Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

PPM: Wakil Rakyat Harus Hadirkan Kesejukan, Bukan Arogansi

268
×

PPM: Wakil Rakyat Harus Hadirkan Kesejukan, Bukan Arogansi

Share this article

Penulis: acank | Editor: asyary |

ppmindonesi.com.Jakarta — Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional menyoroti perilaku dan pernyataan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang belakangan menuai kritik publik.

PPM menegaskan, wakil rakyat seharusnya menghadirkan kesejukan, bukan justru memperlihatkan sikap yang terkesan arogan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Sekretaris Jenderal PPM Nasional, Anwar Hariyono, mengatakan ucapan maupun tindakan pejabat publik dapat menimbulkan tafsir yang melukai perasaan rakyat. Ia menyinggung pernyataan legislator Partai NasDem, Ahmad Sahroni, yang menyebut pengusung wacana pembubaran DPR sebagai “orang tolol”.

“Walaupun sudah ada klarifikasi, ucapan yang terlanjur dilontarkan tetap meninggalkan kesan buruk. Anggota DPR sebagai wakil rakyat seharusnya memberi teladan dan menghadirkan kesejukan, bukan pernyataan yang mencerminkan arogansi jabatan,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima ppmindonesia, Jumat (29/8/2025).

Sorotan Publik

Belakangan, DPR menuai sorotan publik, baik karena isu kenaikan tunjangan maupun aksi sejumlah legislator berjoget di ruang sidang paripurna MPR.

Aksi tersebut dianggap tidak pantas dilakukan di ruang sidang, terutama ketika sebagian besar masyarakat masih berhadapan dengan tekanan ekonomi.

Meski Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut joget itu hanya spontanitas setelah sidang berakhir, kritik tetap deras bermunculan di media sosial.

Sahroni pun menjadi sorotan setelah komentarnya terkait kritik DPR viral di platform X. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia bahkan menambahkan narasi yang dianggap publik sebagai pernyataan keras.

Ingat Asal Mandat

Aktivis PPM, Depri Cane Nasution, mengingatkan para legislator agar merefleksikan kembali asal-usul mandat yang mereka emban. “Kursi DPR itu berasal dari suara rakyat. Gaji, tunjangan, dan fasilitas yang dinikmati pun bersumber dari pajak rakyat,” ujarnya.

Depri menambahkan, masyarakat tidak mempermasalahkan anggota DPR bergembira atau bersikap santai, termasuk berjoget, selama kinerja mereka benar-benar berpihak pada rakyat.

“Masalahnya, ketika rakyat sedang susah, gaji buruh banyak di bawah UMR, dan PHK terjadi di mana-mana, lalu anggota DPR berjoget ria, publik tentu mempertanyakan kepatutan itu,” kata dia.

Menurut Depri, wakil rakyat tetap boleh bergembira, tetapi harus ditopang dengan kerja nyata, transparansi, dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat.

Rotasi Fraksi NasDem

Di tengah sorotan itu, Fraksi NasDem DPR memutuskan merotasi posisi Ahmad Sahroni. Legislator asal Jakarta tersebut dipindahkan dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR ke Komisi I DPR. Posisinya di Komisi III kini digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu.

Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa rotasi ini merupakan upaya penyegaran. “Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujarnya.

PPM berharap, perubahan di tubuh fraksi maupun DPR secara keseluruhan dapat menjadi momentum perbaikan. “Rakyat menunggu kinerja nyata, bukan sekadar pernyataan yang menyakitkan,” ujar Anwar menutup keterangannya.(emha)

 

Example 120x600