Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

QS 51:49 Bukan Soal Gender: Kesalahpahaman yang Terus Diulang

1
×

QS 51:49 Bukan Soal Gender: Kesalahpahaman yang Terus Diulang

Share this article

Kajian Syahida - Quran bil Quran| Editor : asyary

Pendahuluan: Tafsir yang Perlu Ditinjau Ulang

Jakarta|PPMIndonesia.com- QS Adz-Dzariyat ayat 49 sering dikutip untuk menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pemahaman ini telah lama beredar dan bahkan dianggap sebagai tafsir baku. Namun, benarkah Al-Qur’an membatasi makna “berpasangan” hanya pada aspek gender?

Melalui pendekatan Qur’an bil Qur’an dalam kerangka kajian Syahida, artikel ini mengajak pembaca untuk meninjau ulang pemahaman tersebut secara lebih komprehensif dan kontekstual.

Teks Ayat Utama

Allah SWT berfirman:

وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
(QS Adz-Dzariyat: 49)

Makna “Zaujain”: Tidak Identik dengan Gender

Kata زَوْجَيْنِ (zaujain) dalam bahasa Arab memiliki makna dasar “dua yang berpasangan”, yang bisa berarti:

  • Dua hal yang saling melengkapi
  • Dua hal yang berlawanan
  • Dua unsur yang membentuk satu kesatuan

Tidak ada penyebutan eksplisit “laki-laki dan perempuan” dalam ayat ini. Bahkan, frasa مِن كُلِّ شَيْءٍ (dari segala sesuatu) menunjukkan cakupan yang bersifat universal.

Pendekatan Qur’an bil Qur’an: Ayat Menafsirkan Ayat

Untuk memahami QS 51:49 secara tepat, kita perlu merujuk pada ayat lain yang menggunakan istilah serupa.

1. Pasangan dalam Tumbuhan

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ…

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi…”
(QS Yasin: 36)

2. Pasangan dalam Manusia (Spesifik Gender)

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى

“Dan bahwa Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan.”
(QS An-Najm: 45)

3. Pasangan dalam Hal yang Belum Diketahui

…وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

“…dan dari apa yang tidak mereka ketahui.”
(QS Yasin: 36)

Dari rangkaian ayat ini, jelas bahwa Al-Qur’an menggunakan konsep “pasangan” dalam berbagai konteks—tidak selalu merujuk pada gender.

Kesalahpahaman yang Terus Diulang

Ketika QS 51:49 dipahami hanya dalam konteks laki-laki dan perempuan, maka muncul penyempitan makna yang berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru, seolah-olah Al-Qur’an berbicara tentang satu sistem biologis universal.

Padahal, realitas menunjukkan bahwa tidak semua makhluk hidup bereproduksi melalui pasangan jantan dan betina. Hal ini semakin menegaskan bahwa ayat tersebut berbicara tentang prinsip yang lebih luas daripada sekadar gender.

Konsep Universal: Dualitas dan Keseimbangan

Al-Qur’an mengarahkan perhatian manusia pada pola besar dalam ciptaan:

  • Siang dan malam
  • Panas dan dingin
  • Langit dan bumi
  • Positif dan negatif

Dualitas ini menunjukkan adanya keseimbangan yang menjadi fondasi keteraturan alam semesta.

Tujuan Ayat: Kesadaran, Bukan Klasifikasi

Ayat ini ditutup dengan kalimat:

لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Agar kamu mengingat.”

Artinya, fokus utama ayat ini bukan pada klasifikasi makhluk, tetapi pada fungsi reflektif:

  • Mengingat kebesaran Allah
  • Menyadari keteraturan ciptaan
  • Menumbuhkan kesadaran tauhid

Dari Dualitas Menuju Tauhid

Segala sesuatu yang berpasangan menunjukkan bahwa ia tidak sempurna secara mandiri. Ia membutuhkan yang lain.

Sebaliknya, Allah adalah Maha Esa—tidak berpasangan, tidak bergantung, dan tidak membutuhkan apa pun.

Di siilah konsep “berpasangan” menjadi jembatan menuju pemahaman tauhid yang lebih dalam.

Penutup: Membaca Ulang dengan Kesadaran

QS 51:49 bukanlah ayat tentang gender semata. Ia adalah ayat tentang tanda—tentang bagaimana Allah menghadirkan pola keseimbangan dalam seluruh ciptaan agar manusia berpikir dan mengingat.

Melalui pendekatan Qur’an bil Qur’an dalam kajian Syahida, kita diajak untuk melampaui pemahaman yang sempit, menuju pemaknaan yang lebih luas dan mendalam.

Karena pada akhirnya, setiap kesalahpahaman bukanlah akhir—melainkan awal untuk membaca kembali dengan lebih jernih. (syahida)

Example 120x600