Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Ketua Presidium PPM Nasional Imbau Aktivis Waspadai Hoaks Reseller BBM Alternatif BOBIBOS

5
×

Ketua Presidium PPM Nasional Imbau Aktivis Waspadai Hoaks Reseller BBM Alternatif BOBIBOS

Share this article

Penulis: emha. Editor: asyary

JAKARTA, PPMIndonesia.com – Maraknya pesan berantai di WhatsApp dan media sosial yang menawarkan peluang menjadi reseller maupun distributor bahan bakar alternatif BOBIBOS mendapat perhatian serius dari Ketua Presidium Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional, Eko Suryono.

Ia mengimbau seluruh pengurus, kader, dan aktivis PPM di berbagai daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang mengatasnamakan BOBIBOS, terutama yang menawarkan kerja sama bisnis, investasi, reseller, maupun distributor.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan serupa di sejumlah grup WhatsApp, termasuk grup internal PPM Indonesia dan jaringan para aktivis PPM.

“Harap berhati-hati dan waspada. Penawaran yang mengatasnamakan reseller maupun distributor BOBIBOS yang saat ini banyak beredar di grup WhatsApp maupun media sosial adalah penipuan (hoaks),” tegas Eko Suryono.

Pernyataan tersebut sejalan dengan klarifikasi resmi yang telah disampaikan oleh tim pengembang BOBIBOS melalui akun Instagram @bobibos_, yang menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum melakukan kegiatan komersial apa pun, baik berupa penjualan produk, pembukaan kemitraan usaha, maupun perekrutan reseller dan distributor.

Belum Dijual Secara Komersial

BOBIBOS merupakan inovasi bahan bakar alternatif berbasis biomassa, termasuk pemanfaatan limbah jerami, yang saat ini masih berada pada tahapan pengembangan teknologi dan pengujian.

Tim pengembang menegaskan bahwa produk tersebut belum dipasarkan kepada masyarakat dan belum memiliki jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Oleh karena itu, seluruh bentuk penawaran penjualan BBM BOBIBOS yang beredar saat ini dipastikan bukan berasal dari pihak resmi.

Selain itu, berbagai gambar SPBU berlogo BOBIBOS yang beredar di media sosial juga dipastikan merupakan hasil manipulasi digital dan bukan dokumentasi fasilitas yang benar-benar ada.

Masih Fokus pada Pengujian dan Perizinan

Menurut Eko Suryono, dirinya secara rutin memperoleh perkembangan terbaru langsung dari Founder BOBIBOS, M. Ikhlas Thamrin, karena terjalin komunikasi intensif sebagai mitra dalam pengembangan inovasi tersebut.

“Hampir setiap minggu saya berkomunikasi dengan Saudara M. Ikhlas Thamrin mengenai perkembangan terbaru BOBIBOS. Saat ini belum ada pembukaan kerja sama bisnis ataupun perekrutan reseller maupun distributor,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan BOBIBOS masih difokuskan pada penyelesaian berbagai tahapan teknis dan regulasi sebelum memasuki fase komersialisasi.

Salah satu agenda yang sedang berlangsung adalah program kerja sama pengembangan dengan Timor Leste, yang kini masih berada pada tahap pengujian laboratorium di Singapura. Sementara di Indonesia, proses pengujian juga terus berjalan, termasuk kunjungan tim LEMIGAS yang baru dilakukan dalam rangkaian evaluasi dan uji laboratorium terhadap teknologi tersebut.

Tahapan tersebut merupakan bagian penting untuk memastikan kualitas produk, aspek keselamatan, efisiensi energi, serta pemenuhan seluruh persyaratan regulasi sebelum nantinya dapat diproduksi dan dipasarkan secara resmi.

PPM Ajak Masyarakat Verifikasi Informasi

PPM Nasional mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi, kemitraan, ataupun pembelian produk yang belum diumumkan secara resmi oleh pengembang.

Masyarakat juga diminta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima melalui media sosial maupun pesan berantai sebelum mengambil keputusan yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

PPM berharap inovasi nasional seperti BOBIBOS dapat berkembang melalui proses ilmiah, pengujian yang akuntabel, serta dukungan masyarakat yang didasarkan pada informasi yang benar, bukan pada penyebaran hoaks.

Dengan meningkatnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat, diharapkan berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama inovasi nasional dapat dicegah sehingga proses pengembangan teknologi karya anak bangsa dapat berjalan dengan baik hingga siap memasuki tahap komersialisasi secara resmi. (emha)

Example 120x600