{"id":20337,"date":"2026-11-03T15:09:07","date_gmt":"2026-11-03T15:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=20337"},"modified":"2026-11-03T15:10:53","modified_gmt":"2026-11-03T15:10:53","slug":"ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/","title":{"rendered":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca, Dipahami, dan Diamalkan<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>PPMIndonesia| KAJIAN SYAHIDA \u2014 QUR\u2019AN BIL QUR\u2019AN<\/strong><\/p>\n<div>\n<hr \/>\n<\/div>\n<p><strong>JAKARTA.PPMIndonesia.com<\/strong>&#8211; Ada sebuah paradoks dalam kehidupan umat Islam. Al-Qur\u2019an diyakini sebagai petunjuk bagi manusia, dibaca setiap hari, dihafalkan, dilombakan, bahkan dimuliakan dalam berbagai kesempatan. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa bahwa memahami pesan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/\">Al-Qur\u2019an<\/a> secara langsung merupakan sesuatu yang sulit, berbahaya, atau bahkan tidak pantas dilakukan tanpa perantaraan otoritas tertentu.<\/p>\n<p>Akibatnya, kitab suci yang semestinya menjadi sumber petunjuk kehidupan terkadang diperlakukan seperti sebuah misteri. Ia dihormati, tetapi pesannya tidak selalu dipahami. Ia dibaca, tetapi belum tentu menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Ia berada di tengah kehidupan umat, tetapi maknanya seolah berada jauh di luar jangkauan pembacanya.<\/p>\n<p>Pertanyaannya: benarkah Al-Qur\u2019an diturunkan untuk menjadi kitab yang misterius? Apakah manusia diperintahkan hanya membacanya tanpa berusaha memahami pesan yang terkandung di dalamnya?<\/p>\n<p>Kajian Syahida melalui pendekatan <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em> mengajak kita menelusuri jawaban itu dengan mempertemukan ayat-ayat Al-Qur\u2019an sendiri.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Al-Quran_Menyebut_Dirinya_sebagai_Petunjuk\" >Al-Qur\u2019an Menyebut Dirinya sebagai Petunjuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Mengapa_Al-Quran_Justru_Terasa_Sulit_Dipahami\" >Mengapa Al-Qur\u2019an Justru Terasa Sulit Dipahami?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Al-Quran_Justru_Mempertanyakan_Mengapa_Manusia_Tidak_Merenungkannya\" >Al-Qur\u2019an Justru Mempertanyakan Mengapa Manusia Tidak Merenungkannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Al-Quran_Menjelaskan_Dirinya_dengan_Berbagai_Cara\" >Al-Qur\u2019an Menjelaskan Dirinya dengan Berbagai Cara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Jangan_Mengikuti_Sesuatu_yang_Tidak_Diketahui\" >Jangan Mengikuti Sesuatu yang Tidak Diketahui<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Mengikuti_Warisan_Bukan_Pengganti_Kewajiban_Berpikir\" >Mengikuti Warisan Bukan Pengganti Kewajiban Berpikir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Kitab_Suci_Harus_Dibaca_untuk_Menjadi_Pedoman_Kehidupan\" >Kitab Suci Harus Dibaca untuk Menjadi Pedoman Kehidupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Ketika_Al-Quran_Ditinggalkan_dalam_Kehidupan_Nyata\" >Ketika Al-Qur\u2019an Ditinggalkan dalam Kehidupan Nyata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Mengembalikan_Keberanian_untuk_Membaca_dan_Memahami\" >Mengembalikan Keberanian untuk Membaca dan Memahami<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#Mengubah_Rasa_Takut_Menjadi_Kesungguhan_Belajar\" >Mengubah Rasa Takut Menjadi Kesungguhan Belajar<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Menyebut_Dirinya_sebagai_Petunjuk\"><\/span>Al-Qur\u2019an Menyebut Dirinya sebagai Petunjuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an secara tegas menjelaskan tujuan kehadirannya. Kitab ini bukan diturunkan untuk membuat manusia semakin bingung, melainkan untuk memberikan petunjuk.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<p>QS Al-Baqarah [2]: 185<\/p>\n<blockquote><p>\u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0652\u0632\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cBulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ada tiga ungkapan penting dalam ayat ini: <em>hudan linnas<\/em> (petunjuk bagi manusia), <em>bayyinat minal huda<\/em> (penjelasan-penjelasan tentang petunjuk), dan <em>al-furqan<\/em> (pembeda).<\/p>\n<p>Ketiganya menunjukkan bahwa Al-Qur\u2019an memiliki fungsi yang sangat jelas. Ia memberi arah, menjelaskan jalan, dan membantu manusia membedakan kebenaran dari kebatilan.<\/p>\n<p>Jika Al-Qur\u2019an adalah petunjuk bagi manusia, tentu manusia tidak dimaksudkan untuk selamanya berada dalam ketidaktahuan terhadap pesan kitab tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Al-Quran_Justru_Terasa_Sulit_Dipahami\"><\/span>Mengapa Al-Qur\u2019an Justru Terasa Sulit Dipahami?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesulitan memahami Al-Qur\u2019an tidak selalu berasal dari teksnya. Ada kalanya kesulitan itu tumbuh dari cara kita membangun hubungan dengan kitab suci.<\/p>\n<p>Kita mungkin lebih terbiasa mendengar penjelasan tentang Al-Qur\u2019an daripada membaca, memikirkan, dan menghubungkan ayat-ayatnya sendiri. Kita mengenal banyak pendapat tentang suatu ayat, tetapi belum tentu pernah menelusuri bagaimana ayat lain menjelaskan persoalan yang sama.<\/p>\n<p>Dalam keadaan seperti itu, pengetahuan tentang Al-Qur\u2019an dapat berkembang menjadi pengetahuan tentang pendapat manusia mengenai Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Tentu, ilmu tafsir, hadis, bahasa Arab, sejarah pewahyuan, dan khazanah keilmuan Islam memiliki peran penting. Semua itu dapat membantu pembaca memahami konteks dan kedalaman pesan kitab suci. Namun, bantuan keilmuan tidak seharusnya menggantikan hubungan langsung manusia dengan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Persoalannya bukan memilih antara membaca sendiri atau belajar kepada orang yang berilmu. Keduanya dapat berjalan bersama. Yang perlu dihindari adalah anggapan bahwa pembaca biasa tidak memiliki tanggung jawab untuk berusaha memahami petunjuk yang ditujukan kepadanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Justru_Mempertanyakan_Mengapa_Manusia_Tidak_Merenungkannya\"><\/span>Al-Qur\u2019an Justru Mempertanyakan Mengapa Manusia Tidak Merenungkannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu ayat yang sangat penting dalam pembahasan ini adalah seruan untuk melakukan perenungan terhadap Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>QS Muhammad [47]: 24<\/p>\n<blockquote><p>\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064d \u0623\u064e\u0642\u0652\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627<\/p>\n<p><em>\u201cMaka tidakkah mereka merenungkan Al-Qur\u2019an, ataukah hati mereka sudah terkunci?\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini bukan sekadar mengajak manusia membaca. Kata <em>yatadabbarun<\/em> mengandung makna merenungkan secara mendalam, memperhatikan hubungan makna, dan memikirkan konsekuensi pesan yang dibaca.<\/p>\n<p>Dengan demikian, membaca Al-Qur\u2019an tidak berhenti pada pelafalan. Ada tanggung jawab untuk melakukan tadabur.<\/p>\n<p>Pertanyaan Al-Qur\u2019an dalam ayat tersebut sangat mendasar: mengapa manusia tidak merenungkan kitab yang telah diturunkan sebagai petunjuk?<\/p>\n<p>Jika perenungan merupakan perintah, maka upaya memahami Al-Qur\u2019an bukanlah tindakan yang harus ditakuti. Justru, meninggalkan perenungan patut menjadi bahan introspeksi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Menjelaskan_Dirinya_dengan_Berbagai_Cara\"><\/span>Al-Qur\u2019an Menjelaskan Dirinya dengan Berbagai Cara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendekatan <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em> bertolak dari keyakinan bahwa ayat-ayat Al-Qur\u2019an tidak berdiri sendiri. Sebuah tema dapat dijelaskan, diperinci, diperkuat, atau diberi batasan melalui ayat lain.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an sendiri menyatakan bahwa Allah telah menjelaskan berbagai perumpamaan dan tanda dalam kitab-Nya.<\/p>\n<p>QS Al-Isra\u2019 [17]: 89<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p><em>\u201cDan sungguh, dalam Al-Qur\u2019an ini Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya, bahkan mengingkari.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Perhatikan ungkapan <em>sharrafna linnasi fi hadzal-Qur\u2019an min kulli matsal<\/em>. Al-Qur\u2019an menyebut adanya penjelasan dengan berbagai perumpamaan dan cara penyampaian.<\/p>\n<p>Hal ini memberi dasar penting bagi pembacaan lintas ayat. Ketika kita menemukan satu istilah, jangan tergesa-gesa menetapkan maknanya hanya berdasarkan satu potongan ayat. Telusuri ayat lain yang menggunakan istilah serupa, membicarakan tema yang sama, atau menjelaskan akibat dari suatu tindakan.<\/p>\n<p>Dengan cara itu, pemahaman tidak dibangun dari satu ayat yang dilepaskan dari keseluruhan pesan kitab.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangan_Mengikuti_Sesuatu_yang_Tidak_Diketahui\"><\/span>Jangan Mengikuti Sesuatu yang Tidak Diketahui<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu penghalang pemahaman adalah kebiasaan menerima sesuatu tanpa memeriksa dasar pengetahuannya.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an memberikan prinsip yang sangat tegas:<\/p>\n<p>QS Al-Isra\u2019 [17]: 36<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<p><em>\u201cDan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini meletakkan tanggung jawab pengetahuan pada setiap manusia. Pendengaran, penglihatan, dan hati bukan sekadar perangkat untuk menerima informasi, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>Prinsip ini juga relevan dalam kehidupan beragama. Kita tidak cukup hanya mengatakan, \u201cSaya mengikuti karena sejak dahulu diajarkan demikian.\u201d Kita perlu bertanya: apa dasar ajarannya? Bagaimana hubungan pendapat itu dengan ayat-ayat Al-Qur\u2019an? Apakah pemahaman tersebut sejalan dengan keseluruhan pesan kitab?<\/p>\n<p>Mengajukan pertanyaan bukan berarti merendahkan ulama atau menolak tradisi keilmuan. Justru, sikap kritis yang bertanggung jawab merupakan bagian dari kesungguhan mencari ilmu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengikuti_Warisan_Bukan_Pengganti_Kewajiban_Berpikir\"><\/span>Mengikuti Warisan Bukan Pengganti Kewajiban Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an juga mengkritik sikap yang menjadikan kebiasaan nenek moyang sebagai alasan untuk tidak menggunakan akal.<\/p>\n<p>QS Al-Baqarah [2]: 170<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cDan apabila dikatakan kepada mereka, \u2018Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,\u2019 mereka menjawab, \u2018Tidak! Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.\u2019 Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun dan tidak mendapat petunjuk?\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini mengingatkan bahwa warisan tidak otomatis menjadi kebenaran hanya karena telah berlangsung lama.<\/p>\n<p>Tradisi dapat menyimpan kebijaksanaan. Para ulama dapat mewariskan ilmu yang sangat berharga. Namun, setiap generasi tetap memiliki tanggung jawab untuk memahami petunjuk Allah dan tidak menjadikan kebiasaan sebagai pengganti kebenaran.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, Al-Qur\u2019an tidak mengajak manusia memutus hubungan dengan sejarah keilmuan. Al-Qur\u2019an mengajak manusia agar tidak kehilangan kemampuan menilai dan mempertanggungjawabkan keyakinannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kitab_Suci_Harus_Dibaca_untuk_Menjadi_Pedoman_Kehidupan\"><\/span>Kitab Suci Harus Dibaca untuk Menjadi Pedoman Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Al-Qur\u2019an bukan sekadar bacaan yang disimpan, dipajang, atau dilantunkan dalam kegiatan seremonial. Ia diturunkan agar menjadi pedoman yang diikuti.<\/p>\n<p>Allah berfirman:<\/p>\n<p>QS Al-An\u2019am [6]: 155<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cDan ini adalah Kitab (Al-Qur\u2019an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Maka ikutilah ia dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menyebut dua hal secara berurutan: <em>fattabi\u2018uhu<\/em> (ikutilah ia) dan <em>wattaqu<\/em> (bertakwalah).<\/p>\n<p>Mengikuti Al-Qur\u2019an berarti membawa petunjuknya ke dalam kehidupan. Kejujuran dalam perdagangan, keadilan dalam kepemimpinan, kepedulian terhadap orang lemah, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta upaya membangun kesejahteraan merupakan bagian dari ruang aktualisasi nilai-nilai Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Dengan demikian, ukuran keberhasilan hubungan manusia dengan kitab suci tidak cukup dilihat dari seberapa sering ia dibaca, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilainya membentuk perilaku dan kehidupan bersama.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Al-Quran_Ditinggalkan_dalam_Kehidupan_Nyata\"><\/span>Ketika Al-Qur\u2019an Ditinggalkan dalam Kehidupan Nyata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada peringatan yang sangat kuat dalam Al-Qur\u2019an tentang pengaduan Rasul mengenai sikap kaumnya terhadap kitab suci.<\/p>\n<p>QS Al-Furqan [25]: 30<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0645\u064e\u0647\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p><em>\u201cDan Rasul (Muhammad) berkata, \u2018Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur\u2019an ini sesuatu yang diabaikan.\u2019\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Kata <em>mahjura<\/em> berasal dari makna meninggalkan atau mengabaikan. Pengabaian terhadap Al-Qur\u2019an tidak harus berarti tidak pernah menyentuh mushaf. Seseorang bisa saja rajin membacanya, tetapi mengabaikan pesan dan tuntunan yang terkandung di dalamnya.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an dapat hadir dalam suara, tetapi tidak hadir dalam keputusan. Ia dibaca dalam acara keagamaan, tetapi tidak menjadi pedoman dalam mengelola kekuasaan, ekonomi, hubungan sosial, dan kehidupan keluarga.<\/p>\n<p>Inilah bentuk keterasingan yang perlu direnungkan: ketika kitab suci begitu dekat secara fisik, tetapi jauh dalam praktik kehidupan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengembalikan_Keberanian_untuk_Membaca_dan_Memahami\"><\/span>Mengembalikan Keberanian untuk Membaca dan Memahami<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lalu bagaimana mengakhiri kecenderungan memperlakukan Al-Qur\u2019an sebagai misteri?<\/p>\n<p>Pertama, membangun kebiasaan membaca Al-Qur\u2019an beserta terjemahannya. Pembaca perlu mengenali tema, pesan, dan arah pembicaraan ayat.<\/p>\n<p>Kedua, membiasakan membaca ayat secara utuh dan mempertemukannya dengan ayat lain yang memiliki hubungan tema. Jangan membangun kesimpulan hanya dari satu potongan ayat.<\/p>\n<p>Ketiga, menggunakan akal dan hati secara bertanggung jawab. Perhatikan konteks, bahasa, hubungan antarayat, serta penjelasan para ahli. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu yang belum dipahami.<\/p>\n<p>Keempat, menguji pemahaman melalui kehidupan nyata. Apakah suatu pemahaman melahirkan keadilan, kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, dan kemaslahatan? Ataukah justru melahirkan kesewenang-wenangan dan kerusakan?<\/p>\n<p>Kelima, membangun budaya belajar bersama. Memahami Al-Qur\u2019an bukan monopoli kelompok tertentu. Setiap orang dapat memulai proses belajar, sambil tetap menghargai ilmu dan bimbingan orang-orang yang memiliki kompetensi.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an sendiri mengingatkan bahwa kitab ini dimudahkan untuk menjadi bahan pelajaran dan perenungan.<\/p>\n<p>QS Al-Qamar [54]: 17<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d<\/p>\n<p><em>\u201cDan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur\u2019an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Kemudahan yang disebutkan ayat ini bukan berarti seluruh persoalan bahasa, sejarah, dan kandungan Al-Qur\u2019an dapat dipahami tanpa proses belajar. Namun, ayat tersebut memberikan dorongan kuat bahwa Al-Qur\u2019an terbuka untuk dijadikan pelajaran dan direnungkan oleh manusia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengubah_Rasa_Takut_Menjadi_Kesungguhan_Belajar\"><\/span>Mengubah Rasa Takut Menjadi Kesungguhan Belajar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kitab suci tidak seharusnya menjadi misteri yang membuat manusia semakin jauh dari petunjuk. Al-Qur\u2019an diturunkan agar manusia membaca, berpikir, merenungkan, memahami, dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman kehidupan.<\/p>\n<p>Menghormati Al-Qur\u2019an bukan berarti menjauh dari maknanya. Menghormati Al-Qur\u2019an justru berarti bersungguh-sungguh mempelajari dan mengikuti petunjuknya.<\/p>\n<p>Para ulama, ahli bahasa, ahli tafsir, dan generasi terdahulu telah mewariskan khazanah pengetahuan yang sangat berharga. Kita patut menghargainya. Namun, warisan keilmuan itu semestinya menjadi jembatan untuk mendekat kepada Al-Qur\u2019an, bukan dinding yang menghalangi manusia untuk berinteraksi dengannya.<\/p>\n<p>Dalam semangat <em>Qur\u2019an bil Qur\u2019an<\/em>, setiap pembaca diajak kembali membuka kitab suci, mempertemukan ayat dengan ayat, menguji pemahaman, dan mengambil pelajaran darinya.<\/p>\n<p>Sebab, pertanyaan paling penting bukanlah siapa yang berhak berbicara tentang Al-Qur\u2019an, melainkan apakah kita sungguh-sungguh telah mendengarkan, memahami, dan mengikuti petunjuk yang disampaikan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<blockquote><p>Jangan sampai kita begitu sibuk menjaga kehormatan kitab suci, tetapi lupa menjalankan pesan yang terkandung di dalamnya. (syahida)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20338,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"Kajian Syahida Quran Bil Quran, Oleh: Syahida","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[596,2562],"newstopic":[],"class_list":["post-20337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-al-quran","tag-memahami-al-quran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-03T15:09:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-11-03T15:10:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1177\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"657\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri\",\"datePublished\":\"2026-11-03T15:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-03T15:10:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/\"},\"wordCount\":1591,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/memahami-alquran.jpg\",\"keywords\":[\"al quran\",\"memahami al quran\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/\",\"name\":\"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/memahami-alquran.jpg\",\"datePublished\":\"2026-11-03T15:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-03T15:10:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/memahami-alquran.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/memahami-alquran.jpg\",\"width\":1177,\"height\":657},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2026\\\/11\\\/03\\\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia","og_description":"Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2026-11-03T15:09:07+00:00","article_modified_time":"2026-11-03T15:10:53+00:00","og_image":[{"width":1177,"height":657,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri","datePublished":"2026-11-03T15:09:07+00:00","dateModified":"2026-11-03T15:10:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/"},"wordCount":1591,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg","keywords":["al quran","memahami al quran"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/","name":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg","datePublished":"2026-11-03T15:09:07+00:00","dateModified":"2026-11-03T15:10:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg","width":1177,"height":657},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/03\/ketika-kitab-suci-diperlakukan-sebagai-misteri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Kitab Suci Diperlakukan Sebagai Misteri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran.jpg",1177,657,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/memahami-alquran-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"Mengembalikan Al-Qur\u2019an sebagai Petunjuk yang Terbuka untuk Dibaca,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20337"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20341,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20337\/revisions\/20341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20337"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}