{"id":19826,"date":"2026-09-22T08:37:03","date_gmt":"2026-09-22T08:37:03","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19826"},"modified":"2026-09-22T08:55:36","modified_gmt":"2026-09-22T08:55:36","slug":"ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/","title":{"rendered":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat, tetapi membangkitkan kemampuan rakyat untuk menentukan, membangun, dan meneruskan perubahan kehidupannya sendiri.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>Rubrik Akademi PPM | OPINI GERAKAN<\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh: Redaksi PPM Indonesia<\/strong><\/p>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com-<\/strong> Sejarah tidak hanya dibentuk oleh mereka yang memegang kekuasaan, memiliki modal, atau menguasai teknologi.<\/p>\n<p>Sejarah juga dibangun oleh<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/\"> masyarakat<\/a> biasa.<\/p>\n<p>Petani yang mengorganisasi dirinya. Pedagang kecil yang membangun koperasi. Anak muda yang menciptakan ruang belajar di kampungnya. Warga yang menjaga sungai. Kelompok masyarakat yang mengubah persoalan menjadi gerakan bersama.<\/p>\n<p>Mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam buku-buku sejarah.<\/p>\n<p>Tetapi di sanalah sejarah sesungguhnya bergerak: <strong>di tengah kehidupan masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan perubahan bagi masyarakat. Pembangunan yang lebih mendasar adalah pembangunan yang membuat masyarakat <strong>mampu menjadi pelaku perubahan.<\/strong><\/p>\n<p>Inilah salah satu titik penting dalam perjalanan pemikiran Pusat Peranserta Masyarakat (PPM).<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Masyarakat_Bukan_Halaman_Kosong\" >Masyarakat Bukan Halaman Kosong<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Dari_Objek_Menjadi_Subjek\" >Dari Objek Menjadi Subjek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Sejarah_Dimulai_dari_Kemampuan_Bertindak\" >Sejarah Dimulai dari Kemampuan Bertindak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Dari_Memberi_kepada_Membangkitkan\" >Dari Memberi kepada Membangkitkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Rakyat_Tidak_Hanya_Membutuhkan_Modal\" >Rakyat Tidak Hanya Membutuhkan Modal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Ideopraxis_Ketika_Gagasan_Menjadi_Tindakan\" >Ideopraxis: Ketika Gagasan Menjadi Tindakan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Masyarakat_sebagai_Universitas_Kehidupan\" >Masyarakat sebagai Universitas Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Program_Boleh_Berakhir_Sejarah_Harus_Berlanjut\" >Program Boleh Berakhir, Sejarah Harus Berlanjut<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Kaderisasi_Agar_Sejarah_Tidak_Berhenti_pada_Satu_Generasi\" >Kaderisasi: Agar Sejarah Tidak Berhenti pada Satu Generasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Jalan_Tengah_Mempertemukan_Kekuatan\" >Jalan Tengah: Mempertemukan Kekuatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Ketika_Rakyat_Menulis_Sejarahnya_Sendiri\" >Ketika Rakyat Menulis Sejarahnya Sendiri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#Penutup_Dari_Masyarakat_untuk_Peradaban\" >Penutup: Dari Masyarakat untuk Peradaban<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masyarakat_Bukan_Halaman_Kosong\"><\/span>Masyarakat Bukan Halaman Kosong<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu kekeliruan dalam pembangunan adalah memandang masyarakat seolah-olah merupakan halaman kosong yang harus diisi oleh pengetahuan, modal, teknologi, dan program dari luar.<\/p>\n<p>Masyarakat kemudian diposisikan sebagai penerima.<\/p>\n<p>Ada program yang datang.<\/p>\n<p>Ada bantuan yang disalurkan.<\/p>\n<p>Ada pelatihan yang diberikan.<\/p>\n<p>Ada fasilitas yang dibangun.<\/p>\n<p>Setelah itu, keberhasilan diukur berdasarkan berapa banyak kegiatan yang telah dilakukan.<\/p>\n<p>Padahal masyarakat tidak pernah benar-benar kosong.<\/p>\n<p>Di dalam masyarakat selalu terdapat pengalaman, pengetahuan lokal, tradisi, jaringan sosial, solidaritas, kemampuan bertahan, serta berbagai bentuk pengetahuan yang terbentuk melalui perjalanan panjang.<\/p>\n<p>Persoalannya bukan apakah masyarakat memiliki potensi.<\/p>\n<p>Persoalannya adalah <strong>bagaimana potensi tersebut dibangkitkan menjadi kekuatan yang terorganisasi.<\/strong><\/p>\n<p>Di sinilah pendekatan pemberdayaan menemukan maknanya.<\/p>\n<p>Bukan mengisi kekosongan.<\/p>\n<p>Tetapi <strong>membangkitkan kekuatan yang sudah ada.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Objek_Menjadi_Subjek\"><\/span>Dari Objek Menjadi Subjek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perubahan paling penting dalam pembangunan rakyat sebenarnya bukan perubahan bentuk bantuan.<\/p>\n<p>Perubahan paling penting adalah perubahan posisi manusia.<\/p>\n<p>Dari objek menjadi subjek.<\/p>\n<p>Objek menerima keputusan.<\/p>\n<p>Subjek ikut menentukan keputusan.<\/p>\n<p>Objek mengikuti program.<\/p>\n<p>Subjek ikut merancang proses.<\/p>\n<p>Objek menunggu bantuan.<\/p>\n<p>Subjek mencari dan membangun jalan keluar.<\/p>\n<p>Objek bergantung kepada pihak luar.<\/p>\n<p>Subjek membangun kemampuan untuk mengelola kehidupannya sendiri.<\/p>\n<p>Karena itu, pertanyaan pemberdayaan tidak berhenti pada:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cApa yang dapat kita berikan kepada masyarakat?\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Pertanyaan yang lebih penting adalah:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cApa yang dapat dilakukan masyarakat untuk dirinya sendiri, dan bagaimana kita membantu membuka jalan agar kemampuan itu tumbuh?\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Perubahan cara bertanya tersebut mengubah seluruh cara bekerja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Dimulai_dari_Kemampuan_Bertindak\"><\/span>Sejarah Dimulai dari Kemampuan Bertindak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjadi pelaku sejarah tidak berarti setiap orang harus melakukan sesuatu yang besar.<\/p>\n<p>Sejarah sering kali dimulai dari tindakan yang sederhana.<\/p>\n<p>Sekelompok petani yang sepakat mengelola produksi secara bersama.<\/p>\n<p>Pedagang kecil yang membangun koperasi agar memiliki posisi tawar lebih kuat.<\/p>\n<p>Warga yang memutuskan mengelola sampahnya sendiri.<\/p>\n<p>Pemuda kampung yang membuka ruang belajar.<\/p>\n<p>Masyarakat desa yang menjaga sumber air.<\/p>\n<p>Semuanya mungkin terlihat kecil.<\/p>\n<p>Tetapi ketika tindakan tersebut dilakukan secara sadar, bersama-sama, berkelanjutan, dan mampu mengubah cara masyarakat mengelola kehidupannya, di situlah proses sejarah sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Sejarah bukan hanya tentang peristiwa besar.<\/p>\n<p><strong>Sejarah juga tentang perubahan kemampuan manusia dalam mengatur kehidupannya.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Memberi_kepada_Membangkitkan\"><\/span>Dari Memberi kepada Membangkitkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di sinilah PPM membedakan antara pendekatan karitatif dan pemberdayaan.<\/p>\n<p>Memberi bantuan dapat menyelesaikan kebutuhan sesaat.<\/p>\n<p>Tetapi membangkitkan kemampuan dapat membuka jalan bagi perubahan yang lebih panjang.<\/p>\n<p>Jika masyarakat kekurangan air, persoalannya bukan semata-mata bagaimana menghadirkan pompa.<\/p>\n<p>Pertanyaan pertama justru:<\/p>\n<p>Mengapa air tidak tersedia?<\/p>\n<p>Apa yang selama ini telah dilakukan masyarakat?<\/p>\n<p>Di mana sumber airnya?<\/p>\n<p>Bagaimana kondisi lingkungan?<\/p>\n<p>Apakah masalahnya teknologi, pengelolaan, kelembagaan, atau akses?<\/p>\n<p>Siapa yang memiliki sumber daya?<\/p>\n<p>Siapa yang mengambil keputusan?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut membawa kita dari <strong>solusi instan menuju pemahaman terhadap persoalan.<\/strong><\/p>\n<p>Ketika teknologi memang diperlukan, teknologi tersebut kemudian ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kemampuan masyarakat, bukan menggantikan peran masyarakat.<\/p>\n<p>Inilah pergeseran penting:<\/p>\n<blockquote><p>dari memberi kepada membangkitkan.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rakyat_Tidak_Hanya_Membutuhkan_Modal\"><\/span>Rakyat Tidak Hanya Membutuhkan Modal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kemiskinan juga tidak selalu dapat dijelaskan hanya dengan persoalan kurangnya modal.<\/p>\n<p>Modal memang penting.<\/p>\n<p>Tetapi modal tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan apabila masyarakat tidak memiliki akses pasar, teknologi, informasi, jaringan, kelembagaan, perlindungan, maupun posisi tawar.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan rakyat harus melihat persoalan secara lebih utuh.<\/p>\n<p>Seorang pedagang kecil mungkin membutuhkan tambahan modal.<\/p>\n<p>Tetapi ia juga mungkin membutuhkan akses distribusi.<\/p>\n<p>Petani mungkin membutuhkan pembiayaan.<\/p>\n<p>Tetapi ia juga membutuhkan kepastian pasar.<\/p>\n<p>Pelaku UMKM mungkin membutuhkan peralatan.<\/p>\n<p>Tetapi ia juga membutuhkan pengetahuan produksi, pemasaran, kelembagaan, dan jaringan usaha.<\/p>\n<p>Dengan demikian:<\/p>\n<blockquote><p>modal adalah bagian dari solusi, bukan satu-satunya solusi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Yang dibangun bukan hanya aset masyarakat, tetapi juga <strong>kemampuan masyarakat mengelola aset tersebut.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ideopraxis_Ketika_Gagasan_Menjadi_Tindakan\"><\/span>Ideopraxis: Ketika Gagasan Menjadi Tindakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjadi pelaku sejarah menuntut lebih dari sekadar memiliki gagasan.<\/p>\n<p>Gagasan harus diuji dalam kehidupan.<\/p>\n<p>Dalam kerangka pemikiran PPM, hal tersebut dapat dibaca melalui konsep <strong>ideopraxis<\/strong>.<\/p>\n<p>Ideopraxis adalah proses ketika gagasan diterjemahkan menjadi tindakan nyata, diuji melalui pengalaman, direfleksikan, dipelajari, lalu dikembangkan kembali.<\/p>\n<p>Dengan demikian, gagasan tidak berhenti di ruang diskusi.<\/p>\n<p>Ia masuk ke kehidupan.<\/p>\n<p>Prosesnya bergerak:<\/p>\n<p><strong>Gagasan \u2192 Metodologi \u2192 Praksis \u2192 Refleksi \u2192 Pembelajaran \u2192 Transformasi.<\/strong><\/p>\n<p>Di sinilah masyarakat menjadi pelaku pembelajaran.<\/p>\n<p>Masyarakat tidak hanya menjadi penerima pengetahuan.<\/p>\n<p>Masyarakat menghasilkan pengetahuan dari pengalaman hidupnya sendiri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masyarakat_sebagai_Universitas_Kehidupan\"><\/span>Masyarakat sebagai Universitas Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bagi PPM, masyarakat adalah ruang belajar yang tidak pernah selesai.<\/p>\n<p>Di dalam masyarakat terdapat persoalan nyata, konflik kepentingan, pengalaman keberhasilan, kegagalan, kreativitas, solidaritas, dan berbagai bentuk pengetahuan yang tidak selalu ditemukan dalam buku.<\/p>\n<p>Karena itu, pemberdayaan seharusnya tidak menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen.<\/p>\n<p>Masyarakat adalah <strong>universitas kehidupan.<\/strong><\/p>\n<p>Di sanalah teori diuji.<\/p>\n<p>Di sanalah metode diperbaiki.<\/p>\n<p>Di sanalah gagasan menemukan relevansinya.<\/p>\n<p>Dan di sanalah kader-kader baru lahir.<\/p>\n<p>Seorang aktivis tidak hanya datang untuk mengajarkan sesuatu kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga datang untuk belajar dari masyarakat.<\/p>\n<p>Hubungan tersebut bukan hubungan antara yang tahu dan yang tidak tahu.<\/p>\n<p>Melainkan hubungan antara manusia yang <strong>sama-sama belajar untuk menemukan jalan perubahan.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Program_Boleh_Berakhir_Sejarah_Harus_Berlanjut\"><\/span>Program Boleh Berakhir, Sejarah Harus Berlanjut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu ukuran penting sebuah gerakan adalah apa yang terjadi setelah program berakhir.<\/p>\n<p>Program memiliki tanggal mulai.<\/p>\n<p>Program memiliki tanggal selesai.<\/p>\n<p>Tetapi perubahan masyarakat tidak boleh berhenti pada tanggal tersebut.<\/p>\n<p>Jika setelah sebuah program selesai masyarakat kembali menunggu bantuan, maka proses pemberdayaan perlu dipertanyakan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, apabila setelah program selesai masyarakat mampu melanjutkan, memperbaiki, mengembangkan, bahkan menciptakan inisiatif baru, maka proses telah menghasilkan sesuatu yang lebih penting daripada sekadar output.<\/p>\n<p>Ia telah menghasilkan <strong>kapasitas.<\/strong><\/p>\n<p>Karena itu:<\/p>\n<blockquote><p>Program adalah kendaraan, proses adalah perjalanan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Program dapat melahirkan kegiatan.<\/p>\n<p>Proses melahirkan kemampuan.<\/p>\n<p>Kemampuan melahirkan kemandirian.<\/p>\n<p>Kemandirian melahirkan gerakan.<\/p>\n<p>Dan gerakanlah yang memungkinkan masyarakat terus menulis sejarahnya sendiri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kaderisasi_Agar_Sejarah_Tidak_Berhenti_pada_Satu_Generasi\"><\/span>Kaderisasi: Agar Sejarah Tidak Berhenti pada Satu Generasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebuah gerakan tidak akan menjadi sejarah apabila hanya bergantung kepada satu atau dua orang.<\/p>\n<p>Sejarah membutuhkan regenerasi.<\/p>\n<p>Karena itu, kaderisasi bukan sekadar proses pergantian kepengurusan.<\/p>\n<p>Kaderisasi adalah proses pewarisan nilai, pengetahuan, pengalaman, metodologi, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab.<\/p>\n<p>Orang yang berhasil melakukan sesuatu belum tentu berhasil membangun gerakan.<\/p>\n<p>Tetapi orang yang mampu membuat orang lain mampu melakukan sesuatu telah mulai membangun keberlanjutan.<\/p>\n<p>Di sinilah kaderisasi menjadi bagian dari pembangunan rakyat.<\/p>\n<blockquote><p>Membangun manusia berarti menyiapkan manusia lain untuk mampu melanjutkan pekerjaan sejarah.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalan_Tengah_Mempertemukan_Kekuatan\"><\/span>Jalan Tengah: Mempertemukan Kekuatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjadi pelaku sejarah tidak berarti masyarakat harus berjalan sendirian.<\/p>\n<p>Kemandirian bukan isolasi.<\/p>\n<p>Masyarakat tetap membutuhkan negara, dunia usaha, perguruan tinggi, teknologi, lembaga keuangan, dan berbagai kekuatan sosial lainnya.<\/p>\n<p>Yang penting adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut ditempatkan dalam hubungan yang memperkuat masyarakat.<\/p>\n<p>Inilah relevansi <strong>Jalan Tengah PPM<\/strong>.<\/p>\n<p>Jalan Tengah bukan sekadar mengambil posisi di antara berbagai pilihan.<\/p>\n<p>Ia adalah metodologi untuk mempertemukan:<\/p>\n<ul>\n<li>negara dan masyarakat,<\/li>\n<li>modal dan rakyat,<\/li>\n<li>teknologi dan kebutuhan,<\/li>\n<li>pengetahuan dan pengalaman,<\/li>\n<li>program dan proses,<\/li>\n<li>gagasan dan kenyataan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Semua dapat bekerja bersama, tetapi masyarakat tetap memiliki ruang untuk menentukan arah kehidupannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Rakyat_Menulis_Sejarahnya_Sendiri\"><\/span>Ketika Rakyat Menulis Sejarahnya Sendiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak gedung yang dibangun, berapa banyak bantuan yang diberikan, atau berapa banyak program yang dilaksanakan.<\/p>\n<p>Ukuran yang lebih mendasar adalah:<\/p>\n<p><strong>apakah manusia menjadi lebih mampu?<\/strong><\/p>\n<p>Apakah masyarakat semakin mampu mengorganisasi dirinya?<\/p>\n<p>Apakah mereka semakin mampu mengambil keputusan?<\/p>\n<p>Apakah mereka mampu mengelola sumber daya?<\/p>\n<p>Apakah mereka mampu membangun kerja sama?<\/p>\n<p>Apakah mereka mampu melahirkan kader baru?<\/p>\n<p>Dan apakah mereka mampu meneruskan perubahan tanpa terus-menerus menunggu pihak luar?<\/p>\n<p>Jika jawabannya ya, maka pembangunan telah bergerak ke tingkat yang lebih dalam.<\/p>\n<p>Rakyat tidak lagi sekadar menjadi penerima sejarah.<\/p>\n<blockquote><p>Rakyat telah menjadi pelaku sejarahnya sendiri.<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup_Dari_Masyarakat_untuk_Peradaban\"><\/span>Penutup: Dari Masyarakat untuk Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri.<\/p>\n<p>Tetapi satu hal tetap penting: masa depan masyarakat tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pihak lain.<\/p>\n<p>Pemerintah dapat membuat kebijakan.<\/p>\n<p>Pasar dapat menyediakan peluang.<\/p>\n<p>Teknologi dapat membuka kemungkinan baru.<\/p>\n<p>Lembaga pendidikan dapat menyediakan pengetahuan.<\/p>\n<p>Tetapi perubahan yang bertahan pada akhirnya membutuhkan masyarakat yang mampu mengambil peran.<\/p>\n<p>Karena itu, tugas gerakan pemberdayaan bukan menggantikan masyarakat.<\/p>\n<p>Tugasnya adalah <strong>membangkitkan kemampuan masyarakat agar mampu berdiri, berpikir, bekerja, berorganisasi, dan menentukan masa depannya sendiri.<\/strong><\/p>\n<p>Di situlah pembangunan menemukan maknanya.<\/p>\n<p>Bukan sekadar <strong>membangun untuk rakyat<\/strong>, tetapi <strong>membangun bersama rakyat<\/strong>.<\/p>\n<p>Bukan sekadar membuat rakyat menerima perubahan, tetapi membuat rakyat <strong>menjadi pencipta perubahan<\/strong>.<\/p>\n<p>Dan bukan sekadar menghadirkan program untuk hari ini, tetapi menumbuhkan kemampuan agar masyarakat mampu menulis sejarahnya sendiri untuk hari esok.(ppmindonesia)<\/p>\n<p><strong>PPM \u2014 Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat, Untuk Peradaban.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19827,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Redaksippmindonesia. Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3178,208],"tags":[1147,285,857],"newstopic":[],"class_list":["post-19826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","category-berita","tag-gerakan-perubahan","tag-masyarakat","tag-pusat-peranserta-masyarakat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-22T08:37:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-22T08:55:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1177\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"657\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI\",\"datePublished\":\"2026-09-22T08:37:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-22T08:55:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/\"},\"wordCount\":1420,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg\",\"keywords\":[\"gerakan perubahan\",\"masyarakat\",\"pusat peranserta masyarakat\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\",\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/\",\"name\":\"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-22T08:37:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-22T08:55:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg\",\"width\":1177,\"height\":657},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/22\\\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia","og_description":"Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-09-22T08:37:03+00:00","article_modified_time":"2026-09-22T08:55:36+00:00","og_image":[{"width":1177,"height":657,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI","datePublished":"2026-09-22T08:37:03+00:00","dateModified":"2026-09-22T08:55:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/"},"wordCount":1420,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg","keywords":["gerakan perubahan","masyarakat","pusat peranserta masyarakat"],"articleSection":["Akademi PPM","Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/","name":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg","datePublished":"2026-09-22T08:37:03+00:00","dateModified":"2026-09-22T08:55:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg","width":1177,"height":657},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/22\/ketika-rakyat-menjadi-pelaku-sejarahnya-sendiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KETIKA RAKYAT MENJADI PELAKU SEJARAHNYA SENDIRI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ketika-rakyat_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Pembangunan yang sejati bukan hanya mengubah keadaan masyarakat,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19826"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19829,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19826\/revisions\/19829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19826"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}