SLEMAN.PPMIndonesia.com – Sleman. Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam mempersiapkan Festival Kampoeng Tegalan #4 yang akan digelar pada 24–26 Juli 2026 di kawasan utara Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Warga bersama para pemuda RT 01 Dusun Wedomartani bahu-membahu melaksanakan kerja bakti untuk memasang setting artistik Seni Instalasi Wayang Milenium WAE di gapura pintu gerbang masuk kawasan festival serta di sepanjang jalan menuju panggung utama hiburan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis penyelenggaraan festival, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi masyarakat dalam menghadirkan ruang kebudayaan yang hidup dan partisipatif.
Seni Instalasi Menyambut Pengunjung
Instalasi Wayang Milenium WAE dirancang sebagai identitas visual Festival Kampoeng Tegalan #4 sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang hadir.
Pameran setting artistik seni instalasi ini telah dibuka sejak 20 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 27 Juli 2026, sehingga pengunjung memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati karya-karya seni yang dipamerkan, bahkan setelah rangkaian acara utama festival berakhir.
Kehadiran instalasi tersebut diharapkan mampu memperkuat nuansa budaya sekaligus menghadirkan pengalaman artistik yang menyatu dengan ruang publik.
Gotong Royong sebagai Jiwa Festival
Bagi Sangkerta (Sanggar Kesenian Peranserta), keterlibatan langsung masyarakat dalam membangun ruang kebudayaan merupakan nilai yang tidak dapat dipisahkan dari proses berkesenian.
Kerja bakti yang dilakukan warga dan pemuda RT 01 Dusun Wedomartani menjadi bukti bahwa festival budaya bukan hanya milik para seniman, melainkan milik seluruh masyarakat.
Melalui semangat gotong royong, warga bersama komunitas seni berhasil menghadirkan ruang publik yang lebih indah, kreatif, dan sarat makna budaya.
Nilai kebersamaan inilah yang selama ini menjadi roh berbagai kegiatan Sangkerta dalam mengembangkan seni berbasis partisipasi masyarakat.
Kirab Budaya Meriahkan Festival
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Festival Kampoeng Tegalan #4 akan menghadirkan Arak-arakan Kirab Budaya pada 26 Juli 2026.
Kirab budaya tersebut akan menampilkan berbagai kreativitas masyarakat, mulai dari seni pertunjukan, kostum budaya, hingga atraksi yang merepresentasikan kekayaan tradisi lokal.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menunjuk dua tokoh seni dan budaya sebagai dewan juri, yaitu Ki Mujar dari Sangkerta dan Joko Pranoto.
Kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan apresiasi sekaligus penilaian yang objektif terhadap kreativitas peserta kirab budaya.
Menghidupkan Budaya dari Kampung
Festival Kampoeng Tegalan #4 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan kampung melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Kolaborasi antara warga, pemuda, komunitas seni, dan para budayawan menghadirkan ruang bersama yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan budaya, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Melalui partisipasi dalam pemasangan instalasi seni, penyelenggaraan pameran, hingga pelaksanaan kirab budaya, Sangkerta kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadikan seni sebagai media pemberdayaan masyarakat.
Festival ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan kreativitas, sekaligus menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan budaya berbasis masyarakat di berbagai daerah.
Festival Kampoeng Tegalan #4 mengajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan kebudayaan sebagai identitas bersama, sekaligus membuktikan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.(emha)





























