{"id":19717,"date":"2026-09-15T12:01:28","date_gmt":"2026-09-15T12:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19717"},"modified":"2026-09-15T12:02:25","modified_gmt":"2026-09-15T12:02:25","slug":"saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/","title":{"rendered":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu, Al-Qur\u2019an mengajarkan manusia untuk kembali kepada Allah, ilmu, dan kebenaran.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; Ada sebuah persoalan yang terus muncul dalam perjalanan pemikiran Islam: apa yang harus dilakukan seorang <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/\">Muslim<\/a> ketika berhadapan dengan sebuah riwayat yang secara lahiriah tampak bertentangan dengan akal sehat atau dengan prinsip-prinsip Al-Qur\u2019an?<\/p>\n<blockquote><p>Pertanyaan ini bukan persoalan kecil.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sebab dalam tradisi keagamaan, berbagai riwayat telah menjadi bagian penting dari cara umat memahami sejarah, kehidupan Nabi, hukum, dan praktik keagamaan. Pada saat yang sama, tidak semua riwayat dipahami dengan cara yang sama. Ada perbedaan mengenai sanad, konteks, makna bahasa, dan kesimpulan hukum yang ditarik darinya.<\/p>\n<p>Di sinilah persoalan nalar muncul.<\/p>\n<p>Apakah seorang Muslim harus mematikan akalnya demi sebuah riwayat?<\/p>\n<p>Ataukah setiap orang bebas menolak riwayat hanya karena tidak sesuai dengan pendapat pribadinya?<\/p>\n<p>Kajian <strong>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/strong> mengajak kita mencari jawabannya bukan dengan fanatisme kepada riwayat, tetapi juga bukan dengan mempertuhankan akal.<\/p>\n<p>Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:<\/p>\n<p><strong>Ketika terjadi perselisihan, kepada siapa Al-Qur\u2019an memerintahkan kita untuk kembali?<\/strong><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_87_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_Mengajarkan_Jangan_Mengikuti_Sesuatu_Tanpa_Ilmu\" >Al-Qur\u2019an Mengajarkan: Jangan Mengikuti Sesuatu Tanpa Ilmu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_Memerintahkan_Tabayyun\" >Al-Qur\u2019an Memerintahkan Tabayyun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Ketika_Riwayat_Dihadapkan_kepada_Al-Quran\" >Ketika Riwayat Dihadapkan kepada Al-Qur\u2019an<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_Meminta_Bukti\" >Al-Qur\u2019an Meminta Bukti<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Akal_Bukan_Hakim_Mutlak_tetapi_Juga_Bukan_Musuh_Wahyu\" >Akal Bukan Hakim Mutlak, tetapi Juga Bukan Musuh Wahyu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_Mengkritik_Orang_yang_Mengikuti_Mayoritas_Tanpa_Pengetahuan\" >Al-Qur\u2019an Mengkritik Orang yang Mengikuti Mayoritas Tanpa Pengetahuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_Juga_Mengkritik_Taklid_kepada_Leluhur\" >Al-Qur\u2019an Juga Mengkritik Taklid kepada Leluhur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Ke_Mana_Seorang_Muslim_Harus_Berpaling\" >Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Al-Quran_sebagai_Pembeda\" >Al-Qur\u2019an sebagai Pembeda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Jangan_Mengubah_Akal_Menjadi_Berhala_Baru\" >Jangan Mengubah Akal Menjadi Berhala Baru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Mendengar_Menimbang_lalu_Mengikuti_yang_Terbaik\" >Mendengar, Menimbang, lalu Mengikuti yang Terbaik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#QURAN_BIL_QURAN_Apa_yang_Menjadi_Titik_Kembali\" >QUR\u2019AN BIL QUR\u2019AN: Apa yang Menjadi Titik Kembali?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#Penutup_Bukan_Memilih_Antara_Akal_dan_Wahyu\" >Penutup: Bukan Memilih Antara Akal dan Wahyu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Mengajarkan_Jangan_Mengikuti_Sesuatu_Tanpa_Ilmu\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an Mengajarkan: Jangan Mengikuti Sesuatu Tanpa Ilmu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an memberikan prinsip yang sangat jelas mengenai bagaimana manusia memperlakukan sebuah informasi.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e \u0643\u064f\u0644\u064f\u0651 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<p>\u201cDan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Isra\u2019: 36<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini mengandung prinsip yang sangat penting.<\/p>\n<p>Manusia tidak boleh mengikuti sesuatu hanya karena mendengarnya.<\/p>\n<p>Tidak boleh pula menerima sebuah klaim hanya karena disampaikan oleh orang yang dianggap memiliki otoritas.<\/p>\n<p>Pendengaran harus disertai pemeriksaan.<\/p>\n<p>Penglihatan harus disertai pertimbangan.<\/p>\n<p>Dan hati harus bertanggung jawab atas apa yang diterimanya.<\/p>\n<p>Dalam konteks riwayat keagamaan, prinsip ini mengingatkan kita bahwa <strong>label, popularitas, dan klaim tidak dengan sendirinya menggantikan proses memahami dan menilai.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Memerintahkan_Tabayyun\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an Memerintahkan Tabayyun<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Prinsip tersebut diperkuat dengan perintah melakukan verifikasi.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u064f\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u064e\u0651\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cWahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya membuat kamu menyesali perbuatanmu itu.\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Hujurat: 6<\/p><\/blockquote>\n<p>Semangat ayat ini adalah <strong>tabayyun<\/strong>: memeriksa berita sebelum menjadikannya dasar tindakan.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan modern, kita memahami prinsip tersebut dengan sangat mudah.<\/p>\n<p>Sebuah pesan di media sosial tidak otomatis benar hanya karena diteruskan berkali-kali.<\/p>\n<p>Sebuah berita tidak otomatis benar karena dikutip oleh orang terkenal.<\/p>\n<p>Demikian pula dalam persoalan agama, sebuah informasi tidak seharusnya diterima tanpa proses memahami apa sebenarnya yang disampaikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Riwayat_Dihadapkan_kepada_Al-Quran\"><\/span><strong>Ketika Riwayat Dihadapkan kepada Al-Qur\u2019an<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di sinilah pendekatan <strong>Al-Qur\u2019an Bil Al-Qur\u2019an<\/strong> menjadi penting.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an tidak berdiri sebagai kumpulan ayat yang terpisah-pisah. Ayat yang satu membantu menjelaskan ayat yang lain.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u064e\u0651\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p><strong>\u201c<\/strong>Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur\u2019an? Sekiranya Al-Qur\u2019an itu berasal dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya.\u201d<\/p>\n<p>QS. An-Nisa\u2019: 82<\/p><\/blockquote>\n<p>Tadabbur berarti tidak berhenti pada pembacaan permukaan.<\/p>\n<p>Sebuah ayat dibaca dalam kaitannya dengan ayat lainnya.<\/p>\n<p>Sebuah tema dilihat secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Sebuah kesimpulan tidak dibangun hanya berdasarkan satu potongan teks.<\/p>\n<p>Maka ketika sebuah riwayat tampak bertentangan dengan prinsip Al-Qur\u2019an, persoalannya perlu dikaji secara serius: <strong>apakah riwayat tersebut benar-benar bertentangan, ataukah kita yang belum memahami konteks dan maknanya dengan tepat?<\/strong><\/p>\n<p>Inilah wilayah kajian, bukan wilayah fanatisme.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Meminta_Bukti\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an Meminta Bukti<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam banyak persoalan, Al-Qur\u2019an menggunakan argumentasi yang sangat rasional.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cKatakanlah, \u2018Kemukakanlah bukti kalian jika kalian orang yang benar.\u2019\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Baqarah: 111<\/p><\/blockquote>\n<p>Perhatikan kata <strong>burhan<\/strong>.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an tidak cukup dengan klaim.<\/p>\n<p>Ada tuntutan terhadap bukti.<\/p>\n<p>Karena itu, dalam menghadapi sebuah riwayat, seorang Muslim tidak perlu kehilangan kemampuan berpikir.<\/p>\n<p>Yang diperlukan justru adalah kehati-hatian:<\/p>\n<blockquote><p>Apa sumbernya? Apa maknanya? Apa konteksnya? Apakah selaras dengan prinsip Al-Qur\u2019an? Apakah ada penjelasan ayat lain mengenai persoalan tersebut?<\/p><\/blockquote>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan bentuk permusuhan terhadap agama.<\/p>\n<p>Justru ia merupakan bagian dari tanggung jawab intelektual.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Akal_Bukan_Hakim_Mutlak_tetapi_Juga_Bukan_Musuh_Wahyu\"><\/span><strong>Akal Bukan Hakim Mutlak, tetapi Juga Bukan Musuh Wahyu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Namun ada satu hal yang juga perlu ditegaskan.<\/p>\n<p>Menggunakan akal tidak berarti menjadikan akal sebagai sumber kebenaran mutlak.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an sendiri mengingatkan keterbatasan pengetahuan manusia:<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0650\u0651\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Isra\u2019: 85<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini memberikan keseimbangan.<\/p>\n<p>Manusia harus berpikir, tetapi manusia juga harus menyadari keterbatasannya.<\/p>\n<p>Karena itu, ketika seseorang merasa suatu riwayat \u201ctidak masuk akal\u201d, ia seharusnya tidak langsung menyimpulkan bahwa riwayat itu pasti salah.<\/p>\n<p>Bisa jadi persoalannya berada pada pemahaman bahasa.<\/p>\n<p>Bisa jadi konteks sejarahnya belum diketahui.<\/p>\n<p>Bisa jadi makna yang dipahami selama ini tidak tepat.<\/p>\n<p>Bisa jadi riwayatnya memang bermasalah.<\/p>\n<p>Atau bisa jadi justru asumsi kita yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Sikap ilmiah adalah <strong>memeriksa sebelum memutuskan.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Mengkritik_Orang_yang_Mengikuti_Mayoritas_Tanpa_Pengetahuan\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an Mengkritik Orang yang Mengikuti Mayoritas Tanpa Pengetahuan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kebenaran juga tidak ditentukan oleh jumlah pengikut.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u064f\u0651\u0648\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0651\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u064e\u0651 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cJika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat perkiraan.\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-An\u2019am: 116<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini memberikan peringatan yang sangat relevan.<\/p>\n<p>Kebenaran tidak menjadi benar karena mayoritas mengatakannya.<\/p>\n<p>Demikian pula suatu pendapat tidak menjadi salah hanya karena sedikit orang yang mengikutinya.<\/p>\n<p>Ukuran kebenaran harus dicari melalui <strong>petunjuk dan pengetahuan<\/strong>, bukan semata-mata jumlah pengikut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Juga_Mengkritik_Taklid_kepada_Leluhur\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an Juga Mengkritik Taklid kepada Leluhur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Persoalan taklid bukan hanya masalah mengikuti tokoh agama.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an bahkan mengkritik manusia yang menjadikan tradisi leluhur sebagai alasan terakhir.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u064e\u0651\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0651\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627<\/p>\n<p>\u201cDan apabila dikatakan kepada mereka, \u2018Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,\u2019 mereka menjawab, \u2018Tidak! Kami mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.\u2019\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Lalu Allah bertanya:<\/p>\n<blockquote><p>\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cApakah mereka tetap mengikuti mereka walaupun nenek moyang mereka tidak memahami apa pun dan tidak mendapat petunjuk?\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Baqarah: 170<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesannya jelas.<\/p>\n<p>Tradisi tidak boleh menggantikan kebenaran.<\/p>\n<p>Riwayat tidak boleh diterima semata-mata karena sudah lama dikenal.<\/p>\n<p>Dan pendapat manusia tidak boleh ditempatkan pada kedudukan yang tidak pernah diberikan Al-Qur\u2019an kepadanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ke_Mana_Seorang_Muslim_Harus_Berpaling\"><\/span><strong>Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pertanyaan utama kita kembali muncul:<\/p>\n<p><strong>Jika nalar berhadapan dengan sebuah riwayat, ke mana seorang Muslim harus berpaling?<\/strong><\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an memberikan prinsip:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650<\/p>\n<p>\u201cTentang apa pun yang kamu perselisihkan, maka keputusannya dikembalikan kepada Allah.\u201d<\/p>\n<p>QS. Asy-Syura: 10<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini sangat fundamental.<\/p>\n<p>Ketika terjadi perselisihan, tempat kembali bukan hawa nafsu.<\/p>\n<p>Bukan fanatisme kelompok.<\/p>\n<p>Bukan pula semata-mata pendapat manusia.<\/p>\n<p><strong>Keputusan dikembalikan kepada Allah.<\/strong><\/p>\n<p>Dan dalam kerangka Kajian Syahida, kembali kepada Allah berarti kembali kepada petunjuk-Nya sebagaimana tercermin dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_sebagai_Pembeda\"><\/span><strong>Al-Qur\u2019an sebagai Pembeda<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an menyebut dirinya sebagai <strong>Al-Furqan<\/strong>\u2014pembeda.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0632\u064e\u0651\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p>\u201cMahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Furqan: 1<\/p><\/blockquote>\n<p>Jika Al-Qur\u2019an adalah Furqan, maka ia memiliki fungsi membedakan.<\/p>\n<p>Benar dan salah.<\/p>\n<p>Petunjuk dan kesesatan.<\/p>\n<p>Kebenaran dan kebatilan.<\/p>\n<p>Karena itu, dalam pendekatan Qur\u2019an bil Qur\u2019an, <strong>Al-Qur\u2019an ditempatkan sebagai rujukan untuk memahami pesan-pesan keagamaan yang diperselisihkan.<\/strong><\/p>\n<p>Bukan berarti setiap riwayat harus ditolak.<\/p>\n<p>Bukan pula berarti setiap riwayat harus diterima tanpa kajian.<\/p>\n<p>Yang diperlukan adalah <strong>penilaian yang jujur dan bertanggung jawab.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangan_Mengubah_Akal_Menjadi_Berhala_Baru\"><\/span><strong>Jangan Mengubah Akal Menjadi Berhala Baru<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada bahaya lain yang juga harus dihindari.<\/p>\n<p>Setelah kecewa terhadap suatu doktrin, seseorang dapat beralih ke ekstrem yang lain: menjadikan dirinya sendiri sebagai ukuran kebenaran.<\/p>\n<blockquote><p><em>&#8220;Kalau menurut saya benar, berarti benar.&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Kalau menurut saya tidak masuk akal, berarti pasti salah.&#8221;<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Al-Qur\u2019an mengingatkan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u064e\u0651\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f<\/p>\n<p>\u201cMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?\u201d<\/p>\n<p>QS. Al-Jatsiyah: 23<\/p><\/blockquote>\n<p>Akal sehat berbeda dengan selera pribadi.<\/p>\n<p>Akal sehat bersedia mengoreksi dirinya.<\/p>\n<p>Akal sehat mencari bukti.<\/p>\n<p>Akal sehat bersedia mengatakan <em>\u201csaya belum tahu\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Dan yang paling penting, akal sehat bersedia menerima kebenaran sekalipun kebenaran tersebut tidak sesuai dengan keinginannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendengar_Menimbang_lalu_Mengikuti_yang_Terbaik\"><\/span><strong>Mendengar, Menimbang, lalu Mengikuti yang Terbaik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an menggambarkan orang-orang yang memiliki kedewasaan berpikir:<\/p>\n<blockquote><p>\u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0651\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650<\/p>\n<p>\u201cMereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.\u201d<\/p>\n<p>QS. Az-Zumar: 18<\/p><\/blockquote>\n<p>Ini merupakan salah satu gambaran paling indah mengenai sikap intelektual dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Mereka <strong>mendengar<\/strong>.<\/p>\n<p>Mereka tidak takut terhadap informasi.<\/p>\n<p>Mereka <strong>mempertimbangkan<\/strong>.<\/p>\n<p>Mereka tidak langsung menerima atau menolak.<\/p>\n<p>Kemudian mereka <strong>mengikuti yang terbaik<\/strong>.<\/p>\n<p>Dan Al-Qur\u2019an menyebut mereka sebagai <strong>Ulul Albab<\/strong>.<\/p>\n<p>Dengan demikian, keterbukaan terhadap pertanyaan bukan tanda lemahnya iman.<\/p>\n<p>Yang penting adalah kejujuran dalam mencari kebenaran.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"QURAN_BIL_QURAN_Apa_yang_Menjadi_Titik_Kembali\"><\/span><strong>QUR\u2019AN BIL QUR\u2019AN: Apa yang Menjadi Titik Kembali?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika seluruh ayat tersebut dibaca bersama, tampak sebuah pola yang sangat jelas.<\/p>\n<blockquote><p>Al-Qur\u2019an memerintahkan manusia menggunakan akal.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an melarang mengikuti sesuatu tanpa ilmu.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an memerintahkan tabayyun.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an meminta bukti.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an mengkritik taklid buta.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an mengingatkan bahaya hawa nafsu.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an mendorong manusia mendengar dan memilih yang terbaik.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dan ketika terjadi perselisihan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0641\u064e\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650<\/p>\n<p>\u201cMaka keputusannya dikembalikan kepada Allah.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Inilah rangkaian yang dapat dibaca sebagai metodologi <strong>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/strong>.<\/p>\n<p>Bukan:<\/p>\n<blockquote><p>riwayat \u2192 fanatisme \u2192 pembenaran.<\/p><\/blockquote>\n<p>Bukan pula:<\/p>\n<blockquote><p>nalar pribadi \u2192 selera \u2192 penolakan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Melainkan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>informasi \u2192 tabayyun \u2192 tadabbur \u2192 penalaran \u2192 pembandingan dengan petunjuk Al-Qur\u2019an \u2192 pencarian <\/strong>kebenaran \u2192 tunduk kepada Allah.<\/p><\/blockquote>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup_Bukan_Memilih_Antara_Akal_dan_Wahyu\"><\/span><strong>Penutup: Bukan Memilih Antara Akal dan Wahyu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pada akhirnya, persoalan ini tidak semestinya dipahami sebagai perang antara <strong>akal dan riwayat<\/strong>.<\/p>\n<p>Akal adalah alat yang Allah berikan kepada manusia.<\/p>\n<p>Riwayat adalah informasi yang harus dipelajari, diteliti, dan dipahami secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Sedangkan Al-Qur\u2019an adalah wahyu Allah yang menjadi petunjuk dan Furqan.<\/p>\n<p>Karena itu, ketika seorang Muslim menemukan sebuah riwayat yang membuatnya gelisah, ia tidak perlu panik.<\/p>\n<p>Jangan buru-buru menolak agama.<\/p>\n<p>Tetapi jangan pula buru-buru mematikan akal.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Periksa. Teliti. Tadabburi. Bandingkan. Cari konteks. Dan kembalikan persoalan kepada petunjuk Allah.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Sebab Al-Qur\u2019an tidak mengajarkan manusia menjadi pengikut yang hanya berkata:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cSaya menerima karena orang lain mengatakan demikian.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Al-Qur\u2019an juga tidak mengajarkan manusia menjadi hakim yang berkata:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cSaya menolak karena saya tidak menyukainya.\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Al-Qur\u2019an mengajarkan manusia menjadi <strong>Ulul Albab<\/strong>: manusia yang mendengar, berpikir, menimbang, mencari yang terbaik, lalu mengikuti kebenaran.<\/p>\n<p>Maka ketika <strong>nalar berhadapan dengan riwayat<\/strong>, pertanyaan terpenting bukan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cHaruskah saya memilih akal atau riwayat?\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Melainkan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cBagaimana saya menemukan kebenaran dengan akal yang jernih, ilmu yang bertanggung jawab, dan petunjuk Al-Qur\u2019an?\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Di situlah seorang Muslim tidak kehilangan akalnya karena agama, dan tidak pula kehilangan agamanya karena akal.<\/p>\n<p>Ia kembali kepada Allah.<\/p>\n<p>Ia kembali kepada Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Dan ia mencari kebenaran dengan kesadaran yang penuh. (syahida)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19718,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Kajian Syahida quran bil quran. Oleh: syahida","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1483,878,1712],"newstopic":[],"class_list":["post-19717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-akal","tag-muslim","tag-nalar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-15T12:01:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-15T12:02:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1265\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?\",\"datePublished\":\"2026-09-15T12:01:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-15T12:02:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/\"},\"wordCount\":1616,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/saat-nalar_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"akal\",\"muslim\",\"nalar\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/\",\"name\":\"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/saat-nalar_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-15T12:01:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-15T12:02:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/saat-nalar_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/saat-nalar_11zon.jpg\",\"width\":1265,\"height\":706},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/15\\\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia","og_description":"Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-09-15T12:01:28+00:00","article_modified_time":"2026-09-15T12:02:25+00:00","og_image":[{"width":1265,"height":706,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?","datePublished":"2026-09-15T12:01:28+00:00","dateModified":"2026-09-15T12:02:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/"},"wordCount":1616,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg","keywords":["akal","muslim","nalar"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/","name":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling? - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg","datePublished":"2026-09-15T12:01:28+00:00","dateModified":"2026-09-15T12:02:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg","width":1265,"height":706},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/saat-nalar-berhadapan-dengan-riwayat-ke-mana-seorang-muslim-harus-berpaling\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saat Nalar Berhadapan dengan Riwayat: Ke Mana Seorang Muslim Harus Berpaling?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon.jpg",1265,706,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/saat-nalar_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"Ketika sebuah riwayat dipahami bertentangan dengan pesan wahyu,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19717"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19720,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19717\/revisions\/19720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19717"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}