{"id":18922,"date":"2026-07-13T06:45:04","date_gmt":"2026-07-13T06:45:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=18922"},"modified":"2026-07-13T12:27:18","modified_gmt":"2026-07-13T12:27:18","slug":"sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/","title":{"rendered":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai?"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong> \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi persoalan yang tidak pernah benar-benar selesai. Dari tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada tahun 2005 hingga berbagai persoalan yang terus muncul di sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA) saat ini, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/\">sampah<\/a> tetap menjadi ancaman bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, bahkan keselamatan jiwa.<\/p>\n<p>Namun benarkah akar masalahnya terletak pada perilaku masyarakat yang dianggap tidak disiplin membuang sampah?<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk <strong>\u201cSampah, Kuasa, dan Keserakahan\u201d<\/strong> yang menghadirkan <strong>Rusli Cahyadi<\/strong>, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta <strong>Shri Lalu Gde Parma<\/strong>, budayawan asal Nusa Tenggara Barat, dengan dipandu oleh <strong>Alif Purnomo<\/strong>.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut menghadirkan perspektif yang berbeda dari narasi umum yang selama ini berkembang. Alih-alih menyalahkan masyarakat, keduanya justru melihat bahwa krisis sampah di Indonesia lebih banyak berakar pada persoalan struktural, tata kelola, dan cara berpikir yang keliru terhadap sampah itu sendiri.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Masyarakat_Terus_Disalahkan\" >Masyarakat Terus Disalahkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Ketika_Pemilahan_Sampah_Berhenti_di_Rumah_Tangga\" >Ketika Pemilahan Sampah Berhenti di Rumah Tangga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Sampah_Berawal_dari_Cara_Berpikir\" >Sampah Berawal dari Cara Berpikir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Inkompetensi_dan_Obsesi_Regulasi\" >Inkompetensi dan Obsesi Regulasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Terlalu_Cepat_Meniru_Negara_Maju\" >Terlalu Cepat Meniru Negara Maju<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Ketika_Sampah_Organik_Tidak_Bertemu_Petani\" >Ketika Sampah Organik Tidak Bertemu Petani<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Solusi_Membangun_Keterhubungan\" >Solusi: Membangun Keterhubungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#Sampah_Adalah_Cermin_Peradaban\" >Sampah Adalah Cermin Peradaban<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masyarakat_Terus_Disalahkan\"><\/span>Masyarakat Terus Disalahkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Rusli Cahyadi, berbagai kebijakan dan kampanye pengelolaan sampah selama ini cenderung meletakkan beban penyelesaian masalah di pundak masyarakat.<\/p>\n<p>Program seperti <strong>Reduce, Reuse, Recycle (3R)<\/strong>, gerakan memilah sampah dari rumah tangga, hingga berbagai kampanye lingkungan lainnya selalu mengandaikan bahwa sumber persoalan terletak pada perilaku warga.<\/p>\n<p>Padahal, berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan di kawasan perkotaan, masyarakat justru sering menanggung biaya pengelolaan sampah yang lebih besar dibandingkan yang selama ini dipahami publik.<\/p>\n<p>Di banyak kawasan permukiman padat dan informal, layanan pengangkutan sampah pemerintah tidak menjangkau langsung rumah-rumah warga. Akibatnya, masyarakat harus mengumpulkan iuran secara swadaya untuk membayar pengangkut sampah menggunakan gerobak atau kendaraan kecil.<\/p>\n<p>&#8220;Biaya yang dikeluarkan masyarakat di kawasan seperti itu sering kali lebih mahal dibandingkan warga yang tinggal di perumahan formal yang dilayani langsung oleh armada pemerintah daerah,&#8221; ujar Rusli.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata persoalan kesadaran masyarakat, melainkan persoalan sistem yang tidak bekerja secara utuh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Pemilahan_Sampah_Berhenti_di_Rumah_Tangga\"><\/span>Ketika Pemilahan Sampah Berhenti di Rumah Tangga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rosli menilai berbagai program pengurangan sampah dari sumber sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Namun persoalannya, upaya tersebut tidak ditopang oleh sistem yang berkesinambungan.<\/p>\n<p>Masyarakat diminta memilah sampah organik dan anorganik di rumah. Namun ketika truk pengangkut datang, seluruh sampah kembali dicampur menjadi satu.<\/p>\n<p>Akibatnya muncul pertanyaan yang sangat logis dari masyarakat: untuk apa memilah sampah jika akhirnya bercampur kembali dalam proses pengangkutan?<\/p>\n<p>Menurut Rusli, inilah contoh nyata ketidaksinkronan antara kebijakan di tingkat rumah tangga dengan sistem pengelolaan di tingkat kota.<\/p>\n<p>&#8220;Yang hilang adalah koneksi antar sistem. Masyarakat sudah melakukan bagiannya, tetapi sistem yang lebih besar tidak mendukung,&#8221; katanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sampah_Berawal_dari_Cara_Berpikir\"><\/span>Sampah Berawal dari Cara Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sementara itu, Shri Lalu Gde Parma melihat persoalan sampah dari sudut pandang kebudayaan.<\/p>\n<p>Menurutnya, banyak hal yang sebenarnya belum layak disebut sampah tetapi sudah terlanjur diperlakukan sebagai sampah.<\/p>\n<p>Ia mengusulkan pendekatan yang disebutnya sebagai <strong>5T<\/strong>, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Tersisa<\/li>\n<li>Tersisih<\/li>\n<li>Terpencil<\/li>\n<li>Terasing<\/li>\n<li>Terbuang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam pandangannya, banyak benda yang sebenarnya masih berada pada tahap &#8220;tersisa&#8221;, tetapi sudah langsung masuk kategori &#8220;terbuang&#8221;.<\/p>\n<p>Akibatnya, benda-benda yang masih memiliki nilai guna, nilai ekonomi, atau potensi pemanfaatan kembali akhirnya berakhir sebagai limbah.<\/p>\n<p>&#8220;Sampah sesungguhnya diproduksi oleh cara berpikir kita. Banyak benda yang belum menjadi sampah, tetapi terlalu cepat dianggap sampah,&#8221; ujar Parma.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan botol bekas, perabot lama, kayu sisa bangunan, hingga berbagai barang rumah tangga yang sering kali masih dapat digunakan kembali atau dialihkan fungsinya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Inkompetensi_dan_Obsesi_Regulasi\"><\/span>Inkompetensi dan Obsesi Regulasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam diskusi tersebut muncul kritik terhadap kecenderungan pemerintah yang lebih fokus pada regulasi dibandingkan membangun sistem pengelolaan yang efektif.<\/p>\n<p>Parma menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk &#8220;inkompetensi pengetahuan&#8221; yang kemudian termanifestasi dalam bentuk aturan-aturan formal.<\/p>\n<p>Ketika negara tidak memiliki kemampuan memadai untuk mengelola persoalan secara substansial, yang muncul justru berbagai regulasi baru.<\/p>\n<p>Menurutnya, banyak kebijakan lahir bukan karena persoalan telah dipahami secara mendalam, melainkan sebagai respons administratif untuk menunjukkan bahwa sesuatu sedang dikerjakan.<\/p>\n<p>&#8220;Kadang regulasi menjadi manifestasi formal dari ketidakmampuan mengelola persoalan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut diamini Rusli yang menilai Indonesia sering kali terlalu cepat mengadopsi standar pengelolaan sampah dari negara-negara maju tanpa mempertimbangkan kesiapan sosial, ekonomi, dan fiskal nasional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terlalu_Cepat_Meniru_Negara_Maju\"><\/span>Terlalu Cepat Meniru Negara Maju<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rosli menyoroti berbagai kebijakan yang mengadopsi konsep-konsep seperti pembangunan berkelanjutan, ekonomi sirkular, atau teknologi pengolahan sampah modern.<\/p>\n<p>Menurutnya, negara-negara maju mencapai kondisi tersebut melalui proses yang panjang serta didukung subsidi pemerintah yang sangat besar.<\/p>\n<p>Di banyak negara maju, biaya pengelolaan sampah sebagian besar ditanggung pemerintah daerah. Iuran warga hanya menutup sebagian kecil dari biaya keseluruhan.<\/p>\n<p>Sementara di Indonesia, pemerintah sering kali menerapkan standar yang sama tanpa dukungan anggaran yang sebanding.<\/p>\n<p>Akibatnya, muncul banyak kebijakan yang sulit diterapkan secara efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sering kali ingin melompat ke tahap yang belum sesuai dengan kapasitas kita sendiri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Sampah_Organik_Tidak_Bertemu_Petani\"><\/span>Ketika Sampah Organik Tidak Bertemu Petani<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu contoh kegagalan sistem yang disoroti dalam diskusi adalah tidak terhubungnya sumber daya dengan kebutuhan nyata di masyarakat.<\/p>\n<p>Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah organik setiap hari. Di sisi lain, petani di berbagai daerah menghadapi kebutuhan pupuk organik yang terus meningkat.<\/p>\n<p>Secara logika, kedua kebutuhan tersebut seharusnya dapat dipertemukan.<\/p>\n<p>Namun dalam praktiknya, hubungan tersebut tidak pernah terbangun secara sistematis.<\/p>\n<p>Menurut Parma, persoalan ini menunjukkan adanya kegagalan dalam membangun &#8220;koneksi pragmatik&#8221;, yakni kemampuan menghubungkan sumber daya yang tersedia dengan kebutuhan yang ada.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak yang disebut sampah sebenarnya hanya karena kita gagal mempertemukannya dengan pihak yang membutuhkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Membangun_Keterhubungan\"><\/span>Solusi: Membangun Keterhubungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Baik Rusli maupun Parma sepakat bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya melalui kampanye kesadaran, teknologi, ataupun regulasi.<\/p>\n<p>Yang dibutuhkan adalah membangun keterhubungan.<\/p>\n<p>Keterhubungan antara rumah tangga, komunitas, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, petani, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>Parma menekankan pentingnya riset partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung agar lahir kesadaran kolektif mengenai nilai dan potensi yang masih terkandung dalam berbagai material yang selama ini dianggap sampah.<\/p>\n<p>Sementara Rusli menegaskan bahwa teknologi pengelolaan sampah sebenarnya sudah banyak tersedia. Persoalan utamanya adalah tidak adanya sistem yang mampu menghubungkan seluruh komponen tersebut secara berkelanjutan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sampah_Adalah_Cermin_Peradaban\"><\/span>Sampah Adalah Cermin Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada akhirnya, diskusi tersebut membawa satu kesimpulan penting: krisis sampah bukan hanya persoalan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Ia adalah cermin dari cara sebuah masyarakat berpikir, mengonsumsi, mengelola sumber daya, dan membangun sistem sosialnya.<\/p>\n<p>Selama sampah hanya dipahami sebagai benda yang harus dibuang, sementara hubungan antara produksi, konsumsi, distribusi, dan pemanfaatan kembali tidak pernah dibangun secara utuh, maka gunungan sampah akan terus bertambah.<\/p>\n<p>Karena itu, menyelesaikan persoalan sampah berarti juga membenahi cara berpikir, tata kelola, dan hubungan antara negara dengan masyarakat.<\/p>\n<p>Tanpa perubahan tersebut, berbagai program, slogan, dan regulasi hanya akan menjadi upaya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, sementara akar persoalannya tetap tidak tersentuh. (acank)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA.PPMIndonesia.com \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18923,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis acank Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208],"tags":[3270,1441,1440,3269],"newstopic":[],"class_list":["post-18922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-alip-purnomo","tag-masalah-sampah","tag-sampah","tag-sampah-dan-masalahnya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA.PPMIndonesia.com \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T06:45:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T12:27:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1561\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"878\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai?\",\"datePublished\":\"2026-07-13T06:45:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T12:27:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/\"},\"wordCount\":1055,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/SAMPAH_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"alip purnomo\",\"masalah sampah\",\"sampah\",\"sampah dan masalahnya\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/\",\"name\":\"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/SAMPAH_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-13T06:45:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T12:27:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/SAMPAH_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/SAMPAH_11zon.jpg\",\"width\":1561,\"height\":878},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/13\\\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia","og_description":"JAKARTA.PPMIndonesia.com \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-07-13T06:45:04+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T12:27:18+00:00","og_image":[{"width":1561,"height":878,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai?","datePublished":"2026-07-13T06:45:04+00:00","dateModified":"2026-07-13T12:27:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/"},"wordCount":1055,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg","keywords":["alip purnomo","masalah sampah","sampah","sampah dan masalahnya"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/","name":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai? - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg","datePublished":"2026-07-13T06:45:04+00:00","dateModified":"2026-07-13T12:27:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg","width":1561,"height":878},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/13\/sampah-kuasa-dan-keserakahan-mengapa-krisis-sampah-indonesia-tak-kunjung-selesai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sampah, Kuasa, dan Keserakahan: Mengapa Krisis Sampah Indonesia Tak Kunjung Selesai?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"JAKARTA.PPMIndonesia.com \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon.jpg",1561,878,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/SAMPAH_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"JAKARTA.PPMIndonesia.com \u2013 Krisis sampah di Indonesia seolah menjadi...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18922"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18936,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18922\/revisions\/18936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18922"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}