Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Misteri Pagar Bambu di Bekasi Terungkap: Proyek Pelabuhan Miliaran Rupiah

534
×

Misteri Pagar Bambu di Bekasi Terungkap: Proyek Pelabuhan Miliaran Rupiah

Share this article
Deretan bambu terpancang di perairan Tarumjaya, Kabupaten Bekasi. Bambu ini diperuntukkan untuk pembangunan alur pelabuhan.(ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com.

ppmindonesia.com, Bekasi- Dalam beberapa bulan terakhir, keberadaan ribuan batang bambu yang membentang di perairan Kampung Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan publik. Bambu-bambu yang tersusun rapi ini memunculkan spekulasi dan tanda tanya di kalangan nelayan setempat, hingga dijuluki “pagar misterius.” Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akhirnya menjelaskan bahwa keberadaan bambu tersebut bukanlah misteri, melainkan bagian dari proyek pembangunan pelabuhan yang bernilai miliaran rupiah.

Proyek Legal dan Terencana

Ahman Kurniawan, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem pada Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, menjelaskan bahwa pemasangan ribuan batang bambu ini adalah hasil kerja sama antara Pemprov Jabar dengan dua perusahaan, yaitu PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN). Proyek ini bertujuan untuk membangun dua alur pelabuhan yang akan menjadi jalur keluar-masuk kapal nelayan.

Dua alur tersebut dirancang dengan spesifikasi panjang lima kilometer, lebar 70 meter, dan kedalaman lima meter. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional nelayan dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah pesisir utara Bekasi.

Penataan Kawasan Strategis

Selain pembangunan alur pelabuhan, proyek ini juga mencakup penataan ulang kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya yang memiliki luas 7,4 hektar. Penataan ini meliputi pembangunan kolam labuh, pedestrian, sistem drainase, serta kios-kios baru untuk mendukung aktivitas masyarakat setempat.

PT TRPN, salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam proyek ini, mengalokasikan anggaran hingga Rp 200 miliar untuk pengembangan tersebut.

Menurut Ahman, penataan kawasan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan infrastruktur perikanan, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang sebelumnya menggunakan bangunan kurang layak untuk beraktivitas.

Sosialisasi dan Dukungan Nelayan

Guna menghindari kesalahpahaman, Pemprov Jabar menggelar sosialisasi kepada nelayan setempat pada Oktober 2024. Dalam sosialisasi yang dihadiri sekitar 200 nelayan, dijelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk mendukung aktivitas perikanan sekaligus menciptakan sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat lokal.

Meski awalnya muncul keraguan dari sejumlah nelayan, pemerintah meyakinkan bahwa proyek ini telah melalui prosedur legal yang jelas. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas baru, seperti kios-kios usaha, untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Dampak Positif yang Diharapkan

Keberadaan pagar bambu ini kini tidak lagi menjadi misteri, melainkan simbol transformasi pesisir Bekasi. Penataan ulang kawasan PPI Paljaya, termasuk pembangunan alur pelabuhan, diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadikan kawasan ini sebagai pusat aktivitas ekonomi kelautan yang modern.

Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028, dan pemerintah optimis bahwa investasi besar ini akan membawa dampak positif jangka panjang, baik bagi nelayan maupun masyarakat umum di sekitar wilayah tersebut. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, investor, dan warga, kawasan pesisir utara Bekasi diproyeksikan menjadi salah satu titik strategis ekonomi kelautan di Jawa Barat.(asyary)

Example 120x600