{"id":8496,"date":"2024-05-23T09:43:51","date_gmt":"2024-05-23T09:43:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=8496"},"modified":"2024-05-23T09:43:51","modified_gmt":"2024-05-23T09:43:51","slug":"indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/","title":{"rendered":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang"},"content":{"rendered":"<p><strong>FTNews<\/strong> \u2013 <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=8496&amp;preview=true\">Pentas teater \u201cCalonarang<\/a>\u201d sukses menyihir penonton Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 16 Mei 2024. Lebih seribu penonton memadati gedung pertunjukan berkapasaitas 800 kursi.<\/p>\n<p>Sukses pertunjukan di Yogya, drama \u201cCalonarang\u201d yang naskahnya ditulis Oka Swastika Mahendra itu, rencana bakal hadir pula di tiga kota lain: Indramayu, Solo, dan Kediri. Pesona perempuan muda cantik jelita Dyah Nateng Girah bakal memukau. Murka Calonarang, bakal menebar teror.<\/p>\n<p>Tersebutlah, perempuan muda cantik jelita bernama Dyah Nateng Girah. Ia tinggal di desa Girah, satu wilayah kerajaan di bawah kekuasaan Raja Airlangga. Selain parasnya yang cantik dan perilakunya santun, Dyah juga seorang penari. Tak ayal banyak pemuda jatuh cinta. Sebaliknya, banyak gadis desa lain yang iri.<\/p>\n<p>Suatu hari pada acara Bersih Desa, datang tamu terhormat dari Kerajaan Daha bernama Mpu Kuturan, bersama Ki Demang sebagai pendamping. Kebetulan malam itu ada pementasan tari yang salah satu penarinya adalah Dyah Nateng.<\/p>\n<p>Usai menari, atas perintah Mpu Kuturan, Ki Demang memanggil Dyah dan memperkenalkan dengan pemuda tampan di sampingnya. Dengan bujuk rayu manis, Ki Demang menyampaikan niatnya menyunting Dyah Nateng sebagai istri Mpu Kuturan, pemuda tampan dan sakti kepercayaan Prabu Airlangga.<\/p>\n<p>Dyah hanya bisa menjawab, \u201csendika dhawuh kanjeng, kami tidak akan berani menolak\u2026.\u201d Kabar pernikahan Dyah Nateng dengan Mpu Kuturan segera tersebar di seluruh sudut desa. Banyak pemuda runtuh harapan untuk mendapatkan kembang desa itu. Di sisi lain, gadis-gadis bersukaria lantaran tidak ada lagi rival berat.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8498 aligncenter\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang2-640x360_11zon-2.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<figure id=\"attachment_8499\" aria-describedby=\"caption-attachment-8499\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8499 size-full\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang3-640x360_11zon-1.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8499\" class=\"wp-caption-text\">Semua warga menghina dan melecehkan Dyah Nateng usai ditinggal suaminya. (Foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Ke Bali<\/strong><\/p>\n<p>Empat tahun berlalu kemesraan Dyah dengan Mpu Kuturan telah membuahkan putri cantik, dinamai Ratna Manggali. Saat mereka bercengkerama di kebun, disaksikan dedaunan dan sejuk udara desa, Mpu Kuturan tiba-tiba berkata pada istrinya: Besok pekan depan aku diutus kerajaan untuk pergi ke seberang Timur, ke tanah Bali untuk menyebarkan ajaran kebaikan kepada orang-orang di sana.<\/p>\n<p>Dyah Nateng: Berapa lama Kakang?<\/p>\n<p>Mpu Kuturan: Agak lama, duapuluh pekan, mungkin lebih. Besok kalau aku harus di sana terlalu lama, kalian aku jemput, kita pindah ke tanah baru.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8500\" aria-describedby=\"caption-attachment-8500\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8500\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-640x360_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8500\" class=\"wp-caption-text\">Mpu Kuturan menyampaikan rencananya pergi ke Bali untuk mengajarkan kebaikan. (Foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Beberapa bulan purnama berlalu, pada pagi yang cerah Dyah Nateng menerima selembar daun lontar berisi surat dari suaminya. Dengan ceria Dyah memanggil Ratna Manggali putri semata wayang. \u201cBapak pasti akan segera pulang, atau mengabarkan kalau kita akan dijemput. Kita harus mempersiapkan diri nak, ayo ibu bacakan suratnya\u2026.\u201d<\/p>\n<blockquote><p>Dyah Nateng istriku dan cintaku<br \/>\nRatna Manggali putri buah hatiku yang cantik<br \/>\nKembang puspa wangi di Bali<br \/>\nKini telah mengikat hamba<br \/>\nTidak lagi aku mampu pulang<br \/>\nEngkau Dyah Nateng adalah kenangan masa laluku<br \/>\nRatna Manggali putriku jagai ibumu<br \/>\nIni mengikuti takdir<br \/>\nBenar atau salah aku tak berdaya<br \/>\nMasa lalu lupakan saja<br \/>\nSelamat tinggal Jawa<br \/>\nDyah Nateng kembang desa Girah<br \/>\nMungkin dengan kabar di daun lontar ini<br \/>\nEngkau resah dan marah<br \/>\nNamun memang hanya ini kata terakhirku<br \/>\nMaafkan aku,<br \/>\nSelamat tinggal<\/p><\/blockquote>\n<p>Serasa disambar petir, Dyah Nateng menangis sejadinya. Teriakan histeris meluncur dari tenggorokan. Mengapa kakang tertarik pada perempuan Bali? Mengapa kakang? Apa salah kami?<\/p>\n<figure id=\"attachment_8501\" aria-describedby=\"caption-attachment-8501\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8501\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang4-640x360_11zon-1.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8501\" class=\"wp-caption-text\">Dyah Nateng murka, menangis dan berteriak. (Foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_8502\" aria-describedby=\"caption-attachment-8502\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8502\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang5-640x360_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8502\" class=\"wp-caption-text\">Dyah Nateng beralih nama Calonarang. (foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Batari Durga<\/strong><\/p>\n<p>Rasa dendam kepada suami yang tega meninggalkan dirinya dan putri kecilnya makin terbakar. Ia makin rajin bertapa di hutan memuja Batari Durga. Di tengah mantranya Dyah bersumpah ingin memerangi hidup suci, ingin semua orang menderita. Dyah Nateng benar-benar murka.<\/p>\n<p>Setiap perempuan cantik dia persembahkan kepada Dewi Durga. Hinaan dan cemooh para tetangga membuat dia murka sepenuhnya murka.<\/p>\n<p>Persembahannya kepada Dewi Durga menjadikan Dyah Nateng semakin sakti sekaligus jahat, bengis, dan sangat menakutkan. Dia mampu menghentikan hujan untuk membuat desa kekeringan dan mendatangkan berbagai wabah penyakit. Banyak hewan ternak mati, tanaman palawija kering dan mati. Penduduk kelaparan. Dyah Nateng mengganti namanya menjadi Calonarang, murid terdepan Batari Durga, Dewi Kejahatan.<\/p>\n<p>Mengetahui kekacauan akibat ulah Calonarang, Raja Airlangga segera meminta penasihatnya Mpu Baradah mengatasi ontran-ontran di wilayahnya. Dengan siasat asmara Mpu Baradah mengutus Mpu Bahula yang tampan untuk merayu dan menikahi Ratna Manggali putri Calonarang yang cantik.<\/p>\n<p>Harapannya, Mpu Bahula akan dapat mengetahui kelemahan Calonarang. Namun Calonarang mencium siasat jahat Mpu Baradah. Calonarang marah besar dan mengusir Mpu Bahula. Namun Ratna Manggali meronta membela suaminya.<\/p>\n<p>Hanya karena rasa cinta Calonarang kepada putri satu-satunya, maka dia tidak tega merusak kebahagiaan putrinya yang telah hidup bahagia bersama Mpu Bahula. Ia rela mempersembahkan hidupnya untuk Ratna Manggali.<\/p>\n<p>Calonarang mengakhiri cerita dengan pekikan histeris, \u201cWahai kematian\u2026! Jangan datang menjemputku\u2026 Aku sendiri yang akan datang menghadangmu\u2026 Wahai alam semesta, leburlah, aku menyatu dengan dirimu\u2026!!!<\/p>\n<p>Calonarang moksa. Hanya tertinggal tongkat dan kalungnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8503\" aria-describedby=\"caption-attachment-8503\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8503\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang6-640x360_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8503\" class=\"wp-caption-text\">Ratna Manggali melindungi suaminya saat dihujat Calonarang, ibunya. (Foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Chintya Dharma<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai tontonan, drama \u201cCalonarang\u201d cukup menghibur. Penampilan pemain-pemain muda yang penuh energi merupakan potensi menjadi aktor-aktor besar. Pertunjukan teater berdurasi sekitar dua jam ini cukup memukau penonton sejak awal hingga akhir.<\/p>\n<p>Chintya Dharma, gadis asal Bali yang sedang menyelesaikan program S2 jurusan Teater ISI Yogyakarta, mampu memerankan Dyah Nateng Girah dengan cukup baik. Stamina terjaga sejak awal hingga akhir pertunjukan.<\/p>\n<p>Selain dukungan postur tubuh yang lebih tinggi dari pemain lain, Chintya bermain total. Kemampuan akting dan kualitas vokalnya mampu memukau audiens. Perubahan gestur dan mimik dari gadis desa yang santun mendadak jadi perempuan murka paling bengis, mampu ia perankan dengan baik.<\/p>\n<p>Transisi akting dari protagonis ke antagonis ia lakukan secara natural. Sebagaimana penuturan Charles Cooley, pemain harus mampu tampil sebagai orang lain yang ia perankan. Bukan lagi sebagai dirinya.<\/p>\n<p>Tak kalah memikatnya kemampuan akting Anastasia dalam memerankan Calonarang. Pemain senior yang sejak belia mendapat gemblengan Teater Alam asuhan Azwar AN ini tampak menikmati peran-peran antagonis semacam Mak Lampir, nenek penyihir yang suka bikin onar. Tak ayal ia mampu memerankan tokoh Calonarang dengan cukup natural karena terbiasa melakoni peran itu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8504\" aria-describedby=\"caption-attachment-8504\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8504\" src=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang7-640x360_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8504\" class=\"wp-caption-text\">Kiri: Cinthya Dharma, gadis Bali kuliah jurusan Teater ISI Yogyakarta pemeran Dyah Nateng, dan kanan: Anastasia, pemerang Calonarang. (foto: Rakhmat Supriyono)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>\u201cOver Decorated\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Tanpa mengesampingkan pemain-pemain lain, penampilan Chintya dan Anastasia berhasil mendominasi pertunjukan. Dan memang begitulah semestinya. Tokoh utama harus mampu menjadi \u201ccentre of interest\u201d. Harus menjadi magnet pertunjukan. Namun sebaliknya, pemain pendukung yang tidak memiliki kemampuan akting secara memadai, bisa seketika \u201cmerusak\u201d atau menurunkan pamor pertunjukan secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Selain Chintya Dharma dan Anastasia, lakon Calonarang juga mendapat dukungan beberapa pemain senior seperti Jedink Alexander, Oka Swastika Mahendra, Amat Kartelo, dan pemain-pemain muda dari jurusan Teater ISI Yogyakarta, SMKI, UIN, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Kekuatan akting yang tidak merata kerapkali merusak harmonisasi pertunjukan. Tidak sedikit pemain yang masih sekadar memainkan peran, menghafal naskah di atas pentas.<\/p>\n<p>Aspek pendukung lain yang masih perlu mendapat perhatian adalah tata cahaya (lighting), dekorasi panggung yang \u201cover decorated\u201d, dan ilustrasi musik gamelan Jawa yang terkadang kurang matching.<\/p>\n<p>Pimpinan produksi Firmansyah menuturkan, lakon \u201cCalonarang\u201d ini rencana akan pentas di Indramayu, Solo, dan Kediri. Irawan, pimpinan Royal House yang memfasilitasi pementasan \u201cCalonarang\u201d, membenarkan hal itu. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTNews \u2013 Pentas teater \u201cCalonarang\u201d sukses menyihir penonton&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8497,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,127],"tags":[229,230],"newstopic":[],"class_list":["post-8496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial-budaya","tag-pentas-teater","tag-pentas-teater-calonarang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"FTNews \u2013 Pentas teater \u201cCalonarang\u201d sukses menyihir penonton...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-23T09:43:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"696\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"392\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang\",\"datePublished\":\"2024-05-23T09:43:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/\"},\"wordCount\":1154,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"pentas teater\",\"pentas teater calonarang\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/\",\"name\":\"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-23T09:43:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg\",\"width\":696,\"height\":392,\"caption\":\"Calonarang yang diperankan Anastasia. (Foto: Rakhmat Supriyono)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/05\\\/23\\\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia","og_description":"FTNews \u2013 Pentas teater \u201cCalonarang\u201d sukses menyihir penonton...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2024-05-23T09:43:51+00:00","og_image":[{"width":696,"height":392,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang","datePublished":"2024-05-23T09:43:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/"},"wordCount":1154,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg","keywords":["pentas teater","pentas teater calonarang"],"articleSection":["Berita","Sosial Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/","name":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg","datePublished":"2024-05-23T09:43:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg","width":696,"height":392,"caption":"Calonarang yang diperankan Anastasia. (Foto: Rakhmat Supriyono)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/05\/23\/indramayu-solo-dan-kediri-terancam-sihir-calonarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indramayu, Solo, dan Kediri \u201cTerancam\u201d Sihir Calonarang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",200,113,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"FTNews \u2013 Pentas teater \u201cCalonarang\u201d sukses menyihir penonton...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",696,392,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/calonarang-OKOKOI-696x392_11zon.jpg",200,113,false]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sosial-budaya\/\" rel=\"category tag\">Sosial Budaya<\/a>","rttpg_excerpt":"FTNews \u2013 Pentas teater \u201cCalonarang\u201d sukses menyihir penonton...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8496"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8496\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8505,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8496\/revisions\/8505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8496"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}