{"id":8768,"date":"2024-06-01T09:25:55","date_gmt":"2024-06-01T09:25:55","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=8768"},"modified":"2024-06-01T09:36:37","modified_gmt":"2024-06-01T09:36:37","slug":"menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/","title":{"rendered":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta (ANTARA)<\/strong> &#8211; Indonesia dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/\">negara agraris<\/a>.\u00a0\u00a0Data yang dilansir Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional,\u00a0\u00a0Indonesia memiliki 7,46 juta hektare Lahan Baku Sawah (LBS) yang terhampar dari Sabang hingga Merauke.<br><br>Data yang dirilis pada 2019 itu menguatkan alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris, selain alasan\u00a0mayoritas penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian dan menjadikan hasil pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi bangsa.<br><br>Sebagai negara\u00a0agraris, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk agrikultur, yakni\u00a0\u00a0proses memproduksi makanan, penganan, serat, dan hasil kebutuhan lain di sektor pertanian.<br><br>Terdapat lima sektor potensial\u00a0agrikultur di Indonesia yang mencakup\u00a0tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan.\u00a0<br><br>Pada sektor tanaman pangan,\u00a0\u00a0data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa\u00a0produksi gabah kering giling Indonesia mencapai 54,65 juta ton pada 2020. Selain padi, hasil tanaman pangan yang juga bernilai ekonomi yaitu jagung, ubi, sayuran serta buah-buahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, sektor perkebunan. Sektor perkebunan memiliki peranan yang penting pula dalam pendapatan negara, mengingat hasil dari perkebunan ini menjadi komoditas ekspor seperti karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, coklat (kakao), dan teh.<br><br>Kemudian, potensi agrikultur lainnya yaitu sektor kehutanan. Berbeda dengan sektor lain, pemanfaatan sektor kehutanan harus mengikuti regulasi dari pihak terkait dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.<br><br>Sektor berikutnya adalah sektor perikanan dan &nbsp;peternakan. Dalam sektor perikanan, Indonesia merupakan negara maritim dengan luas perairan laut mencapai 3,257 juta kilometer persegi. Laut Indonesia yang kaya dengan segala potensi di dalamnya terutama ikan menjadikan sektor ini memegang peranan penting dalam struktur sosial dan ekonomi.&nbsp;<br><br>Sementara itu, pada sektor peternakan di Indonesia hampir semuanya diolah rakyat sebagai sebuah usaha skala kecil.&nbsp;&nbsp;Peternakan digolongkan menjadi dua berdasarkan ukuran hewan ternaknya, yakni peternakan besar, seperti peternakan sapi, kuda, kerbau dan peternakan kecil, s<strong>Program Petani Milenial<\/strong><br><br>Semangat untuk menjadi pewaris negeri agraris kini terus digelorakan. Salah satunya yang dilakukan seorang pemuda bernama Rizky Anggara. Pria kelahiran Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.<br><br>Sejak 2017, Rizky telah menjalani kehidupannya di dunia pertanian hortikultura yang meliputi tanaman buah, tanaman sayur, serta tanaman hias. Hobi di bidang pertanian itu mengalir deras lewat darah sang ayah yang juga menyukai bidang yang sama. Awalnya hanya sekadar hobi, tapi setelah didalami,&nbsp;&nbsp;ternyata pertanian juga menjanjikan masa depannya.<br><br>Tingginya minat terhadap dunia pertanian berpengaruh besar terhadap berbagai aspek dan keputusan yang dipilih untuk menentukan alur kehidupannya, termasuk dalam hal pendidikan. Ia &nbsp;mendalami ilmu agro teknologi di Universitas Brawijaya Malang.<br><br>Namun, badai pandemi yang mengguncang seantero dunia turut berimbas pada niat mulianya untuk menimba ilmu, hingga harus menepikan diri sementara dari aktivitas pendidikan dan kembali ke Bumi Parahyangan.<br><br>&nbsp;Badai pandemi yang banyak memporak-porandakan kehidupan masyarakat justru menjadi pembuka pintu&nbsp;baginya untuk memperdalam bisnis pertanian.<br><br>Pada 2021,&nbsp;Rizky dan ribuan pemuda lainnya bergabung dalam program \u201cPetani Milenial\u201d gelombang pertama yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<br><br>Program tersebut merupakan wadah pengembangan wirausaha tani yang melibatkan petani muda di bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.<br><br>Program petani milenial sangat bermanfaat bagi anak muda, khususnya bagi kelompok taninya. Selain mendapat pengalaman dan ilmu, mereka&nbsp;&nbsp;mendapatkan keuntungan materi dengan mengikuti program tersebut.<br><br>Meski telah mendatangkan banyak kebaikan, tapi tidak menampik bahwa program tersebut juga memiliki sejumlah kendala yang harus disempurnakan terutama terkait penyelesaian persoalan yang dialami para kelompok tani atau offtaker.<br><br><strong>Semangat tinggal di desa<\/strong><br><br>Program Petani Milenial yang digagas mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini merupakan upaya menarik minat generasi muda untuk membawa perubahan pada sektor pertanian.<br><br>\u201cSemangat tinggal di desa, rezeki di kota, bisnis mendunia\u201d kata sang empunya program, Ridwan Kamil.<br><br>Melalui program itu, petani muda tidak hanya mendapatkan pelatihan dan pendampingan metode pertanian yang lebih efektif dan efisien, tetapi juga hingga ke proses hilir.<br><br>Mereka dikenalkan dengan&nbsp;pengolahan, pengembangan produk, hingga pemasaran hasil tani ataupun produk olahan, baik dalam maupun luar negeri melalui kegiatan pameran dan gerai petani milenial.<br><br>Hadirnya program petani milenial ini juga bertujuan untuk mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja pertanian, mengubah usaha pertanian menjadi menantang. Dengan demikian, &nbsp;banyak generasi milenial yang tertarik bergelut di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.<br><br>Sejak pertama kali digulirkan pada 2021, jumlah generasi muda yang mendaftar dalam program petani milenial terus meningkat. Pendaftar petani milenial tahun 2021 tercatat sebanyak 8.998 orang. Dari jumlah tersebut 1.766 orang di antaranya dinyatakan lolos seleksi.<br><br>Pada 2022 dan 2023, tercatat sebanyak 5.344 orang mengikuti inagurasi, dengan sebaran 2.721 petani dibina di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, 788 petani dibina Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, 620 petani dibina Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta 595 petani dibina Dinas Perkebunan.<br><br>Upaya yang dirintis tersebut sejalan dengan yang diharapkan Kementerian Pertanian bahwa arah kebijakan pembangunan pertanian adalah Pertanian Maju, Mandiri dan Modern.<br><br>Arah kebijakan itu menjadi pedoman Kementeria Pertanian&nbsp;untuk bertindak cerdas, cermat, dan akurat dengan memanfaatkan teknologi mutakhir serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, termasuk Petani Milenial sebagai pewaris negeri agraris.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Copyright \u00a9 ANTARA 2023<\/p>\n\n\n\n<p>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris.\u00a0\u00a0Data&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8769,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta (ANTARA) &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris.\u00a0\u00a0Data...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-01T09:25:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-01T09:36:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ppm Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ppm Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\"},\"headline\":\"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris\",\"datePublished\":\"2024-06-01T09:25:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-01T09:36:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/\"},\"wordCount\":806,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/\",\"name\":\"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp\",\"datePublished\":\"2024-06-01T09:25:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-01T09:36:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Seorang petani milenial memupuk tanaman tomatnya di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (23\\\/9\\\/2023). Data PT Pupuk Indonesia menyebutkan, realisasi atau penyerapan pupuk bersubsidi secara nasional hingga pertengahan tahun ini telah mencapai 42,2 persen atau 3,8 juta ton dari alokasi sebesar 9 juta ton yang terdiri dari 1,55 juta ton pupuk jenis NPK dan 2,25 juta ton jenis urea. ANTARA\\\/Basri Marzuki\\\/aww. (ANTARA FOTO\\\/BASRI MARZUKI)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/06\\\/01\\\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc\",\"name\":\"ppm Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ppm Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/acank\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia","og_description":"Jakarta (ANTARA) &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris.\u00a0\u00a0Data...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2024-06-01T09:25:55+00:00","article_modified_time":"2024-06-01T09:36:37+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp","type":"image\/webp"}],"author":"ppm Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ppm Indonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/"},"author":{"name":"ppm Indonesia","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc"},"headline":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris","datePublished":"2024-06-01T09:25:55+00:00","dateModified":"2024-06-01T09:36:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/"},"wordCount":806,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/","name":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp","datePublished":"2024-06-01T09:25:55+00:00","dateModified":"2024-06-01T09:36:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp","width":1200,"height":800,"caption":"Seorang petani milenial memupuk tanaman tomatnya di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (23\/9\/2023). Data PT Pupuk Indonesia menyebutkan, realisasi atau penyerapan pupuk bersubsidi secara nasional hingga pertengahan tahun ini telah mencapai 42,2 persen atau 3,8 juta ton dari alokasi sebesar 9 juta ton yang terdiri dari 1,55 juta ton pupuk jenis NPK dan 2,25 juta ton jenis urea. ANTARA\/Basri Marzuki\/aww. (ANTARA FOTO\/BASRI MARZUKI)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/06\/01\/menyiapkan-petani-milenial-sebagai-pewaris-negeri-agraris\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menyiapkan petani milenial sebagai pewaris negeri agraris"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/90261122e5a127ac00c78a7578bc98fc","name":"ppm Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be752d334d06b90b6aa51af7be21f852849728a03a2a646711296cd10b0d67d2?s=96&d=mm&r=g","caption":"ppm Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-80x80.webp",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-180x130.webp",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-350x220.webp",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-700x400.webp",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",200,133,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Jakarta (ANTARA) &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris.\u00a0\u00a0Data...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-80x80.webp",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-180x130.webp",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-350x220.webp",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon-700x400.webp",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",1200,800,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/antarafoto-penyeraan-pupuk-bersubsidi-nasional-230923-bmz-1.jpg_11zon.webp",200,133,false]},"rttpg_author":{"display_name":"ppm Indonesia","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/acank\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","rttpg_excerpt":"Jakarta (ANTARA) &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara agraris.\u00a0\u00a0Data...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8768"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8771,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8768\/revisions\/8771"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8768"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}