Scroll untuk baca artikel
BeritaDesa & Ekonomi Rakyat

Rumput Laut Menjadi Pupuk Cair: Inovasi Koperasi Mina Agar Makmur untuk Ekonomi Masyarakat

4
×

Rumput Laut Menjadi Pupuk Cair: Inovasi Koperasi Mina Agar Makmur untuk Ekonomi Masyarakat

Share this article

Penulis acank Editor; asyary

KARAWANG, PPMIndonesia.com – Potensi rumput laut sebagai komoditas ekonomi masyarakat pesisir terus dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Salah satunya dilakukan Koperasi Mina Agar Makmur di Karawang, Jawa Barat, yang kini mengembangkan produk pupuk cair berbahan dasar rumput laut segar (seaweed). Inovasi ini menjadi langkah baru koperasi dalam meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani rumput laut sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat.

Produk pupuk cair tersebut diperkenalkan oleh Usup Supriyatna, Ketua Koperasi Mina Agar Makmur sekaligus Presidium Terpilih Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) dalam pertemuan konsolidasi PPM di Karawang, 7 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Koperasi Mina Agar Makmur tersebut dihadiri Menik Sumasroh, Presidium Terpilih PPM, sejumlah aktivis PPM dari Bekasi dan Karawang, serta pegiat lingkungan dari Indramayu dan Subang. Hadir pula para senior PPM, yakni Defri Cane Nasution, Parito, dan Yaminuddin.

Dalam kesempatan itu, Usup memaparkan perkembangan usaha koperasi sekaligus memperkenalkan inovasi pupuk cair yang diproduksi dengan memanfaatkan rumput laut segar sebagai bahan baku.

Menurut Usup, pengembangan produk ini merupakan bagian dari upaya koperasi untuk memperluas diversifikasi usaha dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dari komoditas rumput laut.

Koperasi Mina Agar Makmur sendiri merupakan koperasi yang beranggotakan para petani rumput laut. Sebelumnya, koperasi telah mengembangkan produk olahan pangan berupa mi berbahan dasar rumput laut. Kini, pengembangan pupuk cair menjadi inovasi berikutnya yang diharapkan mampu memperluas manfaat rumput laut bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

Pupuk Cair Rumput Laut, Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Di hadapan para kader dan aktivis PPM, Usup Supriyatna memperlihatkan secara langsung produk pupuk cair rumput laut yang tengah dikembangkan koperasi.

Sebagai bentuk percontohan, Usup juga menunjukkan tanaman cabai yang digunakan sebagai pilot project atau tanaman uji penerapan pupuk cair tersebut. Peragaan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pemanfaatan produk sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi pengembangannya di sektor pertanian.

Usup menjelaskan bahwa produk pupuk cair tersebut telah melalui pengujian laboratorium pada instansi kementerian terkait dan telah memperoleh izin edar.

Dengan adanya pengujian dan izin edar tersebut, koperasi berharap produk ini dapat dikembangkan lebih luas sehingga mampu menjangkau pasar pertanian dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Inovasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa komoditas rumput laut memiliki peluang pemanfaatan yang beragam. Tidak hanya sebagai bahan baku pangan, rumput laut juga dapat dikembangkan menjadi produk pendukung sektor pertanian.

Bagi masyarakat pesisir, pengembangan produk turunan seperti ini membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi, memperluas kegiatan usaha, dan menciptakan sumber pendapatan baru.

MEP PPM Disiapkan Mengelola Pemasaran dan Pengembangan Usaha

Lebih jauh, Usup Supriyatna menyampaikan bahwa pengembangan usaha pupuk cair rumput laut tidak hanya diarahkan pada kegiatan produksi, tetapi juga dirancang memiliki sistem pemasaran dan tata kelola usaha yang terorganisasi.

Dalam rencana tersebut, pemasaran dan tata kelola pengembangan produk akan melibatkan Masyarakat Ekonomi Peranserta (MEP), badan otonom PPM yang bergerak di bidang ekonomi.

Pelibatan MEP diharapkan dapat membangun jaringan pemasaran, memperluas jangkauan distribusi, serta mengembangkan pola pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Dengan demikian, Koperasi Mina Agar Makmur dapat lebih berkonsentrasi pada pengembangan produksi dan pemberdayaan anggota, sementara MEP berperan dalam penguatan aspek ekonomi, pemasaran, dan pengembangan jaringan usaha di lingkungan PPM.

Usup juga menjelaskan rencana pola pembagian hasil usaha dengan Yayasan Badan Wakaf Ummatan Wasathan, lembaga khusus di lingkungan PPM yang mengelola dan menyalurkan berbagai kegiatan produktif serta program pemberdayaan masyarakat.

Melalui skema tersebut, kegiatan usaha diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku produksi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan kegiatan produktif dan pemberdayaan masyarakat melalui kelembagaan PPM.

Sinergi antara koperasi, MEP, dan Badan Wakaf Ummatan Wasathan diharapkan menjadi salah satu model pengembangan ekonomi kelembagaan yang saling mendukung.

Dimulai dari Jawa Barat, Diharapkan Menjangkau Seluruh Indonesia

Sebagai tahap awal, pengembangan program pupuk cair rumput laut direncanakan dimulai dari wilayah Jawa Barat. Selanjutnya, program tersebut diharapkan dapat diperluas melalui jaringan PPM Wilayah dan PPM Daerah di berbagai provinsi di Indonesia.

Rencana ini membuka peluang bagi kader dan aktivis PPM untuk mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi produktif, baik melalui pengembangan jaringan pemasaran, pendampingan masyarakat, maupun pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Jika dikelola secara konsisten dan profesional, program ini berpotensi menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi yang dapat direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan sumber daya dan potensi unggulan masing-masing wilayah.

Pengembangan ekonomi berbasis koperasi juga sejalan dengan semangat PPM untuk mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program pemberdayaan.

Dari Inovasi Produk Menuju Kemandirian Ekonomi PPM

Pertemuan di Karawang tersebut memberikan gambaran bahwa penguatan organisasi PPM perlu diikuti dengan pengembangan kegiatan ekonomi yang nyata dan produktif.

Konsolidasi kader tidak cukup hanya membangun komunikasi dan memperkuat struktur organisasi. Lebih dari itu, konsolidasi perlu diarahkan pada kerja bersama yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan membuka ruang partisipasi ekonomi bagi kader.

Inovasi pupuk cair rumput laut Koperasi Mina Agar Makmur menjadi salah satu contoh bagaimana potensi masyarakat dapat dikembangkan melalui kreativitas, kelembagaan koperasi, dan kerja sama antarlembaga.

Ke depan, sinergi antara Koperasi Mina Agar Makmur, MEP, dan Yayasan Badan Wakaf Ummatan Wasathan diharapkan dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi produktif yang memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Harapannya, program ini segera direalisasikan secara bertahap, dimulai dari Jawa Barat dan kemudian berkembang ke berbagai daerah. Dengan demikian, PPM tidak hanya hadir sebagai gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mampu membangun kegiatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dari potensi lokal lahir inovasi, dari inovasi tumbuh kemandirian, dan dari kemandirian ekonomi terbangun kekuatan gerakan pemberdayaan masyarakat.(acank)

Example 120x600