Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Menjalani Hidup Berdasarkan Agama: Menemukan Shirathal Mustaqim yang Nyata

355
×

Menjalani Hidup Berdasarkan Agama: Menemukan Shirathal Mustaqim yang Nyata

Share this article

ppmindonesia.com.Jakarta – Dalam kajian tematik Qur’ani kali ini, Ustaz Husni Nasution mengangkat pembahasan penting tentang makna menjadi seorang mu’min sejati, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 65:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

 “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh kepasrahan.” (QS An-Nisa: 65)

Ustaz Husni menegaskan, ayat ini tidak hanya berlaku pada masa hidup Nabi Muhammad ﷺ secara fisik, tetapi juga setelah beliau wafat, selama wahyu (Al-Qur’an) yang beliau sampaikan tetap ada. “Menjadikan Rasulullah sebagai hakim berarti menjadikan Al-Qur’an — yang dibawanya — sebagai rujukan utama dalam setiap urusan,” ujarnya.

Penjelasan ini sejalan dengan surat Yasin ayat 2-3:

وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ • إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

 “Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar termasuk dari para rasul.” (QS Yasin: 2-3)

Artinya, Rasulullah adalah pembawa Al-Qur’an, dan Al-Qur’an itu sendiri yang menjadi hakim dalam kehidupan seorang mu’min.

Lebih lanjut, surat Yasin ayat 4-5 menyebutkan:

عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ • تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

 “(Engkau berada) di atas jalan yang lurus, (yaitu) wahyu yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (QS Yasin: 4-5)

Husni menjelaskan, shirathal mustaqim di sini adalah jalan yang sudah jelas — wahyu Allah — yang dibawa Rasulullah. “Ia bukan rahasia atau misteri gaib, tetapi nyata, terang, dan dapat diikuti oleh siapa saja yang mau tunduk kepada petunjuk-Nya,” jelasnya.

Ironisnya, berjuta-juta umat Islam setiap hari memohon dalam shalat:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS Al-Fatihah: 6)

Doa ini diulang setiap rakaat, dari hari ke hari, tahun ke tahun. “Seakan-akan Allah belum pernah menjawabnya,” kata Ustaz Husni. “Padahal jawabannya ada di depan mata — Al-Qur’an itu sendiri.”

Sayangnya, banyak yang hanya membacanya tanpa memahami maknanya. Bahkan ada yang menggambarkan shirathal mustaqim sebagai sesuatu yang nyaris mustahil dicapai, seperti rambut dibelah tujuh. Padahal, Al-Qur’an tegas menunjukkan bahwa shirathal mustaqim adalah jalan Rasulullah yang berlandaskan wahyu.

Ustaz Husni mengingatkan peringatan Allah dalam QS An-Nisa ayat 43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ
 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian mengerti apa yang kalian ucapkan…” (QS An-Nisa: 43)

Meski ayat ini turun terkait larangan shalat dalam kondisi mabuk, prinsipnya berlaku umum: jangan melakukan ibadah tanpa memahami makna bacaan. “Bagaimana kita berharap mendapat petunjuk, jika kita membaca tanpa mengerti, berdoa tanpa memahami, dan hidup tanpa benar-benar mengikuti pedoman yang telah Allah turunkan?” pungkasnya.

Pesan penutupnya jelas: menjadi mu’min sejati berarti mengembalikan segala urusan kepada Al-Qur’an, memahaminya, dan menjadikannya hakim dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab di situlah shirathal mustaqim berada — jalan lurus yang terang benderang, namun sering diabaikan oleh mereka yang lebih sibuk melafal daripada memahami.(syahida)

*Husni Nasution, alumnus IAIN Sumatera Utara dari Bogor, dikenal sebagai pemikir kebangsaan dan pengkaji Al-Qur’an. Ia dikenal dengan konsep ‘Nasionalisme Religius’ yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta perhatian besar terhadap solidaritas sosial.
Example 120x600