{"id":19757,"date":"2026-09-18T14:43:48","date_gmt":"2026-09-18T14:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19757"},"modified":"2026-09-18T14:45:19","modified_gmt":"2026-09-18T14:45:19","slug":"dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/","title":{"rendered":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Antara_Keberadaan_dan_Kesadaran\" >Antara Keberadaan dan Kesadaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Manusia_sebagai_Khalifah_Sebuah_Amanah_Kehidupan\" >Manusia sebagai Khalifah: Sebuah Amanah Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Dari_%E2%80%9CAda%E2%80%9D_Menuju_%E2%80%9CBerada%E2%80%9D\" >Dari \u201cAda\u201d Menuju \u201cBerada\u201d<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Kesadaran_ABC_Aku_Bumi_dan_Cipta\" >Kesadaran ABC: Aku, Bumi, dan Cipta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Kekhalifahan_dan_Kesadaran_Ekologis\" >Kekhalifahan dan Kesadaran Ekologis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Dari_Individu_Menuju_Kehidupan_Sosial\" >Dari Individu Menuju Kehidupan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Qaryah_Thayyibah_Ruang_Aktualisasi_Kekhalifahan\" >Qaryah Thayyibah: Ruang Aktualisasi Kekhalifahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#PPM_sebagai_Jembatan_Sub-Kultur\" >PPM sebagai Jembatan Sub-Kultur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Dari_Kesadaran_Menuju_Peradaban\" >Dari Kesadaran Menuju Peradaban<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#Penutup_Menjadi_Bukan_Sekadar_Ada\" >Penutup: Menjadi, Bukan Sekadar Ada<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Antara_Keberadaan_dan_Kesadaran\"><\/span>Antara Keberadaan dan Kesadaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com-<\/strong> Setiap manusia hadir di dunia. Ia dilahirkan, tumbuh, beraktivitas, membangun hubungan sosial, dan pada akhirnya meninggalkan jejak kehidupan. Namun, apakah sekadar hadir di dunia sudah cukup untuk disebut menjalani kehidupan yang bermakna?<\/p>\n<blockquote><p>Pertanyaan ini membawa kita pada perbedaan mendasar antara <em>ada<\/em> dan <em>berada<\/em>.<\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cAda\u201d menunjuk pada keberadaan. Ia menggambarkan fakta bahwa sesuatu hadir atau eksis. Sementara itu, \u201cberada\u201d mengandung dimensi yang lebih luas: kesadaran tentang tempat, hubungan, tujuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan.<\/p>\n<p>Sebuah pohon ada di bumi. Namun manusia memiliki kemampuan untuk menyadari keberadaan pohon tersebut, memahami manfaatnya, merawatnya, dan menghubungkannya dengan keberlangsungan kehidupan.<\/p>\n<p>Di sinilah letak persoalan mendasar manusia. Manusia bukan hanya makhluk yang ada, melainkan makhluk yang memiliki kemampuan untuk menyadari keberadaannya dan mengarahkan tindakannya.<\/p>\n<p>Dalam perspektif Al-Qur&#8217;an, kesadaran tersebut memperoleh dimensi yang lebih mendalam melalui konsep kekhalifahan manusia di bumi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manusia_sebagai_Khalifah_Sebuah_Amanah_Kehidupan\"><\/span>Manusia sebagai Khalifah: Sebuah Amanah Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Al-Qur&#8217;an menyatakan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u064f\u0651\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b<\/p><\/blockquote>\n<blockquote><p>\u201cDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \u2018Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\u2019\u201d<br \/>\n(QS. Al-Baqarah [2]: 30)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini sering dipahami sebagai dasar kedudukan manusia sebagai khalifah. Namun, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/\">kekhalifahan<\/a> tidak semestinya dipahami hanya sebagai gelar kehormatan atau status yang melekat secara otomatis pada manusia.<\/p>\n<p>Kekhalifahan merupakan amanah yang menuntut kesadaran dan tanggung jawab.<\/p>\n<p>Manusia tidak cukup hanya menyadari bahwa dirinya hidup di bumi. Ia perlu memahami bagaimana keberadaannya berhubungan dengan manusia lain, alam, dan Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kekhalifahan bukan semata-mata persoalan siapa manusia, tetapi juga bagaimana manusia menjalani keberadaannya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_%E2%80%9CAda%E2%80%9D_Menuju_%E2%80%9CBerada%E2%80%9D\"><\/span>Dari \u201cAda\u201d Menuju \u201cBerada\u201d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, banyak manusia menjalani aktivitas secara berulang tanpa benar-benar menyadari makna dari apa yang dilakukannya.<\/p>\n<p>Ia bekerja, tetapi tidak selalu memahami tujuan pekerjaannya.<\/p>\n<p>Ia berinteraksi, tetapi tidak selalu menyadari dampak hubungan sosialnya.<\/p>\n<p>Ia menggunakan sumber daya alam, tetapi tidak selalu mempertimbangkan keberlanjutannya.<\/p>\n<p>Ia menjalankan praktik keagamaan, tetapi belum tentu menghubungkan nilai-nilai yang diyakininya dengan tanggung jawab kehidupan.<\/p>\n<p>Keadaan ini memperlihatkan bahwa keberadaan biologis belum otomatis menjadi keberadaan yang sadar.<\/p>\n<p>Peralihan dari \u201cada\u201d menuju \u201cberada\u201d merupakan proses pembentukan kesadaran. Manusia mulai memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, setiap pilihan memiliki tanggung jawab, dan setiap kehidupan memiliki keterhubungan.<\/p>\n<p>Dalam konteks kekhalifahan, kesadaran ini menjadi dasar bagi manusia untuk menjalankan amanahnya secara lebih utuh.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesadaran_ABC_Aku_Bumi_dan_Cipta\"><\/span>Kesadaran ABC: Aku, Bumi, dan Cipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PPM mengembangkan kerangka Kesadaran ABC sebagai cara untuk memahami keterhubungan manusia dengan kehidupan.<\/p>\n<p><strong>Aku<\/strong> menunjuk pada kesadaran diri. Manusia perlu mengenali potensi, keterbatasan, kebutuhan, dan tanggung jawabnya. Kesadaran diri merupakan titik awal untuk membangun kehidupan yang bermakna.<\/p>\n<p><strong>Bumi<\/strong> menunjuk pada kesadaran ekologis. Manusia hidup dalam satu sistem kehidupan bersama alam. Karena itu, keberadaan manusia tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan bumi.<\/p>\n<p><strong>Cipta<\/strong> menunjuk pada kesadaran terhadap Sang Pencipta. Kesadaran ini menghubungkan kehidupan manusia dengan sumber nilai, amanah, dan tanggung jawab yang lebih mendalam.<\/p>\n<p>Ketiga dimensi tersebut membentuk hubungan yang saling melengkapi. Aku tidak dapat dipahami tanpa bumi. Bumi tidak dapat diperlakukan tanpa tanggung jawab. Dan kesadaran terhadap Cipta memberikan orientasi nilai bagi seluruh tindakan manusia.<\/p>\n<p>Dalam kerangka ini, manusia yang sadar bukanlah manusia yang hanya mengenal dirinya sendiri, melainkan manusia yang memahami keterhubungan dirinya dengan seluruh kehidupan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekhalifahan_dan_Kesadaran_Ekologis\"><\/span>Kekhalifahan dan Kesadaran Ekologis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Al-Qur&#8217;an mengingatkan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u0650\u0647\u064e\u0627<\/p><\/blockquote>\n<blockquote><p>\u201cDan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.\u201d<br \/>\n(QS. Al-A&#8217;raf [7]: 56)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menegaskan pentingnya tanggung jawab manusia terhadap bumi.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan modern, persoalan lingkungan memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi tidak selalu berjalan seiring dengan kelestarian alam. Eksploitasi sumber daya, pencemaran, dan kerusakan ekosistem merupakan persoalan yang membutuhkan perubahan cara pandang.<\/p>\n<p>Manusia sebagai khalifah tidak dapat menempatkan bumi semata-mata sebagai objek pemanfaatan. Bumi merupakan ruang kehidupan yang menopang keberadaan manusia dan makhluk lainnya.<\/p>\n<p>Kesadaran ekologis mengubah cara manusia memandang sumber daya. Air bukan sekadar komoditas. Tanah bukan sekadar aset. Hutan bukan sekadar cadangan bahan baku.<\/p>\n<p>Semuanya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang harus dikelola dengan tanggung jawab.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Individu_Menuju_Kehidupan_Sosial\"><\/span>Dari Individu Menuju Kehidupan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kesadaran kekhalifahan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan dirinya dan alam. Ia juga memiliki dimensi sosial.<\/p>\n<p>Al-Qur&#8217;an menyatakan:<\/p>\n<blockquote><p>\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p><\/blockquote>\n<blockquote><p>\u201cSesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.\u201d<br \/>\n(QS. An-Nahl [16]: 90)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat tersebut memberikan orientasi penting bagi kehidupan bersama.<\/p>\n<p>Manusia yang menyadari keberadaannya sebagai khalifah tidak dapat mengabaikan persoalan ketidakadilan, kemiskinan, dan marginalisasi. Kesadaran diri perlu berkembang menjadi kepedulian sosial.<\/p>\n<p>Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, hal ini berarti bahwa manusia tidak hanya berusaha meningkatkan kualitas hidupnya sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terbentuknya kehidupan bersama yang lebih adil.<\/p>\n<p>Kekhalifahan menjadi kesadaran bahwa setiap manusia memiliki martabat dan bahwa pembangunan perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_Ruang_Aktualisasi_Kekhalifahan\"><\/span>Qaryah Thayyibah: Ruang Aktualisasi Kekhalifahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Konsep Qaryah Thayyibah yang dikembangkan PPM dapat dipahami sebagai ruang sosial tempat kesadaran kekhalifahan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Qaryah Thayyibah dirumuskan melalui:<\/p>\n<p><strong>QT = N + S + E<\/strong><\/p>\n<p>N adalah Nilai, S adalah Sosial, dan E adalah Ekonomi.<\/p>\n<p>Ketiga unsur tersebut tidak dipahami sebagai penjumlahan mekanis, melainkan sebagai integrasi yang membentuk kualitas kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Nilai memberikan arah moral.<\/p>\n<p>Sosial membangun hubungan dan solidaritas.<\/p>\n<p>Ekonomi menyediakan sarana produktif bagi kesejahteraan.<\/p>\n<p>Dalam kerangka kekhalifahan, ketiga unsur ini menjadi ruang aktualisasi tanggung jawab manusia.<\/p>\n<p>Manusia yang sadar akan amanahnya perlu mengembangkan ekonomi yang produktif dan adil, membangun hubungan sosial yang saling menguatkan, serta menjaga nilai-nilai yang memberikan arah bagi kehidupan.<\/p>\n<p>Qaryah Thayyibah dengan demikian bukan hanya tujuan pembangunan masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran manusia untuk mengubah keberadaan menjadi kebermaknaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PPM_sebagai_Jembatan_Sub-Kultur\"><\/span>PPM sebagai Jembatan Sub-Kultur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PPM menempatkan dirinya sebagai jembatan sub-kultur yang menghubungkan nilai-nilai Al-Qur&#8217;an dengan realitas kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam konteks kekhalifahan, jembatan ini memiliki arti penting. Nilai-nilai wahyu perlu diterjemahkan ke dalam tindakan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Kesadaran tentang keadilan dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi kerakyatan.<\/p>\n<p>Kesadaran tentang amanah dapat diwujudkan melalui tata kelola kelembagaan yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Kesadaran tentang bumi dapat diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kesadaran tentang martabat manusia dapat diwujudkan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan demikian, PPM tidak hanya berbicara tentang manusia sebagai khalifah, tetapi berusaha mengembangkan kondisi sosial yang memungkinkan manusia menjalankan amanah tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Kesadaran_Menuju_Peradaban\"><\/span>Dari Kesadaran Menuju Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Peradaban tidak dibangun hanya oleh gedung, teknologi, atau pertumbuhan ekonomi. Peradaban juga dibangun oleh cara manusia memahami keberadaannya dan menjalankan tanggung jawabnya.<\/p>\n<p>Manusia yang hanya \u201cada\u201d cenderung menjalani kehidupan sebagai rangkaian aktivitas.<\/p>\n<p>Manusia yang \u201cberada\u201d mulai memahami bahwa dirinya merupakan bagian dari jaringan kehidupan yang lebih luas.<\/p>\n<p>Ia menyadari bahwa tindakan pribadi dapat memengaruhi masyarakat. Keputusan ekonomi dapat memengaruhi lingkungan. Kebijakan sosial dapat memengaruhi martabat manusia.<\/p>\n<p>Kesadaran semacam ini menjadi dasar bagi pembangunan peradaban yang lebih utuh.<\/p>\n<p>Dalam perspektif PPM, manusia yang utuh adalah manusia yang mampu mengintegrasikan kesadaran diri, kepedulian terhadap bumi, dan orientasi ketuhanan dalam tindakan nyata.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup_Menjadi_Bukan_Sekadar_Ada\"><\/span>Penutup: Menjadi, Bukan Sekadar Ada<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perjalanan dari \u201cada\u201d menuju \u201cberada\u201d merupakan perjalanan kesadaran.<\/p>\n<p>Manusia tidak cukup hanya hadir di dunia. Ia perlu memahami makna keberadaannya, mengenali amanah yang melekat pada dirinya, dan mengembangkan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.<\/p>\n<p>Kekhalifahan bukanlah status yang selesai ketika manusia dilahirkan. Ia merupakan tanggung jawab yang terus diwujudkan melalui tindakan, pilihan, dan hubungan sosial.<\/p>\n<p>Melalui Kesadaran ABC, manusia diajak memahami dirinya, bumi, dan Sang Pencipta dalam satu kesatuan kesadaran. Melalui Qaryah Thayyibah, kesadaran tersebut diarahkan menjadi sistem kehidupan yang mengintegrasikan nilai, sosial, dan ekonomi.<\/p>\n<p>Di situlah manusia bergerak dari sekadar \u201cada\u201d menuju \u201cberada\u201d: dari keberadaan menuju kesadaran, dari kesadaran menuju tanggung jawab, dan dari tanggung jawab menuju peradaban yang serasi, selaras, dan harmonis.<\/p>\n<p>Sebab, menjadi khalifah bukan sekadar memiliki tempat di bumi, melainkan menghadirkan makna bagi kehidupan di dalamnya. (ppmindonesia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antara Keberadaan dan Kesadaran JAKARTA.PPMIndonesia.com- Setiap manusia hadir&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19758,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Redaksippmindonesia. Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3178,208],"tags":[3417,94,475,857,3169],"newstopic":[],"class_list":["post-19757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","category-berita","tag-jembatan-subkultur","tag-kekhalifahan","tag-khalifah","tag-pusat-peranserta-masyarakat","tag-qariyah-thayibah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Antara Keberadaan dan Kesadaran JAKARTA.PPMIndonesia.com- Setiap manusia hadir...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-18T14:43:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-18T14:45:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1298\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"724\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia\",\"datePublished\":\"2026-09-18T14:43:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-18T14:45:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/\"},\"wordCount\":1206,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/dari-ada_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"jembatan subkultur\",\"kekhalifahan\",\"khalifah\",\"pusat peranserta masyarakat\",\"qariyah thayibah\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\",\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/\",\"name\":\"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/dari-ada_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-18T14:43:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-18T14:45:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/dari-ada_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/dari-ada_11zon.jpg\",\"width\":1298,\"height\":724},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/18\\\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia","og_description":"Antara Keberadaan dan Kesadaran JAKARTA.PPMIndonesia.com- Setiap manusia hadir...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-09-18T14:43:48+00:00","article_modified_time":"2026-09-18T14:45:19+00:00","og_image":[{"width":1298,"height":724,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia","datePublished":"2026-09-18T14:43:48+00:00","dateModified":"2026-09-18T14:45:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/"},"wordCount":1206,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg","keywords":["jembatan subkultur","kekhalifahan","khalifah","pusat peranserta masyarakat","qariyah thayibah"],"articleSection":["Akademi PPM","Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/","name":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg","datePublished":"2026-09-18T14:43:48+00:00","dateModified":"2026-09-18T14:45:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg","width":1298,"height":724},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/18\/dari-ada-ke-berada-menemukan-makna-kekhalifahan-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari \u201cAda\u201d ke \u201cBerada\u201d: Menemukan Makna Kekhalifahan Manusia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Antara Keberadaan dan Kesadaran JAKARTA.PPMIndonesia.com- Setiap manusia hadir...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon.jpg",1298,724,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dari-ada_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Antara Keberadaan dan Kesadaran JAKARTA.PPMIndonesia.com- Setiap manusia hadir...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19757"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19761,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19757\/revisions\/19761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19757"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}