SIARAN PERS NASIONAL
Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)
Jakarta|PPMIndonesia.com- Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) secara resmi memulai proses persiapan Pertemuan Nasional (PENAS) PPM 2026 sebagai forum tertinggi organisasi dalam rangka konsolidasi nasional, peneguhan konstitusi, serta penguatan kepemimpinan gerakan pemberdayaan masyarakat.
PENAS 2026 direncanakan akan diselenggarakan pada bulan September atau Oktober 2026 dan direncanakan berlangsung di Yogyakarta.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua Presidium PPM Nasional, Eko Suryono, dalam Rapat Daring Nasional PPM yang diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 14.00–15.00 WIB.
PENAS sebagai Forum Tertinggi Organisasi
Pertemuan Nasional (PENAS) merupakan forum tertinggi dalam mekanisme organisasi PPM yang memiliki fungsi strategis untuk:
- melakukan evaluasi nasional gerakan,
- merumuskan arah kebijakan organisasi,
- memperkuat konsolidasi kader,
- serta meneguhkan kepemimpinan nasional PPM sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
PENAS 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh aktivis PPM di Indonesia untuk membaca ulang dinamika sosial nasional sekaligus memperkuat peran PPM sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi.
Penegasan Konstitusi Organisasi
Dalam rapat tersebut, Ketua Presidium PPM Nasional menegaskan pentingnya pemahaman bersama terhadap tata kelola organisasi yang berlandaskan konstitusi.
Sehubungan dengan wafatnya Sekretaris Jenderal PPM sebelumnya, ditegaskan bahwa:
- PPM tidak mengenal mekanisme Pelaksana Tugas (PLt) Sekretaris Jenderal dalam AD/ART organisasi.
- Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Jenderal dilaksanakan secara kolektif oleh para Wakil Sekretaris Jenderal hingga penyelenggaraan PENAS 2026.
Penegasan ini dimaksudkan untuk menjaga tertib administrasi organisasi serta memastikan stabilitas kepemimpinan berjalan sesuai prinsip konstitusional PPM.
Instruksi Persiapan Nasional PENAS 2026
Dalam rapat nasional tersebut, Presidium PPM juga memberikan arahan kepada Sekretariat Jenderal untuk segera mempersiapkan berbagai hal strategis terkait pelaksanaan PENAS 2026, meliputi:
- pembentukan panitia nasional,
- penyusunan agenda dan materi strategis,
- konsolidasi wilayah dan jaringan kader,
- penataan administrasi organisasi,
- serta penguatan komunikasi nasional antar struktur PPM.
Seluruh aktivis dan pengurus PPM di berbagai daerah diharapkan mulai melakukan konsolidasi internal guna menyukseskan agenda nasional tersebut.
Momentum Konsolidasi dan Penguatan Gerakan
PENAS 2026 tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kembali peran PPM sebagai gerakan masyarakat sipil yang berorientasi pada:
- pemberdayaan ekonomi rakyat,
- penguatan komunitas lokal,
- pembangunan sosial berbasis partisipasi,
- serta kaderisasi kepemimpinan masyarakat.
Melalui PENAS 2026, PPM menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai gerakan sosial yang relevan dalam menjawab tantangan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Ajakan Kepada Seluruh Kader PPM
Pimpinan Nasional PPM mengajak seluruh kader, aktivis, mitra komunitas, dan jaringan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia untuk: menguatkan konsolidasi, menjaga disiplin organisasi, serta berpartisipasi aktif menyongsong PENAS 2026 sebagai momentum kebangkitan gerakan PPM.(sekretariat jenderal ppm)
Narahubung Media:
Sekretariat Nasional Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)
PPMIndonesia.com



























