Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Ranjang Termahal di Dunia

498
×

Ranjang Termahal di Dunia

Share this article

Penulis ; Iwan | editor | Asyary

ilustrasi ranjang termahal (https://www.vecteezy.com)

ppmindonesia.com.Jakarta – Aku kini menyadari, ranjang termahal di dunia bukanlah ranjang mewah di istana, tetapi ranjang rumah sakit—tempat seseorang berjuang antara hidup dan mati. 

Ranjang yang tak bisa kubeli, hanya bisa kusewa, dengan biaya yang bahkan tak mampu dibayar oleh harta sebanyak apapun. Saat tubuh terbaring lemah, semua kekuasaan dan kekayaan tak lagi berguna.

Inilah yang dirasakan almarhum Steve Jobs, pendiri Apple yang kekayaannya mencapai triliunan rupiah. Dalam kata-kata terakhirnya, ia merenungi betapa semua keberhasilan duniawi tak sanggup menyelamatkannya dari detik-detik kematian.

“Dalam dunia bisnis, aku simbol kesuksesan. Namun kini, semua itu kehilangan arti. Aku hanya bisa berbaring, menyaksikan cahaya mesin-mesin medis, dan menyadari bahwa maut begitu dekat.”

Kesadaran ini sejalan dengan peringatan Al-Qur’an:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا ۝٤٦

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)

Jobs pun menyadari bahwa kekayaan tak bisa dibawa mati. Yang bisa dibawa hanyalah cinta dan kasih yang pernah ia tanamkan. Harta itu ilusi jika tidak digunakan untuk kebaikan.

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِࣖ ۝٨

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan (yang kamu peroleh di dunia).” (QS. At-Takatsur: 8)

 اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ ۝١٩وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ ۝٢١اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ ۝٢٢

 “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat gelisah. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al-Ma’arij: 19–22)

Ranjang rumah sakit adalah simbol kepasrahan total. Kita baru sadar, tak ada yang bisa menggantikan rasa sakit kita. Kita bisa menyewa orang untuk mengurus harta kita, namun tidak ada yang bisa menggantikan tubuh kita saat sakit.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ۝١٠

 “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menangguhkan (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.’”(QS. Al-Munafiqun: 10)

Sayangnya, kesadaran itu sering datang terlambat.

Maka marilah kita hargai setiap detik kehidupan yang kita jalani. Bukan dengan menumpuk materi, tetapi dengan menumbuhkan kasih sayang, memperkuat hubungan keluarga, menjaga cinta dalam rumah tangga, dan membina persahabatan sejati. Karena:

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌۗ وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ۝٣٢

 “Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

(QS. Al-An’am: 32)

Ketika tirai kehidupan ditutup, yang tersisa bukanlah nama besar, tetapi jejak kasih, amal, dan ketulusan hati. Itulah harta yang sesungguhnya—yang abadi.

Isilah hidup dengan hal-hal yang tak bisa dibeli dengan uang. Karena cinta, kebaikan, dan amal saleh adalah investasi sejati menuju keabadian.(iwan)

 

Example 120x600