{"id":19903,"date":"2026-09-27T10:50:07","date_gmt":"2026-09-27T10:50:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=19903"},"modified":"2026-09-27T10:50:07","modified_gmt":"2026-09-27T10:50:07","slug":"delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/","title":{"rendered":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun kehidupan masyarakat yang utuh, berdaya, mandiri, sehat, berpengetahuan, berbudaya, dan bermartabat.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; Apa arti masyarakat sejahtera?<\/p>\n<p>Pertanyaan ini tampaknya sederhana. Tetapi jawabannya tidak pernah sesederhana angka pendapatan, jumlah rumah yang dibangun, banyaknya bantuan yang disalurkan, atau tingginya pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Seseorang mungkin memiliki penghasilan, tetapi tidak memiliki akses pendidikan.<\/p>\n<p>Sebuah keluarga mungkin memiliki rumah, tetapi hidup di lingkungan yang tidak sehat.<\/p>\n<p>Sebuah desa mungkin memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi masyarakatnya tidak memiliki posisi tawar untuk mengelolanya.<\/p>\n<p>Sebuah kelompok usaha mungkin memiliki modal, tetapi tidak memiliki kelembagaan yang kuat.<\/p>\n<p>Karena itu, kesejahteraan tidak dapat dibangun melalui satu sektor saja.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Kehidupan manusia adalah sebuah kesatuan.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Dari pemahaman inilah Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) mengembangkan gagasan <strong>Stelsel Masyarakat Sejahtera<\/strong>: sebuah cara pandang yang menempatkan kesejahteraan sebagai sistem kehidupan yang saling berhubungan.<\/p>\n<p>Dalam kerangka tersebut, terdapat <strong>delapan pilar kehidupan<\/strong> yang perlu dibangun secara bersama-sama.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Ekonomi_Sosial_Membangun_Kemampuan_Memenuhi_Kebutuhan\" >Ekonomi Sosial: Membangun Kemampuan Memenuhi Kebutuhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Pendidikan_Alternatif_Membangun_Manusia_yang_Mampu_Belajar\" >Pendidikan Alternatif: Membangun Manusia yang Mampu Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Kesehatan_Masyarakat_Membangun_Kehidupan_yang_Berkualitas\" >Kesehatan Masyarakat: Membangun Kehidupan yang Berkualitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Teknologi_Tepat_Guna_Teknologi_untuk_Kehidupan\" >Teknologi Tepat Guna: Teknologi untuk Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Lingkungan_Menjaga_Rumah_Kehidupan\" >Lingkungan: Menjaga Rumah Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Sosial_Budaya_Menjaga_Jati_Diri_dan_Solidaritas\" >Sosial Budaya: Menjaga Jati Diri dan Solidaritas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Kependudukan_Menyiapkan_Generasi_Masa_Depan\" >Kependudukan: Menyiapkan Generasi Masa Depan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Emansipasi_Sosial_Membangun_Martabat_dan_Kemampuan_Menentukan_Diri\" >Emansipasi Sosial: Membangun Martabat dan Kemampuan Menentukan Diri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Delapan_Pilar_Satu_Kehidupan\" >Delapan Pilar, Satu Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Dari_Program_kepada_Proses\" >Dari Program kepada Proses<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Masyarakat_sebagai_Subjek\" >Masyarakat sebagai Subjek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Dari_Memberi_kepada_Membangkitkan\" >Dari Memberi kepada Membangkitkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Stelsel_Masyarakat_Sejahtera_Sebuah_Jalan_Menuju_Peradaban\" >Stelsel Masyarakat Sejahtera: Sebuah Jalan Menuju Peradaban<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#Membangun_Kehidupan_yang_Utuh\" >Membangun Kehidupan yang Utuh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ekonomi_Sosial_Membangun_Kemampuan_Memenuhi_Kebutuhan\"><\/span>Ekonomi Sosial: Membangun Kemampuan Memenuhi Kebutuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pilar pertama adalah ekonomi sosial.<\/p>\n<p>Masyarakat membutuhkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Namun ekonomi rakyat tidak cukup dilihat dari pertumbuhan pendapatan individual.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah apakah masyarakat memiliki akses terhadap sumber-sumber ekonomi dan mampu mengorganisasikannya secara bersama.<\/p>\n<p>Petani membutuhkan akses terhadap tanah, teknologi, pembiayaan, pasar, dan informasi.<\/p>\n<p>Pedagang kecil membutuhkan kelembagaan dan posisi tawar.<\/p>\n<p>Pelaku UMKM membutuhkan akses produksi, pemasaran, distribusi, dan jaringan.<\/p>\n<p>Di sinilah koperasi, kelompok usaha, usaha bersama, pasar rakyat, dan berbagai bentuk ekonomi komunitas menjadi penting.<\/p>\n<p>Tujuannya bukan sekadar menghasilkan uang.<\/p>\n<p>Tetapi membangun <strong>kemampuan ekonomi masyarakat untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri.<\/strong><\/p>\n<p>Ekonomi menjadi alat untuk membangun kehidupan, bukan sebaliknya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendidikan_Alternatif_Membangun_Manusia_yang_Mampu_Belajar\"><\/span>Pendidikan Alternatif: Membangun Manusia yang Mampu Belajar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendidikan adalah pilar kedua.<\/p>\n<p>Tetapi pendidikan tidak boleh hanya dipahami sebagai proses memperoleh ijazah.<\/p>\n<p>Masyarakat membutuhkan kemampuan untuk memahami persoalan, mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan terus belajar.<\/p>\n<p>Karena itu, PPM memandang masyarakat sebagai <strong>universitas kehidupan<\/strong>.<\/p>\n<p>Pengalaman bertani adalah pengetahuan.<\/p>\n<p>Mengelola koperasi adalah pembelajaran.<\/p>\n<p>Menghadapi konflik adalah proses pendidikan.<\/p>\n<p>Membangun organisasi adalah sekolah kepemimpinan.<\/p>\n<p>Mengelola lingkungan adalah pendidikan ekologis.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pendidikan alternatif berusaha menghubungkan <strong>pengetahuan dengan kehidupan nyata.<\/strong><\/p>\n<p>Masyarakat tidak hanya belajar untuk mendapatkan pekerjaan.<\/p>\n<p>Mereka belajar agar mampu mengelola kehidupannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesehatan_Masyarakat_Membangun_Kehidupan_yang_Berkualitas\"><\/span>Kesehatan Masyarakat: Membangun Kehidupan yang Berkualitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesejahteraan tidak mungkin dibangun tanpa kesehatan.<\/p>\n<p>Tetapi kesehatan masyarakat juga tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan.<\/p>\n<p>Kesehatan berkaitan dengan air bersih, sanitasi, makanan, lingkungan, pola hidup, pengetahuan, kondisi ekonomi, dan kemampuan masyarakat menjaga kehidupannya sendiri.<\/p>\n<p>Karena itu, pendekatan kesehatan masyarakat harus bergerak dari sekadar mengobati menjadi <strong>membangun kesadaran dan kemampuan menjaga kesehatan.<\/strong><\/p>\n<p>Masyarakat sehat bukan hanya masyarakat yang dapat mengakses pengobatan.<\/p>\n<p>Masyarakat sehat adalah masyarakat yang memiliki kemampuan menciptakan lingkungan dan pola kehidupan yang mendukung kesehatan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teknologi_Tepat_Guna_Teknologi_untuk_Kehidupan\"><\/span>Teknologi Tepat Guna: Teknologi untuk Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teknologi dapat mempercepat perubahan.<\/p>\n<p>Tetapi teknologi tidak otomatis menjadi solusi.<\/p>\n<p>Sebuah teknologi disebut tepat guna bukan semata-mata karena canggih, tetapi karena sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, lingkungan, dan kondisi masyarakat yang menggunakannya.<\/p>\n<p>Teknologi untuk pertanian harus sesuai dengan kondisi petani.<\/p>\n<p>Teknologi pengolahan limbah harus dapat dikelola masyarakat.<\/p>\n<p>Teknologi informasi harus memperluas akses, bukan menciptakan ketergantungan baru.<\/p>\n<p>Karena itu, teknologi perlu ditempatkan sebagai <strong>alat pemberdayaan<\/strong>.<\/p>\n<p>Pertanyaan pentingnya bukan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cTeknologi apa yang bisa kita bawa?\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Tetapi:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201c<\/strong>Teknologi apa yang dibutuhkan masyarakat dan mampu mereka manfaatkan serta kembangkan?<strong>\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lingkungan_Menjaga_Rumah_Kehidupan\"><\/span>Lingkungan: Menjaga Rumah Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masyarakat tidak hidup di ruang kosong.<\/p>\n<p>Mereka hidup di dalam ekosistem.<\/p>\n<p>Tanah, air, sungai, hutan, laut, udara, dan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Kerusakan lingkungan pada akhirnya menjadi persoalan sosial dan ekonomi.<\/p>\n<p>Sungai yang tercemar memengaruhi kesehatan.<\/p>\n<p>Hutan yang rusak memengaruhi sumber air.<\/p>\n<p>Tanah yang kehilangan kesuburan memengaruhi petani.<\/p>\n<p>Perubahan iklim memengaruhi kehidupan masyarakat paling rentan.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan masyarakat harus berjalan bersama dengan <strong>pembangunan ekologis.<\/strong><\/p>\n<p>Dalam konteks ini, gagasan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular menjadi penting: bagaimana masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak sumber kehidupan yang menjadi fondasinya.<\/p>\n<p>Lingkungan bukan tambahan dalam pembangunan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Lingkungan adalah syarat keberlanjutan kehidupan.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sosial_Budaya_Menjaga_Jati_Diri_dan_Solidaritas\"><\/span>Sosial Budaya: Menjaga Jati Diri dan Solidaritas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembangunan tidak hanya membangun benda.<\/p>\n<p>Pembangunan juga membangun manusia dan kebudayaannya.<\/p>\n<p>Gotong royong, solidaritas, kepedulian, kesenian, tradisi, nilai-nilai sosial, dan kearifan lokal merupakan modal kebudayaan yang memungkinkan masyarakat bertahan dan berkembang.<\/p>\n<p>Ketika pembangunan hanya mengejar aspek material, masyarakat dapat kehilangan ikatan sosialnya.<\/p>\n<p>Padahal sebuah masyarakat yang memiliki pendapatan tinggi tetapi kehilangan solidaritas dapat menghadapi persoalan baru yang tidak kalah serius.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan sosial budaya merupakan bagian penting dari masyarakat sejahtera.<\/p>\n<p>Kebudayaan menjadi ruang tempat masyarakat menemukan identitas, nilai bersama, dan cara hidup.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Peradaban dibangun bukan hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan kebudayaan.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kependudukan_Menyiapkan_Generasi_Masa_Depan\"><\/span>Kependudukan: Menyiapkan Generasi Masa Depan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masyarakat adalah manusia.<\/p>\n<p>Karena itu, persoalan kependudukan tidak dapat dilepaskan dari pembangunan.<\/p>\n<p>Pertumbuhan penduduk, kualitas generasi muda, mobilitas masyarakat, urbanisasi, ketenagakerjaan, keluarga, serta perubahan struktur demografi harus dibaca sebagai bagian dari perubahan sosial.<\/p>\n<p>Generasi muda khususnya bukan hanya kelompok yang harus diberi pekerjaan.<\/p>\n<p>Mereka adalah kekuatan perubahan.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan kependudukan harus memberi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan kreativitas, membangun usaha, menguasai teknologi, dan mengambil tanggung jawab sosial.<\/p>\n<p>Kaderisasi pada akhirnya merupakan bagian dari pembangunan kependudukan.<\/p>\n<p>Sebuah masyarakat tidak hanya harus mampu menyelesaikan persoalan hari ini.<\/p>\n<p>Ia harus mampu <strong>menyiapkan manusia yang dapat melanjutkan kehidupan esok hari.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Emansipasi_Sosial_Membangun_Martabat_dan_Kemampuan_Menentukan_Diri\"><\/span>Emansipasi Sosial: Membangun Martabat dan Kemampuan Menentukan Diri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pilar kedelapan adalah emansipasi sosial.<\/p>\n<p>Inilah dimensi yang membuat pembangunan tidak berhenti pada kesejahteraan material.<\/p>\n<p>Manusia membutuhkan kesempatan untuk menentukan dirinya.<\/p>\n<p>Masyarakat membutuhkan ruang untuk bersuara.<\/p>\n<p>Kelompok yang lemah membutuhkan kesempatan memperkuat posisi tawarnya.<\/p>\n<p>Perempuan, anak muda, kelompok ekonomi kecil, masyarakat desa, pekerja informal, dan berbagai kelompok yang selama ini berada di pinggir proses pengambilan keputusan membutuhkan ruang untuk menjadi pelaku.<\/p>\n<p>Emansipasi berarti membangun kemampuan untuk <strong>berdiri, bersuara, berorganisasi, dan menentukan masa depan.<\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, tujuan akhir pemberdayaan bukan membuat masyarakat terus dibantu.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah membuat masyarakat <strong>mampu memperjuangkan kepentingannya sendiri secara bermartabat.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Delapan_Pilar_Satu_Kehidupan\"><\/span>Delapan Pilar, Satu Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Delapan bidang tersebut tidak boleh dipahami sebagai delapan proyek yang berdiri sendiri.<\/p>\n<p>Ekonomi berkaitan dengan pendidikan.<\/p>\n<p>Pendidikan berkaitan dengan kesehatan.<\/p>\n<p>Kesehatan berkaitan dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Lingkungan berkaitan dengan ekonomi.<\/p>\n<p>Kebudayaan berkaitan dengan organisasi sosial.<\/p>\n<p>Kependudukan berkaitan dengan pendidikan dan lapangan kerja.<\/p>\n<p>Emansipasi berkaitan dengan kemampuan masyarakat mengelola seluruh aspek kehidupannya.<\/p>\n<p>Semuanya saling terhubung.<\/p>\n<p>Inilah makna <strong>stelsel<\/strong>.<\/p>\n<p>Stelsel bukan sekadar kumpulan program.<\/p>\n<blockquote><p>Stelsel adalah <strong>tata kehidupan yang unsur-unsurnya saling memperkuat.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Karena itu, masyarakat sejahtera tidak lahir dari satu program besar.<\/p>\n<p>Ia lahir dari keterhubungan berbagai kemampuan masyarakat dalam mengelola kehidupannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Program_kepada_Proses\"><\/span>Dari Program kepada Proses<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Delapan pilar tersebut juga tidak akan berarti apabila hanya diterjemahkan menjadi daftar kegiatan.<\/p>\n<p>Membangun koperasi bukan hanya mendirikan koperasi.<\/p>\n<p>Membangun pendidikan bukan hanya mengadakan pelatihan.<\/p>\n<p>Membangun kesehatan bukan hanya mengadakan penyuluhan.<\/p>\n<p>Membangun lingkungan bukan hanya menanam pohon.<\/p>\n<p>Membangun kepemudaan bukan hanya membuat kegiatan anak muda.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah <strong>apa yang berubah setelah kegiatan selesai.<\/strong><\/p>\n<p>Apakah masyarakat semakin mampu?<\/p>\n<p>Apakah kelembagaannya semakin kuat?<\/p>\n<p>Apakah pengetahuannya berkembang?<\/p>\n<p>Apakah mereka mampu memecahkan persoalan baru?<\/p>\n<p>Apakah muncul kader baru?<\/p>\n<p>Apakah mereka mampu melanjutkan proses tanpa ketergantungan?<\/p>\n<p>Di sinilah perbedaan antara program dan proses menjadi penting.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Program adalah kendaraan. Proses adalah perjalanan.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Program dapat selesai.<\/p>\n<p>Tetapi proses pembangunan masyarakat harus terus berlangsung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masyarakat_sebagai_Subjek\"><\/span>Masyarakat sebagai Subjek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Delapan pilar tidak akan menghasilkan masyarakat sejahtera apabila masyarakat hanya menjadi objek.<\/p>\n<p>Karena itu, prinsip dasarnya tetap sama:<\/p>\n<p><strong>masyarakat harus menjadi subjek pembangunan.<\/strong><\/p>\n<p>Masyarakat harus ikut mengenali masalah.<\/p>\n<p>Masyarakat ikut menentukan prioritas.<\/p>\n<p>Masyarakat ikut mencari solusi.<\/p>\n<p>Masyarakat ikut mengelola sumber daya.<\/p>\n<p>Masyarakat ikut mengevaluasi.<\/p>\n<p>Dan masyarakat pula yang meneruskan perubahan.<\/p>\n<p>Di sinilah pemberdayaan berbeda dari sekadar bantuan.<\/p>\n<p>Bantuan dapat diberikan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Tetapi <strong>kemampuan harus dibangun bersama masyarakat.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Memberi_kepada_Membangkitkan\"><\/span>Dari Memberi kepada Membangkitkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembangunan rakyat membutuhkan perubahan cara berpikir.<\/p>\n<p>Dari memberi kepada membangkitkan.<\/p>\n<p>Dari bantuan kepada kemampuan.<\/p>\n<p>Dari objek kepada subjek.<\/p>\n<p>Dari program kepada proses.<\/p>\n<p>Dari ketergantungan kepada kemandirian.<\/p>\n<p>Dari proyek kepada gerakan.<\/p>\n<p>Pergeseran tersebut tidak selalu mudah.<\/p>\n<p>Memberi bantuan sering kali lebih cepat daripada membangun kapasitas.<\/p>\n<p>Membuat sebuah fasilitas sering kali lebih mudah daripada membangun kelembagaan.<\/p>\n<p>Mengadakan pelatihan lebih mudah daripada memastikan pengetahuan menjadi kemampuan.<\/p>\n<p>Tetapi pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kesabaran untuk membangun manusia.<\/p>\n<p>Karena yang ingin dibangun bukan hanya <strong>hasil pembangunan<\/strong>, tetapi <strong>pelaku pembangunan.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Stelsel_Masyarakat_Sejahtera_Sebuah_Jalan_Menuju_Peradaban\"><\/span>Stelsel Masyarakat Sejahtera: Sebuah Jalan Menuju Peradaban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada akhirnya, delapan pilar tersebut bermuara pada satu pertanyaan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>Masyarakat seperti apa yang ingin kita bangun?<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Masyarakat yang hanya memiliki pendapatan?<\/p>\n<p>Ataukah masyarakat yang mampu membangun kehidupan yang utuh?<\/p>\n<p>Masyarakat yang hanya menerima program?<\/p>\n<p>Ataukah masyarakat yang mampu menciptakan perubahan?<\/p>\n<p>Masyarakat yang menunggu bantuan?<\/p>\n<p>Ataukah masyarakat yang mampu mengorganisasi kekuatannya?<\/p>\n<p>Masyarakat yang bergantung?<\/p>\n<p>Ataukah masyarakat yang mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri sekaligus membangun kerja sama dengan pihak lain?<\/p>\n<p>Jawaban atas pertanyaan tersebut membawa kita kembali pada gagasan dasar PPM.<\/p>\n<p>Kesejahteraan bukan sekadar keadaan ketika kebutuhan telah terpenuhi.<\/p>\n<p>Kesejahteraan adalah <strong>kemampuan manusia dan masyarakat untuk terus memenuhi, mengembangkan, dan memperbaiki kehidupannya secara mandiri, bersama, berkeadilan, dan berkelanjutan.<\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, delapan pilar bukanlah tujuan akhir.<\/p>\n<p>Ia adalah jalan.<\/p>\n<p>Jalan untuk membangun manusia.<\/p>\n<p>Jalan untuk membangun masyarakat.<\/p>\n<p>Dan pada akhirnya, jalan untuk membangun peradaban.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Kehidupan_yang_Utuh\"><\/span>Membangun Kehidupan yang Utuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masyarakat sejahtera tidak lahir dari satu proyek.<\/p>\n<p>Ia tumbuh dari proses panjang.<\/p>\n<p>Dari ekonomi yang memberi kemampuan.<\/p>\n<p>Dari pendidikan yang membangun kesadaran.<\/p>\n<p>Dari kesehatan yang menjaga kualitas hidup.<\/p>\n<p>Dari teknologi yang memperkuat kemampuan.<\/p>\n<p>Dari lingkungan yang dijaga bersama.<\/p>\n<p>Dari kebudayaan yang memberi identitas.<\/p>\n<p>Dari generasi yang disiapkan.<\/p>\n<p>Dan dari emansipasi yang memberi manusia kemampuan menentukan masa depannya.<\/p>\n<p><strong>Delapan pilar, satu kehidupan.<\/strong><\/p>\n<p>Karena kesejahteraan bukan sekadar memiliki lebih banyak.<\/p>\n<p>Kesejahteraan adalah ketika manusia menjadi <strong>lebih mampu, lebih mandiri, lebih bermartabat, dan lebih mampu membangun kehidupan bersama.<\/strong><\/p>\n<p>Di situlah masyarakat bergerak dari sekadar menjadi penerima pembangunan menuju <strong>pelaku pembangunan<\/strong>.<\/p>\n<p>Dari masyarakat yang dibangun menjadi masyarakat yang <strong>membangun dirinya sendiri<\/strong>.<\/p>\n<p>Dan dari proses itulah peradaban tumbuh.(ppmindonesia)<\/p>\n<p><strong>PPM \u2014 Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat, Untuk Peradaban.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19904,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Redaksippmindonesia. Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[3178,208],"tags":[3439,3440,857,3441],"newstopic":[],"class_list":["post-19903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademi-ppm","category-berita","tag-delapan-pilar","tag-kesejahteraan","tag-pusat-peranserta-masyarakat","tag-teknologi-tepat-guna"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-27T10:50:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1243\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"694\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera\",\"datePublished\":\"2026-09-27T10:50:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/\"},\"wordCount\":1568,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/delapan-pilar_11zon-1.jpg\",\"keywords\":[\"delapan pilar\",\"kesejahteraan\",\"pusat peranserta masyarakat\",\"teknologi tepat guna\"],\"articleSection\":[\"Akademi PPM\",\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/\",\"name\":\"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/delapan-pilar_11zon-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-27T10:50:07+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/delapan-pilar_11zon-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/delapan-pilar_11zon-1.jpg\",\"width\":1243,\"height\":694},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/27\\\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia","og_description":"Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-09-27T10:50:07+00:00","og_image":[{"width":1243,"height":694,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera","datePublished":"2026-09-27T10:50:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/"},"wordCount":1568,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg","keywords":["delapan pilar","kesejahteraan","pusat peranserta masyarakat","teknologi tepat guna"],"articleSection":["Akademi PPM","Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/","name":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg","datePublished":"2026-09-27T10:50:07+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg","width":1243,"height":694},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/27\/delapan-pilar-menuju-masyarakat-sejahtera\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Delapan Pilar Menuju Masyarakat Sejahtera"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1.jpg",1243,694,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/delapan-pilar_11zon-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/akademi-ppm\/\" rel=\"category tag\">Akademi PPM<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Membangun kesejahteraan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi membangun...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19903"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19906,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19903\/revisions\/19906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19903"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}