Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Silaturahmi PPM Yogyakarta Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

5
×

Silaturahmi PPM Yogyakarta Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Share this article

Penulis: acank| Editor: asyary

Suasana Idulfitri di rumah Ketua Presidium PPM Yogyakarta menjadi momentum indah untuk memperkuat pondasi gerakan. Di balik tawa dan sajian khas lebaran, terselip semangat kolektif untuk terus membawa manfaat bagi masyarakat. Sinergi yang kuat berawal dari hati yang bersih dan hubungan yang erat.(dok.ppm)

Yogyakarta|PPMIndonesia,com — Pertemuan silaturahmi pasca-Idul Fitri yang digelar Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (4/4/2026) berkembang menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus ruang perumusan agenda strategis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Presidium PPM Wilayah Yogyakarta tersebut dihadiri Ketua Presidium PPM DIY, Sekretaris PPM Yogyakarta, Ketua Badan Wakaf Ummatan Washatan Parito, pengurus Koperasi Paguyuban Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (PPKLY), serta perwakilan Madrasah Aliyah Ummatan Washatan Nurul Iman.

Pertemuan yang awalnya dikemas sebagai halal bihalal itu menjadi momentum mempererat hubungan antarjaringan PPM sekaligus memperkuat koordinasi lembaga binaan dan badan otonom organisasi.

Konsolidasi PascaleBaran

Dalam suasana kekeluargaan, peserta pertemuan membahas berbagai tantangan keberlanjutan organisasi serta penguatan peran sosial PPM di tengah dinamika masyarakat.

Silaturahmi dinilai penting tidak hanya sebagai tradisi sosial, tetapi juga sebagai sarana refleksi organisasi untuk menjaga kesinambungan gerakan pemberdayaan masyarakat.

Para peserta sepakat bahwa konsolidasi wilayah perlu terus dilakukan agar program-program PPM berjalan selaras antara pusat, wilayah, dan lembaga binaa

Transformasi Koperasi Pedagang Kaki Lima

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah wacana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi Paguyuban Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (PPKLY)

Selama ini koperasi tersebut beroperasi sebagai koperasi simpan pinjam. Namun, muncul usulan untuk mengembangkan kelembagaan menjadi koperasi serba usaha (KSU) agar mampu menjawab kebutuhan ekonomi anggota secara lebih luas.

Transformasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pedagang kecil melalui pengembangan sektor usaha produktif, distribusi barang, serta layanan ekonomi komunitas.

Selain itu, direncanakan pelatihan koperasi bersama PPM guna meningkatkan pemahaman manajemen organisasi sekaligus mengenalkan nilai dan gerakan PPM kepada anggota koperasi.

Pembenahan Lembaga Pendidikan

Pertemuan juga menyoroti keberlanjutan Madrasah Aliyah Kejuruan Ummatan Washatan di Imogiri. Peserta menilai perlunya keterlibatan PPM Nasional dalam membantu pembenahan manajemen lembaga pendidikan tersebut.

Pendampingan organisasi dinilai penting agar madrasah dapat berkembang secara profesional sekaligus tetap menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai.

Regenerasi Organisasi

Isu kaderisasi menjadi perhatian utama dalam diskusi. Peserta menyepakati perlunya pelatihan kader PPM secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga kesinambungan organisasi.

Regenerasi dipandang sebagai fondasi utama agar gerakan sosial PPM tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus tumbuh melalui kader-kader baru yang memiliki pemahaman nilai dan kapasitas kepemimpinan.

Sejumlah agenda lanjutan yang direncanakan meliputi pelatihan kader PPM, lokakarya organisasi bersama PPKLY, serta penguatan kelembagaan badan otonom di wilayah Yogyakarta.

Dari Silaturahmi Menuju Agenda Pemberdayaan

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa ruang silaturahmi dapat berkembang menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah pemberdayaan masyarakat.

Melalui penguatan koperasi, pembenahan pendidikan, serta kaderisasi organisasi, PPM Wilayah Yogyakarta berupaya menjaga keberlanjutan gerakan sosial yang berorientasi pada kemandirian masyarakat dan ekonomi kerakyatan.

Silaturahmi pasca-Lebaran itu pun menjadi titik awal konsolidasi baru bagi PPM di tingkat wilayah menuju penguatan peran sosial di tengah masyarakat.(acank)

Example 120x600