Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

PENAS IX PPM Dihadiri 150 Peserta dari Berbagai Wilayah, Laporan Pertanggungjawaban Presidium Diterima

17
×

PENAS IX PPM Dihadiri 150 Peserta dari Berbagai Wilayah, Laporan Pertanggungjawaban Presidium Diterima

Share this article

Penulis, emha. Editor. asary

JAKARTA.PPMIindonesia.com — Pertemuan Nasional (PENAS) IX Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Oktober 2026, dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, meliputi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Kehadiran peserta yang sebagian besar membiayai perjalanan secara mandiri menjadi salah satu hal yang mendapat apresiasi dari Ketua Presidium Nasional PPM, Eko Suryono.

Dalam sambutan pembukaan PENAS IX, Eko Suryono menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk menghadiri forum nasional tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta mencerminkan komitmen kader dan pengurus untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta melanjutkan perjuangan pemberdayaan masyarakat.

Eko juga menjelaskan bahwa berbagai kegiatan dan program PPM Nasional selama periode kepengurusannya dilaksanakan melalui semangat kebersamaan, dengan dukungan moral maupun material dari para pengurus dan kader.

“PPM selama ini menjalankan kegiatan secara bersama-sama. Dukungan moral, tenaga, waktu, dan material dari para pengurus serta kader menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi,” demikian pokok pesan yang disampaikan Eko dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini PPM belum memiliki sumber pembiayaan permanen yang dapat menopang seluruh kebutuhan organisasi. Karena itu, partisipasi dan semangat gotong royong menjadi modal penting bagi PPM untuk tetap menjalankan kegiatan dan program pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi kepada pengurus yang mengabdikan waktu dan tenaga

Dalam penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Presidium Nasional PPM periode 2021–2026, Eko Suryono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PPM Nasional yang selama lima tahun telah terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.

Menurutnya, pengabdian pengurus tidak hanya diwujudkan melalui jabatan formal, tetapi juga melalui kesediaan menyisihkan waktu, mencurahkan tenaga, serta memberikan dukungan bagi pelaksanaan program PPM.

Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan organisasi masyarakat sangat bergantung pada komitmen bersama. Di tengah keterbatasan sumber daya dan belum tersedianya pembiayaan yang permanen, kontribusi para pengurus dan kader menjadi bagian penting dari perjalanan PPM selama periode 2021–2026.

Meski demikian, pengalaman selama satu periode kepengurusan juga menunjukkan perlunya pembenahan sistem organisasi, penguatan kaderisasi, serta pengembangan sumber pembiayaan yang lebih berkelanjutan untuk mendukung program-program PPM ke depan.

Peserta menerima laporan pertanggungjawaban Presidium

Dalam pembahasan laporan pertanggungjawaban, peserta PENAS IX menyampaikan tanggapan, masukan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kepengurusan Presidium Nasional selama periode 2021–2026.

M. Yasin dari PPM Wilayah Jawa Timur menyampaikan penerimaan terhadap laporan pertanggungjawaban Presidium Nasional. Penerimaan tersebut menjadi bagian dari tanggapan peserta terhadap pelaksanaan mandat dan program organisasi selama lima tahun terakhir.

Sementara itu, perwakilan badan otonom PPM, IPAMA, memberikan perhatian terhadap tata laksana dan ketertiban organisasi. Sorotan tersebut menegaskan pentingnya penguatan aturan, konsistensi pelaksanaan pedoman organisasi, serta peningkatan disiplin administrasi dalam menjalankan roda organisasi.

IPAMA tetap menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban Presidium Nasional, dengan catatan mengenai pentingnya pembenahan tata laksana dan tertib organisasi.

Berbagai tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa forum pertanggungjawaban tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan capaian, tetapi juga kesempatan bagi peserta untuk memberikan evaluasi dan masukan bagi perbaikan organisasi.

Memperkuat kemandirian dan kesinambungan perjuangan

Penerimaan laporan pertanggungjawaban Presidium Nasional periode 2021–2026 menjadi bagian dari proses evaluasi kepengurusan dalam PENAS IX. Sejumlah pekerjaan rumah masih perlu ditindaklanjuti, mulai dari konsolidasi organisasi, penataan badan otonom, penguatan kaderisasi, pembenahan administrasi, hingga pengembangan sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

Bagi PPM, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan keberadaan struktur organisasi, melainkan juga membangun sistem yang mampu menopang kegiatan pemberdayaan masyarakat secara konsisten.

Semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan organisasi perlu diiringi dengan tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, pengabdian para pengurus dan kader dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan yang lebih terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

PENAS IX diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, memperbaiki kekurangan, dan meneguhkan arah perjuangan PPM untuk periode 2026–2031. (ppmindonesia)

Example 120x600