Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dari Sampah Menjadi Berkah: PPM Bekasi Siapkan Kader Desa Zero Waste untuk Gerakan Nasional

7
×

Dari Sampah Menjadi Berkah: PPM Bekasi Siapkan Kader Desa Zero Waste untuk Gerakan Nasional

Share this article

Penulis; acank. Editor; asyary

BEKASI. PPMIndonesia.com –  Sampah selama ini identik dengan sesuatu yang harus dibuang, disingkirkan, dan dijauhkan dari kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit pula masyarakat yang masih memandang pekerjaan pengelolaan sampah sebagai pekerjaan rendahan. Padahal, di balik tumpukan sampah terdapat potensi besar yang dapat diubah menjadi sumber manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Bekasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoenzim dan Komposting Sampah Rumah Tangga Menuju Zero Waste pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang diikuti oleh para ibu rumah tangga dan pegiat lingkungan ini menjadi langkah awal pembentukan Kader PPM Pelopor Desa Zero Waste, yang diharapkan mampu menggerakkan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga skala nasional.

Pelatihan menghadirkan Menik Soemarsroh, aktivis PPM sekaligus pemerhati lingkungan, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembangunan infrastruktur atau teknologi semata.

“Masalah terbesar pengelolaan sampah bukan pada kurangnya teknologi, melainkan belum terbentuknya sistem partisipasi masyarakat yang sederhana, mudah dipahami, dan konsisten. Masyarakat sebenarnya siap berubah apabila diberikan sistem yang mudah dijalankan dan manfaat yang nyata,” ujarnya

Gerakan Nasional Zero Waste Berbasis Partisipasi Rakyat

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Gerakan Nasional Zero Waste Berbasis Citarum Harum yang dikembangkan oleh PPM. Gerakan tersebut bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui perubahan perilaku masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, dan penguatan peranserta warga sebagai pelaku utama perubahan.

Menurut PPM, berbagai program pengelolaan sampah yang selama ini dijalankan sering kali belum menyentuh akar persoalan karena terlalu berorientasi pada pendekatan teknis dan kurang memperhatikan aspek perubahan perilaku masyarakat.

Karena itu, PPM menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan mudah diterapkan melalui pembentukan kader lingkungan yang mampu mendampingi masyarakat secara langsung di tingkat RT, RW, desa, hingga kecamatan.

Mengubah Sampah Menjadi Sumber Daya

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh keterampilan membuat ekoenzim dan kompos rumah tangga sebagai solusi pengurangan sampah organik dari sumbernya.

Ekoenzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai:

  • Pembersih lantai alami.
  • Sabun cair ramah lingkungan.
  • Deterjen dan pelembut pakaian alami.
  • Karbol alami.
  • Pupuk cair organik.
  • Pengurai limbah organik dan pengurang pencemaran lingkungan.

Melalui praktik langsung, peserta diajarkan bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Selain ekoenzim, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan kompos rumah tangga sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Strategi Perubahan Perilaku Masyarakat

Sebagai bagian dari gerakan nasional, PPM memperkenalkan model “Tiga Lapis Intervensi” untuk membangun budaya baru pengelolaan sampah.

Pertama, Trigger dan Awareness

Masyarakat diajak melihat dampak nyata persoalan sampah melalui dokumentasi pencemaran sungai, banjir, dan kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.

Kedua, Norma Sosial dan Komitmen Bersama

PPM mendorong pembentukan komitmen publik melalui deklarasi kawasan bebas sampah liar, kompetisi antar RT dan RW, serta pemberian apresiasi kepada warga yang menjadi teladan lingkungan.

Ketiga, Sistem Praktis yang Memudahkan

Melalui pembentukan Kader Lingkungan PPM, sistem pemilahan sampah tiga warna, bank sampah digital, dan Gerakan Satu Rumah Satu Aksi Pengurangan Sampah, masyarakat diberikan cara yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mendukung Program Citarum Next Generation

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan PPM terhadap program “Citarum Next Generation”, sebuah inisiatif yang telah diusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai penguatan program Citarum Harum.

Program tersebut menitikberatkan pada pembentukan generasi pelopor lingkungan yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan.

Bagi PPM, pelatihan ekoenzim dan komposting bukan sekadar kegiatan edukasi lingkungan, melainkan investasi sosial untuk melahirkan kader-kader perubahan yang siap menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia.

Deklarasi Kader Pelopor Desa Zero Waste

Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta mengikuti Deklarasi Komitmen Kader PPM Pelopor Desa Zero Waste.

Dalam deklarasi tersebut, peserta berkomitmen untuk menjadi teladan dalam pemilahan sampah rumah tangga, mempraktikkan pembuatan ekoenzim dan kompos secara berkelanjutan, mengurangi sampah yang dikirim ke TPS dan TPA, serta mengajak masyarakat sekitar melalui tindakan nyata dan keteladanan.

  1. Para peserta juga menetapkan target selama 90 hari ke depan, antara lain:
  2. Membiasakan pemilahan sampah di rumah.
  3. Membuat dan memelihara wadah ekoenzim.
  4. Membuat komposter rumah tangga.
  5. Mendokumentasikan praktik yang telah dilakukan.
  6. Menjadi contoh nyata bagi lingkungan sekitar.

Dari Rumah Menuju Indonesia Zero Waste

PPM meyakini bahwa perubahan besar tidak lahir dari kebijakan semata, melainkan dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Gerakan Desa Zero Waste yang dimulai dari rumah tangga diharapkan mampu berkembang menjadi gerakan lingkungan yang lebih luas, dari tingkat RT, RW, desa, kecamatan, kabupaten, hingga menjadi gerakan nasional.

Melalui kader-kader lingkungan yang lahir dari masyarakat sendiri, PPM berharap tercipta budaya baru yang memandang sampah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi manfaat bagi kehidupan.

Sebagaimana slogan yang digaungkan dalam kegiatan tersebut:

“Kecilkan Sampahmu, Besarkan Manfaatmu.”

Pasti Berkah, Masa Depan Cerah.”

Dengan semangat gotong royong dan peranserta masyarakat, langkah kecil dari rumah diharapkan menjadi gerakan besar menuju Indonesia yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan. (acank)

Example 120x600