{"id":19636,"date":"2026-09-10T09:00:26","date_gmt":"2026-09-10T09:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19636"},"modified":"2026-09-10T09:01:32","modified_gmt":"2026-09-10T09:01:32","slug":"ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/","title":{"rendered":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan. Ia dialami, dikerjakan, diuji, dan diwariskan melalui pengalaman.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; Ada <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/\">pengetahuan<\/a> yang lahir dari buku.<\/p>\n<p>Ada pengetahuan yang lahir dari ruang kelas.<\/p>\n<p>Ada pula pengetahuan yang hanya dapat ditemukan ketika seseorang berjalan bersama masyarakat, mendengar keluhannya, menyaksikan perjuangannya, ikut bekerja, mengalami kegagalan, merasakan keberhasilan, dan kemudian bertanya: <strong>apa yang sebenarnya sedang terjadi?<\/strong><\/p>\n<p>Di sanalah Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) menempatkan salah satu akar penting metodologi gerakannya.<\/p>\n<p>Bagi PPM, masyarakat bukan sekadar tempat untuk menjalankan program. Masyarakat adalah <strong>ruang belajar<\/strong>.<\/p>\n<p>Kampung adalah ruang kelas.<\/p>\n<p>Pasar adalah ruang belajar.<\/p>\n<p>Sawah adalah ruang praktik.<\/p>\n<p>Kelompok usaha adalah laboratorium.<\/p>\n<p>Musyawarah adalah ruang akademik.<\/p>\n<p>Konflik sosial adalah bahan kajian.<\/p>\n<p>Kegagalan adalah guru.<\/p>\n<p>Dan pengalaman masyarakat adalah pengetahuan yang tidak boleh diabaikan.<\/p>\n<p>Karena itu, PPM pada hakikatnya bukan hanya organisasi yang <em>bekerja untuk masyarakat<\/em>, tetapi juga organisasi yang <strong>belajar dari masyarakat<\/strong>.<\/p>\n<p>Inilah yang menjadikan PPM sebagai sebuah <strong>universitas kehidupan\u2014<em>university of life<\/em>.<\/strong><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_87_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Belajar_Bukan_Hanya_dari_yang_Berhasil\" >Belajar Bukan Hanya dari yang Berhasil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Masyarakat_Bukan_Laboratorium_Eksperimen\" >Masyarakat Bukan Laboratorium Eksperimen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Dari_Mendengar_kepada_Memahami\" >Dari Mendengar kepada Memahami<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Universitas_yang_Tidak_Memiliki_Gedung\" >Universitas yang Tidak Memiliki Gedung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Belajar_Melalui_Perbuatan\" >Belajar Melalui Perbuatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#PPM_Juga_Harus_Mau_Belajar\" >PPM Juga Harus Mau Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Dari_Pengetahuan_Menjadi_Kemandirian\" >Dari Pengetahuan Menjadi Kemandirian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Dari_Komunitas_Menuju_Qaryah_Thayyibah\" >Dari Komunitas Menuju Qaryah Thayyibah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Sejarah_Adalah_Ruang_Ujian\" >Sejarah Adalah Ruang Ujian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Universitas_Kehidupan_Tidak_Pernah_Wisuda\" >Universitas Kehidupan Tidak Pernah Wisuda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#Belajar_Bersama_untuk_Membangun_Peradaban\" >Belajar Bersama untuk Membangun Peradaban<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Belajar_Bukan_Hanya_dari_yang_Berhasil\"><\/span><strong>Belajar Bukan Hanya dari yang Berhasil<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Dalam kehidupan masyarakat, proses belajar tidak selalu hadir dalam bentuk keberhasilan.<\/p>\n<p>Kadang-kadang justru kegagalan memberikan pelajaran yang lebih jujur.<\/p>\n<p>Sebuah kelompok usaha yang berhenti mungkin sedang menunjukkan bahwa model bisnisnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Sebuah koperasi yang tidak berkembang mungkin sedang memperlihatkan persoalan kepercayaan, tata kelola, akses pasar, atau kepemimpinan.<\/p>\n<p>Sebuah kelompok tani yang tidak bertahan mungkin sedang memberi pelajaran tentang hubungan antara produksi, distribusi, harga, teknologi, dan struktur pasar.<\/p>\n<p>Sebuah kampung yang kesulitan mengelola sampah mungkin sedang menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar kurangnya tempat sampah, tetapi menyangkut perilaku, kelembagaan, ekonomi, dan kebiasaan sosial.<\/p>\n<p>Masyarakat sebenarnya terus-menerus menghasilkan pengetahuan.<\/p>\n<p>Persoalannya adalah: <strong>apakah kita mau mendengarkannya?<\/strong><\/p>\n<p>PPM berusaha menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar.<\/p>\n<p>Sebab bagi gerakan masyarakat, keberhasilan tidak cukup hanya dirayakan. Ia harus dipelajari.<\/p>\n<p>Kegagalan juga tidak perlu disembunyikan. Ia harus dibaca.<\/p>\n<p>Dari sanalah metodologi berkembang.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masyarakat_Bukan_Laboratorium_Eksperimen\"><\/span><strong>Masyarakat Bukan Laboratorium Eksperimen<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ada perbedaan penting antara belajar <strong>tentang masyarakat<\/strong> dan belajar <strong>bersama masyarakat<\/strong>.<\/p>\n<p>Belajar tentang masyarakat sering menempatkan masyarakat sebagai objek penelitian.<\/p>\n<p>Orang luar datang, mengamati, mencatat, mengambil data, menyusun laporan, lalu pergi.<\/p>\n<p>Belajar bersama masyarakat berbeda.<\/p>\n<p>Di dalamnya terdapat hubungan yang lebih dialogis.<\/p>\n<p>Masyarakat membawa pengalaman.<\/p>\n<p>Pendamping membawa pengetahuan dan metodologi.<\/p>\n<p>Keduanya bertemu.<\/p>\n<p>Keduanya berdialog.<\/p>\n<p>Keduanya menguji gagasan melalui kenyataan.<\/p>\n<p>Keduanya belajar.<\/p>\n<p>Karena itu masyarakat tidak boleh diperlakukan sebagai laboratorium tempat sebuah teori diuji tanpa mempertimbangkan pengalaman dan martabat manusia yang hidup di dalamnya.<\/p>\n<p>Masyarakat adalah <strong>mitra belajar<\/strong>.<\/p>\n<p>PPM hadir bukan sebagai orang yang datang membawa kebenaran tunggal, tetapi sebagai bagian dari proses untuk menemukan kebenaran bersama melalui pengalaman kehidupan.<\/p>\n<p>Di sinilah prinsip peranserta memperoleh maknanya.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Mendengar_kepada_Memahami\"><\/span><strong>Dari Mendengar kepada Memahami<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Dalam gerakan pengembangan masyarakat, mendengar bukan pekerjaan sederhana.<\/p>\n<p>Mendengar berarti bersedia menunda kesimpulan.<\/p>\n<p>Ketika masyarakat mengatakan, <em>\u201cKami tidak punya modal,\u201d<\/em> PPM tidak berhenti pada kalimat tersebut.<\/p>\n<p>Pertanyaan berikutnya adalah: <strong>mengapa tidak punya modal?<\/strong><\/p>\n<p>Ketika masyarakat mengatakan, <em>\u201cKami tidak punya pekerjaan,\u201d<\/em> pertanyaannya bukan sekadar bagaimana menyediakan pekerjaan, tetapi <strong>mengapa kesempatan kerja tidak tersedia?<\/strong><\/p>\n<p>Ketika masyarakat mengatakan, <em>\u201cKami tidak punya air,\u201d<\/em> pertanyaannya bukan langsung teknologi apa yang harus diberikan, tetapi <strong>bagaimana sejarah persoalan air tersebut terbentuk?<\/strong><\/p>\n<p>Ketika petani mengatakan, <em>\u201cHasil panen kami murah,\u201d<\/em> pertanyaan berikutnya adalah: <strong>siapa yang menentukan harga, bagaimana rantai distribusinya, dan di mana posisi petani dalam sistem tersebut?<\/strong><\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membawa kita dari <strong>gejala menuju akar persoalan<\/strong>.<\/p>\n<p>Dan proses itulah yang membuat masyarakat sekaligus menjadi guru.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Universitas_yang_Tidak_Memiliki_Gedung\"><\/span><strong>Universitas yang Tidak Memiliki Gedung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Universitas kehidupan tidak memiliki gedung yang megah.<\/p>\n<p>Ia tidak memiliki pagar.<\/p>\n<p>Tidak ada ruang rektorat.<\/p>\n<p>Tidak ada jadwal kuliah yang kaku.<\/p>\n<p>Namun, setiap hari masyarakat menyelenggarakan \u201cperkuliahan\u201d melalui kehidupannya.<\/p>\n<p>Pagi hari, seorang petani belajar membaca tanah, cuaca, benih, air, dan pasar.<\/p>\n<p>Pedagang kecil belajar membaca kebutuhan konsumen, harga, persaingan, dan risiko.<\/p>\n<p>Pengurus koperasi belajar tentang kepercayaan, organisasi, administrasi, dan tanggung jawab.<\/p>\n<p>Ibu-ibu belajar mengelola ekonomi rumah tangga sekaligus membangun solidaritas sosial.<\/p>\n<p>Pemuda belajar menggunakan teknologi digital untuk membuka ruang ekonomi dan kreativitas baru.<\/p>\n<p>Tokoh masyarakat belajar bahwa keputusan bersama tidak selalu mudah, tetapi harus diperjuangkan melalui dialog.<\/p>\n<p>Semua itu adalah pengetahuan.<\/p>\n<p>Dan pengetahuan tersebut tidak selalu tertulis di buku.<\/p>\n<p>Ia tersimpan dalam <strong>pengalaman hidup masyarakat<\/strong>.<\/p>\n<p>Tugas PPM adalah membantu agar pengalaman itu tidak hilang begitu saja, tetapi diolah menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari, direfleksikan, dan dikembangkan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Belajar_Melalui_Perbuatan\"><\/span><strong>Belajar Melalui Perbuatan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Metodologi PPM menempatkan tindakan sebagai bagian penting dari proses belajar.<\/p>\n<p>Masyarakat melakukan sesuatu.<\/p>\n<p>Dari tindakan muncul pengalaman.<\/p>\n<p>Pengalaman melahirkan refleksi.<\/p>\n<p>Refleksi menghasilkan pengetahuan.<\/p>\n<p>Pengetahuan kemudian digunakan untuk memperbaiki tindakan.<\/p>\n<p>Demikian proses itu berulang.<\/p>\n<p><strong>Tindakan \u2192 pengalaman \u2192 refleksi \u2192 pengetahuan \u2192 tindakan baru.<\/strong><\/p>\n<p>Siklus tersebut membuat pemberdayaan bukan sekadar transfer pengetahuan dari orang yang dianggap pintar kepada orang yang dianggap tidak tahu.<\/p>\n<p>Sebaliknya, pengetahuan dibangun melalui <strong>pertemuan antara pengetahuan lokal, pengalaman masyarakat, ilmu pengetahuan, dan teknologi<\/strong>.<\/p>\n<p>Di sinilah <em>learning community<\/em> menjadi penting.<\/p>\n<p>Komunitas tidak hanya menjadi tempat orang hidup bersama.<\/p>\n<p>Komunitas menjadi tempat orang <strong>belajar bersama untuk memperbaiki kehidupannya<\/strong>.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PPM_Juga_Harus_Mau_Belajar\"><\/span><strong>PPM Juga Harus Mau Belajar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ada satu hal yang sering terlupakan dalam pembicaraan mengenai pemberdayaan.<\/p>\n<p>Orang yang datang untuk memberdayakan masyarakat juga harus bersedia <strong>diberdayakan oleh pengalaman masyarakat<\/strong>.<\/p>\n<p>Pendamping bukan manusia yang sudah selesai belajar.<\/p>\n<p>Aktivis bukan manusia yang memiliki semua jawaban.<\/p>\n<p>Organisasi bukan pemilik seluruh pengetahuan.<\/p>\n<p>Justru ketika seseorang merasa sudah mengetahui semuanya, saat itulah proses belajar mulai berhenti.<\/p>\n<p>PPM harus terus belajar.<\/p>\n<p>Belajar dari petani.<\/p>\n<p>Belajar dari pedagang kecil.<\/p>\n<p>Belajar dari pekerja.<\/p>\n<p>Belajar dari perempuan yang mengelola ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>Belajar dari pemuda.<\/p>\n<p>Belajar dari kebudayaan lokal.<\/p>\n<p>Belajar dari masyarakat yang pernah gagal.<\/p>\n<p>Belajar dari komunitas yang berhasil bangkit.<\/p>\n<p>Belajar dari perubahan teknologi.<\/p>\n<p>Dan bahkan belajar dari kritik terhadap dirinya sendiri.<\/p>\n<p>Sebab gerakan yang berhenti belajar akan kehilangan kemampuan membaca zaman.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Pengetahuan_Menjadi_Kemandirian\"><\/span><strong>Dari Pengetahuan Menjadi Kemandirian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Tujuan akhir dari universitas kehidupan bukan menghasilkan masyarakat yang pandai berbicara tentang pemberdayaan.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah melahirkan masyarakat yang <strong>mampu bertindak<\/strong>.<\/p>\n<p>Pengetahuan harus menjadi kekuatan.<\/p>\n<p>Kekuatan harus menjadi kemampuan.<\/p>\n<p>Kemampuan harus menjadi kemandirian.<\/p>\n<p>Karena itu, PPM tidak cukup hanya membuat masyarakat mengetahui apa masalah mereka.<\/p>\n<p>Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk mengorganisasikan diri dan mengambil tindakan.<\/p>\n<p>Di sinilah konsep <strong>peranserta<\/strong> menemukan makna yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Peranserta bukan sekadar hadir dalam sebuah pertemuan.<\/p>\n<p>Bukan sekadar mengisi daftar hadir.<\/p>\n<p>Bukan sekadar ikut gotong royong ketika ada program.<\/p>\n<p>Peranserta adalah <strong>kemampuan mengambil bagian dalam menentukan, menjalankan, dan mempertanggungjawabkan kehidupan bersama.<\/strong><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Komunitas_Menuju_Qaryah_Thayyibah\"><\/span><strong>Dari Komunitas Menuju Qaryah Thayyibah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Universitas kehidupan pada akhirnya tidak hanya membentuk individu.<\/p>\n<p>Ia membentuk komunitas.<\/p>\n<p>Masyarakat yang terus belajar akan semakin mampu membaca dirinya sendiri.<\/p>\n<p>Mereka mengetahui kekuatannya.<\/p>\n<p>Mereka memahami kelemahannya.<\/p>\n<p>Mereka mengenali potensi lingkungan.<\/p>\n<p>Mereka memahami ancaman.<\/p>\n<p>Mereka mampu membangun kerja sama.<\/p>\n<p>Mereka belajar menyelesaikan konflik.<\/p>\n<p>Mereka mengembangkan ekonomi.<\/p>\n<p>Mereka menjaga lingkungan.<\/p>\n<p>Mereka merawat kebudayaan.<\/p>\n<p>Dan mereka membangun sistem kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Proses semacam inilah yang menjadi landasan bagi gagasan <strong>Stelsel Masyarakat Sejahtera<\/strong> dan <strong>Qaryah Thayyibah<\/strong>.<\/p>\n<p>Masyarakat sejahtera bukan hanya masyarakat yang menerima banyak bantuan.<\/p>\n<p>Masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang <strong>memiliki kemampuan mengorganisasikan kehidupannya sendiri<\/strong>.<\/p>\n<p>Di dalamnya terdapat berbagai dimensi: sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi tepat, lingkungan hidup, sosial budaya, kependudukan, dan emansipasi sosial.<\/p>\n<p>Semua bidang tersebut menjadi ruang belajar.<\/p>\n<p>Dan semua ruang belajar itu pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: <strong>manusia yang lebih berdaya dan masyarakat yang lebih berkeadaban.<\/strong><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Adalah_Ruang_Ujian\"><\/span><strong>Sejarah Adalah Ruang Ujian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Setiap gerakan pada akhirnya akan diuji oleh sejarah.<\/p>\n<p>Bukan oleh slogan.<\/p>\n<p>Bukan oleh banyaknya dokumen.<\/p>\n<p>Bukan oleh banyaknya kegiatan.<\/p>\n<p>Melainkan oleh perubahan nyata yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Apakah masyarakat semakin tergantung atau semakin mandiri?<\/p>\n<p>Apakah mereka semakin pasif atau semakin berani mengambil keputusan?<\/p>\n<p>Apakah mereka semakin menunggu bantuan atau semakin mampu mengorganisasikan sumber daya?<\/p>\n<p>Apakah mereka hanya menjadi penerima program atau telah menjadi pelaku perubahan?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab oleh sejarah.<\/p>\n<p>Karena itu, <strong>sejarah adalah ruang ujian bagi metodologi PPM<\/strong>.<\/p>\n<p>Apa yang dipelajari PPM dari masyarakat hari ini akan menentukan bagaimana PPM bergerak esok hari.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Universitas_Kehidupan_Tidak_Pernah_Wisuda\"><\/span><strong>Universitas Kehidupan Tidak Pernah Wisuda<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ada universitas yang memiliki wisuda.<\/p>\n<p>Universitas kehidupan tidak.<\/p>\n<p>Seseorang tidak pernah benar-benar selesai belajar dari kehidupan.<\/p>\n<p>Demikian pula masyarakat.<\/p>\n<p>Setiap perubahan menghadirkan persoalan baru.<\/p>\n<p>Setiap keberhasilan menghadirkan tantangan baru.<\/p>\n<p>Setiap teknologi menghadirkan peluang sekaligus risiko.<\/p>\n<p>Setiap generasi membawa cara pandang baru.<\/p>\n<p>Karena itu, gerakan PPM juga harus menjadi gerakan yang <strong>terus belajar<\/strong>.<\/p>\n<p>Belajar bukan berarti kehilangan prinsip.<\/p>\n<p>Sebaliknya, belajar adalah cara menjaga agar prinsip tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman.<\/p>\n<ul>\n<li>PPM boleh berubah dalam cara.<\/li>\n<li>PPM boleh memperbarui metode.<\/li>\n<li>PPM boleh menggunakan teknologi baru.<\/li>\n<li>PPM boleh memasuki ruang digital.<\/li>\n<li>PPM boleh membangun jaringan baru.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tetapi satu hal tidak boleh hilang: <strong>keberpihakan kepada peranserta dan kemandirian masyarakat.<\/strong><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Belajar_Bersama_untuk_Membangun_Peradaban\"><\/span><strong>Belajar Bersama untuk Membangun Peradaban<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pada akhirnya, PPM bukan hanya tentang bagaimana membantu masyarakat menyelesaikan persoalan hari ini.<\/p>\n<p>PPM adalah tentang bagaimana masyarakat <strong>belajar menjadi lebih mampu menghadapi hari esok<\/strong>.<\/p>\n<p>Karena itu, belajar dari masyarakat bukan sikap romantis terhadap rakyat.<\/p>\n<p>Ia adalah sebuah <strong>metodologi gerakan<\/strong>.<\/p>\n<p>Masyarakat adalah sumber pengalaman.<\/p>\n<p>Pengalaman menjadi pengetahuan.<\/p>\n<p>Pengetahuan menjadi kesadaran.<\/p>\n<p>Kesadaran melahirkan tindakan.<\/p>\n<p>Tindakan melahirkan perubahan.<\/p>\n<p>Dan perubahan yang terus dipelajari akan menjadi kebudayaan.<\/p>\n<p>Di situlah gerakan kebudayaan bekerja.<\/p>\n<p>PPM tidak datang kepada masyarakat sebagai guru yang telah selesai belajar.<\/p>\n<p>PPM datang untuk <strong>belajar bersama masyarakat<\/strong>.<\/p>\n<p>Sebab boleh jadi, di antara ruang-ruang kelas formal yang kita bangun dengan megah, terdapat satu universitas yang paling tua dan paling jujur: <strong>kehidupan itu sendiri.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Di sanalah rakyat mengajarkan arti kerja keras.<\/li>\n<li>Di sanalah gotong royong mengajarkan arti kebersamaan.<\/li>\n<li>Di sanalah kegagalan mengajarkan kerendahan hati.<\/li>\n<li>Di sanalah keberhasilan mengajarkan tanggung jawab.<\/li>\n<li>Dan di sanalah manusia belajar mengenali dirinya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>PPM adalah bagian dari universitas itu.<\/strong><\/p>\n<p>Bukan untuk menggurui masyarakat.<\/p>\n<p>Bukan untuk menggantikan masyarakat.<\/p>\n<p>Tetapi untuk berjalan bersama, belajar bersama, berkarya bersama, dan membangun kesadaran bahwa <strong>masyarakat memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku utama dalam perjalanan sejarahnya sendiri.<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Dari masyarakat kita belajar.<br \/>\nBersama masyarakat kita berkarya.<br \/>\nDari pengalaman kita membangun pengetahuan.<br \/>\nDan dengan peranserta masyarakat kita membangun peradaban. (ppmindonesia)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19637,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Redaksippmindonesia. Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3178,208],"tags":[1851,452,857,3404],"newstopic":[],"class_list":["post-19636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","category-berita","tag-pengetahuan","tag-ppm","tag-pusat-peranserta-masyarakat","tag-uversitas-ppm"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-10T09:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-10T09:01:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1265\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan\",\"datePublished\":\"2026-09-10T09:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-10T09:01:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/\"},\"wordCount\":1571,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/universitas_11zon-1.jpg\",\"keywords\":[\"pengetahuan\",\"ppm\",\"pusat peranserta masyarakat\",\"uversitas ppm\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\",\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/\",\"name\":\"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/universitas_11zon-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-10T09:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-10T09:01:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/universitas_11zon-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/universitas_11zon-1.jpg\",\"width\":1265,\"height\":706},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/10\\\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia","og_description":"Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan....","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-09-10T09:00:26+00:00","article_modified_time":"2026-09-10T09:01:32+00:00","og_image":[{"width":1265,"height":706,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan","datePublished":"2026-09-10T09:00:26+00:00","dateModified":"2026-09-10T09:01:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/"},"wordCount":1571,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg","keywords":["pengetahuan","ppm","pusat peranserta masyarakat","uversitas ppm"],"articleSection":["Akademi PPM","Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/","name":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg","datePublished":"2026-09-10T09:00:26+00:00","dateModified":"2026-09-10T09:01:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg","width":1265,"height":706},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/10\/ppm-belajar-dari-masyarakat-ppm-sebagai-universitas-kehidupan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PPM: Belajar dari Masyarakat PPM sebagai Universitas Kehidupan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan....","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1.jpg",1265,706,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/universitas_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Di tengah kehidupan rakyat, pengetahuan tidak hanya diajarkan....","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19636"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19639,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19636\/revisions\/19639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19636"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}