{"id":19027,"date":"2026-07-21T08:38:00","date_gmt":"2026-07-21T08:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19027"},"modified":"2026-07-21T08:38:00","modified_gmt":"2026-07-21T08:38:00","slug":"citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/","title":{"rendered":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; Selama puluhan tahun, Sungai Citarum menjadi simbol paradoks pembangunan Indonesia. Di satu sisi, sungai sepanjang hampir 297 kilometer ini merupakan urat nadi kehidupan yang melayani lebih dari 25 juta penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dari aliran airnya bergantung kebutuhan air baku, irigasi pertanian, perikanan, pembangkit listrik tenaga air, hingga aktivitas industri nasional. Namun di sisi lain, Citarum juga menjadi cermin dari kompleksitas persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan.<\/p>\n<p>Berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah untuk memulihkan kondisi sungai ini. Program <strong>Citarum Harum<\/strong> menjadi salah satu langkah strategis yang berhasil mengangkat isu Citarum ke tingkat nasional. Penataan kawasan, rehabilitasi hulu, pembersihan sampah, pengawasan limbah, hingga kolaborasi lintas kementerian telah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengembalikan fungsi ekologis DAS Citarum.<\/p>\n<p>Capaian tersebut patut diapresiasi. Kualitas air di sejumlah segmen menunjukkan perbaikan, kesadaran masyarakat mulai tumbuh, dan koordinasi antarinstansi semakin kuat. Namun, pemulihan DAS bukanlah pekerjaan yang selesai dalam hitungan tahun. Ia adalah proses panjang yang menuntut perubahan sistem, budaya, dan cara berpikir.<\/p>\n<p>Evaluasi dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan mendasar. Pencemaran limbah industri dan domestik masih terjadi, sedimentasi di kawasan hulu belum sepenuhnya terkendali, pengelolaan sampah rumah tangga masih menghadapi berbagai kendala, sementara koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat masih perlu terus diperkuat.<\/p>\n<blockquote><p>Fakta tersebut mengajarkan satu hal penting: <strong>Citarum tidak cukup hanya dibersihkan. Citarum harus dikelola dengan paradigma baru.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Dari_Membersihkan_Sungai_Menjadi_Mengelola_Ekosistem\" >Dari Membersihkan Sungai Menjadi Mengelola Ekosistem<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Dari_Top-Down_Menuju_Bottom-Up\" >Dari Top-Down Menuju Bottom-Up<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Teknologi_sebagai_Mata_Masyarakat_sebagai_Jantung\" >Teknologi sebagai Mata, Masyarakat sebagai Jantung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Sungai_yang_Menghidupi\" >Sungai yang Menghidupi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Kolaborasi_Menjadi_Kunci\" >Kolaborasi Menjadi Kunci<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#CITARUM_NEXT_GENERATION_Saatnya_Melangkah_Lebih_Jauh\" >CITARUM NEXT GENERATION: Saatnya Melangkah Lebih Jauh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#Menjaga_Citarum_adalah_Menjaga_Masa_Depan\" >Menjaga Citarum adalah Menjaga Masa Depan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Membersihkan_Sungai_Menjadi_Mengelola_Ekosistem\"><\/span>Dari Membersihkan Sungai Menjadi Mengelola Ekosistem<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selama ini, keberhasilan pemulihan sungai sering diukur dari berkurangnya tumpukan sampah atau meningkatnya kualitas air. Padahal, indikator tersebut hanyalah hasil akhir dari sebuah sistem yang sehat.<\/p>\n<p>Yang sesungguhnya harus dibangun adalah sistem pengelolaan yang mampu mencegah pencemaran sejak dari sumbernya, mengubah perilaku masyarakat, memperkuat kepatuhan industri, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sepanjang aliran sungai.<\/p>\n<p>Paradigma baru ini menempatkan sungai bukan sebagai objek yang sesekali dibersihkan, tetapi sebagai ekosistem kehidupan yang harus dijaga secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Artinya, pemulihan Citarum harus bergerak dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju pendekatan yang preventif; dari penanganan fisik menuju transformasi tata kelola; dari program sektoral menuju gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Top-Down_Menuju_Bottom-Up\"><\/span>Dari Top-Down Menuju Bottom-Up<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selama ini pemerintah menjadi aktor utama dalam berbagai program pemulihan DAS. Pendekatan tersebut penting, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.<\/p>\n<p>Warga di sepanjang bantaran sungai bukan sekadar penerima manfaat. Mereka adalah pihak yang setiap hari berinteraksi dengan sungai, memahami perubahan lingkungannya, sekaligus merasakan langsung dampak kerusakan maupun manfaat pemulihan.<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat perlu diposisikan sebagai pelaku utama perubahan.<\/p>\n<p>Pendekatan <strong>bottom-up<\/strong> memungkinkan masyarakat terlibat sejak tahap identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi, pelaksanaan program, hingga pengawasan keberlanjutan. Melalui metode <strong>Participatory Rural Appraisal (PRA)<\/strong>, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.<\/p>\n<p>Ketika masyarakat merasa memiliki program, maka keberlanjutan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proyek pemerintah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teknologi_sebagai_Mata_Masyarakat_sebagai_Jantung\"><\/span>Teknologi sebagai Mata, Masyarakat sebagai Jantung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perkembangan teknologi membuka peluang besar dalam pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<p>Konsep <strong>Smart Monitoring<\/strong> memungkinkan kualitas air dipantau secara <em>real-time<\/em> melalui sensor digital yang terpasang pada titik-titik pembuangan limbah industri. Data tersebut dapat diintegrasikan ke dalam dashboard publik sehingga pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang sama.<\/p>\n<p>Transparansi seperti ini tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas seluruh pihak.<\/p>\n<p>Namun teknologi tidak akan pernah cukup apabila masyarakat tidak dilibatkan.<\/p>\n<p>Teknologi adalah mata yang melihat kondisi sungai, sedangkan masyarakat adalah jantung yang menjaga keberlanjutannya.<\/p>\n<p>Karena itu, digitalisasi pengawasan harus berjalan beriringan dengan edukasi lingkungan, pembentukan kader sungai, penguatan komunitas, dan pengembangan sistem pelaporan masyarakat yang mudah diakses.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sungai_yang_Menghidupi\"><\/span>Sungai yang Menghidupi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesalahan terbesar dalam pengelolaan lingkungan adalah memisahkan konservasi dengan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Padahal, masyarakat akan lebih mudah menjaga lingkungan apabila mereka memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.<\/p>\n<p>Inilah yang menjadi dasar pengembangan <strong>Community Circular Economy<\/strong> dalam konsep <strong>CITARUM NEXT GENERATION<\/strong>.<\/p>\n<p>Sampah organik dapat diolah menjadi maggot atau kompos. Sampah plastik dikelola melalui bank sampah digital yang memberikan nilai ekonomi. Kawasan hulu dikembangkan melalui agroforestry berbasis kopi, buah-buahan, dan tanaman konservasi. Bantaran sungai dapat tumbuh menjadi ruang ekonomi baru melalui UMKM hijau, wisata edukasi, dan ekowisata berbasis masyarakat.<\/p>\n<p>Ketika sungai menjadi sumber kesejahteraan, maka masyarakat akan menjaga sungai bukan karena diperintah, melainkan karena mereka memahami bahwa masa depan ekonomi mereka bergantung pada kelestarian lingkungan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kolaborasi_Menjadi_Kunci\"><\/span>Kolaborasi Menjadi Kunci<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak ada satu lembaga pun yang mampu memulihkan DAS Citarum sendirian.<\/p>\n<p>Pemerintah membutuhkan masyarakat.<\/p>\n<p>Masyarakat membutuhkan dunia usaha.<\/p>\n<p>Dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi.<\/p>\n<p>Akademisi menyediakan riset dan inovasi.<\/p>\n<p>Media membangun kesadaran publik.<\/p>\n<p>Organisasi masyarakat menjembatani kolaborasi di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>Pendekatan <strong>Pentahelix<\/strong> menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola DAS yang adaptif dan berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan yang sama: memastikan Citarum kembali menjadi sungai yang sehat, produktif, dan menjadi kebanggaan bangsa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"CITARUM_NEXT_GENERATION_Saatnya_Melangkah_Lebih_Jauh\"><\/span>CITARUM NEXT GENERATION: Saatnya Melangkah Lebih Jauh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berangkat dari berbagai pengalaman tersebut, <strong>Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)<\/strong> menginisiasi gagasan <strong>CITARUM NEXT GENERATION<\/strong> sebagai model penguatan dan penyempurnaan Program Citarum Harum.<\/p>\n<p>Program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebijakan pemerintah, tetapi memperkuatnya melalui pendekatan yang lebih partisipatif, transparan, berbasis teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.<\/p>\n<p>Konsep ini mengintegrasikan <strong>Smart Monitoring<\/strong>, <strong>Community Circular Economy<\/strong>, pemberdayaan masyarakat, restorasi lingkungan, serta kolaborasi multipihak dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, pemulihan DAS tidak lagi dipandang sebagai proyek lingkungan semata, tetapi sebagai investasi sosial, ekonomi, dan ekologi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjaga_Citarum_adalah_Menjaga_Masa_Depan\"><\/span>Menjaga Citarum adalah Menjaga Masa Depan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah menunjukkan bahwa peradaban besar selalu tumbuh di sekitar sungai. Ketika sungai dijaga, kehidupan berkembang. Sebaliknya, ketika sungai rusak, masyarakatlah yang pertama merasakan dampaknya.<\/p>\n<p>Karena itu, menjaga Citarum bukan hanya tentang mengangkat sampah dari permukaan air atau menanam pohon di kawasan hulu. Menjaga Citarum berarti membangun tata kelola yang lebih baik, memperkuat budaya peduli lingkungan, mendorong industri yang bertanggung jawab, dan menghadirkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.<\/p>\n<p>Kini saatnya melangkah lebih jauh.<\/p>\n<p>Bukan sekadar <strong>Citarum Harum<\/strong>, tetapi <strong>Citarum Berkelanjutan<\/strong>.<\/p>\n<p>Bukan hanya sungai yang bersih, tetapi juga masyarakat yang berdaya.<\/p>\n<p>Bukan hanya pemulihan lingkungan, tetapi juga pembangunan peradaban.<\/p>\n<p>Karena masa depan Citarum tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sampah yang berhasil diangkat hari ini, melainkan oleh seberapa kuat sistem yang kita bangun agar sungai ini tetap lestari untuk generasi-generasi yang akan datang. (acank)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221; JAKARTA.PPMIndonesia.com&#8211;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19028,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis acank Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,3162],"tags":[3283,3287,3288],"newstopic":[],"class_list":["post-19027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-desa-ekonomi-rakyat","tag-citarum","tag-citarum-nex-generation","tag-das-citarum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221; JAKARTA.PPMIndonesia.com&#8211;...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-21T08:38:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1532\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"862\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru\",\"datePublished\":\"2026-07-21T08:38:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/\"},\"wordCount\":1013,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/citarum-next-1_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"citarum\",\"citarum nex generation\",\"DAS citarum\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Desa &amp; Ekonomi Rakyat\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/\",\"name\":\"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/citarum-next-1_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-21T08:38:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/citarum-next-1_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/citarum-next-1_11zon.jpg\",\"width\":1532,\"height\":862},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/21\\\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia","og_description":"&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221; JAKARTA.PPMIndonesia.com&#8211;...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-07-21T08:38:00+00:00","og_image":[{"width":1532,"height":862,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru","datePublished":"2026-07-21T08:38:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/"},"wordCount":1013,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg","keywords":["citarum","citarum nex generation","DAS citarum"],"articleSection":["Berita","Desa &amp; Ekonomi Rakyat"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/","name":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg","datePublished":"2026-07-21T08:38:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg","width":1532,"height":862},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/21\/citarum-tidak-cukup-dibersihkan-saatnya-dikelola-dengan-paradigma-baru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Citarum Tidak Cukup Dibersihkan, Saatnya Dikelola dengan Paradigma Baru"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221; JAKARTA.PPMIndonesia.com&#8211;...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon.jpg",1532,862,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/citarum-next-1_11zon-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/desa-ekonomi-rakyat\/\" rel=\"category tag\">Desa &amp; Ekonomi Rakyat<\/a>","rttpg_excerpt":"&#8220;Sungai Pulih, Masyarakat Tumbuh, Ekonomi Hijau Berkembang.&#8221; JAKARTA.PPMIndonesia.com&#8211;...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19029,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19027\/revisions\/19029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19027"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}