ppmindonesia.com,Jakarta, – Pusat Peranserta Masyarakat (PPM), organisasi yang telah berkiprah selama lebih dari 30 tahun dengan simbol berlafaz “ALLAH”, telah menunjukkan kinerjanya yang luar biasa dalam mendorong demokratisasi politik dan meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama bagi masyarakat lapis bawah.
PPM telah menjadi inspirasi kebangkitan gerakan masyarakat sipil (civil society movement) di masa Orde Baru, ketika Republik ini berada di bawah rezim militeristik. Karya monumental, seperti mendorong lahirnya ICMI, telah berhasil menjebol tembok-tembok rezim sekularistik dan Islamo-fobia, membuka jalan bagi pandangan yang lebih ramah dan moderat terhadap “ke-Islaman secara kaafah” di negeri ini.
PPM tidak hanya berkontribusi dalam perubahan politik, tetapi juga menginspirasi tumbuh kembangnya perekonomian berbasis kerakyatan, bernuansa lingkungan, dan pembangunan peradaban yang luhur.
Saat ini, PPM memiliki gagasan yang lebih realistik untuk mewujudkan misinya yang inspiratif, terutama di bidang penguatan ekonomi masyarakat di sektor real dan pengembangan jiwa kewirausahaan (entepreneurial society).
Untuk mewujudkannya, diperlukan institusi baru yang sesuai dengan logika pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dan membangun entepreneurial society. Salah satu pilihannya adalah melalui koperasi rakyat yang didukung oleh koperasi pengusaha. Kedua hal ini akan saling mendukung dan menguatkan.
Koperasi Masyarakat Peranserta (Kopermas) telah lama ada, namun masih bergumul dalam dinamikanya sendiri. Bentuk kedua, yaitu “Perusahaan Peran Serta” atau “Badan Usaha Milik PPM (BUMP)”, perlu dipersiapkan segera.
BUMP ini akan menjadi wadah bagi PPM untuk mengelola aset dan sumber daya secara profesional dan transparan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan ekonomi bangsa.
PPM telah menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat dan membangun bangsa. Dengan gagasan yang inovatif dan strategi yang tepat, PPM siap memasuki babak baru dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Artikel ini bersumber catatan catatan dari Alm Ir.Bambang Agussalam, M.Sc, Presidium Nasional Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Periode 2005 – 2009. Pernah juga menjadi Biro Teknik dan Penelitian di Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) pada masa Kepengurusan Periode Awal, dan ketika sebagai Presidium PPM masih aktif di LPTP dan melakukan penelitian penelitian tentang pegembagan masyarakat.



























