Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Menggali Makna Sabar dan Keyakinan dalam Tafsir Al-Qur’an tentang Jalan Keselamatan

400
×

Menggali Makna Sabar dan Keyakinan dalam Tafsir Al-Qur’an tentang Jalan Keselamatan

Share this article

Penulis: husni fahro| Editor ; asyary|

ppmindonesia.com.Bogor – Dalam perjalanan hidup manusia, ujian dan cobaan adalah hal yang tak terelakkan. Dalam kajian tematik Al-Qur’an, dua nilai yang menjadi kunci utama dalam menyikapi setiap ujian tersebut adalah sabar dan keyakinan. Dua konsep ini tidak hanya sebagai slogan, tetapi sebagai modal utama menuju jalan keselamatan dan keberhasilan abadi di akhirat. 

Dalam Kajian Quran Tematik melalui Kanal Syahida  Husni Nasution menyajikan pemahaman mendalam tentang makna keduanya dalam kerangka perjalanan iman dan taqwa.

Sabar sebagai Landasan Ketahanan

Sabar merupakan salah satu sifat utama yang diajarkan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, kata sabar digunakan berulang kali sebagai indikator keteguhan hati dalam menghadapi ujian. Salah satu ayat yang menegaskan pentingnya sabar adalah QS. Al-Baqarah (2): 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٣

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini menegaskan bahwa sabar adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Ia adalah kekuatan yang menolong seseorang tetap teguh saat menghadapi kesulitan.

Sabar bukan hanya tentang menahan diri dari kezaliman atau sikap emosional, tetapi juga termasuk kemampuan untuk tetap optimis dan percaya bahwa kemenangan itu pasti akan datang, asalkan diiringi usaha dan doa.

Dalam konteks kisah Nabi Musa yang pernah mengalami kegagalan dan pelarian—seperti tertuang dalam QS. Thaha (20):40—sabar menjadi kunci utama baginya saat menghadapi berbagai tantangan.

Ketika Musa merasa lemah dan penuh kekhawatiran, ia diajarkan bahwa jalan keluar dari masalah bukanlah dengan putus asa, melainkan dengan bersabar dan mengharap pertolongan Allah.

Keyakinan sebagai Jalan Menuju Keselamatan

Sementara itu, keyakinan atau iman merupakan fondasi utama dalam perjalanan ke surga. Ia adalah kepercayaan penuh bahwa Allah akan menolong dan mengabulkan doa orang-orang yang bersabar dan bertakwa. Dalam QS. Al-Ankabut (29):69, Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ ۝٦٩

“Dan orang-orang yang berjuang karena (mencari) keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini mengingatkan bahwa jalan keluar dari berbagai ujian adalah melalui perjuangan yang ikhlas dan penuh keyakinan. Mereka yang berjuang dengan sabar dan keimanan akan mendapatkan pertolongan Allah, dan jalan-Nya akan terbuka di tengah segala kesulitan.

Menguatkan Keyakinan Lewat Makna ‘Inna Ma’al ‘Usri Yusra’

Salah satu ayat yang sangat memberi kekuatan dan semangat adalah QS. Ash-Sharh (94):6:

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ۝٦

“Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan.”

Ayat ini menegaskan bahwa setiap kesulitan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, dan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berjuang. Keyakinan bahwa ada kemudahan setelah kesulitan adalah landasan untuk terus maju, walau seringkali ujian terasa berat dan membebani hati.

Pesan Moral dan Strategi Kehidupan

Dalam kajian tafsir ini, Husni Nasution menekankan bahwa sabar dan keyakinan bukanlah konsep pasif. Keduanya harus menjadi energi yang terus mendorong manusia untuk berjuang, berbuat baik, dan tetap istiqamah di jalan Allah. Sebab, jalan menuju surga bukanlah jalan yang gampang, seperti yang telah dicontohkan oleh para nabi dan rasul.

Sejatinya, pesan penting dari Al-Qur’an adalah bahwa kesabaran dan keimanan adalah kekuatan yang akan memandu kita melewati berbagai ujian dunia dan mencapai kebahagiaan hakiki di akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2):286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan (pahala) dari apa yang telah ia kerjakan dan ia mendapat (siksa) dari apa yang ia usahakan.”

Menjaga Optimisme di Tengah Ujian

Menggali makna sabar dan keyakinan dalam tafsir Al-Qur’an adalah upaya meneguhkan hati bahwa jalan keselamatan tidak pernah terlepas dari ujian.

*Husni Nasution mengingatkan kepada kita semua bahwa kekuatan iman—yang dipadukan dengan kesabaran—adalah sumber kekuatan utama untuk mencapai kebahagiaan abadi. Sebab, pertolongan Allah itu dekat, bila kita mampu menjaga kesabaran dan keimanan di setiap langkah perjalanan.

“Inna ma’al ‘usri yusra,” sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Mari kita terus pelihara sabar dan yakin, agar jalan menuju surga semakin terang dan pasti akan kita lalui dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati.(husni fahro)

*Husni Nasution, alumnus IAIN Sumatera Utara dari Bogor, dikenal sebagai pemikir kebangsaan dan pengkaji Al-Qur’an. Ia dikenal dengan konsep ‘Nasionalisme Religius’ yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta perhatian besar terhadap solidaritas sosial.

Example 120x600