Jakarta|PPMIndonesia.com- Persiapan Pertemuan Nasional (PENAS) 2026 Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) mulai memasuki tahap awal konsolidasi nasional. Agenda besar organisasi yang direncanakan berlangsung di Yogyakarta pada September–Oktober 2026 tersebut menjadi momentum strategis untuk membaca ulang arah gerakan sekaligus memperkuat kepemimpinan masa depan PPM.
Langkah awal persiapan ditandai melalui pertemuan informal yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Kedai Wong Solo, Kota Solo.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Presidium PPM Nasional Elp Suryono bersama Bendahara PPM Nasional Bambang Soemadji. Meski berlangsung secara informal, diskusi berkembang serius dan strategis, menandai dimulainya konsolidasi menuju forum tertinggi organisasi.
Regenerasi Kepemimpinan Jadi Isu Sentral
Dalam pertemuan tersebut, salah satu pokok bahasan utama adalah regenerasi kepemimpinan PPM. Para pengurus menilai bahwa PENAS 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan gerakan sosial PPM di tengah perubahan zaman.
Elp Suryono menegaskan bahwa PPM membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca dinamika sosial baru tanpa meninggalkan akar nilai perjuangan organisasi.
“PENAS harus menjadi ruang konsolidasi generasi. Kita tidak hanya memilih pemimpin, tetapi menyiapkan masa depan gerakan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam diskusi tersebut.
Regenerasi dipandang sebagai kebutuhan mendesak agar PPM tetap relevan sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi warga.
Pembahasan Pendanaan PENAS 2026
Selain isu kepemimpinan, pertemuan juga membahas secara terbuka mengenai kebutuhan pendanaan pelaksanaan PENAS 2026. Mengingat skala nasional kegiatan, penyelenggaraan PENAS membutuhkan dukungan kolektif seluruh jejaring aktivis PPM di berbagai daerah.
Ketua Presidium dan Bendahara Nasional kemudian mengajak seluruh aktivis, kader, dan simpatisan PPM untuk berpartisipasi secara sukarela melalui kontribusi dana sebagai bentuk komitmen gerakan.
Partisipasi tersebut disalurkan melalui rekening:
Yayasan Badan Wakaf Ummatan Washathan
Bank BCA No. Rekening: 0061458343
Yayasan ini merupakan badan otonom PPM yang selama ini berfungsi sebagai wadah pengelolaan kegiatan sosial, pemberdayaan, dan penguatan gerakan masyarakat.
Yayasan Badan Wakaf Ummatan Washathan dinilai tepat menjadi kanal penerimaan dukungan karena memiliki mandat organisasi dalam menggerakkan aktivitas PPM secara nasional.
PENAS 2026: Arena Konsolidasi Gerakan Nasional
PENAS 2026 direncanakan bukan hanya sebagai forum musyawarah organisasi, tetapi juga sebagai:
- Ruang refleksi perjalanan PPM,
- Arena konsolidasi jaringan aktivis lintas generasi,
- Forum peneguhan konstitusi organisasi,
- Momentum kebangkitan kembali gerakan partisipasi masyarakat.
Yogyakarta dipilih karena memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan gerakan sosial dan pendidikan kader PPM sejak masa awal perkembangannya.
Ajakan Partisipasi Nasional
Melalui pertemuan awal ini, pengurus nasional berharap semangat gotong royong kembali menjadi identitas utama PPM.
PENAS 2026 diharapkan lahir dari partisipasi bersama—bukan hanya sebagai kegiatan organisasi, tetapi sebagai gerakan kolektif seluruh keluarga besar PPM.
PENAS bukan milik pengurus, tetapi milik seluruh aktivis PPM di Indonesia.
Dengan dimulainya konsolidasi awal di Solo, PPM memasuki fase penting menuju 2026: fase menghimpun energi, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan kepemimpinan visioner bagi masa depan gerakan masyarakat Indonesia. (emha)



























