Kajian Syahida: Al-Qur’an Bil Al-Qur’an
Oleh: Tim Kajian Syahida PPMIndonesia
Tauhid dan Keindahan Bahasa Wahyu
Tauhid sering dipahami sebatas keyakinan bahwa Tuhan itu satu. Padahal Al-Qur’an mengajarkan bahwa tauhid bukan hanya sebuah doktrin, melainkan cara pandang yang membentuk hubungan manusia dengan Allah, alam semesta, dan dirinya sendiri.
Keindahan tauhid tidak hanya tampak dalam ajaran yang dibawanya, tetapi juga dalam bahasa yang digunakan Al-Qur’an untuk memperkenalkan Allah kepada manusia. Setiap kata, setiap susunan kalimat, bahkan setiap pergantian kata ganti dalam Al-Qur’an mengandung pelajaran tentang siapa Allah dan bagaimana manusia seharusnya mengenal-Nya.
Karena itu, memahami bahasa Al-Qur’an merupakan bagian penting dari memahami tauhid itu sendiri.
Al-Qur’an Dimulai dengan Pengenalan kepada Allah
Ketika membuka Al-Qur’an, manusia langsung diperkenalkan kepada Tuhan semesta alam.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik Hari Pembalasan.” (QS. Al-Fatihah 1:2-4)
Perhatikan bahwa Al-Qur’an tidak memperkenalkan Allah pertama kali melalui ancaman atau hukum, melainkan melalui sifat-sifat kasih sayang dan pemeliharaan-Nya.
Ini menunjukkan bahwa tauhid dibangun di atas pengenalan yang benar terhadap Allah.
Allah Menegaskan Keesaan-Nya dengan Bahasa yang Sangat Jelas
Tidak ada tema yang lebih sering diulang dalam Al-Qur’an selain tauhid.
Allah berfirman:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas 112:1)
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي
“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Thaha 20:14)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia.” (QS. Al-Baqarah 2:255)
Dengan pengulangan yang konsisten ini, Al-Qur’an membangun kesadaran bahwa seluruh kehidupan harus berpusat kepada Allah Yang Maha Esa.
Mengapa Allah Kadang Berfirman dengan Kata “Aku”?
Dalam banyak ayat, Allah menggunakan kata ganti tunggal.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah 2:186)
إِنِّي أَنَا رَبُّكَ
“Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu.” (QS. Thaha 20:12)
Penggunaan kata “Aku” menunjukkan kedekatan hubungan antara Allah dan manusia.
Tidak ada perantara dalam penghambaan.
Tidak ada sekutu dalam ketuhanan.
Tidak ada makhluk yang memiliki bagian dalam kekuasaan-Nya.
Bahasa ini mengajarkan kemurnian tauhid.
Mengapa Allah Kadang Menggunakan Kata “Kami”?
Pada ayat lain, Allah menggunakan bentuk jamak.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr 97:1)
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr 15:9)
Sebagian orang mempertanyakan penggunaan kata “Kami” ini.
Namun Al-Qur’an sendiri telah menegaskan bahwa Allah itu Esa. Oleh karena itu, bentuk jamak tersebut tidak mungkin menunjukkan banyak Tuhan.
Dalam tradisi bahasa Arab dikenal bentuk yang disebut jamak keagungan (pluralis majestatis), yaitu penggunaan kata jamak untuk menunjukkan kemuliaan, kekuasaan, dan kebesaran.
Ketika Al-Qur’an berbicara tentang:
- Penciptaan,
- Wahyu,
- Pengaturan alam semesta,
- Kerajaan langit dan bumi,
Allah sering menggunakan bentuk yang menunjukkan keagungan tersebut.
Bahasa Al-Qur’an Mengajarkan Keseimbangan
Salah satu keindahan Al-Qur’an adalah kemampuannya menggambarkan Allah sebagai Tuhan yang Maha Dekat sekaligus Maha Agung.
Allah berfirman:
فَإِنِّي قَرِيبٌ
“Sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah 2:186)
Namun pada ayat lain:
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah 2:255)
Dalam pemahaman manusia, kedekatan sering diasosiasikan dengan kelemahan, sedangkan keagungan sering diasosiasikan dengan jarak.
Tetapi Allah tidak seperti makhluk.
Dia Maha Dekat tanpa menjadi bagian dari makhluk.
Dia Maha Tinggi tanpa menjadi jauh dari hamba-hamba-Nya.
Inilah keindahan tauhid yang diajarkan Al-Qur’an.
Allah Melampaui Keterbatasan Bahasa Manusia
Al-Qur’an mengingatkan:
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ
“Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.” (QS. Az-Zumar 39:67)
Bahasa manusia memiliki keterbatasan.
Manusia hanya mengenal istilah:
- aku,
- kami,
- dia,
- mereka.
Namun Allah tidak dibatasi oleh kategori-kategori tersebut.
Karena itu Al-Qur’an menggunakan berbagai bentuk bahasa agar manusia dapat mendekati pemahaman tentang Tuhan, walaupun hakikat Allah tetap melampaui seluruh jangkauan akal.
Tauhid yang Membebaskan
Ketika seseorang memahami tauhid sebagaimana diajarkan Al-Qur’an, ia akan terbebas dari ketergantungan kepada selain Allah.
Al-Qur’an mengajarkan:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah 1:5)
Ayat ini menjadi inti dari tauhid praktis.
Tauhid bukan hanya diyakini, tetapi dijalani.
Tauhid membebaskan manusia dari:
- Ketakutan kepada sesama manusia,
- Penghambaan kepada kekuasaan,
- Ketergantungan kepada makhluk, dan
- Berbagai bentuk kesyirikan yang halus.
Penutup: Tauhid Itu Indah
Semakin dalam seseorang mempelajari Al-Qur’an, semakin tampak bahwa tauhid bukan sekadar konsep teologis, melainkan keindahan yang menenangkan jiwa.
Melalui bahasa yang sempurna, Al-Qur’an memperkenalkan Allah sebagai:
- Tuhan Yang Maha Esa,
- Maha Dekat,
- Maha Pengasih,
- Maha Agung, dan
- Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tauhid mengajarkan bahwa di balik luasnya alam semesta ini hanya ada satu Tuhan yang layak disembah dan dijadikan tempat bergantung.
Sebagaimana firman-Nya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura 42:11)
Inilah keindahan tauhid yang menjadi inti seluruh pesan Al-Qur’an. Wallahu a‘lam bish-shawab. (syahida)





























