Scroll untuk baca artikel
Hikmah

MENGAPA ALLAH MEMERINTAHKAN TAAT KEPADA RASUL?

4
×

MENGAPA ALLAH MEMERINTAHKAN TAAT KEPADA RASUL?

Share this article

Kajian Syahida quran bil quran. Oleh syahida

Taat kepada Rasul: Sebuah Perintah yang Berulang dalam Al-Qur’an

JAKARTA.PPMIndonesia.com- Salah satu perintah yang paling sering diulang dalam Al-Qur’an adalah perintah untuk menaati Rasul. Hampir di setiap pembahasan tentang keimanan, Allah selalu menggandengkan ketaatan kepada-Nya dengan ketaatan kepada Rasul.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu.” (QS Muhammad [47]: 33)

Demikian pula:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisa [4]: 59)

Pertanyaannya, mengapa Allah memberikan kedudukan yang demikian penting kepada Rasul? Apakah yang menjadikan ketaatan kepada Rasul begitu erat dikaitkan dengan keimanan kepada Allah?

Kajian Syahida kali ini akan menelusuri jawabannya dengan metode Al-Qur’an bil Al-Qur’an, yaitu memahami suatu ayat melalui ayat-ayat lain yang membahas tema yang sama.

Rasul Adalah Utusan Allah

Alasan pertama mengapa Rasul wajib ditaati adalah karena ia merupakan utusan Allah.

Allah berfirman:

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ

“Allah memilih para rasul dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia.” (QS Al-Hajj [22]: 75)

Seorang rasul tidak berbicara atas nama dirinya sendiri. Ia membawa amanah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia.

Karena itu, menolak rasul berarti menolak pihak yang mengutusnya.

Al-Qur’an berulang kali menggambarkan bahwa kaum-kaum terdahulu dihancurkan bukan karena mereka menolak manusia biasa, tetapi karena mereka menolak utusan Allah.

Rasul Membawa Ayat-Ayat Allah

Untuk memahami mengapa rasul harus ditaati, kita perlu mengetahui apa tugas utama seorang rasul.

Allah berfirman:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ

“Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan hikmah serta menyucikan mereka.” (QS Al-Baqarah [2]: 129)

Ayat ini memperlihatkan bahwa pusat misi kerasulan adalah ayat-ayat Allah.

Hal yang sama ditegaskan:

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ

“Seorang rasul yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Allah yang jelas.” (QS Ath-Thalaq [65]: 11)

Dengan demikian, ketaatan kepada rasul tidak dapat dipisahkan dari ayat-ayat Allah yang dibawanya.

Rasul Tidak Menyampaikan Kehendaknya Sendiri

Al-Qur’an menjelaskan bahwa Rasul tidak berbicara menurut hawa nafsunya ketika menyampaikan risalah.

Allah berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

“Dan tidaklah dia berbicara menurut hawa nafsunya. Tidak lain yang diucapkannya itu adalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-Najm [53]: 3–4)

Ayat ini menjadi kunci untuk memahami mengapa ketaatan kepada Rasul diperintahkan.

Rasul menyampaikan apa yang berasal dari Allah, bukan hasil rekayasa pikiran atau kepentingan pribadinya.

Bahkan Allah memberikan ancaman yang sangat keras apabila seorang rasul mengatasnamakan-Nya secara tidak benar.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ ۝ لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ۝ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

“Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami, niscaya Kami pegang dia dengan tangan kanan, kemudian Kami potong urat jantungnya.” (QS Al-Haqqah [69]: 44–46)

Ketaatan kepada Rasul Adalah Ketaatan kepada Allah

Salah satu ayat yang paling tegas menjelaskan hubungan ini adalah:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah.” (QS An-Nisa [4]: 80)

Ayat ini tidak mengatakan bahwa Rasul adalah Tuhan yang harus disembah. Sebaliknya, ayat ini menunjukkan bahwa Rasul adalah perantara penyampaian wahyu Allah.

Karena itulah ketaatan kepada Rasul menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah.

Seseorang tidak mungkin mengaku taat kepada Allah sambil menolak risalah yang Allah kirimkan melalui Rasul-Nya.

Rasul Sendiri Diperintahkan Mengikuti Wahyu

Menariknya, Rasul yang diperintahkan untuk ditaati ternyata juga diperintahkan untuk taat kepada wahyu.

Allah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي

“Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhanku.” (QS Al-A’raf [7]: 203)

Dan:

إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ

“Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS Al-An’am [6]: 50)

Ayat-ayat ini memperlihatkan rantai ketaatan yang sangat jelas:

Allah menurunkan wahyu → Rasul mengikuti wahyu → Manusia diperintahkan mengikuti Rasul.

Dengan demikian, sumber ketaatan tetap bermuara kepada Allah.

Tujuan Ketaatan kepada Rasul

Mengapa manusia harus menaati Rasul?

Al-Qur’an menjelaskan bahwa tujuan kerasulan adalah membawa manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya.

لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

“Agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari berbagai kegelapan menuju cahaya.” (QS Ath-Thalaq [65]: 11)

Ketaatan kepada Rasul bukanlah tujuan akhir.

Tujuan akhirnya adalah memperoleh petunjuk Allah, membangun kehidupan yang benar, dan mencapai keselamatan dunia serta akhirat.

Ketika Rasul Mengeluhkan Umatnya

Salah satu ayat yang paling menggugah tentang hubungan umat dengan Rasul terdapat dalam Surah Al-Furqan.

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Dan Rasul berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.” (QS Al-Furqan [25]: 30)

Ayat ini menunjukkan bahwa inti dakwah Rasul adalah Al-Qur’an.

Karena itu, ketaatan kepada Rasul tidak dapat dilepaskan dari hubungan umat dengan Al-Qur’an.

Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semakin dekat pula ia kepada misi kerasulan.

Penutup: Mengapa Allah Memerintahkan Taat kepada Rasul?

Melalui penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an, kita menemukan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk menaati Rasul karena Rasul adalah utusan-Nya yang membawa wahyu, membacakan ayat-ayat-Nya, mengajarkan Kitab-Nya, serta membimbing manusia menuju cahaya petunjuk.

Ketaatan kepada Rasul bukanlah bentuk pengultusan terhadap manusia, melainkan bentuk penghormatan terhadap wahyu Allah yang disampaikan melalui manusia pilihan-Nya.

Karena itu, hakikat ketaatan kepada Rasul adalah menerima, memahami, dan mengikuti petunjuk Allah yang dibawa oleh Rasul.

Di tengah berbagai perbedaan dan perdebatan yang terus berlangsung di kalangan umat, pesan Al-Qur’an tetap sama: taatilah Allah dan taatilah Rasul, karena melalui jalan itulah manusia memperoleh petunjuk, persatuan, dan keselamatan. Wallāhu a‘lam bish-shawāb. (syahida)

Example 120x600