Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Joget Paripurna dan Kritik DPR, PPM Ingatkan Legislator Jaga Kepatutan

239
×

Joget Paripurna dan Kritik DPR, PPM Ingatkan Legislator Jaga Kepatutan

Share this article

Penulis: acank | Editor: asyary |

ppmindonesia.com.Jakarta — Aksi sejumlah legislator yang berjoget ria di ruang sidang paripurna MPR menuai kritik publik. Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional mengingatkan para wakil rakyat agar menjaga kepatutan dan menyadari bahwa mandat yang mereka emban bersumber dari suara rakyat.

Dalam Sidang Tahunan MPR pekan lalu, beberapa anggota DPR bersama artis sekaligus anggota legislatif Uya Kuya tampak berjoget mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi Re” dan “Sajojo”. Momen tersebut terjadi usai sidang resmi berakhir.

Namun, rekaman aksi itu cepat viral di media sosial dan menimbulkan respons negatif dari masyarakat.

Banyak warganet menilai tindakan itu kurang pantas, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Ketua MPR Ahmad Muzani berusaha meredam kritik dengan menyebut joget tersebut sekadar ekspresi spontan untuk mencairkan suasana. Meski demikian, kritik publik tak serta-merta surut.

Harus Hadirkan Keteladanan

Sekretaris Jenderal PPM Nasional, Anwar Hariyono, menilai anggota legislatif semestinya lebih berhati-hati dalam bersikap. Menurutnya, sikap dan ucapan pejabat publik bisa menimbulkan tafsir yang menyakiti perasaan rakyat.

“Wakil rakyat seharusnya menghadirkan kesejukan dan keteladanan, bukan justru menampilkan sikap yang dianggap publik arogan atau kurang pantas,” kata Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas, Jumat (29/8/2025).

Kritik Sahroni

Sorotan publik terhadap DPR juga semakin tajam setelah legislator Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyebut wacana pembubaran DPR sebagai gagasan “orang tolol”. Pernyataan itu memicu perdebatan dan viral di media sosial X.

“Walaupun beliau sudah mengklarifikasi, ucapan yang telanjur dilontarkan tetap membekas di masyarakat,” lanjut Anwar. Ia menegaskan, anggota DPR semestinya menjaga adab dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan luka di hati rakyat.

Ingat Mandat Rakyat

Aktivis PPM, Depri Cane Nasution, mengingatkan bahwa jabatan anggota dewan berasal dari kepercayaan rakyat melalui pemilu. “Gaji, tunjangan, dan fasilitas yang dinikmati anggota DPR semua bersumber dari pajak rakyat,” ujarnya.

Menurut Depri, masyarakat tentu tidak mempermasalahkan jika wakil rakyat bergembira atau bersikap santai, asalkan kinerja mereka berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Ketika rakyat sedang susah, gaji buruh banyak di bawah UMR, dan PHK terjadi di mana-mana, lalu anggota DPR berjoget ria, publik wajar mempertanyakan kepatutan itu,” katanya.

PPM menegaskan, para wakil rakyat tetap boleh mengekspresikan kegembiraan, namun harus diimbangi dengan kerja nyata, transparansi, dan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat.

“Ingatlah, kepercayaan publik sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Anwar.(acank)

Example 120x600