{"id":20065,"date":"2026-10-12T14:43:23","date_gmt":"2026-10-12T14:43:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=20065"},"modified":"2026-10-12T14:44:36","modified_gmt":"2026-10-12T14:44:36","slug":"takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/","title":{"rendered":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan menjadi kaya. Al-Qur\u2019an justru mengajarkan bahwa kehidupan ekonomi harus dibangun melalui ikhtiar yang halal, kejujuran, keadilan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>Oleh: Redaksi Kajian Syahida PPM Indonesia<\/strong><\/p>\n<div>\n<hr \/>\n<\/div>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Iman_Bukan_Sekadar_Urusan_Ritual\" >Iman Bukan Sekadar Urusan Ritual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Takwa_Jalan_Keluar_dan_Rezeki\" >Takwa, Jalan Keluar, dan Rezeki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Keberkahan_Ukuran_yang_Lebih_Luas_daripada_Kekayaan\" >Keberkahan: Ukuran yang Lebih Luas daripada Kekayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Bekerja_dan_Berusaha_Bagian_dari_Ikhtiar_Manusia\" >Bekerja dan Berusaha: Bagian dari Ikhtiar Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Harta_Bukan_Hanya_Hak_Pribadi\" >Harta Bukan Hanya Hak Pribadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Di_Dalam_Harta_Ada_Tanggung_Jawab_Sosial\" >Di Dalam Harta Ada Tanggung Jawab Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Kejujuran_dan_Keadilan_Menentukan_Mutu_Ekonomi\" >Kejujuran dan Keadilan Menentukan Mutu Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Jangan_Menyamakan_Kekayaan_dengan_Kemuliaan\" >Jangan Menyamakan Kekayaan dengan Kemuliaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Membangun_Kesejahteraan_sebagai_Amanah_Bersama\" >Membangun Kesejahteraan sebagai Amanah Bersama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#Penutup_Takwa_yang_Menghadirkan_Kemaslahatan\" >Penutup: Takwa yang Menghadirkan Kemaslahatan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Iman_Bukan_Sekadar_Urusan_Ritual\"><\/span>Iman Bukan Sekadar Urusan Ritual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com-<\/strong> Bagaimana hubungan antara <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/\">takwa<\/a> dan kesejahteraan? Apakah masyarakat yang beriman dan bertakwa pasti hidup berkecukupan? Apakah kemiskinan menunjukkan kurangnya iman? Dan bagaimana ajaran Al-Qur\u2019an seharusnya membimbing manusia dalam mengelola harta, bekerja, berusaha, serta membangun kehidupan ekonomi yang adil?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan ini penting di tengah kehidupan masyarakat yang masih diwarnai kesenjangan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, rapuhnya usaha kecil, serta ketidakmerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan sumber daya produktif.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an tidak memisahkan kehidupan spiritual dari tanggung jawab sosial. Iman memang berhubungan dengan keyakinan dan ibadah, tetapi buahnya juga harus terlihat dalam perilaku: kejujuran ketika bekerja, amanah ketika mengelola harta, keadilan dalam transaksi, kepedulian terhadap orang yang lemah, dan kesediaan memperjuangkan kemaslahatan bersama.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em>\u2014memahami satu ayat dengan memperhatikan ayat-ayat lain yang berkaitan\u2014hubungan takwa dan kesejahteraan dapat dibaca secara lebih utuh. Takwa bukan semata-mata kesalehan individual, melainkan kesadaran kepada Allah yang membimbing manusia menggunakan kekuasaan, pekerjaan, dan kekayaan secara bertanggung jawab.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Takwa_Jalan_Keluar_dan_Rezeki\"><\/span>Takwa, Jalan Keluar, dan Rezeki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu ayat yang kerap dikaitkan dengan hubungan takwa dan rezeki terdapat dalam Surah At-Talaq ayat 2\u20133.<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0644\u0651\u064e\u0647\u0657 \u0645\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064b\u0627 \u06d9 \u06dd\u0662<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u0648\u0651\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u06d7<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS At-Talaq [65]: 2\u20133, petikan ayat<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini memberikan pengharapan kepada orang beriman bahwa Allah mampu membukakan jalan keluar dan menghadirkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Namun, ayat tersebut berada dalam rangkaian pembahasan mengenai ketentuan perceraian, masa idah, dan kewajiban menjalankan hukum Allah. Karena itu, pesannya tidak tepat jika dipersempit menjadi rumus bahwa siapa pun yang bertakwa pasti segera kaya atau terbebas dari kesulitan ekonomi.<\/p>\n<p>Takwa adalah kesungguhan menaati Allah, termasuk ketika manusia menghadapi keputusan yang berat dan keadaan yang tidak mudah. Dalam kehidupan ekonomi, nilai ini dapat tercermin pada pilihan untuk tidak menipu, tidak mengambil hak orang lain, tidak menghalalkan segala cara, dan tetap berikhtiar meskipun hasil belum sesuai harapan.<\/p>\n<p>Janji tentang jalan keluar juga mengajarkan bahwa kesulitan tidak selalu menjadi akhir perjalanan. Jalan keluar bisa hadir melalui kesempatan baru, pertolongan orang lain, perubahan cara bekerja, penguatan keterampilan, solidaritas sosial, atau jalan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.<\/p>\n<p>Akan tetapi, manusia tidak boleh menggunakan ayat ini untuk menyalahkan orang miskin. Kesulitan ekonomi dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk terbatasnya kesempatan, bencana, sakit, ketimpangan akses, dan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat rentan. Takwa menguatkan ikhtiar; ia bukan alasan untuk mengabaikan kenyataan sosial.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keberkahan_Ukuran_yang_Lebih_Luas_daripada_Kekayaan\"><\/span>Keberkahan: Ukuran yang Lebih Luas daripada Kekayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an juga menghubungkan iman dan takwa dengan keberkahan kehidupan suatu masyarakat. Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0627\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0670\u0653\u0649 \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u0670\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u06e4\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSeandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS Al-A\u2018raf [7]: 96, petikan ayat<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini berbicara tentang penduduk negeri secara kolektif. Konteksnya menegaskan tanggung jawab suatu masyarakat terhadap petunjuk Allah, bukan sekadar janji kemakmuran bagi individu. Karena itu, pembacaan sosialnya mengajak kita bertanya: nilai apa yang perlu hadir agar kehidupan bersama menjadi baik dan membawa keberkahan?<\/p>\n<p>Keberkahan tidak hanya berarti bertambahnya uang atau melimpahnya barang. Kekayaan yang diperoleh dengan merusak lingkungan, mengeksploitasi pekerja, memonopoli kebutuhan masyarakat, atau mengorbankan hak orang lain tidak dapat begitu saja disebut sebagai kesejahteraan yang utuh.<\/p>\n<p>Sebaliknya, keberkahan dapat tercermin pada hasil usaha yang halal, pangan yang tersedia, lingkungan yang terjaga, pekerjaan yang bermartabat, keluarga yang terlindungi, dan kesempatan yang lebih adil bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang ini, kemajuan ekonomi perlu dinilai bukan hanya dari besarnya produksi atau pertumbuhan angka-angka makroekonomi. Kita juga perlu melihat apakah pertumbuhan itu membuka lapangan kerja, memperkuat usaha rakyat, mengurangi kerentanan, memperbaiki layanan publik, dan menjaga daya dukung alam.<\/p>\n<p><strong>Kesejahteraan yang diberkahi bukan sekadar tentang seberapa banyak kekayaan dihasilkan, melainkan juga bagaimana kekayaan itu diperoleh, digunakan, dan dirasakan manfaatnya.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bekerja_dan_Berusaha_Bagian_dari_Ikhtiar_Manusia\"><\/span>Bekerja dan Berusaha: Bagian dari Ikhtiar Manusia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Takwa tidak mengajarkan manusia untuk pasif menunggu rezeki. Al-Qur\u2019an justru memerintahkan manusia untuk bergerak, berusaha, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650\u0647\u0656\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0634\u064f\u0648\u0652\u0631\u064f<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cDialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.\u201d <\/em>QS Al-Mulk [67]: 15<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini mempertemukan dua kesadaran: bumi merupakan karunia Allah yang dapat dimanfaatkan manusia, sedangkan kehidupan manusia tetap berada dalam pertanggungjawaban kepada-Nya.<\/p>\n<p>Berusaha berarti menggunakan kemampuan, pengetahuan, waktu, dan sumber daya untuk menghasilkan manfaat. Petani mengolah tanah, nelayan mencari ikan, pedagang menyediakan kebutuhan, pekerja menghasilkan barang dan jasa, guru mengembangkan pengetahuan, dan pelaku usaha menciptakan peluang kerja. Semua kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar yang bernilai apabila dilakukan secara halal dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pesan ini menolak dua sikap ekstrem. Pertama, sikap pasrah yang menjadikan tawakal sebagai alasan untuk tidak berusaha. Kedua, sikap yang menganggap keberhasilan ekonomi sepenuhnya hasil kecerdikan manusia, seolah-olah tidak ada keterbatasan, pertolongan, dan tanggung jawab moral.<\/p>\n<p>Tawakal bukan lawan dari kerja keras. Tawakal menempatkan kerja keras dalam kesadaran bahwa manusia wajib berusaha, tetapi tidak berhak menyombongkan diri atau menganggap semua hasil semata-mata miliknya.<\/p>\n<p>Karena itu, membangun kesejahteraan membutuhkan lebih dari nasihat moral. Masyarakat memerlukan pendidikan yang baik, keterampilan yang relevan, akses permodalan yang adil, teknologi yang sesuai kebutuhan, pasar yang terbuka, serta kebijakan yang memungkinkan orang bekerja dan berusaha dengan bermartabat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harta_Bukan_Hanya_Hak_Pribadi\"><\/span>Harta Bukan Hanya Hak Pribadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an mengakui kepemilikan dan kegiatan ekonomi, tetapi menolak cara pandang yang memisahkan kekayaan dari tanggung jawab sosial. Salah satu prinsip pentingnya terdapat dalam Surah Al-Hasyr ayat 7:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0643\u064e\u064a\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u062f\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u06e2 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u06e4\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cAgar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS Al-Hasyr [59]: 7, petikan ayat<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini berada dalam konteks pengaturan distribusi <em>fai\u2019<\/em>, yakni harta yang diperoleh tanpa melalui pertempuran, dan menjelaskan pihak-pihak yang berhak menerimanya. Karena itu, ayat tersebut tidak boleh dilepaskan begitu saja dari konteks hukumnya. Namun, di dalamnya terdapat prinsip distribusi yang penting untuk direnungkan: kekayaan tidak semestinya hanya berputar di lingkaran kelompok yang telah memiliki banyak sumber daya.<\/p>\n<p>Prinsip tersebut relevan ketika kita membahas kesenjangan ekonomi. Apabila modal, akses pasar, teknologi, dan peluang usaha hanya terkonsentrasi pada segelintir pihak, sementara sebagian besar masyarakat sulit meningkatkan produktivitasnya, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak menghasilkan kesejahteraan yang luas.<\/p>\n<p>Maka, keberpihakan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah, koperasi, ekonomi komunitas, serta akses pendidikan dan keterampilan bukan semata-mata agenda administratif. Semua itu dapat menjadi bagian dari ikhtiar memperluas kesempatan agar masyarakat memiliki kemampuan nyata untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.<\/p>\n<p>Tentu, pemerataan bukan berarti meniadakan hak milik atau menyamakan semua hasil usaha. Yang perlu diperjuangkan adalah tatanan yang adil: hak dihormati, kesempatan diperluas, praktik monopoli dan penyalahgunaan kekuasaan dicegah, serta masyarakat yang lemah tidak dibiarkan menghadapi hambatan struktural sendirian.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Di_Dalam_Harta_Ada_Tanggung_Jawab_Sosial\"><\/span>Di Dalam Harta Ada Tanggung Jawab Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dimensi sosial harta ditegaskan pula dalam Surah Az-Zariyat ayat 19:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652\u0653 \u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0648\u0652\u0645\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cPada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS Az-Zariyat [51]: 19, petikan ayat<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada orang yang membutuhkan bukan sekadar pilihan emosional. Ada tanggung jawab yang melekat pada harta. Orang yang tidak mampu menyampaikan kesulitannya sekalipun tetap perlu diperhatikan.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, tanggung jawab itu dapat diwujudkan melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, penguatan lembaga sosial, dan berbagai bentuk solidaritas yang sesuai dengan ketentuan agama. Pada tingkat masyarakat, semangat yang sama dapat mendorong tumbuhnya koperasi, usaha bersama, pendampingan pelaku usaha kecil, dan program pemberdayaan yang memperkuat kemandirian.<\/p>\n<p>Bantuan sosial tetap penting, terutama dalam keadaan darurat. Namun, pemberdayaan juga perlu mengupayakan agar masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya dalam jangka panjang. Orang yang membutuhkan pertolongan tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sebagai manusia yang memiliki martabat, potensi, dan hak untuk hidup layak.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kepedulian sosial tidak berhenti pada pemberian sisa kekayaan. Ia juga menuntut kesediaan untuk membangun sistem yang lebih memungkinkan setiap orang memperoleh pendidikan, pekerjaan, layanan dasar, dan peluang usaha.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kejujuran_dan_Keadilan_Menentukan_Mutu_Ekonomi\"><\/span>Kejujuran dan Keadilan Menentukan Mutu Ekonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesejahteraan tidak dapat dibangun dengan mengorbankan kejujuran. Al-Qur\u2019an memberi peringatan keras terhadap praktik curang dalam transaksi:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u06dd\u0661<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u06dd\u0662<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0627\u064e\u0648\u0652 \u0648\u0651\u064e\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u06d7 \u06dd\u0663<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cCelakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. (Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS Al-Mutaffifin [83]: 1\u20133<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesan ayat ini melampaui persoalan timbangan di pasar. Ia menanamkan prinsip bahwa transaksi harus dijalankan dengan jujur dan tidak boleh menguntungkan satu pihak melalui kerugian pihak lain.<\/p>\n<p>Dalam ekonomi modern, bentuk kecurangan dapat muncul melalui informasi produk yang menyesatkan, kualitas yang tidak sesuai janji, manipulasi laporan, pengingkaran hak pekerja, penyalahgunaan kepercayaan, atau kontrak yang sengaja dibuat tidak adil. Kemajuan teknologi tidak menghapus kewajiban moral tersebut; justru transaksi yang semakin kompleks membutuhkan transparansi dan pertanggungjawaban yang semakin kuat.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an juga memerintahkan keadilan dan kebajikan:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS An-Nahl [16]: 90, petikan ayat<\/p><\/blockquote>\n<p>Keadilan menuntut agar hak tidak dirampas dan kewajiban tidak diabaikan. Ihsan mengajak manusia melampaui batas minimum kewajiban dengan memberikan manfaat dan memperlakukan orang lain secara baik.<\/p>\n<p>Dalam dunia kerja, prinsip ini berarti pekerja memperoleh haknya dan diperlakukan secara manusiawi. Dalam dunia usaha, konsumen mendapat informasi yang benar dan barang atau jasa sesuai kesepakatan. Dalam kebijakan publik, keputusan ekonomi perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas, terutama mereka yang paling rentan menanggung dampak keputusan tersebut.<\/p>\n<p>Kejujuran bukan penghambat kegiatan ekonomi. Ia justru menjadi fondasi kepercayaan, sedangkan keadilan menciptakan ruang bagi kegiatan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangan_Menyamakan_Kekayaan_dengan_Kemuliaan\"><\/span>Jangan Menyamakan Kekayaan dengan Kemuliaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Satu kekeliruan yang perlu dihindari ialah menganggap orang kaya pasti lebih dekat kepada Allah, sedangkan orang miskin pasti kurang bertakwa. Al-Qur\u2019an tidak memberikan dasar untuk membuat kesimpulan sederhana semacam itu.<\/p>\n<p>Kekayaan dan keterbatasan ekonomi sama-sama dapat menjadi ujian. Kekayaan menguji apakah manusia bersyukur, amanah, dan bersedia berbagi. Keterbatasan menguji kesabaran dan keteguhan, tetapi tidak menghapus kewajiban masyarakat untuk menolong dan memperbaiki keadaan yang tidak adil.<\/p>\n<p>Dalam Surah At-Tagabun ayat 15, Allah berfirman:<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u06d7\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e\u0647\u0657\u0653 \u0627\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0652\u0645\u064c<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allahlah pahala yang besar.\u201d<\/em><\/p>\n<p>QS At-Tagabun [64]: 15<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini mengingatkan bahwa harta bukan ukuran mutlak keberhasilan spiritual. Kekayaan dapat menjadi jalan kebaikan apabila digunakan secara benar, tetapi dapat pula menjadi sumber kesombongan dan ketidakadilan jika menguasai hati manusia.<\/p>\n<p>Sebaliknya, kesulitan ekonomi tidak seharusnya dijadikan alasan untuk merendahkan seseorang. Masyarakat yang beriman justru dipanggil untuk memperkuat solidaritas, membuka peluang, dan memastikan bahwa orang yang sedang mengalami kesulitan tidak kehilangan martabatnya.<\/p>\n<p>Karena itu, ukuran kesejahteraan yang lebih manusiawi tidak cukup hanya bertanya berapa banyak harta yang dimiliki seseorang. Kita juga perlu bertanya apakah kebutuhan dasarnya terpenuhi, apakah ia dapat bekerja dengan layak, apakah keluarganya terlindungi, apakah ia memperoleh kesempatan berkembang, dan apakah ia hidup dalam lingkungan sosial yang adil.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Kesejahteraan_sebagai_Amanah_Bersama\"><\/span>Membangun Kesejahteraan sebagai Amanah Bersama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika ayat-ayat tentang takwa, ikhtiar, distribusi harta, dan keadilan dibaca secara berdampingan, tampak bahwa Al-Qur\u2019an tidak mendorong manusia memilih antara spiritualitas dan pembangunan ekonomi. Keduanya perlu dipertemukan dalam kehidupan yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Takwa membentuk orientasi moral; kerja dan usaha menjadi jalan ikhtiar; kejujuran menjaga proses ekonomi; keadilan mengatur hubungan antarmanusia; sedangkan kepedulian sosial memastikan bahwa kelompok rentan tidak ditinggalkan.<\/p>\n<p>Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, setidaknya terdapat beberapa agenda yang dapat dikembangkan.<\/p>\n<p><strong>Pertama, memperkuat etika kerja dan usaha.<\/strong> Pendidikan ekonomi perlu berjalan bersama pendidikan amanah, tanggung jawab, keterampilan, dan kedisiplinan. Kesalehan tidak berhenti pada simbol, tetapi hadir dalam cara seseorang menjalankan pekerjaan dan memenuhi janji.<\/p>\n<p><strong>Kedua, memperluas akses dan kesempatan.<\/strong> Masyarakat memerlukan pendidikan, pelatihan, akses permodalan yang bertanggung jawab, pendampingan usaha, teknologi tepat guna, dan akses pasar. Pemberdayaan seharusnya memperkuat kemampuan warga untuk berdiri di atas potensinya sendiri.<\/p>\n<p><strong>Ketiga, menghidupkan ekonomi kolektif.<\/strong> Koperasi, usaha bersama, kelompok produksi, dan jaringan pemasaran komunitas dapat menjadi sarana memperkuat posisi tawar masyarakat. Kerja sama memungkinkan sumber daya yang terbatas dikelola secara lebih produktif.<\/p>\n<p><strong>Keempat, memastikan keadilan dalam kebijakan dan transaksi.<\/strong> Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil memiliki tanggung jawab sesuai peran masing-masing untuk mencegah kecurangan, melindungi hak, dan memperluas kesempatan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Kelima, menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pembangunan.<\/strong> Zakat, infak, sedekah, dan berbagai instrumen solidaritas dapat membantu kebutuhan mendesak sekaligus mendukung program yang memperkuat kapasitas masyarakat. Bantuan dan pemberdayaan perlu berjalan saling melengkapi.<\/p>\n<p><strong>Keenam, menjaga keberlanjutan lingkungan.<\/strong> Bumi merupakan ruang hidup sekaligus sumber penghidupan. Kegiatan ekonomi yang merusak alam pada akhirnya dapat mengancam kesehatan, mata pencaharian, dan masa depan generasi berikutnya. Karena itu, kemajuan ekonomi harus memperhitungkan tanggung jawab ekologis.<\/p>\n<p>Agenda-agenda ini tidak dapat diwujudkan hanya dengan seruan moral. Diperlukan organisasi yang bekerja, lembaga yang amanah, kebijakan yang adil, dan partisipasi masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur\u2019an menjadi landasan untuk mengarahkan ikhtiar tersebut agar pertumbuhan ekonomi tidak kehilangan tujuan kemanusiaannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup_Takwa_yang_Menghadirkan_Kemaslahatan\"><\/span>Penutup: Takwa yang Menghadirkan Kemaslahatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Membaca hubungan takwa dan kesejahteraan melalui pendekatan <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em> mengajak kita keluar dari pemahaman yang terlalu sempit. Takwa bukan formula untuk menjadi kaya secara otomatis. Ia juga bukan dalih untuk menganggap kemiskinan sebagai kesalahan pribadi atau bukti kurangnya iman.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an mengajarkan manusia untuk bertakwa, bekerja, mencari rezeki yang halal, menjaga amanah, berlaku adil, dan menunaikan tanggung jawab sosial. Kekayaan tidak dicela semata-mata karena jumlahnya, tetapi cara memperoleh dan menggunakannya harus berada dalam tuntunan moral. Kemiskinan bukan alasan untuk merendahkan seseorang, melainkan panggilan bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan memperbaiki kesempatan hidup.<\/p>\n<p>Kesejahteraan yang berpijak pada takwa bukan hanya tentang meningkatnya pendapatan, melainkan juga tentang terpeliharanya martabat manusia, meluasnya kesempatan, adilnya distribusi manfaat, kuatnya solidaritas, dan lestarinya lingkungan.<\/p>\n<p>Di sinilah iman menemukan wujud sosialnya: bukan hanya dalam doa yang dipanjatkan, tetapi juga dalam pekerjaan yang dijalankan dengan jujur, harta yang dikelola dengan amanah, usaha yang memberi manfaat, dan keberanian memperjuangkan keadilan.<\/p>\n<blockquote><p>Takwa memberi arah bagi kesejahteraan; keadilan menjaga agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati segelintir orang.(syahida)<\/p><\/blockquote>\n<div>\n<hr \/>\n<\/div>\n<blockquote><p><em>Catatan Kajian:<\/em> Artikel ini merupakan refleksi tematik dengan pendekatan <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em>. Kutipan ayat dipilih untuk membaca keterkaitan antara takwa, ikhtiar ekonomi, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Pemaknaan ayat tetap perlu memperhatikan konteks turunnya ayat, susunan pembahasan surah, serta penjelasan tafsir yang otoritatif.<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20066,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Kajian Syahida quran bil quran. Oleh: syahida","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[2065,1618,601,3476],"newstopic":[],"class_list":["post-20065","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-keberkahan","tag-kejujuran","tag-taqwa","tag-taqwa-dan-kesejahteraan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-12T14:43:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-12T14:44:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1177\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"657\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi\",\"datePublished\":\"2026-10-12T14:43:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-12T14:44:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/\"},\"wordCount\":2284,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/taqwa_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"keberkahan\",\"kejujuran\",\"taqwa\",\"taqwa dan kesejahteraan\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/\",\"name\":\"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/taqwa_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-12T14:43:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-12T14:44:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/taqwa_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/taqwa_11zon.jpg\",\"width\":1177,\"height\":657},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/12\\\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia","og_description":"Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-10-12T14:43:23+00:00","article_modified_time":"2026-10-12T14:44:36+00:00","og_image":[{"width":1177,"height":657,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi","datePublished":"2026-10-12T14:43:23+00:00","dateModified":"2026-10-12T14:44:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/"},"wordCount":2284,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg","keywords":["keberkahan","kejujuran","taqwa","taqwa dan kesejahteraan"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/","name":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg","datePublished":"2026-10-12T14:43:23+00:00","dateModified":"2026-10-12T14:44:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg","width":1177,"height":657},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/10\/12\/takwa-dan-kesejahteraan-membaca-ulang-hubungan-iman-dan-kehidupan-ekonomi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Takwa dan Kesejahteraan: Membaca Ulang Hubungan Iman dan Kehidupan Ekonomi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/taqwa_11zon-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"Takwa bukan jaminan bahwa setiap orang beriman akan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20065","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20065"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20069,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20065\/revisions\/20069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20065"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}