Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

IHSG Anjlok, Namun Kader PPM NTB Diminta Optimis Menyongsong UU Koperasi Baru

532
×

IHSG Anjlok, Namun Kader PPM NTB Diminta Optimis Menyongsong UU Koperasi Baru

Share this article
Musadik Najri Bendahara PPM NTB bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H Lalu Muhammad Iqbal, S.Ip. M.Si dalam kunjungannya ke Masjid Besar Masbagik, Lombok Timur (doc.ppm ntb)

ppmindonesia.com. Mataram– Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dihantam gejolak pasar yang mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 18 Maret 2025. IHSG terjun bebas lebih dari 4 persen pada pukul 11.11 WIB, sebelum akhirnya mencapai penurunan drastis hingga 5 persen yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Situasi ini tentu saja menciptakan ketidakpastian di kalangan investor dan masyarakat umum.

Namun, bagi kader Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nusa Tenggara Barat (NTB), hal tersebut tidak menjadi alasan untuk keder.

Lalu Agus Sarjana, Penasehat PPM NTB, menyerukan kepada seluruh kader PPM untuk tetap optimis. Menurutnya, meskipun IHSG mengalami penurunan tajam, situasi ini seharusnya tidak mempengaruhi semangat dalam membangun ekonomi daerah, khususnya melalui sektor koperasi yang berasas gotong royong.

“Koperasi adalah usaha bersama yang menjunjung tinggi kekeluargaan, dan inilah yang menjadi energi kekuatan arus bawah ekonomi umat yang memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian daerah dan bangsa,” ujar Lalu Agus.

Optimisme terhadap UU Koperasi Baru

Sementara itu, dengan diresmikannya UU Koperasi yang baru pada 20 Maret 2025 mendatang, para kader PPM NTB diminta untuk terus mengembangkan koperasi di tingkat desa.

Lalu Agus berharap, koperasi dapat menjadi pendorong utama untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan di seluruh pelosok NTB.

“Kader PPM NTB harus menjadi penggerak terdepan dalam membangun sinergitas koperasi desa. Melalui koperasi, kita dapat menciptakan ekonomi yang lebih merata, yang tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran koperasi desa yang solid diharapkan akan menciptakan atmosfer ekonomi yang tumbuh dan berkembang menjadi soko guru ekonomi bangsa, yang pada akhirnya mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Revitalisasi Koperasi sebagai Kunci Pemberdayaan Ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Presidium PPM Wilayah NTB, Lalu Khalid Tarmizi, juga menyoroti pentingnya revitalisasi koperasi di NTB. Salah satu langkah yang tengah didiskusikan adalah tindak lanjut tawaran H. Abu Bakar mengenai revitalisasi koperasi serta pembentukan koperasi-koperasi model seperti Koperasi Peranserta Masyarakat (Kopermas) Merah Putih.

“Koperasi model ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengembangkan koperasi yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Lalu Khalid.

Keterkaitan Program Koperasi dengan Program Presiden Prabowo

Musadik Najri, Bendahara Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) NTB, juga mengungkapkan bahwa program penguatan koperasi ini berpotensi terkait erat dengan program-program yang sedang digalakkan oleh Presiden Prabowo.

“Pak Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal . S.IP., M.Si  dalam kunjungannya ke Masjid Besar Masbagik, Lombok Timur, tiga kali menekankan pentingnya koperasi.

Ini menunjukkan bahwa program koperasi bukan hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari agenda nasional yang sedang diusung oleh pemerintah pusat,” ujar Musadik Najri Bendahara Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) NTB.

Dengan UU Koperasi yang baru, diharapkan koperasi dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar utama pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Para kader PPM NTB harus terus mengajak masyarakat desa untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan koperasi, sehingga ekonomi kerakyatan dapat tumbuh, dan pada gilirannya menjadi sumber kekuatan ekonomi bangsa, ” pesan Lalu Khalid Tarmizi dalam  diskusi. (emha)

 

Example 120x600