus kuat dalam: ekonomi, pendidikan, dan kelembagaan sosial.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)<\/strong><\/p>\n<p>Gus Dur pernah mengingatkan bahwa agama harus hadir untuk memuliakan manusia.<\/p>\n<blockquote><p>Ukuran keberhasilan agama bukan banyaknya simbol keagamaan, tetapi sejauh mana agama mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemberdayaan_sebagai_Jembatan\"><\/span>Pemberdayaan sebagai Jembatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) memandang bahwa solusi atas paradoks ini terletak pada <strong>pemberdayaan<\/strong>.<\/p>\n<p>Pemberdayaan adalah proses menjembatani antara:<\/p>\n<ul>\n<li>Iman dan tindakan,<\/li>\n<li>Ibadah dan produktivitas,<\/li>\n<li>Spiritualitas dan kesejahteraan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemberdayaan mengubah masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku perubahan.<\/p>\n<p>Melalui pemberdayaan, agama diterjemahkan menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Pelatihan keterampilan,<\/li>\n<li>Penguatan koperasi,<\/li>\n<li>Pengembangan pertanian,<\/li>\n<li>Pendidikan kader,<\/li>\n<li>Pengelolaan wakaf produktif,<\/li>\n<li>Dan pembangunan komunitas yang mandiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_Kesalehan_yang_Membumi\"><\/span>Qaryah Thayyibah: Kesalehan yang Membumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam konsep <strong>Qaryah Thayyibah<\/strong>, religiusitas tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas ritual.<\/p>\n<p>Religiusitas juga tercermin dalam:<\/p>\n<ul>\n<li>Keadilan ekonomi,<\/li>\n<li>Budaya gotong royong,<\/li>\n<li>Kemandirian masyarakat,<\/li>\n<li>Kepedulian terhadap lingkungan,<\/li>\n<li>Dan kualitas pelayanan sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan.<\/p>\n<p>Agama tidak hanya menjadi identitas, tetapi menjadi energi pembangunan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghubungkan_Langit_dan_Bumi\"><\/span>Menghubungkan Langit dan Bumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ibadah adalah fondasi yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Namun ibadah tidak boleh berhenti pada hubungan vertikal dengan Tuhan.<\/p>\n<p>Ibadah harus melahirkan keberanian untuk memperbaiki kehidupan.<\/p>\n<p>Harus melahirkan etos kerja.<\/p>\n<p>Harus melahirkan kepedulian sosial.<\/p>\n<p>Harus melahirkan keadilan dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Karena itu, ketika ibadah belum berbanding lurus dengan kesejahteraan, yang perlu dievaluasi bukanlah ajaran agamanya, melainkan cara kita memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Di sinilah tantangan besar umat Islam hari ini: <strong>menghubungkan langit dan bumi, menghubungkan kesalehan ritual dengan kesalehan sosial, serta mengubah iman menjadi energi pemberdayaan dan kemajuan peradaban.<\/strong><\/p>\n<p>Inilah semangat yang terus diperjuangkan oleh <strong>Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)<\/strong> melalui gerakan <strong>Teologi Pemberdayaan<\/strong> menuju terwujudnya <strong>Qaryah Thayyibah<\/strong> dan cita-cita besar <strong><em>baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur<\/em><\/strong>\u2014masyarakat yang beriman, berkeadilan, sejahtera, dan diridhai Allah SWT. (ppmindonesia.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDITORIAL\u00a0 Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18640,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Redaksippmindoneia. Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3161],"tags":[360,1164,3211],"newstopic":[],"class_list":["post-18639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-editorial","tag-ibadah","tag-kemiskinan-struktural","tag-mentalitas-pasrah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"EDITORIAL\u00a0 Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-25T15:39:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-25T16:46:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan\",\"datePublished\":\"2026-06-25T15:39:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-25T16:46:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/\"},\"wordCount\":912,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/ketika-ibdah-1.jpg\",\"keywords\":[\"ibadah\",\"kemiskinan struktural\",\"mentalitas pasrah\"],\"articleSection\":[\"Editorial\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/\",\"name\":\"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/ketika-ibdah-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-25T15:39:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-25T16:46:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/ketika-ibdah-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/ketika-ibdah-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/06\\\/25\\\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia","og_description":"EDITORIAL\u00a0 Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-06-25T15:39:54+00:00","article_modified_time":"2026-06-25T16:46:58+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan","datePublished":"2026-06-25T15:39:54+00:00","dateModified":"2026-06-25T16:46:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/"},"wordCount":912,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg","keywords":["ibadah","kemiskinan struktural","mentalitas pasrah"],"articleSection":["Editorial"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/","name":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg","datePublished":"2026-06-25T15:39:54+00:00","dateModified":"2026-06-25T16:46:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/06\/25\/ketika-ibadah-tidak-berbanding-lurus-dengan-kesejahteraan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Ibadah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"EDITORIAL\u00a0 Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/ketika-ibdah-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/editorial\/\" rel=\"category tag\">Editorial<\/a>","rttpg_excerpt":"EDITORIAL\u00a0 Membaca Ulang Hubungan antara Kesalehan, Produktivitas, dan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18639"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18647,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18639\/revisions\/18647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18639"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}